Tampilkan postingan dengan label kelenteng. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kelenteng. Tampilkan semua postingan

Senin, 08 Juni 2026

Dari khazanah Bartele Gallery: Lukisan kuno tentang kelenteng di Jakarta dan patung-patungnya

Atas: Dua pria Tionghia berdiri di depan pintu sebuah kelenteng dengan dua patung di cerukan tembok kiri dan kanan. Bawah: Patung dewa Tionghoa yang disebut oleh pelukis sebagai Calamija.
(klik untuk memperbesar | @ Bartele Gallery)
Rangkaian patung-patung di dalam kelenteng yang oleh pelukis disebut onbekende goden (dewa tak dikenal) yang boleh jadi sejatinya patung-patung Buddha
(klik untuk memperbesar | @ Bartele Gallery)

Tahun terbit: 1726
Tahun peristiwa: abad ke-18
Tempat terbit: Belanda
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar: François Valentijn
Sumber / Hak cipta: Bartele Gallery
Catatan: Bartele Gallery adalah sebuah gerai di Hotel Indonesia Kempinksy yang menyediakan barang-barang antik terkait buku, barang cetakan, peta kuno, dsb. Gambar di atas diambil dari laman resmi galeri ini.

Selasa, 08 April 2025

Dari Papua sampai ke Aceh: Nusantara dalam sketsa keluaran tahun 1883 (14)

Muara Sungai Padang di sekitar Gunung Monyet (sekarang Gunung Padang)
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
Sebuah kelenteng di Padang
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
Sungai Batanghari di kawasan Minangkabau
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
Air terjun Lembah Anai
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)

Tahun terbit: 1883
Tempat terbit: Amsterdam
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar:
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan: Lihat juga posting 1, 2, dan 3 sebelum ini.

Senin, 20 Mei 2024

Suasana di Minahasa setelah Jepang kalah perang, 1945 (2)

Suasana di tepi Danau Tondano dengan sisa-sisa kerusakan akibat perang tampak di sebelah kanan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Tepian Danau Tondano (?) dengan bangunan-bangunan yang rusak parah akibat perang
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Seorang gadis memandang ke pesawahan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Tiga perempuan dan dua bocah di pesawahan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Sebuah kelenteng yang masih utuh berdiri, sementara bangunan sebelahnya sudah kehilangan atap
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Seorang wanita di tepi sebuah telaga
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1945
Tempat: Minahasa
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Minggu, 10 Juli 2022

Dari sebuah album tentang kawasan Dieng dan beberapa tempat lain (5)

Sebuah kelenteng di Makassar
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Sebuah gedung pemerintahan yang belum teridentikasi
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Halaman yang berisi 2 foto sebelumnya
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Kawasan pemerintahan di Semarang
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: ?
Tempat: Makassar, Semarang
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan: Bandingkan foto nomor 1 (kelenteng di Makassar) dengan foto lain yang dimuat di sini. Edisi lain dari foto nomor 4 pernah dimuat di posting ini sebelumnya.

Sabtu, 11 Desember 2021

Surabaya 1932 (3/3)

Kawasan pelabuhan
(klik untuk memperbesar | © AVS)
Kusir delman beserta penumpangnya
(klik untuk memperbesar | © AVS)
Sebuah kelenteng
(klik untuk memperbesar | © AVS)

Waktu: 1931/1932
Tempat: Surabaya
Tokoh:
Peristiwa:
Juru foto/gambar:
Sumber / Hak cipta: Atlas Van Stolk
Catatan:

Senin, 21 Juni 2021

Dari sebuah album foto tentang Makassar dan sekitarnya 2: Sekitar Pelabuhan Makassar, 1910

PENGANTAR

National Gallery of Australia membeli banyak koleksi foto dari Leo Haks. Salah satunya adalah sebuah album foto yang kemungkinan besar awalnya dimiliki oleh seorang Belanda di Makassar, yang tampaknya bekerja di sebuah perkebunan, atau malah menjadi seorang pegawai penting di sana. Ini terlihat dari banyaknya foto tentang Makassar dan sekitarnya, serta rumah kediamannya, dan juga foto dia di lapangan. Foto-foto ini kemungkinan besar berasal dari fotografer E. Becker.

(klik untuk memperbesar | © NGA)

Selain tentang Makassar, album yang diperkirakan berasal dari tahun 1900-1910 ini juga memuat foto dari lokasi di mana si pemiliki tampaknya pernah pergi, misalnya Ternate dan Jawa. Di Jawa, tampaknya dia berkunjung ke kawasan Bromo, dan membawa foto-foto karya fotografer Hermann Salzwedel. Selain itu, tampaknya dia juga pernah ke Semarang karena album ini berisi juga foto karya studio Yim Fong. Bagian akhir album ini memuat dua foto yang menjadi contoh manipulasi foto sebelum adanya Photoshop.


Atas: kawasan usaha;
bawah: Pelabuhan Makassar
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Atas: Pelabuhan Makassar;
kawasan: kawasan gedung pemerintahan
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Kawasan usaha di sekitar pelabuhan
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Atas: sebuah kelenteng di Makassar;
bawah: dua kapal layar di sekitar pelabuhan
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Atas: sebuah jembatan dengan sarana pemadam kebakaran di sebelah kanan;
bawah: kantin tentara
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Waktu: sekitar 1910
Tempat: Makassar
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: E. Becker
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:


Tambahan: Duar dari foto di atas dalam versi lepas.
(klik untuk memperbesar | © NGA)
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Senin, 07 Juni 2021

Koleksi foto dari masa kejayaan tembakau di utara Sumatera — Album XIII (2)

PENGANTAR

Seperti sudah disinggung di posting sebelum ini, dan juga sebelumnya lagi, sejarah mewariskan banyak album foto tentang wilayah utara Sumatera dari masa kejayaan perkebunan tembakau. Isinya tentunya foto-foto yang terkait dengan perkebunan tembakau, serta manusia dan tempat atau tempat di sekitarnya. Foto-foto ini umumnya jepretan C.J. Kleingrothe atau keluaran dari studio foto miliknya. Kleingrothe adalah seorang Jerman yang menetap di Medan dari penghujung abad ke-19 hingga awal abad ke-20.

Album XIII ini berisi 30 foto dalam keadaan sangat baik tanpa cacat fisik bahkan hingga ke halaman dasarnya. Sayangnya tidak ada catatan keterangan atas foto-foto ini, sehingga kita akan mengandalkan informasi dari album lain yang memuat foto yang sama.


Masjid Azizi di Tanjung Pura, Langkat
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Tampak dalam kelenteng di Klumpang (?)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Lalu lintas di kawasan Kesawan, Medan
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Gedung perkumpulan Witte Societeit di Medan
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Sebuah jalan yang diapit pepohonan sawit di sebuah perkebunan
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Sebuah kelenteng para pekerja Tionghoa
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Tahun terbit album: awal abad ke-20 (foto-fotonya bisa lebih tua lagi)
Tempat: Sumatera Utara
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Carl Josef Kleingrothe
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Minggu, 30 Mei 2021

Koleksi foto dari masa kejayaan tembakau di utara Sumatera — Album XI: Pekerja asal Keling dan Tiongkok serta budayanya

PENGANTAR

Seperti sudah disinggung di posting sebelum ini, dan juga sebelumnya lagi, sejarah mewariskan banyak album foto tentang wilayah utara Sumatera dari masa kejayaan perkebunan tembakau. Isinya tentunya foto-foto yang terkait dengan perkebunan tembakau, serta manusia dan tempat atau tempat di sekitarnya. Foto-foto ini umumnya jepretan C.J. Kleingrothe atau keluaran dari studio foto miliknya. Kleingrothe adalah seorang Jerman yang menetap di Medan dari penghujung abad ke-19 hingga awal abad ke-20.

Album XI ini berisi foto-foto yang umumnya sudah muncul di album lain. Tidak ada catatan atau keterangan di album ini, sehingga kita harus mengacu ke informasi dari album lain.


Sebuah bangunan warga Tionghoa
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Sebuah kelenteng
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Tampak dalam kelenteng Klumpang
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Pekerja Tionghoa membuka hutan
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Pekerja Tionghoa memilah dan menyusun daun tembakau
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Pekerja Tionghoa di gudang pengeringan tembakau
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Pekerja asal Keling di areal pembangunan jalan dan gudang pengeringan
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Seorang wanita Keling di studio foto
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Tahun terbit album: awal abad ke-20 (isi fotonya bisa jadi lebih tua lagi)
Tempat: Sumatera Utara
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Carl Josef Kleingrothe / Herman Stafhell
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Minggu, 02 Mei 2021

Koleksi foto dari masa kejayaan tembakau di utara Sumatera — Album X: Foto 11-15

PENGANTAR

Seperti sudah disinggung di posting sebelum ini, dan juga sebelumnya lagi, sejarah mewariskan banyak album foto tentang wilayah utara Sumatera dari masa kejayaan perkebunan tembakau. Isinya tentunya foto-foto yang terkait dengan perkebunan tembakau, serta manusia dan tempat atau tempat di sekitarnya. Foto-foto ini umumnya jepretan C.J. Kleingrothe atau keluaran dari studio foto miliknya. Kleingrothe adalah seorang Jerman yang menetap di Medan dari penghujung abad ke-19 hingga awal abad ke-20.

Album X ini berjudul Sumatra dan dikeluarkan atas nama Kleingrothe dan (Herman) Stafhell. Album ini berisi 50 foto di atas kertas berwarna hijau. Tidak ada deskripsi atas isinya, tetapi di tiap halaman ada penomeran dengan pensil dari 1 hingga 50, disertai dengan catatan di pojok kanan bawah. Sayang catatan ini tidak selalu mudah dibaca, padahal isinya merupakan semacam judul untuk tiap foto.

Jilid album Sumatra
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Beberapa foto di album ini termasuk yang populer, dan ada di album lain serta pernah dimuat di blog ini sebelumnya. Blog ini akan menampilkan foto-foto ini sesuai urutan nomornya; serta dalam versi halaman penuh, serta versi potongan yang fokus ke isi fotonya. Seperti disinggung sebelum ini, penampilan dua versi ini terpaksa dilakukan karena blogger membatasi ukuran lebar/panjang foto ke maksimum 1600 pixel.


Versi halaman penuh
11. Kompleks Kantor Emigrasi di Medan
(klik untuk memperbesar | © NGA)
12. Jalan dari Medan menuju Serdang
(klik untuk memperbesar | © NGA)
13. Kantor Pemeriksa Perkebunan bersama para pegawainya
(klik untuk memperbesar | © NGA)
14. Sebuah kelenteng (di Klumpang?)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
15. Tampak dalam kelenteng di Klumpang
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Versi fokus ke foto
11. Kompleks Kantor Emigrasi di Medan
(klik untuk memperbesar | © NGA)
12. Jalan dari Medan menuju Serdang
(klik untuk memperbesar | © NGA)
13. Kantor Pemeriksa Perkebunan bersama para pegawainya
(klik untuk memperbesar | © NGA)
14. Sebuah kelenteng (di Klumpang?)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
15. Tampak dalam kelenteng di Klumpang
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: di sekitar akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20
Tempat: Medan/Sumatera Utara
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: C.J. Kleingrothe / Herman Stafhell
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan: