Tampilkan postingan dengan label kina. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kina. Tampilkan semua postingan

Selasa, 25 Mei 2021

Aneka wajah Nusantara dari album foto keluaran Toeristenbond voor Nederland terbitan 1911: 31-36

PENGANTAR

Di rangkaian posting sebelumnya blog ini menampilkan foto-foto dari album keluaran penerbit Kleynenberg & Co. dari tahun 1912-1914. Album yang berisi 150 foto ini menyajikan wajah-wajah Nusantara dari berbagai pelosok. Sebelumnya, di tahun 1911, Toeristenbond voor Nederland juga mengeluarkan album yang mirip. Album keluaran jawatan pariwisata Belanda ini berisi 100 foto yang juga menampilkan berbagai wajah Nusantara.

Isi album ini didominasi oleh foto karya Jean Demmeni, seorang fotografer campuran Perancis-Madura yang lahir di Padang Panjang dan banyak aktif di wilayah Minangkabau. Tidak mengherankan apabila hampir setengah dari album ini berisi foto dari wilayah Sumatera Barat.

Berbeda dengan album foto Kleynenberg yang mencakup banyak wilayah, album Toeristenbond ini masih membatasi tambahan liputan ke Jawa dan sedikit Sumatera Utara, di samping Sumatera Barat. Meski demikian, album ini tetap menarik karena mengindikasikan aspek warga Nusantara yang, paling tidak menurut khalayak Belanda saat itu, menarik untuk dicermati dari sudut pandang pariwisata.

Blog ini akan menampilkan ke-100 foto ini berurut sesuai nomornya. Foto-foto yang pernah dimuat sebelumnya, dalam konteks lain, akan diberi catatan.


31. Memanen kina dengan cara menebang pohonnya di perkebunan Jayagiri, Lembang
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
32. Tiga wanita Jawa membatik kain khusus untuk Sultan Yogyakarta
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
33. Pepatih Dalem Keraton Yogyakarta: Kanjeng Raden Adipati Danurejo V
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
34. Pengadilan Keraton Yogyakarta, Danurejo V duduk di belakang meja hakim
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
35. Gunung Kaledong di Leles, Garut
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
36. Gamelan Kanjeng Pangeran Ario Yudo Negoro, Yogyakarta
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)

Waktu: album foto terbit tahun 1911, foto-fotonya tentunya dibuat sebelum itu
Tempat (d.a.k.b.): Lembang, Yogyakarta (3x), Garut, Yogyakarta
Tokoh:
Peristiwa:
Juru foto/gambar: Jean Demmeni
Sumber / Hak cipta: Universiteit Leiden
Catatan: Edisi lain dari foto no. 33, 34 & 36 pernah dimuat sebelumnya di posting ini.


UPDATE 1 Juni 2021: Edisi lain dari foto nomor 36.
(klik untuk memperbesar | © AVS)

Rabu, 19 Mei 2021

Aneka wajah Nusantara dari album foto keluaran Toeristenbond voor Nederland terbitan 1911: 13-18

PENGANTAR

Di rangkaian posting sebelumnya blog ini menampilkan foto-foto dari album keluaran penerbit Kleynenberg & Co. dari tahun 1912-1914. Album yang berisi 150 foto ini menyajikan wajah-wajah Nusantara dari berbagai pelosok. Sebelumnya, di tahun 1911, Toeristenbond voor Nederland juga mengeluarkan album yang mirip. Album keluaran jawatan pariwisata Belanda ini berisi 100 foto yang juga menampilkan berbagai wajah Nusantara.

Isi album ini didominasi oleh foto karya Jean Demmeni, seorang fotografer campuran Perancis-Madura yang lahir di Padang Panjang dan banyak aktif di wilayah Minangkabau. Tidak mengherankan apabila hampir setengah dari album ini berisi foto dari wilayah Sumatera Barat.

Berbeda dengan album foto Kleynenberg yang mencakup banyak wilayah, album Toeristenbond ini masih membatasi tambahan liputan ke Jawa dan sedikit Sumatera Utara, di samping Sumatera Barat. Meski demikian, album ini tetap menarik karena mengindikasikan aspek warga Nusantara yang, paling tidak menurut khalayak Belanda saat itu, menarik untuk dicermati dari sudut pandang pariwisata.

Blog ini akan menampilkan ke-100 foto ini berurut sesuai nomornya. Foto-foto yang pernah dimuat sebelumnya, dalam konteks lain, akan diberi catatan.


13. Pembuat wayang batu
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
14. Perkebunan kina Jayagiri di Lembang, Bandung
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
15. Kawah Tangkuban Parahu, Bandung
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
16. Kawah Tangkuban Parahu
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
17. Gunung Papandayan, Garut
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
18. Kawah Gunung Papandayan, Garut
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)

Waktu: album foto terbit tahun 1911, foto-fotonya tentunya dibuat sebelum itu
Tempat (d.a.k.b.): Sukabumi, Bandung (3x), Garut (2x)
Tokoh:
Peristiwa:
Juru foto/gambar: Jean Demmeni
Sumber / Hak cipta: Universiteit Leiden
Catatan: Foto no. 13 pernah dimuat sebelumnya di posting ini; no. 17 pernah di posting ini

Jumat, 23 April 2021

Aneka wajah Nusantara dari album foto keluaran Kleynenberg & Co terbitan 1912-1914 (28)

PENGANTAR

Di sekitar tahun 1912-1914 penerbit Kleynenberg & Co. mengeluarkan album berisi 170 foto tentang jajahan Belanda. 150 di antaranya berasal dari Hindia-Belanda, sisanya dari Suriname. Kebanyakan foto-fotonya kemungkinan dibuat di awal abad ke-20, beberapa di antaranya berasal dari fotografer terkenal seperti Jean Demmeni (fotografer kelahiran Padang Panjang, campuran Perancis dan Madura), Christiaan Nieuwenhuis (mantan KNIL yang beralih jadi fotografer, menetap dan meninggal di Padang), Carl Kleingrothe (orang Jerman yang menjadi fotografer di Medan), atau Cassian Kephas (fotografer lokal yang autodidak), dsb.

Album ini menjadi menarik karena merupakan kompilasi keanekaragaman wajah Nusantara saat itu: dari pantai hingga ke pegunungan, dari Aceh hingga ke Papau, dari warga Dayak hingga ke warga Timor, dari perkebunan hingga ke industri tambang. Tak ketinggalan pula aneka macam bangunan mulai dari gua yang masih jadi tempat tinggal hingga ke rumah besar dan keraton. Dari candi, gereja, mesjid, hingga ke pura. Juga dari nelayan, petani, hingga ke penyepuh emas; serta dari bermain kartu, menenun kain hingga ke pacuan kuda.

Tentu tak mungkin semuanya terangkum hanya dalam beberapa foto; tetapi album ini berhasil menunjukkan satu sisi dari keanekaragaman ini.

Blog ini akan menampilkan 150 foto ini; beberapa di antaranya, terutama foto yang populer, pernah ditampilkan sebelumnya secara sendiri-sendiri. 42 foto pertama akan berasal dari yang tersedia di arsip Atlas Van Stolk, ini dipilih karena umumnya sudah menguning sehingga kental kesan kunonya; sisanya dari koleksi Universitas Leiden.


142. Pelabuhan Tanjung Priuk
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
143. Lori pengangkut kayu di Jawa
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
144. Tambang emas di Rejang Lebong, Bengkulu
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
147. Gudang perkebunan tembakau yang meliputi a.l. Beji dan Kiringan di Tulung, Klaten
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
148. Pekerja Tionghoa membabat hutan untuk pembukaan lahan bagi perkebunan tembakau di wilayah Deli
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
150. Perkebunan kina, kemungkinan di Jawa Barat
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)

Waktu: album foto terbit antara tahun 1912 dan 1914, kemungkinan foto-fotonya sudah lebih tua lagi
Tempat (d.a.k.b.): Jakarta, Jawa, Rejang Lebong, Klaten, Deli, Jawa Barat
Tokoh:
Peristiwa:
Juru foto/gambar:
Sumber / Hak cipta: Kleynenberg & Co (Haarlem) / Universiteit Leiden
Catatan: Edisi lain dari foto no. 142 pernah dimuat di posting ini, dan no. 148 di posting ini.

Minggu, 20 Mei 2018

Budi daya kina di Jawa Barat pada awal abad ke-20

1907
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
1923
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Cinyiruan, 1931
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)

Waktu: 1907, 1923, 1931
Tempat: Jawa Barat
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Universiteit Leiden
Catatan:

Rabu, 18 Februari 2015

Petani kina di akhir abad ke-19

klik untuk memperbesar | © gahetna
klik untuk memperbesar | © gahetna

Waktu: akhir abad ke-19 (atau awal abad ke-20)
Tempat: Bandung (?)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan: Foto bawah memperlihatkan acara tarian anak-anak setelah orang tua mereka mendapatkan upah atas pengolahan kina.