Tampilkan postingan dengan label Bengawan Solo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bengawan Solo. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 30 Agustus 2025

Tayang ulang lukisan-lukisan karya Abraham Salm tentang berbagai tempat di Jawa (3)

Ini merupakan pelengkap dan tayang ulang (reload) dalam ukurang yang lebih besar dari beberapa lukisan karya Abraham Salm yang pernah dimuat sebelumnya. Lihat tautan di bagian "Catatan" di bawah.


Bengawan Solo: Sebuah desa yang menjadi tempat penyeberangan, terlihat dengan adanya gerbang,     rakit dengan beberapa penumpang yang masih berada di tepian, serta bendera Belanda yang menandakan pentingnya tempat ini. Sementara itu dua perahu tampak menyusuri sungai ini dengan membawa barang-barang yang kemungkinan komoditi perdagangan.
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Malang: Dua gembala bercengkerama sementara kambing-kambing mereka merumput di sekitar, dengan latar belakang pemandangan di sekitar Gunung Kawi
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Bogor: Tiga pria menunggangi kuda menyusuri sebuah lembah di kaki Gunung Salak
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Sekitar Jakarta: Sebuah sungai yang tampaknya dangkal, dengan dua jembatan serta dua perkampungan di tepiannya. Empat kerbau tampak menikmati rerumputan yang basah, sementara anak-anak bersuka ria mandi di sungai.
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)

Tahun terbit: sekitar 1872
Tempat terbit:
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar: Abraham Salm
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan: Tautan dari posting sebelumnya tentang Banten, Bogor, Gunung Semeru, Malang/Tegal, dan Sumedang.

Jumat, 26 Maret 2021

Aneka wajah Nusantara dari album foto keluaran Kleynenberg & Co terbitan 1912-1914 (14)

PENGANTAR

Di sekitar tahun 1912-1914 penerbit Kleynenberg & Co. mengeluarkan album berisi 170 foto tentang jajahan Belanda. 150 di antaranya berasal dari Hindia-Belanda, sisanya dari Suriname. Kebanyakan foto-fotonya kemungkinan dibuat di awal abad ke-20, beberapa di antaranya berasal dari fotografer terkenal seperti Jean Demmeni (fotografer kelahiran Padang Panjang, campuran Perancis dan Madura), Christiaan Nieuwenhuis (mantan KNIL yang beralih jadi fotografer, menetap dan meninggal di Padang), Carl Kleingrothe (orang Jerman yang menjadi fotografer di Medan), atau Cassian Kephas (fotografer lokal yang autodidak), dsb.

Album ini menjadi menarik karena merupakan kompilasi keanekaragaman wajah Nusantara saat itu: dari pantai hingga ke pegunungan, dari Aceh hingga ke Papau, dari warga Dayak hingga ke warga Timor, dari perkebunan hingga ke industri tambang. Tak ketinggalan pula aneka macam bangunan mulai dari gua yang masih jadi tempat tinggal hingga ke rumah besar dan keraton. Dari candi, gereja, mesjid, hingga ke pura. Juga dari nelayan, petani, hingga ke penyepuh emas; serta dari bermain kartu, menenun kain hingga ke pacuan kuda.

Tentu tak mungkin semuanya terangkum hanya dalam beberapa foto; tetapi album ini berhasil menunjukkan satu sisi dari keanekaragaman ini.

Blog ini akan menampilkan 150 foto ini; beberapa di antaranya, terutama foto yang populer, pernah ditampilkan sebelumnya secara sendiri-sendiri. 42 foto pertama akan berasal dari yang tersedia di arsip Atlas Van Stolk, ini dipilih karena umumnya sudah menguning sehingga kental kesan kunonya; sisanya dari koleksi Universitas Leiden.


25. Kebun Raya Bogor
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
26. Area pepohonan palem di Kebun Raya Bogor
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
27. Kawasan pohon bambu di Kebun Raya Bogor
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
28. Bagian pohon pakis di Kebun Raya Bogor
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
29. Sudut pepohon pandan di Kebun Raya Bogor
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
32. Jembatan Bengawan Solo di Cepu
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)

Waktu: album foto terbit antara tahun 1912 dan 1914, kemungkinan foto-fotonya sudah lebih tua lagi
Tempat (d.a.k.b.): Bogor, Bogor, Bogor, Bogor, Bogor, Cepu
Tokoh:
Peristiwa:
Juru foto/gambar:
Sumber / Hak cipta: Kleynenberg & Co (Haarlem) / Universiteit Leiden
Catatan: Bandingkan foto no. 33 dengan foto di posting ini.

Rabu, 22 April 2020

Hindia-Belanda dalam foto stereoskopi (3): Colorized

PENGANTAR
Di akhir abad ke-19 foto stereoskop cukup populer untuk melihat foto dengan kesan tiga dimensi. Teknik yang digunakan saat itu adalah dengan membuat dua foto dengan sudut pengambilan yang sedikit berbeda. Kemudian kedua foto ini disandingkan, dan dilihat dengan menggunakan alat bersekat yang memisahkan pandangan mata kiri dan kanan. Gambar di kiri memperlihatkan contoh alat ini.

Wilayah Hindia-Belanda pun tak luput dari mode fotografi ini. Seri berikut akan menampilkan beberapa motif foto dari Hindia-Belanda yang ada di koleksi penggemar stereoskopi.


Wanita dan anak-anak Malang di pancuran
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Sebuah pasar, kemungkinan di Jawa Barat
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Sebuah alun-alun di Jawa
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Patung di sekitar candi Singhasari (Arca Dwarpala)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Menyeberangi Bengawan Solo
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Sebuah pasar di Jawa
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Waktu: 1903
Tempat: Jawa, Jawa Barat, Malang, Solo
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Truman W. Ingersoll
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Selasa, 24 Februari 2015

Mobil menyeberang Bengawan Solo, 1913

(klik untuk memperbesar | © gahetna)

(klik untuk memperbesar | © gahetna)

Waktu: 1913
Tempat: Solo
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan: