Tampilkan postingan dengan label purbakala. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label purbakala. Tampilkan semua postingan

Rabu, 05 Juli 2023

Aneka foto dari zaman Belanda karya para juru foto yang belum teridentifikasi (12)

Sebuah pemandangan di perbukitan di Jawa (Hotel Grand Ngamplang, Cilawu, Garut?)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Sebuah keluarga petani di sawah pada saat panen
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Reruntuhan sebuah candi yang belum teridentifikasi
(klik untuk memperbesar | © NGA)
September 1915: Sebuah kemah di Ranu Kumbolo di kaki Gunung Semeru, Lumajang
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Sebuah arak-arakan anak sekolah
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: a.l. 1915
Tempat: a.l. Lumajang
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Rabu, 16 September 2020

Dari ekspedisi di Sumatera Tengah 1877-1879: Peninggalan Hindu-Buddha di Jambi

PENGANTAR

Pada tahun 1873 Belanda mendirikan Koninklijk Nederlandsch Aardrijkskundig Genootschap (Masyarakat Ilmu Bumi Kerajaan Belanda), mengikuti langkah serupa yang sebelumnya dilakukan oleh Perancis, Inggris, Jerman, dan Rusia. Ekspedisi besar pertama organisasi ini berlangsung empat tahun kemudian, yaitu penjelajahan di Midden-Sumatra ("Sumatera Tengah"), yang berlangsung dari tahun 1877 hingga 1879. Ekspedisi ini dilaksanakan oleh sebuah tim yang terdiri dari Arend Ludolf van Hasselt, Daniël David Veth, Johannes François Snelleman, serta Johannes Schouw Santvoort, dengan ditemani pendamping lokal.

Peta ekspedisi, dengan tambahan info tentang lokasi fotonya akan ditampilkan di blog ini (ikon biru), dan lokasi lain sebagai patokan (ikon merah)
(klik untuk memperbesar)

Peta di atas ini, dalam garis-garis merah, menunjukkan rute penjelajahan yang dilakukan oleh tim ini, yang mencakup wilayah Sumatera Barat, Jambi, dan Sumatera Selatan. Tim ini selain mengamati aspek geografi dan geologi dari tempat-tempat yang dijelajahi, juga mendokumentasikan aspek lain seperti flora dan fauna, hingga etnografi dan adat istiadat. Situs archive.org mengarsipkan publikasi-publikasi hasil penjelajahan ini, dalam bahasa Belanda.

Selain itu, ada juga album foto yang memuat 145 foto, yang sayangnya tidak ada di situs archive.org tsb. Untungnya, National Gallery of Australia, memiliki salah satu eksemplar dari album ini, meskipun beberapa halaman di antaranya hilang. Blog ini akan menampilkan foto-foto dari album ini, sejauh mungkin dalam format lembar aslinya, dengan warna yang sudah menguning.

(klik untuk memperbesar | © NGA)

Beruntung pula, Universiteit Leiden memiliki pula koleksi foto-foto ini, meskipun tampaknya dalam bentuk satuan, tidak dalam bentuk album. Bahkan, Universiteit Leiden tampaknya memiliki akses ke foto-foto lain dari ekspedisi ini yang tidak masuk ke dalam album. Blog ini pun akan menampilkannya, kali ini dalam format skala-abu. Lokasi-lokasi yang fotonya ditampilkan akan ditandai dengan ikon biru di peta di atas.


Foto dari album Daniel Veth:
(klik untuk memperbesar | © NGA)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Foto dari arsip Universiteit Leiden:
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)

Waktu: antara 1877 dan 1879
Tempat: Jambi
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia / Universiteit Leiden
Catatan:

Senin, 06 Januari 2020

Peninggalan purbakala lain dari wilayah Jawa Barat

PENGANTAR

Pada tahun 1863-1864 Isidore van Kinsbergen menerbitkan sebuah album berjudul Oudheden van Java, op last der Ned. Indische regering, onder toezigt van het Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen yang berisi foto-foto peninggalan purbakala di Jawa, dari wilayah Banten hingga ke Jawa Timur.


Candi, arca, dan situs purbakala dari bagian tengah dan timur pulau Jawa umumnya sudah sangat terkena, banyak dibahas, dan menjadi objek wisata hingga sekarang. Berbeda dengan peninggalan purbakala di bagian barat, yang tampaknya tidak mendapat perhatian sebesar di bagian tengah dan timur.

Seri foto berikut akan mencoba untuk memperlihatkan apa yang sudah didokumentasikan oleh van Kinsbergen lebih dari 100 tahun lalu, dengan harapan mudah-mudahan tidak membuat kita lupa akan peninggalan nenek moyang ini.


Peninggalan purbakala berikut ini tidak begitu jelas deskripsinya. Catatan yang diberikan van Kinsbergen (di antara tanda kutip) harus diperiksa lebih lanjut. Perlu dicatat bahwa informasi "Cirebon" bisa juga termasuk Ciamis, sementara "Bandung" bisa termasuk Sukabumi

Ganesha dari "Landehan di Bandung"?
(klik untuk memperbesar | © Tropenmuseum)
Yoni dan beberapa patung dari "Cikaka di Bandung"?
(klik untuk memperbesar | © Tropenmuseum)
Dua patung dari "Lenggo di Cirebon"?
(klik untuk memperbesar | © Tropenmuseum)
Batu purbakala dari "Lenggo di Cirebon"?
(klik untuk memperbesar | © Tropenmuseum)

Waktu: 1864
Tempat: Jawa Barat
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Tropenmuseum
Catatan:

Sabtu, 04 Januari 2020

Peninggalan purbakala dari Bandung, Cianjur, dan Sajira (Banten)

PENGANTAR

Pada tahun 1863-1864 Isidore van Kinsbergen menerbitkan sebuah album berjudul Oudheden van Java, op last der Ned. Indische regering, onder toezigt van het Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen yang berisi foto-foto peninggalan purbakala di Jawa, dari wilayah Banten hingga ke Jawa Timur.


Candi, arca, dan situs purbakala dari bagian tengah dan timur pulau Jawa umumnya sudah sangat terkena, banyak dibahas, dan menjadi objek wisata hingga sekarang. Berbeda dengan peninggalan purbakala di bagian barat, yang tampaknya tidak mendapat perhatian sebesar di bagian tengah dan timur.

Seri foto berikut akan mencoba untuk memperlihatkan apa yang sudah didokumentasikan oleh van Kinsbergen lebih dari 100 tahun lalu, dengan harapan mudah-mudahan tidak membuat kita lupa akan peninggalan nenek moyang ini.


Sebuah arca dari kawasan Cianjur
(klik untuk memperbesar | © Tropenmuseum)
Ganesha dari sekitar Bandung
(klik untuk memperbesar | © Tropenmuseum)
Bagian belakang dari Ganesha dari Bandung
(klik untuk memperbesar | © Tropenmuseum)
Patung Dewi Durga dari sekitar Bandung
(klik untuk memperbesar | © Tropenmuseum)
Patung pra-Hindu/Buddha dari Sajira, Banten
(klik untuk memperbesar | © Tropenmuseum)

Waktu: 1864
Tempat: Bandung, Cianjur, Sajira (Banten)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Tropenmuseum
Catatan:

Kamis, 02 Januari 2020

Peninggalan purbakala di sekitar Bogor: Patung-patung dan situs kuno

PENGANTAR

Pada tahun 1863-1864 Isidore van Kinsbergen menerbitkan sebuah album berjudul Oudheden van Java, op last der Ned. Indische regering, onder toezigt van het Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen yang berisi foto-foto peninggalan purbakala di Jawa, dari wilayah Banten hingga ke Jawa Timur.


Candi, arca, dan situs purbakala dari bagian tengah dan timur pulau Jawa umumnya sudah sangat terkena, banyak dibahas, dan menjadi objek wisata hingga sekarang. Berbeda dengan peninggalan purbakala di bagian barat, yang tampaknya tidak mendapat perhatian sebesar di bagian tengah dan timur.

Seri foto berikut akan mencoba untuk memperlihatkan apa yang sudah didokumentasikan oleh van Kinsbergen lebih dari 100 tahun lalu, dengan harapan mudah-mudahan tidak membuat kita lupa akan peninggalan nenek moyang ini.


Peta di bawah memperlihatkan situs-situs tempat ditemukannya benda-benda purbakala di sekitar Bogor.
(klik untuk memperbesar)

Patung-patung Hindu, a.l. Nandi dan Ganesha
(klik untuk memperbesar | © Tropenmuseum)
Arca-arca pra-Hindu/Buddha di Batutulis, a.l. Purwagalih dan Kidang Pananjung
(klik untuk memperbesar | © Tropenmuseum)
Tahta Rangga Gading di Batu Tumpang
(klik untuk memperbesar | © Tropenmuseum)
Tahta Rangga Gading di Batu Tumpang
(klik untuk memperbesar | © Tropenmuseum)
(klik untuk memperbesar | © Tropenmuseum)
Situs Batutulis
(klik untuk memperbesar | © Tropenmuseum)

Waktu: 1864
Tempat: Bogor
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Tropenmuseum
Catatan:

Selasa, 31 Desember 2019

Peninggalan purbakala di sekitar Bogor: Prasasti-prasasti di Bogor

PENGANTAR

Pada tahun 1863-1864 Isidore van Kinsbergen menerbitkan sebuah album berjudul Oudheden van Java, op last der Ned. Indische regering, onder toezigt van het Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen yang berisi foto-foto peninggalan purbakala di Jawa, dari wilayah Banten hingga ke Jawa Timur.


Candi, arca, dan situs purbakala dari bagian tengah dan timur pulau Jawa umumnya sudah sangat terkena, banyak dibahas, dan menjadi objek wisata hingga sekarang. Berbeda dengan peninggalan purbakala di bagian barat, yang tampaknya tidak mendapat perhatian sebesar di bagian tengah dan timur.

Seri foto berikut akan mencoba untuk memperlihatkan apa yang sudah didokumentasikan oleh van Kinsbergen lebih dari 100 tahun lalu, dengan harapan mudah-mudahan tidak membuat kita lupa akan peninggalan nenek moyang ini.


Peta di bawah memperlihatkan situs-situs tempat ditemukannya benda-benda purbakala di sekitar Bogor.
(klik untuk memperbesar)

Prasasti Ciaruteun dengan dua tapak kaki Purnawarman
(klik untuk memperbesar | © Tropenmuseum)
Prasasti Jambu di Pasir Gintung
(klik untuk memperbesar | © Tropenmuseum)
Prasati Kebonkopi I di Kampung Muara dengan dua tapak kaki gajah
(klik untuk memperbesar | © Tropenmuseum)
Prasasti Batutulis
(klik untuk memperbesar | © Tropenmuseum)

Waktu: 1864
Tempat: Ciampea (Bogor)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Tropenmuseum
Catatan:

Minggu, 29 Desember 2019

Peninggalan purbakala di sekitar Bogor: Patung-patung Ciampea (2)

PENGANTAR

Pada tahun 1863-1864 Isidore van Kinsbergen menerbitkan sebuah album berjudul Oudheden van Java, op last der Ned. Indische regering, onder toezigt van het Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen yang berisi foto-foto peninggalan purbakala di Jawa, dari wilayah Banten hingga ke Jawa Timur.


Candi, arca, dan situs purbakala dari bagian tengah dan timur pulau Jawa umumnya sudah sangat terkena, banyak dibahas, dan menjadi objek wisata hingga sekarang. Berbeda dengan peninggalan purbakala di bagian barat, yang tampaknya tidak mendapat perhatian sebesar di bagian tengah dan timur.

Seri foto berikut akan mencoba untuk memperlihatkan apa yang sudah didokumentasikan oleh van Kinsbergen lebih dari 100 tahun lalu, dengan harapan mudah-mudahan tidak membuat kita lupa akan peninggalan nenek moyang ini.


Peta di bawah memperlihatkan situs-situs tempat ditemukannya benda-benda purbakala di sekitar Bogor.
(klik untuk memperbesar)

(klik untuk memperbesar | © Tropenmuseum)
(klik untuk memperbesar | © Tropenmuseum)
(klik untuk memperbesar | © Tropenmuseum)
(klik untuk memperbesar | © Tropenmuseum)

Waktu: 1864
Tempat: Ciampea (Bogor)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Tropenmuseum
Catatan:

Jumat, 27 Desember 2019

Peninggalan purbakala di sekitar Bogor: Patung-patung Ciampea (1)

PENGANTAR

Pada tahun 1863-1864 Isidore van Kinsbergen menerbitkan sebuah album berjudul Oudheden van Java, op last der Ned. Indische regering, onder toezigt van het Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen yang berisi foto-foto peninggalan purbakala di Jawa, dari wilayah Banten hingga ke Jawa Timur.


Candi, arca, dan situs purbakala dari bagian tengah dan timur pulau Jawa umumnya sudah sangat terkena, banyak dibahas, dan menjadi objek wisata hingga sekarang. Berbeda dengan peninggalan purbakala di bagian barat, yang tampaknya tidak mendapat perhatian sebesar di bagian tengah dan timur.

Seri foto berikut akan mencoba untuk memperlihatkan apa yang sudah didokumentasikan oleh van Kinsbergen lebih dari 100 tahun lalu, dengan harapan mudah-mudahan tidak membuat kita lupa akan peninggalan nenek moyang ini.


Peta di bawah memperlihatkan situs-situs tempat ditemukannya benda-benda purbakala di sekitar Bogor.
(klik untuk memperbesar)

(klik untuk memperbesar | © Tropenmuseum)
(klik untuk memperbesar | © Tropenmuseum)
(klik untuk memperbesar | © Tropenmuseum)
(klik untuk memperbesar | © Tropenmuseum)
(klik untuk memperbesar | © Tropenmuseum)

Waktu: 1864
Tempat: Ciampea (Bogor)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Tropenmuseum
Catatan: