Tampilkan postingan dengan label Singosari. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Singosari. Tampilkan semua postingan

Selasa, 18 Oktober 2022

Dari sebuah album yang berisi foto-foto tentang Jawa di sekitar tahun 1880 karya Herman Salzwedel (5)

1875: Patung Gaprang, Blitar
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1880: Beberapa patung dari Candi Singosari
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1875: Pintu air Mlirip (Mojokerto) yang mengatur aliran Kali Brantas ke arah Surabaya
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1875: Sebuah stasiun kereta api di Mojokerto
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1875: Taman Simpang (Surabaya), sekarang Taman Apsari
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Waktu: sekitar 1875
Tempat: Blitar, Mojokerto, Singosari, Surabaya
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Carl Julius Herman Salzwedel
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan: Foto nomor 1 pernah dimuat di posting ini; nomor 2 di posting ini.

Minggu, 16 Oktober 2022

Dari sebuah album yang berisi foto-foto tentang Jawa di sekitar tahun 1880 karya Herman Salzwedel (4)

1875: Salah satu sudut Candi Borobudur
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1875: Seorang warga Eropa di lorong Borobudur
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1875: Patung Ganesha dari Candi Singosari
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1875: Patung kerbau Nandi dari Candi Singosari
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1875: Patung raksasa penjaga Candi Singosari
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Waktu: sekitar 1875
Tempat: Magelang, Singosari (Malang)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Carl Julius Herman Salzwedel
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan: Foto nomor 3, 4, dan 5 pernah dimuat di posting ini.

Sabtu, 27 Juli 2019

Sketsa tentang reruntuhan candi-candi di Jawa zaman dulu

Reruntuhan Candi Jabung
(klik untuk memperbesar | © zwiggelaarauctions)
Reruntuhan Candi Singhasari
(klik untuk memperbesar | © zwiggelaarauctions)
Reruntuhan Candi Singhasari
(klik untuk memperbesar | © zwiggelaarauctions)
Sekitar 1857: reruntuhan Candi Arjuna
(klik untuk memperbesar | © zwiggelaarauctions)
Reruntuhan Candi Prambanan
(klik untuk memperbesar | © zwiggelaarauctions)

Waktu: abad ke-19
Tempat: Jawa
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Zwiggelaar Auctions
Catatan:

Senin, 23 Juni 2014

Mural mendukung kemerdekaan Indonesia (5)

Medan, Juli 1947
"Hands off Indonesia"
"Bersatoe berdjoeang serentak"
gahetna)
Singosari, 4 November 1947
"..tebus"
"Berdjoang!"
"Djika Blanda ta suka didjadjah djangan mendjadjah" (dengan karikatur sepatu lars berlambang swastika  Nazi menendang punggung Ratu Wilhelmina)
"Siap! Sedia"
"Hati² waspada"
gahetna)
Binjai, 22 Juli 1947
"You talk of Freedom Humanit and Justice"
gahetna)
Solo, November 1949
"T.N.I. ever rules Solo!"
gahetna)
"Indonesia never again the life-blood of any nation!"
"The birth right of a nation, the right of self-determination"
"Respect our constitution of Aug. 18-'45 we are a free nation conceived in liberty and dedicated to the proposition that all men are created equal"
gahetna)
Waktu: 1947, 1949
Tempat: Binjai, Medan, Singosari, Solo
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan: klik foto untuk memperbesar.


UPDATE 5 November 2016:
Foto kedua dengan ukuran yang lebih besar dan kualitas yang lebih baik.
(klik untuk memperbesar | © gahetna)