Tampilkan postingan dengan label 1944. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 1944. Tampilkan semua postingan

Kamis, 16 April 2026

Pasukan Sekutu dan Belanda di Papua 1944/1945 (12)

Sebuah kemah pasukan NICA di antara pepohonan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Februari 1944: Patroli pasukan Belanda di antara Merauke dan Tanah Merah
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Februari 1944: Seorang tentara Belanda menyembelih seekor babi hutan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Februari 1944: Sebuah kesatuan Belanda dengan wajah bule, Melayu, dan Melanesia dengan tangkapan dua ekor babi huta
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1944/1945
Tempat: Papua
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan: Edisi lain dari foto nomor 2 dan 4 pernah dimuat di posting ini sebelumnya.

Minggu, 12 April 2026

Perdana Menteri Jepang, Hideki Tojo, dalam sebuah video propaganda untuk khalayak Indonesia, 1943/1944

(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1943/1944
Tempat: ?
Tokoh: Jenderal Hideki Tojo (Perdana Menteri Jepang)
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Kamis, 02 April 2026

Peta militer Sekutu yang memperlihatkan landasan pacu militer Jepang di sekitar Halmahera, 1944

Peta militer Sekutu yang memperlihatkan landasan pacu militer Jepang di Halmahera dan sekitarnya, yaitu 1. Galela, 2. Pulau Miti, 3. Jailolo, 4. Oba, 5. Pitu di Morotai, 6. Lolobata dan Hatetabako, 7. Kau, serta 8. Labuha di Pulau Bacan. 
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 15 Agustus 1944
Tempat: Maluku Utara
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Senin, 28 Juli 2025

Suasana di Morotai setelah Jepang menyerah kepada Sekutu, 1944/1945 (2)

Kisah tragis seorang pemuka warga Morotai yang dipenggal Jepang karena dianggap tidak kooperatif. Ketika pasukan Amerika merebut Morotai, mereka "memasang kembali" kepala pemuka warga ini ke badannya dan memfotonya.
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Sebuah pesawat amfibi Catalina PBY milik Sekutu mengair di sekitar Morotai
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Jalanan di sekitar pantai yang dibuat oleh pasukan Amerika
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Warga Morotai dan kesatuan NICA di sebuah sudut pantai di Morotai
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: Oktober 1944
Tempat: Morotai
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan: Lihat juga posting sebelum ini.

Sabtu, 26 Juli 2025

Pasukan Sekutu dan Belanda di Papua 1944/1945 (10)

Biak: Warga Papua di sebuah barak militer bersama seorang Belanda dan seorang berwajah Indonesia barat
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Armada kapal perang Sekutu, salah satunye berbendera Belanda di perairan Papua
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Markas NICA di Jayapura yang dipimpin oleh Kolonel Abdulkadir Widjojoatmodjo (membelakangi kamera)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Seorang tentara Belanda membagikan makanan kepada warga Papua
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1944
Tempat: Papua (a.l. Biak, Jayapura)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan: Lihat juga awal seri ini yang dimuat sebelumnya.

Kamis, 24 Juli 2025

Pasukan Sekutu dan Belanda di Papua 1944/1945 (9)

Pasukan Australia, NICA, dan warga Papua di Biak
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Seorang perwira Belanda bernama Letnan Krol bersama warga Papua di Biak
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Dua kelasi KNIL Laut berwajah loka di meriam sebuah kapal perang
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Para anggota KNIL Laut berwajah lokal di sebuah kapal perang Sekutu di perairan Papua
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1944
Tempat: Papua (a.l. Biak)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan: Lihat juga awal seri ini yang dimuat sebelumnya.

Selasa, 22 Juli 2025

Pasukan Sekutu dan Belanda di Papua 1944/1945 (8)

Kesatuan artileri Australia dengan meriam-meriam beratnya
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Kesatuan NICA di Jayapura …
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
… yang banyak terdiri dari warga lokal …
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
… mengadakan upacara dan baris-berbaris
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1944/1945
Tempat: Papua (a.l. Biak, Jayapura)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan: Lihat juga awal seri ini yang dimuat sebelumnya.

Minggu, 20 Juli 2025

Biak setelah direbut Sekutu dari pasukan Jepang, 1944/1945 (5)

Markas skuadron tempur Sekutu yang dipindahkan dari Merauke ke Biak
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Pembangunan markas dan barak dengan menggunakan pepohonan dan gergaji
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Para prajurit Australia berpose di bengkel kendaraan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Dasar pasukan Australia: Di saat perang pun masih sempat membuat papan selancar
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1944
Tempat: Biak
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan: Lihat juga posting bertajuk sama yang dimuat sebelum ini.

Jumat, 18 Juli 2025

Biak setelah direbut Sekutu dari pasukan Jepang, 1944/1945 (4)

Briefing untuk para pilot tempur …
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
… mengenai rencana penggempuran posisi-posisi tentara Jepang
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
21 prajurit Australia dan Belanda di sekitar sebuah pesawat Curtiss P-40
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Para awak darat skuadron Curtiss P-40, dengan mengenakan celana pendek dan bertelanjang dada, mempersiapkan penerbangan empat pesawat tempur
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1944
Tempat: Biak
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan: Lihat juga posting bertajuk sama yang dimuat sebelum ini.

Rabu, 16 Juli 2025

Biak setelah direbut Sekutu dari pasukan Jepang, 1944/1945 (3)

Empat pesawat Curtiss P-40 yang dipindahkan Sekutu dari Merauke ke Biak
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Seorang perwira Sekutu bernama R. Bluett di kokpit sebuah pesawat Curtiss P-40 dengan cap "U.S. Army" dan "R.A.A.F."
 (klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Lima pesawat Curtiss P-40 dalam penerbangan dari Merauke ke Biak
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Barak pasukan Sekutu di Biak yang didominasi para prajurit Australia
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1944
Tempat: Biak
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan: Lihat juga posting bertajuk sama yang dimuat sebelum ini.

Selasa, 27 Mei 2025

Persiapan Belanda di Australia untuk merebut kembali Indonesia: Kedatangan para prajurit bantuan dari Hindia-Barat (3)

Di penghujung 1944 dan awal 1945, ketika Jerman makin terdesak di Eropa, dan Jepang makin terpukul di kawasan Asia-Pasifik, Belanda makin menggiatkan usaha-usaha untuk merebut kembali Hindia-Belanda. Usaha-usaha ini terpusat di Australia, yang secara geografis dekat dengan Indonesia, dan secara politis dan militer berada bersama Belanda di pihak yang melawan negara-negara Poros. Seri berikut akan mencoba menampilkan dokumentasi foto tentang aktivitas Belanda di wilayah Australia ini.


Fort Davis, Panama: Kolonel Wyermans memeriksa kesatuan Hindia-Barat yang akan diberangkatkan ke Australia dengan tujuan bertempur di Hindia-Timur (Hindia-Belanda)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Sydney: Para tentara Hindia-Barat keturunan Jawa memainkan gamelan dan mempersembahkan pertunjukan di atas kapal Empire Mace untuk menghibur para serdadu lain dalam perjalanan menuju Australia
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
31 Agustus 1944: Mayor Mietemier (di latar depan) memberikan arahan kepada para tentara bule, Jawa, dan kulit hitam asal Hindia-Barat dalam perjalanan di kapal Empire Mace menuju Australia
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1944
Tempat: Panama, dan perjalanan laut menuju Australia
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan: Lihat juga rangkaian posting sebelumnya mengenai para tentara Hindia-Barat ini.

Sabtu, 08 Maret 2025

Foto udara tentang Lembah Baliem, 1944

Lembah Baliem difoto dari ketinggian, tampak dua area pemukiman di kiri bawah dan kiri tengah
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Sebuah area pemukiman dengan deretan rumah tradisional beratap bundar
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Penampakan lebih dekat dari area pemukiman yang memperlihatkan struktur memanjang dan sambung menyambung di sekitar rumah bundar
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Sebuah bangunan menyendiri di Lembah Baliem dengan tiang tinggi menjulang
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1944
Tempat: Lembah Baliem (Papua)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Kamis, 06 Maret 2025

Foto-foto pengintaian udara yang diambil Sekutu semasa Perang Dunia 2: Baubau di Buton

Foto pengintaian udara oleh Sekutu ke wilayah Baubau, yang a.l. memberikan 3 keterangan tempat: rumah sakit lepra, tempat tinggal anak dan istri dari para prajurit KNIL, serta tempat pelacuran.
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1944
Tempat: Baubau (Buton)
Tokoh:
Peristiwa: Menjelang akhir Perang Dunia 2, ketika Jepang makin defensif, pihak Sekutu memanfaatkan keunggulan udara mereka untuk melakukan pengintaian atas-atas posisi penting atau strategis, termasuk berbagai tempat di wilayah Nusantara seperti yang ditampilkan di foto di atas.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan: Lihat juga foto-foto sebelumnya seperti yang dimulai di posting ini.

Minggu, 08 Desember 2024

Pasukan Sekutu dan Belanda di Papua 1944/1945 (7)

1945: Sebuah kapal motor militer milik Amerika Serikat di perairan Papua
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
9 Februari 1944: Pasukan Belanda di Papua dengan kenang-kenangan busur, panah, tameng, dan tengkorak manusia
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1944, 1945
Tempat: Papua
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Sabtu, 01 Juni 2024

Suasana di Morotai setelah Jepang menyerah kepada Sekutu, 1944/1945 (1)

18 September 1945: Letnan Jendera Tashima (?) menandatangani dokumen kapitulasi dengan disaksikan Jenderal Blamey (?) dari pihak Sekutu
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
September 1945: Militer Jepang memberi hormat kepada kuburan pilot Australia yang gugur dalam pertempuran di sekitar Wasile (Halmahera)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Akhir 1944: Prajurit Jepang dipekerjakan sebagai kuli bongkar muat bagi pihak militer Australia
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Oktober 1944: Kisah tragis seorang pemuka warga Morotai yang dipenggal Jepang karena dianggap tidak kooperatif. Ketika pasukan Amerika merebut Morotai, mereka "memasang kembali" kepala pemuka warga ini ke badannya dan memfotonya.
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1944, 1945
Tempat: Morotai (Maluku Utara)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Senin, 26 Februari 2024

Para tentara Jepang yang menjadi tawanan Sekutu di Papua setelah kalah perang (6), 1944/1945

(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Agustus 1945
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1944/1945
Tempat: Papua
Tokoh:
Peristiwa: Foto nomor 1,3 dan 5 berasal dari saat para tentara Jepang yang tertawan diangkut dengan truk, dalam pengawalan warga Papua bersenjata parang dan prajurit Belanda bersenjata api, untuk dibawa ke landasan udara dan selanjutnya diterbangkan ke Jayapura.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan: Ada kemungkinan foto nomor 4 tidak berasal dari Papua.