Tampilkan postingan dengan label pohon Kohler. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pohon Kohler. Tampilkan semua postingan

Jumat, 28 Oktober 2022

Dari album foto lain keluaran Topografische Dienst van Nederlands-Indië semasa Perang Aceh (4), 1874-1878

PENGANTAR

Di posting sebelum ini, blog ini menampilkan 30 foto dari album yang dikeluarkan oleh Topografische Dienst van Nederlands-Indië (Jawatan Topografi Hindia-Belanda) pada tahun 1874, yang memperlihatkan situasi di Aceh pada saat itu yang masih diselimuti oleh suasana Perang Aceh. Ke-30 foto tersebut berasal dari tweede serie (seri kedua) dengan judul dertig gezigten (tiga puluh wajah); seri pertama dengan judul vierendertig gezigten (tiga puluh empat wajah), yang memang berisi 34 foto, akan ditampilkan di rangkaian berikut ini.


1878: Jembatan di atas Krueng Aceh di kawasan Gampong Jawa
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1878: Area yang kelak menjadi tempat Masjid Raya Baiturrahman
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1878: Pasukan Belanda di sekitar pohon Kohler yang merupakan tempat tewasnya Mayor Jenderal Johan Harmen Rudolf Köhler
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1878: Pasukan Belanda di bagian timur dari area yang kelak menjadi kawasan Masjid Raya Baiturrahman
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1878: Pasukan Belanda di sekitar pohon Kohler, di bagian barat dari area yang kelak menjadi kawasan Masjid Raya Baiturrahman
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: 1878
Tempat: Kutaraja
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Topografische Dienst van Nederlands-Indië
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Minggu, 21 Agustus 2022

Aceh, Minangkabau, dan Priangan di tahun 1880-an dalam koleksi foto Woodbury and Page (4)

Kemungkinan salah satu sudut Kutaraja
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Sebuah perumahan di pesisir di Aceh (?)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Kemungkinan pohon Kohler yang kelak menjadi kawasan Masjid Raya Baiturrahman
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Salah satu gerbang ke kawasan Keraton Aceh (?)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Sebuah tangsi militer Belanda di Aceh
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Waktu: 1880-an
Tempat: Aceh
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Woodbury and Page
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan: Edisi lain dari foto nomor 1 pernah dimuat di posting ini.

Senin, 23 Mei 2022

Sepuluh foto dari "Atjeh-Album" karya perwira Belanda S. Bonga keluaran tahun 1889 (2)

Dari NGA

Masjid Raya Baiturrahman dan pohon Kohler
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Rangkaian artileri di Kutaraja; yang beroda merupakan senjata Belanda, yang tanpa roda adalah meriam perungu Aceh yang dikuasai Belanda
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Tempat tinggal untuk 4 letnan Belanda di Kutaraja, di area yang disebut "kawasan Surabaya"
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Dari Universiteit Leiden

(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)

Waktu: 1889 atau sebelumnya
Tempat: Kutaraja
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia | Universiteit Leiden
Catatan:

Rabu, 17 Februari 2021

Koleksi foto dari masa kejayaan tembakau di utara Sumatera — Album V: Dari wilayah Aceh

PENGANTAR

Seperti sudah disinggung di posting sebelum ini, dan juga sebelumnya lagi, sejarah mewariskan banyak album foto tentang wilayah utara Sumatera dari masa kejayaan perkebunan tembakau. Isinya tentunya foto-foto yang terkait dengan perkebunan tembakau, serta manusia dan tempat atau tempat di sekitarnya. Foto-foto ini umumnya jepretan C.J. Kleingrothe atau keluaran dari studio foto miliknya. Kleingrothe adalah seorang Jerman yang menetap di Medan dari penghujung abad ke-19 hingga awal abad ke-20.

Beberapa foto tampaknya sangat populer, sehingga ia muncul di lebih dari satu album; blog ini akan menampilkan pengulangan foto seperti ini.


Kutaraja: Masjid Raya Baturrahman dan pohon Kohler (atas);
Vredespark sekarang Taman Sari (bawah)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Rantau Panjang (Peureulak): Sumur minyak dan gas bumi
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Rantau Panjang (Peureulak): Pembuatan kaleng minyak (atas);
pengisian minyak ke kaleng (bawah)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Aceh Tamiang: Kuala Simpang (atas);
pasar di Binjai (bawah)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Sabang: Pelabuhan (atas); kapal pos pengangkut tembakau ke Belanda (bawah)
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Tahun terbit album: antara 1903 dan 1920 (foto-foto bisa jadi lebih tua lagi)
Tempat: Aceh (Binjai, Kuala Simpang, Kutaraja, Rantau Panjang, Sabang)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Carl Josef Kleingrothe
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Jumat, 22 Januari 2021

Koleksi foto dari masa kejayaan tembakau di utara Sumatera — Album IV: Kutaraja dan pelabuhan Sabang

PENGANTAR

Seperti sudah disinggung di posting sebelum ini, dan juga sebelumnya lagi, sejarah mewariskan banyak album foto tentang wilayah utara Sumatera dari masa kejayaan perkebunan tembakau. Isinya tentunya foto-foto yang terkait dengan perkebunan tembakau, serta manusia dan tempat atau tempat di sekitarnya. Foto-foto ini umumnya jepretan C.J. Kleingrothe atau keluaran dari studio foto miliknya. Kleingrothe adalah seorang Jerman yang menetap di Medan dari penghujung abad ke-19 hingga awal abad ke-20.

Beberapa foto tampaknya sangat populer, sehingga ia muncul di lebih dari satu album; blog ini akan menampilkan pengulangan foto seperti ini.


Kutaraja d.ki.k.ka.: Hotel, pohon Kohler, Masjid Raya Baiturrahman
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Kutaraja: Vredespark, cikal bakal Taman Sari
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Pelabuhan Sabang
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Sabang: Kapal uap pos mengangkut tembakau untuk dibawa ke Belanda
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Tahun terbit album: antara 1903 dan 1920 (foto-foto bisa jadi lebih tua lagi)
Tempat: Kutaraja, Sabang
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Carl Josef Kleingrothe
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Kamis, 09 Juli 2020

Pengagungan atas Johan Köhler, jenderal Belanda yang tewas pada saat Perang Aceh

Saat gugurnya Jenderal Köhler di dekat pohon yang kelak memangku namanya; lukisan dibuat tahun 1879
(klik untuk memperbesar | © Emrik & Binger / AVS)

Köhler dikabarkan sudah terlihat bakatnya sejak kecil, ketika Raja Willem III mengunjungi keluarga (bapaknya) Köhler, dialah yang mendapat perhatian Sang Raja, meskipun dia yang termuda
(klik untuk memperbesar | © Emrik & Binger / AVS)

Kuburan yang menjadi monumen Köhler, dengan tanggal kematian 14 April 1873 dan tulisan Voor Atjeh (demi Aceh); foto diambil tahun 1934
(klik untuk memperbesar | © AVS)

Sisi lain dari makam Köhler yang menampilkan tanggal kelahirannya 3 Juli 1818
(klik untuk memperbesar | © AVS)

Waktu: 1879 (tahun penerbitan lukisan pertama, dan mungkin juga kedua); 1934 (tahun pengambilan foto ketiga dan keempat)
Tempat:  Aceh, Belanda
Tokoh: Johan Harmen Rudolf Köhler (jenderal Belanda yang tewas pada saat Perang Aceh 1873), Willem Alexander Paul Frederik Lodewijk (Raja Belanda 1849-1890)
Peristiwa:
Juru gambar/foto:
Sumber / Hak cipta: Atlas Van Stolk
Catatan:






Selasa, 02 Februari 2016

Pohon Kohler, tempat tewasnya Mayor Jenderal Rudolf Köhler

(klik untuk memperbesar | © fotomuseum)

Waktu: awal abad ke-20 (?)
Tempat: Kutaraja
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Nederlands Fotomuseum
Catatan: Di pohon inilah panglima pasukan Belanda di saat Perang Aceh I, Mayor Jenderal Johan Harmen Rudolf Köhler, tewas tertembak pejuang Aceh.

Sabtu, 14 Maret 2015

Masjid Raya Baiturrahman di awal abad ke-20

(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)

Waktu: awal abad ke-20 (atau akhir abad ke-19)
Tempat: Kutaraja
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan: Di foto bawah tampak pohon Kohler (Kohlerboom) yang merupakan tempat tewasnya Mayor Jenderal Johan Harmen Rudolf Köhler, panglima pasukan Belanda di saat Perang Aceh I.