Tampilkan postingan dengan label perundingan Renville. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label perundingan Renville. Tampilkan semua postingan

Selasa, 28 Oktober 2025

Politisi Belanda, Lambertus Neher, di Indonesia, 1947/1948

Lambertus Neher adalah seorang politisi Belanda dari Partai Buruh. Ketika Belanda diduduki Jerman, Neher merupakan salah satu tokoh kunci dari barisan warga Belanda yang melawan Jerman. Setelah Jerman kalah perang, Neher ditunjuk menjadi pucuk pimpinan dari bidang yang memang dia kuasai, komunikasi: yaitu pos, telepon, dan telegraf. Ketika Perang Kemerdekaan bergolak di Hindia-Belanda, Neher merupakan salah satu politisi yang ditunjuk untuk mencari jalan keluar.


November 1947, kemungkinan di kapal USS Renville di perairan Tanjung Priuk: Acara makan menjelang perundingan Renville yang a.l. dihadiri d.ki.k.ka Lambertus Neher, Jan Jonkman, Frank Graham, dan Willem Drees
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Jakarta, 1 Januari 1948: Neher (kanan) berbincang dengan dua orang tokoh Belanda lain dalam acara resepsi tahun baru yang diadakan oleh Letnan Gubernur Jenderal Van Mook
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Jakarta, 1 Januari 1948: Neher (kiri) berbincang dengan dua orang tokoh Belanda, salah satunya berseragam angkatan laut, dalam acara resepsi yang sama yang disebut di atas
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
November 1948, kemungkinan di Jakarta: Lambertus Neher berdiskusi dengan Hussein Jayadiningrat
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1947, 1948
Tempat: Jakarta
Tokoh: Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Kamis, 16 Oktober 2025

Beberapa foto dari perundingan Renville, Januari 1948 dan sesudahnya (7)

17 Januari 1948: Abdulkadir Widjojoatmodjo menandatangani naskah perjanjian atas nama delegasi Belanda
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Raymond Herremans, perwakilan dari Belgia berbicara. Di sisi kanan dia tampak tokoh India dan perwakilan dari Australia. Di sisi kiri dia kemungkinan kapten USS Renville, yaitu William W. renville William W. Ball, dan perwakilan Amerika Serikat Frank Graham.
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Yogyakarta, 12 April 1948: Warga menyambut riuh kedatangan delegasi Indonesia yang kembali ke Yogkarta. Tampak di tengah-tengah, Ali Sostroamijoyo (berjanggut hitam), sementara anak-anak dan pemuda menjulurkan tangan gembira di halaman stasiun kereta.
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Yogyakarta, 12 April 1948: Sudut lain yang memperlihatkan kemeriahan sambutan warga Yogyakarta dalam menyambut kedatangan delegasi Indonesia setelah perundingan di kapal USS Renville
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1948
Tempat: Kapal USS Renville di perairan Tanjung Priuk, Yogyakarta
Tokoh:
  • Kolonel Raden Abdulkadir Widjojoatmodjo (perwira KNIL yang anti kemerdekaan Indonesia)
  • Ali Sostroamjioyo (Menteri Pendidikan dan Kebudayaan)
  • Frank Porter Graham (Ketua Komisi Jasa-jasa Baik PBB)
Peristiwa: perundingan Renville dan sesudahnya
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Selasa, 14 Oktober 2025

Beberapa foto dari perundingan Renville, Januari 1948 (6)

Delegasi Indonesia, d.ki.k.ka.: Ali Sostroamjoyo, dr. Tjoa Tik Len (?), Haji Agus Salim, ?, Johannes Leimena, Nasrun (?), ?, Adnan Kapau Gani
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Perbincangan di delegasi Belanda yang a.l. diikuti M. Hamelink (di tengah, berdasi, bertolak pinggang), orang Belanda yang menjadi Menteri Keuangan Negara Indonesia Timur
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Haji Agus Salim mencoba mengatur mikrofon ketika Amir Syarifuddin berpidato atas nama delegasi Indonesia
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Amir Syarifuddin membacakan pernyataan delegasi Indonesia dengan a.l. ditemani oleh Haji Agus Salim dan Johennes Leimena
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 17 Januari 1948
Tempat: Kapal USS Renville di perairan Tanjung Priuk
Tokoh:
  • Adnan Kapau Gani (Wakil Perdana Menteri Indonesia)
  • Haji Agus Salim (Menteri Luar Negeri)
  • Amir Syarifuddin Harahap (Perdana Menteri Indonesia, ketua delegasi Indonesia di perundingan Renville) 
  • Johannes Leimena (Menteri Kesehatan)
Peristiwa: perundingan Renville
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Minggu, 12 Oktober 2025

Beberapa foto dari perundingan Renville, Januari 1948 (5)

Richard Kirby dari Australia (kiri) tampak mempelajari naskah perjanjian, sementar Frank Graham dari Amerika Serikat (tengah) berdiskusi dengan Abdulkadir Widjojoatmodjo. Di meja tampak gunting yang berperan penting dalam penyusunan naskah final perjanjian Renville.
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
D.ki.k.ka.: Tokoh India, Sir Richard Clarence Kirby (diplomat Australia), kemungkinan kapten kapal USS Renville William W. Ball (berbicara, di depan gunting bersejarah), Frank Potter Graham (Amerika Serikat), dan Abdulkadir Widjojoatmodjo
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Frank Graham memeriksa naskah perjanjian sementara Abdulkadir menandatangani sebuah salinannya
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Senyum dan tawa dari para peserta tampaknya menjadi bagian dari tahap akhir perundingan; sementara sang gunting diam tenang di atas meja. Paling kanan, di barisan delegasi Belanda, kemungkinan adalah Christiaan Robbert Steven Soumokil, pendiri Republika Maluku Selatan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 17 Januari 1948
Tempat: Kapal USS Renville di perairan Tanjung Priuk
Tokoh: Peristiwa: perundingan Renville
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Jumat, 10 Oktober 2025

Beberapa foto dari perundingan Renville, Januari 1948 (4)

Duduk di depan, d.ki.k.ka.Sir Richard Clarence Kirby (diplomat Australia anggota KTN), Frank Potter Graham (Ketua KTN asal Amerika Serikat), dan Abdulkadir Widjojoatmodjo
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Paul van Zeeland (anggota KTN asal Belgia) berbicara, diamati oleh delegasi Indonesia yang a.l. terdiri dari d.ki.k.ka. Johannes Latuharhary (paling kiri), Ali Sastroamidjojo (berjanggut hitam), Haji Agus Salim (berpeci), Johannes Leimena, Nasrun (? berdasi), Adnan Kapau Gani (bertopi TNI)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Amir Syarifuddin sebagai ketua delegasi Indonesia menandatangani dokumen perjanjian. Di foto ini tampak anggota delegasi Indonesia Kolonel Tahi Bonar Simatupang (berkumis dan berjanggut di belakang Amir), dan kemungkinan dr. Tjoa Tik Len (berkacamata di belakang Haji Agus Salim).
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
D.ki.k.ka.: Paul van Zeeland (Belgia), tokoh India, Sir Richard Clarence Kirby (diplomat Australia), Frank Potter Graham (Amerika Serikat)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 17 Januari 1948
Tempat: Kapal USS Renville di perairan Tanjung Priuk
Tokoh:
  • Adnan Kapau Gani (Wakil Perdana Menteri Indonesia)
  • Ali Sastroamidjojo (Menteri Pendidikan dan Kebudayaan)
  • Amir Syarifuddin Harahap (Perdana Menteri Indonesia, ketua delegasi Indonesia di perundingan Renville) 
  • Haji Agus Salim (Menteri Luar Negeri)
  • Johannes Leimena (Menteri Kesehatan)
  • Frank Porter Graham (Ketua Komisi Jasa-jasa Baik PBB)
  • Paul Guillaume Viscount van Zeeland (mantan PM Belgia yang menjadi salah satu anggota Komisi Jasa-jasa Baik PBB) 
  • Sir Richard Clarence Kirby (diplomat Australia, salah satu anggota Komisi Jasa-jasa Baik PBB) 
  • Tahi Bonar Simatupang (perwira TNI yang menjadi penasihat militer delegasi Indonesia di perundingan Renville)
Peristiwa: perundingan Renville
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Rabu, 08 Oktober 2025

Beberapa foto dari perundingan Renville, Januari 1948 (3)

Sebuah gambar yang mengindikasikan bahwa perundingan Renville diarahkan menuju terbetuknya Republik Indonesia Serikat
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
D.ki.k.ka.: Paul van Zeeland (Belgia), tokoh India, Sir Richard Clarence Kirby (diplomat Australia, menyerahkan dokumen), Frank Potter Graham (Amerika Serikat), dan Abdulkadir Widjojoatmodjo
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Obrolan di belakang meja perundingan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Richard Kirby tertawa, sementara Frank Graham memeriksa sebuah naskah dengan bantuan gunting, di samping seorang awak perempuan dari USS Renville
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Seorang pembicara membacakan naskahnya, dengan latar depan Amir Syarifuddin (berpeci) dan latar belakang wartawan dengan kamera foto dan kamera film>(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 17 Januari 1948
Tempat: Kapal USS Renville di perairan Tanjung Priuk
Tokoh:
  • Amir Syarifuddin Harahap (Perdana Menteri Indonesia, ketua delegasi Indonesia di perundingan Renville) 
  • Kolonel Raden Abdulkadir Widjojoatmodjo (perwira KNIL yang anti kemerdekaan Indonesia)
  • Frank Porter Graham (Ketua Komisi Jasa-jasa Baik PBB)
  • Paul Guillaume Viscount van Zeeland (mantan PM Belgia yang menjadi salah satu anggota Komisi Jasa-jasa Baik PBB) 
  • Sir Richard Clarence Kirby (diplomat Australia, salah satu anggota Komisi Jasa-jasa Baik PBB) 
Peristiwa: perundingan Renville
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Senin, 06 Oktober 2025

Beberapa foto dari perundingan Renville, Januari 1948 (2)

Ketua delegasi Indonesia, Amir Syarifuddin, berbicara di perundingan. Paling kiri adalah Haji Agus Salim (hanya kelihatan tangannya memegang janggut) dan Johannes Leimena. Di sisi lain Amir Syarifuddin: Paul van Zeeland, Mantan Perdana Menteri Belgia yang menjadi perwakilan negaranya di Komisi Tiga Negara.
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Yang berbicara kemungkinan adalah kapten dari USS Renville, William W. Ball. Tokoh lainnya d.ki.k.ka.: Paul van Zeeland (Belgia), tokoh India, Sir Richard Clarence Kirby (diplomat Australia), Frank Potter Graham (Amerika Serikat), dan Abdulkadir Widjojoatmodjo
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
D.ki.k.ka.: Amir Syarifuddin, Paul van Zeeland (berbicara), tokoh India, Richard Kirby, Frank Graham
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Proses penandatanganan sebuah dokumen, dilakukan oleh Amir Syarifuddin dan Paul van Zeeland
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Amir Syarifuddin berpidato
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 17 Januari 1948
Tempat: Kapal USS Renville di perairan Tanjung Priuk
Tokoh:
  • Amir Syarifuddin Harahap (Perdana Menteri Indonesia, ketua delegasi Indonesia di perundingan Renville) 
  • Haji Agus Salim (Menteri Luar Negeri)
  • Johannes Leimena (Menteri Kesehatan)
  • Kolonel Raden Abdulkadir Widjojoatmodjo (perwira KNIL yang anti kemerdekaan Indonesia)
  • Frank Porter Graham (Ketua Komisi Jasa-jasa Baik PBB)
  • Paul Guillaume Viscount van Zeeland (mantan PM Belgia yang menjadi salah satu anggota Komisi Jasa-jasa Baik PBB) 
  • Sir Richard Clarence Kirby (diplomat Australia, salah satu anggota Komisi Jasa-jasa Baik PBB)
Peristiwa: perundingan Renville
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Sabtu, 04 Oktober 2025

Beberapa foto dari perundingan Renville, Januari 1948 (1)

Politisi Belanda, Lambertus Neher (kiri), dan Wakil PM Belanda, Willem Drees (kanan) meninjau kolam renang yang ada di kapal USS Renville
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Ketua delegasi Belanda, Abdulkadir Widjojoatmodjo, berpidato membawakan posisi Belanda …
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
… di depan meja perundingan yang dipenuhi gelas air putih dan asbak
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Perwakilan Amerika Serikat, Frank Graham, berbicara di perundingan. Kedua dari kanan, di barisan delegasi Belanda, menatap ke arah kamera dengan kacamata gelap kemungkinan adalah Christiaan Robbert Steven Soumokil, pendiri Republik Maluku Selatan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Frank Graham menandatangani bagian dari perjanjian Renville, di sebelah Abdulkadir Widjojoatmodjo
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: Desember 1947 (foto pertama), 17 Januari 1948 (foto lainnya)
Tempat: Kapal USS Renville di perairan Tanjung Priuk
Tokoh:
  • Kolonel Raden Abdulkadir Widjojoatmodjo (perwira KNIL yang anti kemerdekaan Indonesia)
  • Frank Porter Graham (Ketua Komisi Jasa-jasa Baik PBB)
  • Willem Drees (politisi Belanda, kelak menjadi perdana menteri)
Peristiwa: perundingan Renville
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Kamis, 02 Oktober 2025

Seorang anggota Komisi Jasa-jasa Baik PBB asal India yang akan mengawasi perundingan Renville, 1947/1948

Komisi Tiga Negara atau Ketua Komisi Jasa-jasa Baik merupakan sebuah kelompok kerja yang dibentuk PBB untuk menengahi pertikaian Belanda dan Indonesia di masa perang kemerdekaan. Komisi ini berisi perwakilan dari Amerika Serikat, Australia, dan Belgia. Komisi ini menengahi Belanda dan Indonesia di dalam perundingan Renville. Kemudian komisi ini juga berisi perwakilan militer dari banyak negara yang bertugas mengawasi pelaksanaan hasil perjanjian Renville.

Catatan Belanda menyebutkan bahwa foto-foto di bawah ini merupakan gambar dari anggota komisi yang berasal dari India. Tokoh yang sayangnya belum teridentifikasi namanya ini, akan muncul seri foto tentang perundingan Renville yang akan ditayangkan setelah ini.

Tokoh India yang akan mengawasi perundingan Renville tiba di Kemayoran dengan dibawa oleh pesawat militer dari Angkatan Udara AS
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Kedatangan di Kemayoran disusul dengan penyalaan rokok, sementara seorang prajurit AU AS berbincang dengan seorang berpakaian sipil daimati oleh seorang yang mengenakan seragam KNIL, dengan latar belakang a.l. sebuah jip militer berpelat "B"
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Salah satu aktivitas tokoh India di Jakarta ini adalah mengunjungi sebuah toko tekstil
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: kemungkinan Desember 1947
Tempat: Jakarta
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Kamis, 11 Mei 2017

Abdulkadir Widjojoatmodjo sebagai pimpinan delegasi Belanda di perundingan Renville, 17 Januari 1948

(klik untuk memperbesar | © ANP / spaarnestad)
Waktu: 17 Januari 1948
Tempat: Tanjung Priuk
Tokoh: Abdulkadir Widjojoatmodjo (pimpinan delegasi Belanda di perundingan Renville)
Peristiwa:
Fotografer: Aneta
Sumber / Hak cipta: ANP | Spaarnestad Photo
Catatan:

Senin, 05 Desember 2016

Paska Renville: Kunjungan wartawan Reuters H. Laming ke sekitar Tasikmalaya (2), 1948

Satuan militer Belanda yang mendampingi H. Laming
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Sepeda motor yang mengawal H. Laming diperiksa setelah perjalanan jauh
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
H. Laming mengunjungi "contact bureau" TNI di Sindangrasa (Ciamis)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Waktu: Oktober 1948
Tempat: Ciamis, Tasikmalaya
Tokoh:
Peristiwa: Berdasarkan hasil perjanjian Renville pasukan TNI harus mundur dari wilayah-wilayah yang diakui sebagai daerah Belanda, a.l. dari Jawa Barat. Perundingan mengenai proses pemunduruan ini, yang kemudian dikenal sebagai "hijrah", a.l. berlangsung di Tasikmalaya.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan: Foto ketiga adalah update dari foto sebelumnya yang diposting tanggal 30 Septembe 2016.

Sabtu, 03 Desember 2016

Paska-Renville: Kolonel Hidayat Martaatmaja di pertemuan TNI dan Belanda di Tasikmalaya (2), 1948

Update dari foto yang dimuat tanggal 19 Agustus 2016
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Waktu: 27 Januari 1948
Tempat: Tasikmalaya
Tokoh: Kolonel Hidayat Martaatmaja (Kepala Staf Divisi Siliwangi)
Peristiwa: Berdasarkan hasil perjanjian Renville pasukan TNI harus mundur dari wilayah-wilayah yang diakui sebagai daerah Belanda, a.l. dari Jawa Barat. Perundingan mengenai proses pemunduruan ini, yang kemudian dikenal sebagai "hijrah", a.l. berlangsung di Tasikmalaya, dan dihadiri oleh Kol. Hidayat Martaatmaja.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan: Lihat juga posting sebelumnya.


UPDATE 22 Oktober 2020: Posting ini sebelumnya secara keliru menyebut "Kolonel Hidayat Martaatmaja" sebagai "Kolonel T.B. Simatupang". Kesalahan ini telah diperbaiki.

Jumat, 30 September 2016

Paska Renville: Kunjungan wartawan Reuters H. Laming ke sekitar Tasikmalaya (1), 1948

Wartawan "Reuters", H. Laming (berdasi) mengunjungi wilayah sekitar Tasikmalaya untuk mengamati tindak lanjut dari perundingan Renville
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
H. Laming mengunjungi "contact bureau" TNI di Sindangrasa (Ciamis)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Waktu: Oktober 1948
Tempat: Ciamis, Tasikmalaya
Tokoh:
Peristiwa: Berdasarkan hasil perjanjian Renville pasukan TNI harus mundur dari wilayah-wilayah yang diakui sebagai daerah Belanda, a.l. dari Jawa Barat. Perundingan mengenai proses pemunduruan ini, yang kemudian dikenal sebagai "hijrah", a.l. berlangsung di Tasikmalaya.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan: Foto kedua akan diupdate dengan yang lebih besar dan berkualitas lebih baik di posting tanggal 5 Desember 2016.

Kamis, 25 Agustus 2016

Suasana perundingan Renville, 1948

(klik untuk memperbesar | © gahetna)

Waktu: 17 Januari 1948
Tempat: perairan Tanjung Priuk, Jakarta
Tokoh: Abdulkadir Widjojoatmodjo (pimpinan delegasi Belanda di perundingan Renville; duduk di sebelah kanan podium)
Peristiwa: Penengah dari Amerika Serikat berbicara di perundingan Renville
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan:

Minggu, 21 Agustus 2016

Paska-Renville: Pertemuan TNI dan militer Belanda di Tasikmalaya, 1948 (2)

Tempat perundingan TNI dan militer Belanda
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Hofwijk, wartawan harian Belanda "De Maasbode" mewawancarai seorang letnan TNI di sela-sela pertemuan
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Hofwijk dalam pembicaraan dengan seorang letnan TNI
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Konvoi kendaraan militer berisi anggota TNI dan tentara Belanda
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Waktu: Januari 1948
Tempat: Tasikmalaya
Tokoh:
Peristiwa: Berdasarkan hasil perjanjian Renville pasukan TNI harus mundur dari wilayah-wilayah yang diakui sebagai daerah Belanda, a.l. dari Jawa Barat. Perundingan mengenai proses pemunduruan ini, yang kemudian dikenal sebagai "hijrah", a.l. berlangsung di Tasikmalaya.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan:


UPDATE 5 November 2016:
Jenderal Dürst Britt dan Kolonel Uilenburg di pertemuan Tasikmalaya 30 Januari 1948
(klik untuk memperbesar | © H. Wakker / gahetna)

UPDATE 8 Januari 2017:
Pihak Belanda bersama letnan pejuang di atas yang sayang belum teridentifikasi
(klik untuk memperbesar | © gahetna)