Tampilkan postingan dengan label pelayaran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pelayaran. Tampilkan semua postingan

Minggu, 09 Agustus 2026

Dari khazanah Bartele Gallery: Lukisan kuno tentang pelabuhan Ampenan di Lombok

(klik untuk memperbesar | @ Bartele Gallery)

Tahun terbit: 1844
Tahun peristiwa: abad ke-19
Tempat terbit: Belanda
Tokoh:
Deskripsi: Pelabuhan Ampenan di Lombok dengan airnya yang relatif tenang, serta sebuah kapal layar berbendera Belanda, serta beberapa perahu di sekelilingnya.
Juru foto/gambar: Paul Lauters yang menyalin dari karya Charles William Meredith van de Velde
Sumber / Hak cipta: Bartele Gallery
Catatan: 1) Bartele Gallery adalah sebuah gerai di Hotel Indonesia Kempinksy yang menyediakan barang-barang antik terkait buku, barang cetakan, peta kuno, dsb. Gambar di atas diambil dari laman resmi galeri ini. 2) Edisi tidak berwarna dari lukisan di atas pernah dimuat di posting ini.

Jumat, 10 Juli 2026

Dari khazanah Bartele Gallery: Lukisan kuno tentang pelayaran di sekitar Selat Sunda dan Banten

(klik untuk memperbesar | @ Bartele Gallery)

Tahun terbit: 1714
Tahun peristiwa: 1706
Tempat terbit: Amsterdam
Tokoh:
Deskripsi: Lukisan di atas merupakan bagian dari riwayat perjalanan Cornelis de Bruijn yang menjelajah dari Belanda ke Rusia, Persia, Hindia termasuk Banten, Jakarta, dan Bali, serta sebagian wilayah Tiongkok. Gambar paling atas menunjukkan pelayaran di Selat Sunda; gambar di bawahnya memperlihatkan Pulang Sangiang, juga di Selat Sunda, serta kemungkinan Pulau Sebesi (di gambar disebut Selebese). Dua gambar di bawahnya menampakkan wilayah pesisir Banten, di mana kemudian tim penjelajah ini bertemu dengan Sultan Banten.
Juru foto/gambar: Cornelis de Bruijn
Sumber / Hak cipta: Bartele Gallery
Catatan: Bartele Gallery adalah sebuah gerai di Hotel Indonesia Kempinksy yang menyediakan barang-barang antik terkait buku, barang cetakan, peta kuno, dsb. Gambar di atas diambil dari laman resmi galeri ini.

Rabu, 08 Juli 2026

Dari khazanah Bartele Gallery: Lukisan kuno tentang pelabuhan Karangantu, Banten

(klik untuk memperbesar | @ Bartele Gallery)
 
Tahun terbit: 1725
Tahun peristiwa: abad ke-17/18
Tempat terbit: Leiden
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar: Pieter van der Aa
Sumber / Hak cipta: Bartele Gallery
Catatan: Bartele Gallery adalah sebuah gerai di Hotel Indonesia Kempinksy yang menyediakan barang-barang antik terkait buku, barang cetakan, peta kuno, dsb. Gambar di atas diambil dari laman resmi galeri ini.

Sabtu, 04 Juli 2026

Dari khazanah Bartele Gallery: Lukisan kuno tentang pelayaran di Selat Sunda

Kapal-kapal layar yang memenuhi Selat Sunda
(klik untuk memperbesar | @ Bartele Gallery)

Tahun terbit: 1844
Tahun peristiwa: abad ke-19
Tempat terbit: Belanda
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar: Paul Lauters yang menyalin dari karya Charles William Meredith van de Velde
Sumber / Hak cipta: Bartele Gallery
Catatan: 1) Bartele Gallery adalah sebuah gerai di Hotel Indonesia Kempinksy yang menyediakan barang-barang antik terkait buku, barang cetakan, peta kuno, dsb. Gambar di atas diambil dari laman resmi galeri ini. 2) Versi tak berwarna dari lukisan di atas pernah dimuat di posting ini.

Kamis, 18 Juni 2026

Dari khazanah Bartele Gallery: Lukisan kuno berbahasa Jerman tentang Jakarta di abad ke-18

Lukisan berbahasa Jerman ini menampilkan Jakarta dilihat dari perairan Sunda Kelapa dengan latar belakang Gunung Gede dan Gunung Salak. Bagian tengah dengan nama Stadt merupakan wilayah kota, sementara bagian kanan dengan nama Schlos adalah Kastil Batavia. Keterangan lainnya dengan mengikuti nomor: 1) gerbang ke kastil; 2) pinggiran kota; kemudian sudut-sudut kastil dengan nama batu-batu mulia yaitu 3) Schantz, 4) Diamant, dan 5) Rubin; 6) pelabuhan; 7) jembatan; 8) gereja
(klik untuk memperbesar | @ Bartele Gallery)

Tahun terbit: ~1750
Tahun peristiwa: abad ke-18
Tempat terbit: Jerman
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar:
Sumber / Hak cipta: Bartele Gallery
Catatan: Bartele Gallery adalah sebuah gerai di Hotel Indonesia Kempinksy yang menyediakan barang-barang antik terkait buku, barang cetakan, peta kuno, dsb. Gambar di atas diambil dari laman resmi galeri ini.

Selasa, 02 Juni 2026

Dari khazanah Bartele Gallery: Lukisan kuno tentang keramaian pelabuhan Sunda Kelapa di pertengahan abad ke-19


Keramaian di pelabuhan Sunda Kelapa dengan kapal layar berbagai ukuran, perahu kecil, serta perahu penumpang beratap panjang datar yang bentuknya masih digunakan sampai sekarang
(klik untuk memperbesar | @ Bartele Gallery)

Tahun terbit: 1844
Tahun peristiwa: abad ke-19
Tempat terbit: Amsterdam
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar: aslinya oleh Charles William Meredith van de Velde, diolah lebih lanjut oleh P. Lauters
Sumber / Hak cipta: Bartele Gallery
Catatan: 1) Bartele Gallery adalah sebuah gerai di Hotel Indonesia Kempinksy yang menyediakan barang-barang antik terkait buku, barang cetakan, peta kuno, dsb. Gambar di atas diambil dari laman resmi galeri ini. 2) Versi tidak berwarna dari gambar di atas pernah dimuat di posting ini sebelumnya.

Jumat, 29 Mei 2026

Dari khazanah Bartele Gallery: Lukisan kuno tentang pelabuhan Sunda Kelapa

(klik untuk memperbesar | @ Bartele Gallery)

Tahun terbit: 1779
Tahun peristiwa: abad ke-18
Tempat terbit: kemungkinan Belanda
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar: aslinya Hendrik Kobell, gambar di atas salinan karya Mathias de Sallieth 
Sumber / Hak cipta: Bartele Gallery
Catatan: Bartele Gallery adalah sebuah gerai di Hotel Indonesia Kempinksy yang menyediakan barang-barang antik terkait buku, barang cetakan, peta kuno, dsb. Gambar di atas diambil dari laman resmi galeri ini.

Sabtu, 23 Mei 2026

Dari khazanah Bartele Gallery: Lukisan kuno tentang Kastil Batavia dan pelabuhan Sunda Kelapa di abad ke-17

Lukisan karya Jo(h)an Nieuhof tentang pelabuhan Sunda Kelapa dengan latar belakang pegunungan di Bogor (atas), dan Kastil Batavia dengan kapal-kapal layar di latar depan dan belakang (bawah), yang terbit tahun 1668 dalam bahasa Latin
(klik untuk memperbesar | @ Bartele Gallery)
Salinan dari gambar di atas dalam bahasa Inggris, yang terbit di Tiongkok di tahun 1673
(klik untuk memperbesar | @ Bartele Gallery)
Jiplakan oleh Emmanuel Bowen, juga dalam bahasa Inggris, yang terbit tahun 1744
(klik untuk memperbesar | @ Bartele Gallery)
Versi lain dari gambar pertama dengan teks berbahasa Perancis dan Belanda
(klik untuk memperbesar | @ Bartele Gallery)

Tahun terbit: 1668, 1673, 1744
Tahun peristiwa: abad ke-17
Tempat terbit: 
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar: aslinya oleh Jo(h)an Nieuhof 
Sumber / Hak cipta: Bartele Gallery
Catatan: Bartele Gallery adalah sebuah gerai di Hotel Indonesia Kempinksy yang menyediakan barang-barang antik terkait buku, barang cetakan, peta kuno, dsb. Gambar di atas diambil dari laman resmi galeri ini.

Minggu, 19 Oktober 2025

Tayang ulang lukisan-lukisan karya Josias Rappard tentang berbagai tempat di Nusantara (21)

Blog ini pernah menampilkan rangkaian lukisan karya Josias Rappard tentang berbagai tempat di Nusantara mulai dari posting tanggal 21 Desember 2021 hingga ke posting tanggal 28 Januari 2022  dengan total 65 lukisan. Seri kali ini merupakan tayang ulang (reload) dengan total lukisan menjadi 107; karena ada tambahan 42. Ukuran lukisan di rangkaian kali ini lebih rendah, dari lebar 2048 pixel ke sekitar 2000 pixel, tetapi kualitas hasil pindainya seharusnya lebih bagus.


Makam Sultan Palembang, Mahmud Badaruddin II, di Ternate yang menjadi tempat pembuangan pahlawan yang melawan usaha Belanda menguasai Kesultanan Palembang. Rappard dipastikan membuat lukisan ini berdasarkna foto yang beredar sebelumnya (lihat di sini).
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Istana Kerajaan Gowa di Sulawesi Selatan yang sekarang menjadi Museum "Balla' Lompoa" atau "Balla' Lompoa ri Sungguminasa". Bangunan ini sepenuhnya menggunakan konstruksi kayu, dengan lantai yang lumayan tinggi dari permukaan tanah. Sebuah tangga beratap menjadi akses tunggal untuk keluar masuk dari dan menuju bagian dalam dari istana ini.
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Sebuah jalan di Ambon yang tampaknya berada di kawasan warga berada. Ini terlhat dari bangunan tembok bercat putih, yang meski tidak beratap genting tetap berukuran relatif besar dan membutuhkan banyak tiang penyangga. Seorang Belanda dengan pakaian perlenta tampak berjalan, di antara tukang sapu jalan, seorang ibu yang menggendong anak, dan pedagang pikul yang menawarkan jualannya ke seorang pria di sebuah rumah.
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Suasana di perairan Pulau Ternate yang memperlihatkan pemukiman di pesisir serta perahu dan kapal layar yang meramaikan lalu lintas laut di sekitar pulau ini. Di latar belakang tampak kepulan asap keluar dari Gunung Gamalama
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)

Tahun terbit: 1883
Tempat terbit: Leiden
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar: Josias Cornelis Rappard (seorang kolonel KNIL dan pelukis)
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Rabu, 15 Oktober 2025

Tayang ulang lukisan-lukisan karya Josias Rappard tentang berbagai tempat di Nusantara (19)

Blog ini pernah menampilkan rangkaian lukisan karya Josias Rappard tentang berbagai tempat di Nusantara mulai dari posting tanggal 21 Desember 2021 hingga ke posting tanggal 28 Januari 2022  dengan total 65 lukisan. Seri kali ini merupakan tayang ulang (reload) dengan total lukisan menjadi 107; karena ada tambahan 42. Ukuran lukisan di rangkaian kali ini lebih rendah, dari lebar 2048 pixel ke sekitar 2000 pixel, tetapi kualitas hasil pindainya seharusnya lebih bagus.


Kapal uap berbendera Belanda bernama “Zeemeuw”, kemungkinan dalam pelayaran menyusuri pantai barat Sumatera
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Suasana di sebuah kampung di Aceh. Seorang ibu tampak mencuci sehelai kain atau pakaian di sungai, sementara anaknya duduk di tepi, kemungkinan sesudah mandi di kali ini. Kali kecil ini memiliki jembatan sederhana dari sebilah papan. Di sebelah kiri tampak sebuah rumoh Aceh sangat sederhana, yang merupakan rumah panggung agak tinggi, terbuat dari kayu, bambu, dan atap sirap, dengan sebuah tangga menuju tempat keluarga berdiam.
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Pulau Penyengat yang terletak tidak jauh dari Tanjungpinang. Karena lukisan ini lumayan mirip dengan sebuah karya Van de Velde yang terbit sekitar tahun 1844 (lihat posting ini) ada kemungkinan Rappard mengambil inspirasi (menjiplak dengan variasi?) dari karya yang lebuh dulu muncul ini.
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Sebuah tungku peleburan timah (di sekitar Bangka?). Tujuh pria bertopi caping (Tionghoa?) tampak bekerja di gedung yang panas ini. Lima orang tampak terlibat langsung di pengolahan biji timah  di dalam tungku, seorang jongkok mengawasi keluaran cairan timah dari tungku, dan seorang lain memindahkan timah cair ini ke cetakan.
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)

Tahun terbit: 1883
Tempat terbit: Leiden
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar: Josias Cornelis Rappard (seorang kolonel KNIL dan pelukis)
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Senin, 13 Oktober 2025

Tayang ulang lukisan-lukisan karya Josias Rappard tentang berbagai tempat di Nusantara (18)

Blog ini pernah menampilkan rangkaian lukisan karya Josias Rappard tentang berbagai tempat di Nusantara mulai dari posting tanggal 21 Desember 2021 hingga ke posting tanggal 28 Januari 2022  dengan total 65 lukisan. Seri kali ini merupakan tayang ulang (reload) dengan total lukisan menjadi 107; karena ada tambahan 42. Ukuran lukisan di rangkaian kali ini lebih rendah, dari lebar 2048 pixel ke sekitar 2000 pixel, tetapi kualitas hasil pindainya seharusnya lebih bagus.


Suasana di sekitar pelabuhan Padang. Beberapa bangunan beratap merah berderet di kawasan yang bersih, sementara sebuah perahu beratap mengangkut penumpang ke arah sebuah kapal uap yang sedang bergerak. Di latar tengah tampak dua kapal layar "bersembunyi" di belakang kerimbunan sebuah pulau, dan duar perahu layar beraktivitas di perairan pelabuhan.
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Gedung Gubernur Sumatera Barat di Padang yang sepenuhnya bergaya kolonial. Ini tampak dari model bangunan yang satu lantai dengan tembok bercat putih, serta pilar-pilar bundar di bagian depan. Tembok depan memiliki beberapa pintu dengan jenis dua bilah yang memiliki sekat-sekat udara.
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Usaha pengolahan kopi milik orang Belanda di Lubuk Selasih, Solok. Dua pekerja tampak sedang mengeringkan kopi di dalaman dengan menyebarkannya serata mungkin. Seorang pekerja lain memikul karung yang kemungkinan berisi biji kopi yang akan dijemur. Di latar belakang kanan tampak sebuah mesin giling kopi yang menggunakan batu dan tenaga manusia. Sang pemilik atau pengawas usaha ini berdiri di depan kantornya, sementara di latar belakang kiri kemungkinan duduk istrinya di beranda rumah mereka.
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Suasana di sebuah jalan di Payakumbuh. Dua pria Belanda tampak berjalan-jalan dinaungi bayangan dari pohon-pohon yang berada di tepi jalan, sementar tiga warga lokal berjalan di kejauhan. Di sebelah kiri terlihat sebuah bangunan yang mirip pos penjagaan, sementara di sebelah kanan ada bangunan lain yang memilik banyak tiang tetapi tanpa dinding dan berlantai tanah.
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Lukisan ini kemungkinan besar menggambarkan Ngarai Sianok di Bukittinggi dengan latar belakang Gunung Marapi. Tiga warga lokal tampak turun menyusuri tebing; kemungkinan dalam pakaian adat yang memiliki tutup kepala yang relatif tinggi.
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)

Tahun terbit: 1883
Tempat terbit: Leiden
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar: Josias Cornelis Rappard (seorang kolonel KNIL dan pelukis)
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Rabu, 17 September 2025

Tayang ulang lukisan-lukisan karya Josias Rappard tentang berbagai tempat di Nusantara (5)

Blog ini pernah menampilkan rangkaian lukisan karya Josias Rappard tentang berbagai tempat di Nusantara mulai dari posting tanggal 21 Desember 2021 hingga ke posting tanggal 28 Januari 2022  dengan total 65 lukisan. Seri kali ini merupakan tayang ulang (reload) dengan total lukisan menjadi 107; karena ada tambahan 42. Ukuran lukisan di rangkaian kali ini lebih rendah, dari lebar 2048 pixel ke sekitar 2000 pixel, tetapi kualitas hasil pindainya seharusnya lebih bagus.


De Uitkijk Post (sekarang Menara Syahbandar) yang merupakan salah satu tempat mendarat di kawasan Sunda Kelapa; di latar belakang tampak bagian atas dari yang sekarang menjadi Jembatan Kota Intan, yang memang hanya berjarak sekitar 200 meter dari tempat ini
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Hertogspark, gedung yang menjadi tempat tinggal Panglima KNIL dengan tukang kebun yang sedang berbincang dengan seorang perempuan di halamannya; sekarang bangunan ini menjadi Gedung Pancasila
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Mercusuar di Tanjung Belimbing, Lampung, yang dibangun di tahun 1879, dan bertahan kokoh ketika Gunung Krakatau meletus empat tahun kemudian
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Lukisan ini berjudul Verwoeste kampong (kampung yang hancur) tanpa keterangan lebih lanjut, dan memunculkan dugaan bahwa ini adalah sebuah pulau yang dulunya dihuni tetapi sebuah bencana alam (letusan gunung?) menghancurkan kawasan pemukiman di sana dan meninggalkan sebuah daratan yang terlantar
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Gunung Krakatau sebelum tenggelam akibat letusan hebat 1883; tampak laut relatif tenang dengan sebuah kapal uap berlayar di latar depan, dan sebuah kapal layar di latar belakang
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)

Tahun terbit: 1883
Tempat terbit: Leiden
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar: Josias Cornelis Rappard (seorang kolonel KNIL dan pelukis)
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Selasa, 09 September 2025

Tayang ulang lukisan-lukisan karya Josias Rappard tentang berbagai tempat di Nusantara (1)

Blog ini pernah menampilkan rangkaian lukisan karya Josias Rappard tentang berbagai tempat di Nusantara mulai dari posting tanggal 21 Desember 2021 hingga ke posting tanggal 28 Januari 2022  dengan total 65 lukisan. Seri kali ini merupakan tayang ulang (reload) dengan total lukisan menjadi 107; karena ada tambahan 42. Ukuran lukisan di rangkaian kali ini lebih rendah, dari lebar 2048 pixel ke sekitar 2000 pixel, tetapi kualitas hasil pindainya seharusnya lebih bagus.


Reruntuhan Candi Borobudur mendapat kunjungan dari tiga orang
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Kesibukan pelayaran di Kepulauan Banda, dengan Gunung Api di sebelah kiri, serta Pulau Banda Neira dengan Benteng Belgica-nya di sebelah kanan
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Sebuah kapal bersandar di pelabuhan Makassar sementara beberapa sosok orang tampak beraktivitas di kawasan pelabuhan
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Tiga warga Minang, di antaranya menggiring pedati, terlukis dengan latar belakang Gunung Marapi
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Benteng Rotterdam di Makassar dengan beberapa pohon rimbun di latar depan, serta sebuah kuburan Belanda di lapangan depan benteng
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)

Tahun terbit: 1883
Tempat terbit: Leiden
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar: Josias Cornelis Rappard (seorang kolonel KNIL dan pelukis)
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Rabu, 06 Agustus 2025

Kumpulan beberapa ilustrasi zaman dulu tentang Nusantara (3)

Berbagai jenis perahu dan kapal serta peralatan yang digunakan nelayan untuk menangkap ikan
[P.A. van der Lith, 1875, Amsterdam]
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Edisi lain dari gambar di atas
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
D.ki.k.ka. serta d.at.k.ba.
Kampung di Manila (!)
Warga Arafuru
Desa warga Melayu
Pengantin, bangsawan, dan prajurit di Jawa
Reruntuhan Borobudur
Warga Dayak di sebuah pesisir
Warga Timor
Sebuah kampung di Timor
Kuburan di Ambon
Sebuah desa di Jawa
[1850, Jerman]
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)

Tahun terbit: 1850, 1875
Tempat terbit: Amsterdam, Jerman
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar: a.l. P.A. van der Lith
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Kamis, 24 April 2025

Beberapa lukisan kuno tentang Jakarta dari berbagai masa (3)

1929: Dua halaman yang menampilkan kesibukan di kawasan Kali Besar
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Karya Johannes Vingboons, ~1760: Keramaian pelayaran di sekitar pelabuhan Sunda Kelapa dan Kastil Batavia
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Karya Jan Van Ryne, ~1793: Ini merupakan terbitan ulang dari lukisan yang aslinya terbit di sekitar tahun 1754; edisi lain yang pernah terbit sudah dimuat di posting ini, sementara deskripsi atas lukisan ini pernah dibahas di posting ini
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)

Tahun terbit: 1760, 1793, 1929
Tempat: Jakarta
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar: a.l. Jan Van Ryne, Johannes Vingboons
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Selasa, 22 April 2025

Beberapa lukisan kuno tentang Jakarta dari berbagai masa (2)

~1840: De Nieuwe Hollandsche Kerk (Gereja Belanda Baru); ini merupakan lukisan retrospeksi karena gereja ini hancur akibat gempa bumi di tahun 1808, dan lokasinya sekarang menjadi Museum Wayang
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Abad ke-17: Pelabuhan Sunda Kelapa dengan kesibukan pelayaran di latar depan, jalur keluar masuk kapal dan perahu di kanan-tengah, serta pemandangan ke arah kota Jakarta saat itu
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Karya Cornelis de Bruyn, 1714: Pemandangan ke pelabuhan Sunda Kelapa dengan menampilkan pegunungan di kawasan Bogor agak berlebihan dalam hal proporsi
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)

Tahun terbit: abad ke-17, 1714, 1840
Tempat: Jakarta
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar: a.l. Cornelis de Bruyn
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Minggu, 20 April 2025

Beberapa lukisan kuno tentang Jakarta dari berbagai masa (1)

Karya Dirk Homberg, ~1920: Kesibukan di Kali Besar
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Karya François Valentyn, ~1724-1726: Pemandangan ke arah Jakarta dilihat dari Laut Jawa dengan Kastil Batavia di latar tengah beserta tembok pertahanan yang memanjang, serta pegunungan di kawasan Bogor di latar belakang
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Karya Dirk Homberg, ~1925: Perumahan warga Tionghoa di Pintu Kecil
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)

Tahun terbit: 1724/1726, 1920, 1925
Tempat: Jakarta
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar: Dirk Homberg, François Valentyn
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Jumat, 07 Maret 2025

Sketsa tentang Solor dan Timor dari tahun 1811 hasil penjelajahan Perancis di bawah pimpinan Thomas Baudin

Teluk Kupang dengan dua kapal layar besar serta beberapa kapal dan perahu kecil di sekelilingnya
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Seorang wanita Timor memikul air dengan perangkat tradisional
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Naba Leba, Raja Solor
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Kelelawar ladam di Timor
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Peta Teluk Kupang
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)

Tahun terbit: 1811
Tempat terbit: Paris
Tokoh:
Deskripsi: Perancis mengirimkan sebuah tim ekspedisi laut di tahun 1800-1803 di bawah pimpinan kapten Thomas Baudin dengan tujuan mendirikan wilayah jajahan di Australia. Dalam perjalanan menuju Australia, mereka singgah di Kupang, dan mewariskan gambar, peta, dan sketsa di atas. Karya-karya ini diterbitkan pada tahun 1811, delapan tahun setelah ekspedisi selesai.
Juru foto/gambar:
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery dan Internet Archive.
Catatan: Edisi lain dari peta Teluk Kupang pernah dimuat di posting ini.