Tampilkan postingan dengan label 1930-an. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 1930-an. Tampilkan semua postingan

Senin, 15 Juni 2026

Kendaraan artileri KNIL di wilayah Kedu

(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: kemungkinan di tahun 1930-an
Tempat: wilayah Kedu
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Sabtu, 07 Maret 2026

Hotel Oranje di Padang di tahun 1930an

Hotel Oranje, yang di masa kejayaannya merupakan hotel terbesar di Sumatera Barat. Di lahan hotel ini sekarang berdiri Hotel Truntum.
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1930an
Tempat: Padang
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Selasa, 04 Maret 2025

Armada pesawat-pesawat Belanda di sekitar tahun 1930-an

Sebuah pesawat Fokker C.IV di Sumatera dengan hangar alami
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Sebuah pesawat latih di Andir, Bandung, dengan logo ayam, dan kode "PK" yang digunakan Indonesia hingga sekarang
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Kemungkinan pesawat-pesawat tempur Koolhoven F.K.51
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1930-an
Tempat: a.l. Bandung, Sumatera
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Minggu, 02 Maret 2025

Foto udara sekitar Jawa, kemungkinan di pertengahan 1930-an (3)

Pemadangan di atas Kali Mas, Surabaya
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Bangunan yang kelak menjadi Istana Merdeka, serta lapangan yang kelak dihiasi Tugu Monas
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Kemungkinan salah satu kawasan di satu muara sungai di Surabaya
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1930-an
Tempat: Jakarta, Surabaya
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Jumat, 28 Februari 2025

Foto udara sekitar Jawa, kemungkinan di pertengahan 1930-an (2)

Makam Raja-raja Imogiri
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Pemandangan di atas Semarang, a.l. terlihat depot minyak Pengapon di kiri bawah, Gereja Blenduk di atasnya, serta Stasiun Tawang di tengah atas
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Gunung Batok di kawasan Bromo
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Letusan Anak Krakatau di Selat Sunda
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1930-an
Tempat: Kawasan Bromo, Selat Sunda, Semarang, Yogyakarta
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Rabu, 26 Februari 2025

Foto udara sekitar Jawa, kemungkinan di tahun 1930-an (1)

Kemungkinan Anak Krakatau di Selat Sunda
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Surabaya dilihat dari udara
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Kemungkinan skuadron pesawat tempur Koolhoven F.K.51 di atas pesawahan di Cimahi
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Sebuah wilayah di Jawa Tengah
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1930-an
Tempat: Cimahi, Jawa Tengah, Selat Sunda, Surabaya
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Senin, 05 Februari 2024

Tiga potret bangsawan Jawa: Hamengkubuwono VIII, Bupati Pemalang, Bupati Trenggalek

Hamengkubuwono VIII, kemungkinan di tahun 1920-an
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1931: Bupati Pemalang, RAA Sudoro Suroadikusumo dan istri
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Bupati Trenggalek, dalam pakaian kebesaran dengan cincin dan koleksi uang logam, kemungkinan di awal 1930-an
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: a.l. 1920-an, 1930-an, 1931
Tempat: Pemalang, Trenggalek, Yogyakarta
Tokoh: Hamengkubuwono VIII (Sultan Yogyakarta)
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Rabu, 24 Januari 2024

Hamengkubuwono VIII, kerabat keraton Yogyakarta bersama para pembesar Belanda

9 November 1937: Hamengkubuwono VIII bersama para pembesar Belanda; lihat catatan di bawah untuk detail
(klik untuk memperbesar | © NGA)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: 1930-an (a.l. 1937)
Tempat: Yogyakarta
Tokoh: Hamengkubuwono VIII (Sultan Yogyakarta)
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan: Foto pertama merupakan update gambar atas posting ini. Tokoh lain foto ini, dari Hamengkubuwono VIII ke arah kiri: W.H. van Helsdingen (ketua Volksraad), Louise Abbenhuis-Verschueren (istri asisten residen), berikutnya tidak di kenal; dari beliau ke arah kanan: Christiaan Abbenhuis (asisten residen), tidak dikenal, Ratu Pembayun (?), tidak dikenal, tidak dikenal, H.J. van Mook (Direktur Urusan Ekonomi, kelak Letnan Gubernur Jenderal Hindia Belanda).

Jumat, 23 Juni 2023

Aneka foto dari zaman Belanda karya para juru foto yang belum teridentifikasi (6)

Yogyakarta (?), 1885-1895: Perajin perak
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1930-an: Dua penari Bali
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Surakarta, ~1895: Seorang bangsawan Keraton Solo
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1885-1895: Potret seorang bujang
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Jawa, 1885-1895: Foto studio dari seorang pedagang makanan keliling
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: antara 1885 dan 1895, 1930-an
Tempat: Bali, Jawa (a.l. Surakarta, Yogyakarta)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Rabu, 24 Mei 2023

Serakan foto dari berbagai fotografer (3)

<1940: Sebuah kompleks gedung pemerintahan yang tampaknya baru rampung dibangun
(klik untuk memperbesar | © Studio Asahi & Co. / NGA)
<1940: Seorang pria Eropa di depan rumah panggungnya, dengan mobil kebanggaan dan anjing-anjing kesayangan
(klik untuk memperbesar | © Studio Asahi & Co. / NGA)
<1940: Kemungkinan Cibodas
(klik untuk memperbesar | © Studio Nikko / NGA)
1930-an: Sebuah desa di Kintamani dengan latar belakang Gunung Batur
(klik untuk memperbesar | © Edgar / NGA)
Bali, ~1948: Ibu dan anak di atas sebuah jembatan
(klik untuk memperbesar | © Brandt / NGA)
1850-an: Seorang bangsawan Jawa bersama anak dan abdi dalem-nya
(klik untuk memperbesar | © Auguste van Pers / NGA)

Waktu: a.l. 1850-an, 1930-an, 1948
Tempat: a.l. Cibodas (Bogor), Bali, Jawa
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer / juru gambar: Studio Asahi & Co. | Studio Nikko | Edgar | Brandt | Auguste van Pers
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Rabu, 04 Januari 2023

Dari album foto seorang anggota Keraton Kanoman Cirebon (8)

PENGANTAR

Di antara album foto yang dibeli National Gallery of Australia dari koleksi Leo Haks, ada sebuah buku foto yang oleh NGA diberikan keterangan singkat "Samsoedin Indonesian family album 1930 - 1933". Sepintas isi album ini memang foto-foto keluarga Indonesia, yang berisi gambar dari anak kecil hingga dewasa, ketika di rumah atau sedang bepergian. Si keluarga tampaknya lumayan berada. Mereka memiliki mobil dengan plat nomor D, memiliki anjing ras, dan Samsoedin ini memiliki kamera yang tampaknya dia gunakan untuk mengambil banyak foto yang ada di album ini. Kemudian keluarga ini banyak berpergian, keliling Jawa, ke Bali, ke Palembang, bahkan sampai ke Singapura.

Si penyusun foto memberikan beberapa catatan, sehingga kita masih bisa mengetahui tentang apa foto-foto ini. Di salah satu foto ada keterangan De Koninklijke familie Kanoman, atau "Keluarga Kerajaan Kanoman". Ini menimbulkan dugaan bahwa keluarga yang ditampilkan di album ini adalah keluarga Keraton Kanoman, Cirebon. Dugaan ini diperkuat dengan catatan Samsoedin di foto dia bersama kerabat lelakinya yang diberi catatan 't Kanoman-trio and little brothers. Akhirnya catatan dia di awal album yang menyebutkan namanya, dan nama tempat "Soerabaja", "Bandoeng", "Java", dan "Kanoman" makin mengukuhkan dugaan ini.

Album ini menjadi menarik karena menampilkan golongan berada Indonesia di tahun 1930-an: pakaiannya, pendidikannya, bahasa yang digunakan, kegiatannya, serta pertemanannya. Album ini juga ikut memperlihatkan tempat mana saja yang menjadi tujuan perjalanan atau wisata saat itu. Dari album ini kita juga melihat bahwa Samsoedin ini sangat senang memfoto anak kecil terutama keponakannya, dan dalam beberapa foto juga kaum perempuan termasuk ibu dan saudara-saudara wanitanya. Ada juga foto yang memperlihatkan kunjungan Dr. Khalid Sheldrake ke Bandung. Khalid, yang nama aslinya Bertram William, adalah filantrop Inggris yang masuk Islam dan sempat dinobatkan menjadi Raja Islamestan di wilayah Xinjiang, RRT, sekarang.


Wisata keluarga keraton, kemungkinan ke Jubileumspark Bandung
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Foto ibu dan saudara, serta wisata ke Cipanas (Cianjur) dan Bojonegoro, juga tur sepeda di Padalarang
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Foto ayah, ibu, saudara, dan wisata keluarga ke Jakarta, Sukabumi, Yogyakarta, juga Bendung Walahar di Karawang
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Halaman yang dipenuhi kaum perempuan, di samping dua laki-laki yang tidak disebutkan namanya
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Foto-foto keluarga, a.l. keluarga Mochtar, serta foto seorang bangsawan dengan dua pembesar Belanda
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Halaman terakhir yang menyisakan dua foto: sebuah stasiun kereta api, dan piala sepakbola, olahraga kegemaran Samsoedin
(klik untuk memperbesar | © NGA)
 
Waktu: di sekitar tahun 1930
Tempat: Bandung, Bojonegoro, Cianjur, Cipanas, Karawang, Padalarang, Sukabumi
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: a.l. Samsudin
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Senin, 02 Januari 2023

Dari album foto seorang anggota Keraton Kanoman Cirebon (7)

PENGANTAR

Di antara album foto yang dibeli National Gallery of Australia dari koleksi Leo Haks, ada sebuah buku foto yang oleh NGA diberikan keterangan singkat "Samsoedin Indonesian family album 1930 - 1933". Sepintas isi album ini memang foto-foto keluarga Indonesia, yang berisi gambar dari anak kecil hingga dewasa, ketika di rumah atau sedang bepergian. Si keluarga tampaknya lumayan berada. Mereka memiliki mobil dengan plat nomor D, memiliki anjing ras, dan Samsoedin ini memiliki kamera yang tampaknya dia gunakan untuk mengambil banyak foto yang ada di album ini. Kemudian keluarga ini banyak berpergian, keliling Jawa, ke Bali, ke Palembang, bahkan sampai ke Singapura.

Si penyusun foto memberikan beberapa catatan, sehingga kita masih bisa mengetahui tentang apa foto-foto ini. Di salah satu foto ada keterangan De Koninklijke familie Kanoman, atau "Keluarga Kerajaan Kanoman". Ini menimbulkan dugaan bahwa keluarga yang ditampilkan di album ini adalah keluarga Keraton Kanoman, Cirebon. Dugaan ini diperkuat dengan catatan Samsoedin di foto dia bersama kerabat lelakinya yang diberi catatan 't Kanoman-trio and little brothers. Akhirnya catatan dia di awal album yang menyebutkan namanya, dan nama tempat "Soerabaja", "Bandoeng", "Java", dan "Kanoman" makin mengukuhkan dugaan ini.

Album ini menjadi menarik karena menampilkan golongan berada Indonesia di tahun 1930-an: pakaiannya, pendidikannya, bahasa yang digunakan, kegiatannya, serta pertemanannya. Album ini juga ikut memperlihatkan tempat mana saja yang menjadi tujuan perjalanan atau wisata saat itu. Dari album ini kita juga melihat bahwa Samsoedin ini sangat senang memfoto anak kecil terutama keponakannya, dan dalam beberapa foto juga kaum perempuan termasuk ibu dan saudara-saudara wanitanya. Ada juga foto yang memperlihatkan kunjungan Dr. Khalid Sheldrake ke Bandung. Khalid, yang nama aslinya Bertram William, adalah filantrop Inggris yang masuk Islam dan sempat dinobatkan menjadi Raja Islamestan di wilayah Xinjiang, RRT, sekarang.


Halaman yang banyak menunjukkan foto saudara perempuan dan keponakan Samsoedin, serta suasana Ramadhan di tahun 1932
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Samsoedin sebegai pemain bola, dia menyebut posisinya center voor (depan tengah)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Halaman yang banyak menunjukkan tim sepakbola serta kunjungan wisata ke tempat yang tidak disebutkan
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Wisata ke Borobudur, teman-teman sekolah, dan tambahan foto keluarga dari saudara dan keponakan
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Halaman yang dipenuhi para keponakan; Samsoedin malah muncul memangku dua di antaranya, sementara di foto lain dia menyebutkan nama-namanya: Atikah, Elly, Farida, dan tentu saja Ontje
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Halaman yang sekali lagi menampilkan ayah dan ibu Samosoedin, para saudaranya, teman-teman sekolahnya, dan kunjungan a.l. ke Sangkanhurip (Kuningan), serta Sumedang
(klik untuk memperbesar | © NGA)
 
Waktu: di sekitar tahun 1930
Tempat: a.l. Kuningan, Sumedang
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: a.l. Samsudin
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Sabtu, 31 Desember 2022

Dari album foto seorang anggota Keraton Kanoman Cirebon (6)

PENGANTAR

Di antara album foto yang dibeli National Gallery of Australia dari koleksi Leo Haks, ada sebuah buku foto yang oleh NGA diberikan keterangan singkat "Samsoedin Indonesian family album 1930 - 1933". Sepintas isi album ini memang foto-foto keluarga Indonesia, yang berisi gambar dari anak kecil hingga dewasa, ketika di rumah atau sedang bepergian. Si keluarga tampaknya lumayan berada. Mereka memiliki mobil dengan plat nomor D, memiliki anjing ras, dan Samsoedin ini memiliki kamera yang tampaknya dia gunakan untuk mengambil banyak foto yang ada di album ini. Kemudian keluarga ini banyak berpergian, keliling Jawa, ke Bali, ke Palembang, bahkan sampai ke Singapura.

Si penyusun foto memberikan beberapa catatan, sehingga kita masih bisa mengetahui tentang apa foto-foto ini. Di salah satu foto ada keterangan De Koninklijke familie Kanoman, atau "Keluarga Kerajaan Kanoman". Ini menimbulkan dugaan bahwa keluarga yang ditampilkan di album ini adalah keluarga Keraton Kanoman, Cirebon. Dugaan ini diperkuat dengan catatan Samsoedin di foto dia bersama kerabat lelakinya yang diberi catatan 't Kanoman-trio and little brothers. Akhirnya catatan dia di awal album yang menyebutkan namanya, dan nama tempat "Soerabaja", "Bandoeng", "Java", dan "Kanoman" makin mengukuhkan dugaan ini.

Album ini menjadi menarik karena menampilkan golongan berada Indonesia di tahun 1930-an: pakaiannya, pendidikannya, bahasa yang digunakan, kegiatannya, serta pertemanannya. Album ini juga ikut memperlihatkan tempat mana saja yang menjadi tujuan perjalanan atau wisata saat itu. Dari album ini kita juga melihat bahwa Samsoedin ini sangat senang memfoto anak kecil terutama keponakannya, dan dalam beberapa foto juga kaum perempuan termasuk ibu dan saudara-saudara wanitanya. Ada juga foto yang memperlihatkan kunjungan Dr. Khalid Sheldrake ke Bandung. Khalid, yang nama aslinya Bertram William, adalah filantrop Inggris yang masuk Islam dan sempat dinobatkan menjadi Raja Islamestan di wilayah Xinjiang, RRT, sekarang.


Foto Samsoedin di Middelbare Handelsschool yang tampaknya dia masuki setelah lulus MULO; fot lainnya menunjukkan saudara-saudara perempuan dan tampaknya keponakannya
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Foto atas tampaknya menunjukkan anak-anak kalangan atas dari warga pribumi dan Tionghoa dalam sebuah acara (sekolah?); foto bawah menunjukkan Samsoedin duduk di tengah, tampaknya di antara perkumpulan siswa yang diberi nama "Mercurius"
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Foto-foto dari Madura, Karang Hawu dan Cisolok di Pelabuhan Ratu, serta kunjungan Dr. Khalid Sheldrake ke pengurus Persatuan Islam di Bandung juga di sebuah villa di Gunung Puntang juga di Bandung
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Sebuah foto keluarga dari kerabat Samsoedin
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Foto kerabat dan kenang-kenangan dari kunjungan ke Subang, serta penangkapan seekor hiu di Pelabuhan Ratu
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Kumpulan foto keluarga yang banyak menampilkan ayah Samsoedin (Sultan Anom), ibunya, serta keponakan-keponakannya; kemungkinan di Cirebon
(klik untuk memperbesar | © NGA)
 
Waktu: di sekitar tahun 1930
Tempat: Bandung, Cirebon, Subang, Sukabumi
Tokoh: Khalid Sheldrake (tokoh Muslim Inggris yang bernama asli Bertram William); Samsoedin menyebut Khalid sebagai "Pres.(ident of) Western-Islamic-Association"
Peristiwa:
Fotografer: a.l. Samsudin
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan: