Tampilkan postingan dengan label pasar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pasar. Tampilkan semua postingan

Jumat, 07 Agustus 2026

Dari khazanah Bartele Gallery: Lukisan kuno tentang balaikota, pasar, rumah piatu, dan rumah sakit di Ambon

(klik untuk memperbesar | @ Bartele Gallery)

Tahun terbit: ~1730
Tahun peristiwa: abad ke-18
Tempat terbit: Belanda
Tokoh:
Deskripsi: Beberapa bangunan "modern" yang didirikan Belanda di Ambon, seperti pasar (kiri atas), balaikota dengan lapangan tempat hukuman gantung (kanan atas), rumah sakit (kiri bawah), dan rumah piatu (kanan bawah).
Juru foto/gambar: François Valentijn
Sumber / Hak cipta: Bartele Gallery
Catatan: 1) Bartele Gallery adalah sebuah gerai di Hotel Indonesia Kempinksy yang menyediakan barang-barang antik terkait buku, barang cetakan, peta kuno, dsb. Gambar di atas diambil dari laman resmi galeri ini. 2) Lukisan ini tampaknya satu rangkai dengan lukisan lain di posting ini.

Sabtu, 16 Agustus 2025

Kumpulan beberapa ilustrasi (dan foto) zaman dulu tentang Nusantara (8)

Sebuah pasar di sekitar pohon beringin di Jawa
[~1920, Jan Christiaan Poortenaar]
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Dua anak gadis makan dengan penerangan dari lampu minyak
[~1920, Willem Dooijewaard]
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Sebuah usaha batik tulis di Jawa
[~1880-1890]
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)

Tahun terbit: 1880, 1920
Tempat terbit:
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar: a.l. Jan Christiaan Poortenaar, Willem Dooijewaard
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Jumat, 04 April 2025

Dari Papua sampai ke Aceh: Nusantara dalam sketsa keluaran tahun 1883 (12)

Alun-alun Surakarta
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
Relief Candi Borobudur, salah satunya yang termasyhur menampilkan kapal layar
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
Sebuah relief Candi Borobudur
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
Sebuah pasar terbuka di Surabaya dengan latar belakang rumah bergaya Tionghoa
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
Sebuah pasar beratap di Surabaya
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)

Tahun terbit: 1883
Tempat terbit: Amsterdam
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar:
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan: Lihat juga posting 1, 2, dan 3 sebelum ini.

Minggu, 15 September 2024

Foto-foto dari "masa bersiap": Keramaian pasar di beberapa tempat

"Masa bersiap" atau "bersiap" adalah istilah yang digunakan warga Belanda dan sejarah Belanda untuk menyebut masa-masa awal setelah warga Indonesia memproklamasikan diri yang diikuti konflik dan perseteruan di beberapa tempat yang dipicu banyak sekali faktor seperti nasionalisme, sentimen anti penjajah, kecemburuan sosial, dendam yang terpendam, masih belum siapnya aparat pemerintahan, dsb. Blog ini akan menampilkan beberapa foto dari era ini, yang beberapa di antaranya memang menampilkan sisi kejam dari masa ini.

Bandung, November 1945: Dua pemuda berpose di pasar
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Pasar ikan di Jakarta
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Agustus 1945: Suasana di pasar Kampung Baru di Kalimantan [Kalimantan mana?]
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: masa perang kemerdekaan (a.l. 1945)
Tempat: Bandung, Jakarta, Kalimantan
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Rabu, 31 Juli 2024

Tomohon setelah Perang Dunia II usai, 1945/1946 (3)

Pedati kuda menjadi sarana transportasi dari dan menuju pasar
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Tiga ibu berkebaya mengusung barang di atas kepalanya sementara sebuah pedati kuda melintas membawa seonggok rumput
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Dua (?) wanita Belanda menaiki sebuah pedati kuda
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Jalan menuju pasar dengan latar belakang beberapa kendaraan yang diparkir di sekitar sebuah gedung
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Jalan menuju pasar difoto dengan sudut rendah
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1945/1946
Tempat: Tomohon
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Senin, 29 Juli 2024

Tomohon setelah Perang Dunia II usai, 1945/1946 (2)

Salah satu sudut pasar Tomohon yang menjajakan daging hewan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Bagian pasar di area terbuka
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Penjual dan pembeli ikan; para wanita penjual umumnya mengenakan penutup kepala, para wanita pembeli umumnya tidak
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Serangkai ikan hasil tangkapan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Suasana pasar difoto dari ketinggian
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Bakul anyaman menjadi alat bagi pedagang untuk membawa barang jualan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1945/1946
Tempat: Pasar Tomohon
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Sabtu, 27 Juli 2024

Tomohon setelah Perang Dunia II usai, 1945/1946 (1)

Sebuah kampung di tepi sungai dengan perahu sebagai sarana transportasi
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Para warga menata dan menggali kuburan dengan latar belakang menara gereja
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Kompleks gereja di sebuah lembah
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Area pemakaman di sekitar gereja
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Suasana di pasar Tomohon …
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
… yang terkenal dengan aneka daging hewan yang diperjualbelikan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1945/1946
Tempat: Tomohon
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Jumat, 24 Mei 2024

Suasana di Minahasa setelah Jepang kalah perang, 1945 (4)

Seorang petani membawa cangkul
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Seorang perempuan memikul berbagai barang di atas kepalanya
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Seorang perempuan memandikan anak kecil
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Menimba air dari sumur
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Keramaian di pasar
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Suasana di sebuah jalan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1945
Tempat: Minahasa
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Rabu, 08 Mei 2024

Suasana di Manado setelah berakhirnya Perang Dunia II (1)

Suasana di sebuah pasar
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Dua wanita berjalan mengusung barang di atas kepala mereka
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Suasana di pelabuhan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Edisi lain dari foto pertama
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: akhir 1945
Tempat: Manado
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Selasa, 19 Maret 2024

Bogor setelah Jepang kalah perang, 1945/1946

Stasiun Bogor
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Suasana di pasar Bogor
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Dua wanita Belanda di pedagang buah-buahan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Dua wanita Belanda di sekitar Istana Bogor yang saat itu dijaga prajurit India bagian dari kesatuan militer Inggris sebelum pasukan Belanda datang
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1945/1046
Tempat: Bogor
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Kamis, 28 Desember 2023

Wajah-wajah warga Balikpapan ketika Belanda kembali setelah Jepang hengkang, 1945 (3)

Foto berikutnya dari dua prajurit Australia yang menggendong bocah Balikpapan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Seorang anak menjaga (?) tumpukan cabai di Samboja
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Suasana di pasar …
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
… di mana transaksi peragangan berlangsung lagi …
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
… termasuk jual beli tembakau
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1945
Tempat: Balikpapan
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Senin, 30 Oktober 2023

Hindia-Belanda dalam foto stereoskopi (15)

PENGANTAR
Di akhir abad ke-19 foto stereoskop cukup populer untuk melihat foto dengan kesan tiga dimensi. Teknik yang digunakan saat itu adalah dengan membuat dua foto dengan sudut pengambilan yang sedikit berbeda. Kemudian kedua foto ini disandingkan, dan dilihat dengan menggunakan alat bersekat yang memisahkan pandangan mata kiri dan kanan. Gambar di kiri memperlihatkan contoh alat ini.

Wilayah Hindia-Belanda pun tak luput dari mode fotografi ini. Seri berikut akan menampilkan beberapa motif foto dari Hindia-Belanda yang ada di koleksi penggemar stereoskopi.

Warga Sangir di Tagulandang
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Gerbang Amsterdam di Jakarta
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Bocah-bocah Papua mandi di laut
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Warga Sangir menangkap ikan hiu
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Desa Buli di Maba, Halmahera Timur
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Pasar di Jawa Tengah
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: tidak ada keterangan
Tempat: Halmahera, Jakarta, Jawa Tengah, Papua, Sulawesi Utara
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan: