Tampilkan postingan dengan label 1925. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 1925. Tampilkan semua postingan

Kamis, 14 Agustus 2025

Kumpulan beberapa ilustrasi (dan foto) zaman dulu tentang Nusantara (7)

Borobudur
[~1920, Hindia-Belanda, Jan Christiaan Poortenaar]
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Patung Dewa Siwa (kiri) dan seorang penari Hindu (kanan)
[~1925, Amsterdam]
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Borobudur
[~1925, Amsterdam]
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)

Tahun terbit: 1920, 1925
Tempat terbit: a.l. Amsterdam
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar: a.l. Jan Christiaan Poortenaar
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Jumat, 27 Juni 2025

Sebuah rangkaian foto tentang berbagai tari Jawa di kalangan keraton, keluaran tahun 1925 (8)

67. Tari Kapang-kapang di Solo, yang merupakan bagian awal dari tari Serimpi
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Tari Bedhaya di Solo: 68. posisi sembah, 69. sesudah sembah
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
70. Tari Bedhaya di Solo
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
71. Tari Serimpi di Solo
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Dua postur penari Serimpi: 72. posisi Garuda, 73. menghadapi lawan
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)

Tahun terbit: 1925
Tempat terbit: Amsterdam
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar:
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Rabu, 25 Juni 2025

Sebuah rangkaian foto tentang berbagai tari Jawa di kalangan keraton, keluaran tahun 1925 (7)

61. Seperangkat gamelan di Lembaga Kolonial di Amsterdam
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
62. Garuda dan Gatotkaca
63. Hanoman, para punakawan, dan tokoh bernama Bambang (?)
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
64. Sekelompok pemain wayang orang
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
65. Tarian Bedhaya
klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
66. Tarian Serimpi
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)

Tahun terbit: 1925
Tempat terbit: Amsterdam
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar:
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Senin, 23 Juni 2025

Sebuah rangkaian foto tentang berbagai tari Jawa di kalangan keraton, keluaran tahun 1925 (6)

46. Tari Klana Gagah Dasa Wisesa; 47. Antasena dalam ragam kambeng
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Empat pose: 48: keplok tangan, 49: atrap jamang, 50: ngugur sinom, 51: miwir kepuh
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Empat pose: 52: atrap sumping, 53: ukel tangan, 54: lembeyan (?), 55: dolanan sumping (?)
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Empat pose: 56: atur-atur, 57: dolanan sonder (?), 58: dolanan supe (?), 59: sekar suwun
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
60. Perseteruan antara Arjuna dan Domangjaya
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)

Tahun terbit: 1925
Tempat terbit: Amsterdam
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar:
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Sabtu, 21 Juni 2025

Sebuah rangkaian foto tentang berbagai tari Jawa di kalangan keraton, keluaran tahun 1925 (5)

40. Angkawijaya dalam posisi sebelum tarian di mulai (gaya Jogja)
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
41. Posisi sebelum tarian di mulai (gaya Solo)
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
42. Pregiwa menghibur Pregiwati (posisi duduk)
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
43. Pregiwa menghibur Pregiwati (posisi berdiri)
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
44 dan 45. Perkelahian antara Srikandi dan Larasati
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)

Tahun terbit: 1925
Tempat terbit: Amsterdam
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar:
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Kamis, 19 Juni 2025

Sebuah rangkaian foto tentang berbagai tari Jawa di kalangan keraton, keluaran tahun 1925 (4)

34. Gerakan sabetan (tangan digerakkan dengan cepat dan kuat seperti memecut)
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
35. Posisi tanjak (kaki terbuka lebar dengan jarak sekitar tiga telapak kaki dan posisi kaki menghadap ke samping kanan dan kiri)
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Posisi srisig (langkah-langkah kecil, cepat, dan jinjit, seolah-olah berlari kecil): 36. dalam tarian gagah; 37. dalam tarian lembut
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
38. Pindah posisi ke kiri
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
39. Antareja
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)

Tahun terbit: 1925
Tempat terbit: Amsterdam
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar:
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Selasa, 17 Juni 2025

Sebuah rangkaian foto tentang berbagai tari Jawa di kalangan keraton, keluaran tahun 1925 (3)

28. Posisi kain dalam gerak sabet
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
29. Posisi sampir sampur
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
30. Srikandi dalam gerakan kicat (langkah kaki menyilang ke kanan atau kiri dengan posisi paha terbuka, kaki diangkat dengan hentakan ringan, kemudian kedua kaki merendah dan langkah kaki dilanjutkan lurus ke samping)
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
31. Gerakan ngoyog (gerakan memindahkan berat badan dari satu sisi ke sisi lain dengan cara menggeser kaki)
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Postur tangan dalam posisi sembah: 32. di wayang madya, 33. di wayang orang
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)

Tahun terbit: 1925
Tempat terbit: Amsterdam
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar:
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Minggu, 15 Juni 2025

Sebuah rangkaian foto tentang berbagai tari Jawa di kalangan keraton, keluaran tahun 1925 (2)

20: Srikandi dengan tangan kanan dalam pose ardha-pataka
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
21: Postur tubuh dan gerak tangan ketika berbicara dengan orang yang berkedudukan tinggi
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
22: Postur dan gerakan tangan saat berbicara normal
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
23: Posisi gabungan kedua tangan; 24: pose memetik bunga
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
25: Posisi sembah; 26: Pose tangan ngapurancang (dilipat di bawah pusar)
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)

Tahun terbit: 1925
Tempat terbit: Amsterdam
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar:
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Jumat, 13 Juni 2025

Sebuah rangkaian foto tentang berbagai tari Jawa di kalangan keraton, keluaran tahun 1925 (1)

9 & 10: Dua adegan dari pertunjukan wayang orang di Keraton Solo
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Dua pose dari tari Klana perempuan; 11: atur-atur, 12: atrap jamang
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Dua pose dari tari Klana perempuan; 13: dolanan sonder (?), 14: dolanan supe (?)
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Empat gerak dasar tangan dan jari; 15: ngruji, 16: ngepel, 17: nyempurit, 18: ngithing
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
19. Memantau ke kejauhan
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)

Tahun terbit: 1925
Tempat terbit: Amsterdam
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar:
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Minggu, 20 April 2025

Beberapa lukisan kuno tentang Jakarta dari berbagai masa (1)

Karya Dirk Homberg, ~1920: Kesibukan di Kali Besar
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Karya François Valentyn, ~1724-1726: Pemandangan ke arah Jakarta dilihat dari Laut Jawa dengan Kastil Batavia di latar tengah beserta tembok pertahanan yang memanjang, serta pegunungan di kawasan Bogor di latar belakang
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Karya Dirk Homberg, ~1925: Perumahan warga Tionghoa di Pintu Kecil
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)

Tahun terbit: 1724/1726, 1920, 1925
Tempat: Jakarta
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar: Dirk Homberg, François Valentyn
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Minggu, 09 Maret 2025

Relief tentang penari dan pemusik dari Candi Borobudur dan Candi Prambanan, 1925

Candi Borobudur: Penari didampingi penabuh tambur dan peniup seruling (atas); seorang penari di kiri tengah dengan sekelompok pemusik di sebelah kiri, menghibur pasangan raja-ratu
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Candi Prambanan: Seorang penari wanita di kanan di samping pemain alat musik petik (?), juga wanita, menghibur pasangan raja-ratu
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Candi Prambanan: Tiga penari berambut gimbal dan beranting bulat, tampaknya pria
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)

Tahun terbit: sekitar 1925
Tempat terbit: Amsterdam
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar:
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Selasa, 22 Agustus 2023

Dari koleksi studio foto Onnes Kurkdjian tentang Jawa (1): Bogor dan Garut

~1915: Telaga Cipanas di Garut
(klik untuk memperbesar | © NGA)
~1910: Pesawahan dengan latar belakang Gunung Guntur
(klik untuk memperbesar | © NGA)
~1910: Sumber belerang di kawah Papandayan, Garut
(klik untuk memperbesar | © NGA)
~1925: Salah satu sudut Kebun Raya Bogor
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: 1910, 1915, 1925
Tempat: Bogor, Garut
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: studio foto Onnes Kurkdjian, Surabaya
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan: Foto #1 pernah dimuat sebelumnya di posting ini; foto #2 di sini dan sini; foto 3 di sini.