Tampilkan postingan dengan label Malang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Malang. Tampilkan semua postingan

Rabu, 03 September 2025

Tayang ulang lukisan-lukisan karya Abraham Salm tentang berbagai tempat di Jawa (5)

Ini merupakan pelengkap dan tayang ulang (reload) dalam ukurang yang lebih besar dari beberapa lukisan karya Abraham Salm yang pernah dimuat sebelumnya. Lihat tautan di bagian "Catatan" di bawah.


Jawa Timur: Pertunjukan tarian di lapangan terbuka di sebuah desa dengan latar belakang Gunung Arjuno
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Sumedang: Sebuah pemandangan tentang sebuah kampung di waktu malam. Tampak empat orang mengelilingi sebuah ungun untuk menghangatkan badan.
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Jawa Timur: Seekor macan tutul minum di sebuah telaga di dekat sebuah sungai yang mengalir deras
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Malang: Aktivitas warga di Wendit yang berkisar di kegiatan air seperti mandi, cuci, atau sekedar bersantai dan bercengkerama. Lokasi ini sekarang menjadi tempat wisata air.
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)

Tahun terbit: sekitar 1872
Tempat terbit:
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar: Abraham Salm
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan: Tautan dari posting sebelumnya tentang Banten, Bogor, Gunung Semeru, Malang/Tegal, dan Sumedang.

Senin, 01 September 2025

Tayang ulang lukisan-lukisan karya Abraham Salm tentang berbagai tempat di Jawa (4)

Ini merupakan pelengkap dan tayang ulang (reload) dalam ukurang yang lebih besar dari beberapa lukisan karya Abraham Salm yang pernah dimuat sebelumnya. Lihat tautan di bagian "Catatan" di bawah.


Malang: Sebuah rombongan pembesar, dengan kendaraan utama sebuah kereta yang ditarik empat kuda, dengan kawalan berkuda di depan, samping, dan belakang, tampak melintasi sebuah jembatan dengan latar belakang sebuah gunung berapi
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Bogor: Arak-arakan dari rombongan pengantin di sebuah desa di kaki Gunung Salak. Pengantin pria menaiki kuda, semantara pengantin wanita kemungkinan diangkut di dalam tandu yang didahului oleh sepasang penari, sinden (?), dan pemain gamelan.
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Banten: Sebuah perkampungan dengan rumah-rumah tradisional, dengan later belakang pesawahan dan pegunungan berawan
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Bogor: Dua gembala bersama kambing-kambingnya, dan sepasang petani, tampak di area pesawahan, dengan latar belakang perkampungan dan Gunung Salak
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)

Tahun terbit: sekitar 1872
Tempat terbit:
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar: Abraham Salm
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan: Tautan dari posting sebelumnya tentang Banten, Bogor, Gunung Semeru, Malang/Tegal, dan Sumedang.

Kamis, 28 Agustus 2025

Tayang ulang lukisan-lukisan karya Abraham Salm tentang berbagai tempat di Jawa (2)

Ini merupakan pelengkap dan tayang ulang (reload) dalam ukurang yang lebih besar dari beberapa lukisan karya Abraham Salm yang pernah dimuat sebelumnya. Lihat tautan di bagian "Catatan" di bawah.


Bogor: Rumah besar milik asisten-residen di Citeureup dengan latar belakang pesawahan dan pegunungan
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Malang: Pantai di Srigonco, Bantur, dengan bongkahan batu besar baik di latar depan maupun di belakang, sementara beberapa warga tampak bersantai di tepian laut
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Serang: Perahu-perahu yang lalu lalang di Anyer dengan pelabuhannya di latar belakang
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Kawasan Bromo-Tengger-Semeru: Pemandangan di Bromo dengan banyak orang menaiki kuda dengan mengenakan topi kuning
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)

Tahun terbit: sekitar 1872
Tempat terbit:
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar: Abraham Salm
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan: Tautan dari posting sebelumnya tentang Banten, Bogor, Gunung Semeru, Malang/Tegal, dan Sumedang.

Sabtu, 07 September 2024

Foto-foto dari "masa bersiap": Ekshumasi korban-korban kekerasan (3)

"Masa bersiap" atau "bersiap" adalah istilah yang digunakan warga Belanda dan sejarah Belanda untuk menyebut masa-masa awal setelah warga Indonesia memproklamasikan diri yang diikuti konflik dan perseteruan di beberapa tempat yang dipicu banyak sekali faktor seperti nasionalisme, sentimen anti penjajah, kecemburuan sosial, dendam yang terpendam, masih belum siapnya aparat pemerintahan, dsb. Blog ini akan menampilkan beberapa foto dari era ini, yang beberapa di antaranya memang menampilkan sisi kejam dari masa ini.

Penggalian kembali jasad lebih dari 20 warga Tionghoa yang menjadi korban "pembantaian Mergosono"
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Penguburan warga Tionghoa yang menjadi korban masa "bersiap"
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: Agustus 1947 (foto atas)
Tempat: Malang (foto atas)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan: Masih perlu penelitian lebih lanjut apakah foto bawah terkait tragedi Mergosono.

Kamis, 29 Februari 2024

Lukisan karya Abraham Salm dari sekitar tahun 1872: Malang dan Tegal

Pabrik gula Pangkah, Tegal
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
Pantai Srigonco di selatan Malang
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)

Waktu: 1872
Tempat: Pangkah (Tegal), Srigonco (Malang)
Tokoh:
Peristiwa:
Juru gambar: Abraham Salm
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan: Lihat juga lukisan lain karya Abraham Salm di beberapa posting sebelumnya: tentang Banten, Bogor, Gunung Semeru, dan Sumedang.

Kamis, 10 Agustus 2023

Aneka foto dari zaman Belanda karya para juru foto yang belum teridentifikasi (30)

Sebuah pasar di Jawa
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Sebuah rumah panggung di sebuah kompleks yang terawat rapi
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Hotel Der Nederlanden (sekarang sudah tidak ada, lokasi di seberang Istana Negara)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Hotel Bellevue di Bogor
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Hotel Malang
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: ?
Tempat: Jawa (a.l. Bogor, Jakarta, Malang)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Jumat, 04 Agustus 2023

Aneka foto dari zaman Belanda karya para juru foto yang belum teridentifikasi (27)

Di bagian dalam sebuah pabrik gula, kemungkinan bagian bengkel
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1923: Kantor Malang Stoomtram Maatschappij, perusahaan kereta api yang beroperasi di wilayah Malang
(klik untuk memperbesar | © NGA)
~1935: Sebuah kantor perusahaan Tionghoa dengan 2 orang berpakaian tradisional, dan 1 berpakaian Barat
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Berburu banteng
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Berburu banteng
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: a.l. 1923, 1935
Tempat: Jawa (a.l. Malang)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Selasa, 04 April 2023

Dari serakan foto-foto karya Woodbury & Page (1)

Walter Bentley Woodbury dan James Page adalah dua orang Inggris yang menjadi salah dua perintis dunia fotografi profesional di Hindia-Belanda. Studio foto yang mereka dirikan di Batavia menjadi teladan bagi fotografer lain untuk mendirikan hal yang sama di Padang, Semarang, Surabaya, dan kota-kota lain di Nusantara. Blog ini sudah menampilkan banyak karya keluaran dari studio ini. Kali ini kita akan mencoba mengumpulkan foto-foto karya Woodbury dan Page yang berserakan.


1858: Empat penari serimpi dari Batutulis, Bogor
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1860: Patung penjaga Candi Singasari (Arca Dwarpala)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1865: Kebun Raya Bogor, a.l. dengan pohon-pohon beringinnya
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1870: Keris dan aneka tumbak dan senjata tajam yang dipajang di (sekarang) Museum Gajah, Jakarta
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1875: Kerami, gerabah, dan barang-barang antik lainnya di Jawa
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: 1858, 1860, 1865, 1870, 1875
Tempat: Bogor, Jakarta, Malang
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Woodbury & Page
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan: Edisi lain dari foto nomor 2 pernah dimuat di posting ini.

Sabtu, 25 Maret 2023

Kumpulan foto hasil jepretan Carl Julius Herman Salzwedel dari penghujung abad ke-19 (1)

1880: Jalan masuk menuju Hotel Malang
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1890: Kediaman Residen Surabaya
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1895: Seorang pengantin Jawa
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: 1880, 1890, 1895
Tempat: Jawa (a.l. Malang, Surabaya)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Carl Julius Herman Salzwedel
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Sabtu, 28 Januari 2023

Kumpulan foto hasil jepretan Kassian Céphas: Peninggalan purbakala Jawa (3)

Dunia fotografi Indonesia tidak akan lepas dari nama Kassian Céphas. Orang Yogya ini merupakan warga pribumi Hindia-Belanda pertama yang menggeluti dunia fotografi secara profesional; dan umumnya autodidak. Karya-karyanya telah berjasa memperlihatkan kepada generasi setelahnya bagaimana wajah budaya Jawa pada masanya. Tak ketinggalan pula foto-fotonya tentang situs-situs purbakala di bagian tengah Jawa saat itu.

Beberapa karyanya telah tersebar di blog ini. Kali ini blog ini mencoba mengumpulkan foto-foto lainnya dalam beberapa seri. Sebagian di antaranya pernah dimuat sebelum ini, dan akan merupakan pengulangan.


~1901: Salah satu sisi Candi Borobudur, Magelang
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Salah satu relief Candi Borobudur
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Serakan batu di sekitar Borobudur
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Relief Candi Borobudur yang terkenal dengan penggambaran kapalnya
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Edisi lain dari foto di atas
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1898: Reruntuhan Candi Sewu, Klaten
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1898: Kassian Céphas tanpa alas kaki di sebelah Arca Dwarpala (patung raksasa penjaga Candi Singhasari), Malang
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: akhir abad ke-19/awal abad ke-20 (a.l. 1898 dan 1901)
Tempat: Yogyakarta
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Kassian Céphas
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Kamis, 29 Desember 2022

Dari album foto seorang anggota Keraton Kanoman Cirebon (5)

PENGANTAR

Di antara album foto yang dibeli National Gallery of Australia dari koleksi Leo Haks, ada sebuah buku foto yang oleh NGA diberikan keterangan singkat "Samsoedin Indonesian family album 1930 - 1933". Sepintas isi album ini memang foto-foto keluarga Indonesia, yang berisi gambar dari anak kecil hingga dewasa, ketika di rumah atau sedang bepergian. Si keluarga tampaknya lumayan berada. Mereka memiliki mobil dengan plat nomor D, memiliki anjing ras, dan Samsoedin ini memiliki kamera yang tampaknya dia gunakan untuk mengambil banyak foto yang ada di album ini. Kemudian keluarga ini banyak berpergian, keliling Jawa, ke Bali, ke Palembang, bahkan sampai ke Singapura.

Si penyusun foto memberikan beberapa catatan, sehingga kita masih bisa mengetahui tentang apa foto-foto ini. Di salah satu foto ada keterangan De Koninklijke familie Kanoman, atau "Keluarga Kerajaan Kanoman". Ini menimbulkan dugaan bahwa keluarga yang ditampilkan di album ini adalah keluarga Keraton Kanoman, Cirebon. Dugaan ini diperkuat dengan catatan Samsoedin di foto dia bersama kerabat lelakinya yang diberi catatan 't Kanoman-trio and little brothers. Akhirnya catatan dia di awal album yang menyebutkan namanya, dan nama tempat "Soerabaja", "Bandoeng", "Java", dan "Kanoman" makin mengukuhkan dugaan ini.

Album ini menjadi menarik karena menampilkan golongan berada Indonesia di tahun 1930-an: pakaiannya, pendidikannya, bahasa yang digunakan, kegiatannya, serta pertemanannya. Album ini juga ikut memperlihatkan tempat mana saja yang menjadi tujuan perjalanan atau wisata saat itu. Dari album ini kita juga melihat bahwa Samsoedin ini sangat senang memfoto anak kecil terutama keponakannya, dan dalam beberapa foto juga kaum perempuan termasuk ibu dan saudara-saudara wanitanya. Ada juga foto yang memperlihatkan kunjungan Dr. Khalid Sheldrake ke Bandung. Khalid, yang nama aslinya Bertram William, adalah filantrop Inggris yang masuk Islam dan sempat dinobatkan menjadi Raja Islamestan di wilayah Xinjiang, RRT, sekarang.


Kunjungan ke Bendung Walahar di Karawang, olahraga kesukaan Samsoedin yaitu sepakbola dan badminton, foto Otje yang sudah makin besar, serta beberapa foto keluarga
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Foto-foto keluarga a.l. di Malang
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Dari kunjungan ke a.l. Lamongan, Tasikmalaya, dan Palembang
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Foto dari adik kakak Samsoedin, termasuk Mochtar, serta keponakan
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Foto-foto kerabat di Lamongan
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Dari kunjungan ke Palembang, Singapura, dan Malang
(klik untuk memperbesar | © NGA)
 
Waktu: di sekitar tahun 1930
Tempat: Cirebon, Jakarta, Karawang, Lamongan, Malang, Palembang, Singapura, Surabaya, Tasikmalaya
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: a.l. Samsudin
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Jumat, 25 November 2022

Dari sebuah album foto tentang Jawa dan Bali di sekitar tahun 1920 (6)

Foto-foto berikut berasal dari sebuah album tanpa tahun dan tanpa deskripsi, yang berisi gambar-gambar dari Bali, Jawa Timur, dan Jawa Barat. Berdasarkan foto-foto ini kemungkinan si pemilik foto adalah seorang tokoh Belanda di pabrik gula Purwoasri, Kediri. Dia mengumpulkan foto juga dari perjalanannya ke Bali, Bromo, dan Parahyangan. Berbeda dengan foto-foto pribadi yang kemungkinan diambil sendiri, foto-foto hasil wisata kemungkinan berasal dari fotografer profesional seperti misalnya Thilly Weisenborn.
Kecuali lima halaman terakhir, tiap halaman dari album ini berisi dua foto atau lebih. Blog ini akan memuat tampilan per halaman, dan kemudian masing-masing foto di tiap halaman.

Halaman 9
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Halaman 9: Kerusakan dan abu vulkanik kemungkinan dari letusan Gunung Kelud 1919
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Halaman 9: Gereja Hati Kudus atau Gereja Kayutangan di Malang
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Halaman 9: Gunung Semeru dilihat dari Malang (?)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Halaman 9: Gunung Semeru dilihat dari Malang (?)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Halaman 9: Sebuah stasiun kereta api (di Jawa Timur?)
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: sekitar 1920
Tempat: Jawa Timur
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta:National Gallery of Australia
Catatan: