Tampilkan postingan dengan label Johannes Latuharhary. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Johannes Latuharhary. Tampilkan semua postingan

Jumat, 10 Oktober 2025

Beberapa foto dari perundingan Renville, Januari 1948 (4)

Duduk di depan, d.ki.k.ka.Sir Richard Clarence Kirby (diplomat Australia anggota KTN), Frank Potter Graham (Ketua KTN asal Amerika Serikat), dan Abdulkadir Widjojoatmodjo
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Paul van Zeeland (anggota KTN asal Belgia) berbicara, diamati oleh delegasi Indonesia yang a.l. terdiri dari d.ki.k.ka. Johannes Latuharhary (paling kiri), Ali Sastroamidjojo (berjanggut hitam), Haji Agus Salim (berpeci), Johannes Leimena, Nasrun (? berdasi), Adnan Kapau Gani (bertopi TNI)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Amir Syarifuddin sebagai ketua delegasi Indonesia menandatangani dokumen perjanjian. Di foto ini tampak anggota delegasi Indonesia Kolonel Tahi Bonar Simatupang (berkumis dan berjanggut di belakang Amir), dan kemungkinan dr. Tjoa Tik Len (berkacamata di belakang Haji Agus Salim).
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
D.ki.k.ka.: Paul van Zeeland (Belgia), tokoh India, Sir Richard Clarence Kirby (diplomat Australia), Frank Potter Graham (Amerika Serikat)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 17 Januari 1948
Tempat: Kapal USS Renville di perairan Tanjung Priuk
Tokoh:
  • Adnan Kapau Gani (Wakil Perdana Menteri Indonesia)
  • Ali Sastroamidjojo (Menteri Pendidikan dan Kebudayaan)
  • Amir Syarifuddin Harahap (Perdana Menteri Indonesia, ketua delegasi Indonesia di perundingan Renville) 
  • Haji Agus Salim (Menteri Luar Negeri)
  • Johannes Leimena (Menteri Kesehatan)
  • Frank Porter Graham (Ketua Komisi Jasa-jasa Baik PBB)
  • Paul Guillaume Viscount van Zeeland (mantan PM Belgia yang menjadi salah satu anggota Komisi Jasa-jasa Baik PBB) 
  • Sir Richard Clarence Kirby (diplomat Australia, salah satu anggota Komisi Jasa-jasa Baik PBB) 
  • Tahi Bonar Simatupang (perwira TNI yang menjadi penasihat militer delegasi Indonesia di perundingan Renville)
Peristiwa: perundingan Renville
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Minggu, 16 Juni 2019

Muhammad Hatta dan Sutan Sjahrir setelah perundingan diplomatik, 1948

Sutan Sjahrir turun dari pesawat militer Amerika yang membawanya kembali ke Jakarta. Di belakangnya tampak Mohammad Roem.
(klik untuk memperbesar | © BeeldbankWO2 / NIOD)
Muhammad Hatta disambut kembali di Jakarta, a.l. oleh Johannes Latuharhary (kedua dari kanan). Di latar belakang tampak pesawat militer berbendera Amerika yang membawa Hatta kembali ke Jakarta.
(klik untuk memperbesar | © BeeldbankWO2 / NIOD)
Hatta dan Sjahrir disambut di aula bandara
(klik untuk memperbesar | © BeeldbankWO2 / NIOD)
Frank Graham (kiri) bersama Sjahrir dan Hatta setelah kedatangan keduanya kembali di Jakarta
(klik untuk memperbesar | © BeeldbankWO2 / NIOD)

Waktu:  16 Januari 1948
Tempat: Jakarta
Tokoh: Muhammad Hatta (Wakil Presiden RI), Sutan Sjahrir (diplomat Indonesia di PBB), Mohammad Roem, (Menteri Dalam Negeri), Johannes Latuharhary (pejuang perintis kemerdekaan Indonesia), Frank Porter Graham (Ketua Komisi Jasa-Jasa Baik PBB)
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan: Foto terakhir pernah dimuat di posting ini dengan ukuran lebih kecil.

Jumat, 16 Desember 2016

Johannes Latuharhary dan Anak Agung Gde Agung di acara pengakuan Negara Indonesia Timur oleh Republik Indonesia

(klik untuk memperbesar | © spaarnestad)
Waktu: 17 Januari 1948 (?)
Tempat: Jakarta
Tokoh: Johannes Latuharhary (pejuang perintis kemerdekaan Indonesia; kiri tengah), Ida Anak Agung Gde Agung (Wali Negara Indonesia Timur; kanan tengah)
Peristiwa: Johannes Latuharhary mewakili pemerintah Republik Indonesia, memberikan pengakuan atas Negara Indonesia Timur yang diterima oleh Anak Agung Gde Agung.
Fotografer: Aneta
Sumber / Hak cipta: ANP / Spaarnestad Photo
Catatan:

Rabu, 04 November 2015

Johannes Latuharhary di tahun 1948

(klik untuk memperbesar | © gahetna)

Waktu: 1948
Tempat:
Tokoh: Johannes Latuharhary (pejuang perintis kemerdekaan Indonesia)
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan: RVD (Rijksvoorlichtingsdienst) mengumpulkan foto-foto dari tokoh Indonesia yang terlibat di dalam Konferensi Meja Bundar atau persiapannya, termasuk Latuharhary.