Tampilkan postingan dengan label Tajuddin Nur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tajuddin Nur. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 24 Oktober 2020

Soekarno bertemu Laksamana Tadashi Maeda dan pejabat sipil dan militer Jepang lain di Makassar, 1945

(klik untuk memperbesar | © Nishijima)

Dari kiri ke kanan:

  • Gerungan Saul Samuel Jacob Ratulangi
  • Kenichi Hayashi (perwira intelejen)
  • Laksamana Muda Tadashi Maeda
  • Ichiki (pejabat administrasi sipil)
  • Kapten Masuzo Yanagihara (pejabat urusan politik)
  • Mitsuhashi (gubernur wilayah laut)
  • Shigetada Nishijima
  • Soekarno
  • Sumanaig (? pejabat administrasi militer)
  • Tajuddin Nur
  • Tomegoro Yoshizumi
  • Ahmad Subardjo

Waktu: 30 April 1945
Tempat: Makassar
Tokoh: l.d.a.
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Nishijima
Catatan:

Jumat, 09 Februari 2018

Pemilihan dan penetapan Cokorda Gde Raka Sukawati sebagai Presiden Negara Indonesia Timur di Konferensi Denpasar, 1946

Cokorda Gde Raka Sukawati memberikan suara, disaksikan van Mook (duduk di tengah)
(klik untuk memperbesar | © KITLV)
Pengukuhan Cokorda Gde Raka Sukawati sebagai Presiden Negara Indonesia Timur, dibacakan oleh Tajuddin Nur
(klik untuk memperbesar | © KITLV)
Waktu: Desember 1946
Tempat: Denpasar
Tokoh: Cokorda Gde Raka Sukawati (bangsawan Bali, bakal Presiden Negara Indonesia Timur), Hubertus Johannes van Mook (Letnan Gubernur Jenderal Hindia-Belanda), Tajuddin Nur (pengacara dari Makassar, pernah menjadi anggota Volksraad mewakili PNI)
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde
Catatan: