Tampilkan postingan dengan label Taman Sari. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Taman Sari. Tampilkan semua postingan

Kamis, 26 Oktober 2023

Hindia-Belanda dalam foto stereoskopi (13)

PENGANTAR
Di akhir abad ke-19 foto stereoskop cukup populer untuk melihat foto dengan kesan tiga dimensi. Teknik yang digunakan saat itu adalah dengan membuat dua foto dengan sudut pengambilan yang sedikit berbeda. Kemudian kedua foto ini disandingkan, dan dilihat dengan menggunakan alat bersekat yang memisahkan pandangan mata kiri dan kanan. Gambar di kiri memperlihatkan contoh alat ini.

Wilayah Hindia-Belanda pun tak luput dari mode fotografi ini. Seri berikut akan menampilkan beberapa motif foto dari Hindia-Belanda yang ada di koleksi penggemar stereoskopi.

Dua pria Belanda di Kayeli, Pulau Buru
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Sebuah gua pinggir laut di Pulau Damar, Maluku
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Istana air Taman Sari, Yogyakarta
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Teluk Tomini dilihat dari Poso, Sulawesi Tengah
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Teluk Tomini dilihat dari Pagimana, Sulawesi Tengah
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Seorang pria duduk di tepi laut
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: tidak ada keterangan
Tempat: Maluku (Pulau Buru, Pulau Damar), Sulawesi Tengah (Pagimana, Poso), Yogyakarta
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Kamis, 24 Agustus 2023

Dari koleksi studio foto Onnes Kurkdjian tentang Jawa (2): Magelang dan Yogyakarta

Gerbang istana air Taman Sari, Yogyakarta
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1912: Candi Mendut, Magelang
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Edisi tanpa judul dari foto di atas
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1912: Reruntuhan Candi Prambanan
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1915: Alun-alun Lor, Yogyakarta
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: a.l. 1912, 1915
Tempat: Magelang, Yogyakarta
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: studio foto Onnes Kurkdjian, Surabaya
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan: Foto #2 dan #3 pernah dimuat sebelumnya di posting ini.

Jumat, 18 Agustus 2023

Foto-foto pemandangan di Jawa hasil jepretan George Lewis (3)

Istana air Taman Sari di Yogyakarta
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Kawasan Puncak di sekitar Sindanglaya
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Kawasan Cibodas dengan latar belakang Gunung Pangrango, Bogor
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Salah satu sudut Kebun Raya Bogor
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: ?
Tempat: Bogor, Yogyakarta
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: George Lewis (1875-1939)
Sumber / Hak cipta: Studio foto Onnes Kurkdjian Surabaya | National Gallery of Australia
Catatan: Edisi lain dari foto nomor 2 pernah dimuat di posting ini.

Selasa, 11 Juli 2023

Aneka foto dari zaman Belanda karya para juru foto yang belum teridentifikasi (15)

Kemungkinan akhir 1940-an: Para tentara Belanda belia di sebuah upacara
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Alun-alun Lor, Yogyakarta
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Salah satu sudut Taman Sari, Yogyakarta
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Para gadis Indonesia Timur menenun
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Sebuah rumah berdinding bambu dan beratap rumbia di sebuah desa
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: ?
Tempat: a.l. Yogyakarta
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Senin, 30 Januari 2023

Kumpulan foto hasil jepretan Kassian Céphas: Peninggalan purbakala Jawa (4)

Dunia fotografi Indonesia tidak akan lepas dari nama Kassian Céphas. Orang Yogya ini merupakan warga pribumi Hindia-Belanda pertama yang menggeluti dunia fotografi secara profesional; dan umumnya autodidak. Karya-karyanya telah berjasa memperlihatkan kepada generasi setelahnya bagaimana wajah budaya Jawa pada masanya. Tak ketinggalan pula foto-fotonya tentang situs-situs purbakala di bagian tengah Jawa saat itu.

Beberapa karyanya telah tersebar di blog ini. Kali ini blog ini mencoba mengumpulkan foto-foto lainnya dalam beberapa seri. Sebagian di antaranya pernah dimuat sebelum ini, dan akan merupakan pengulangan.


Salah satu sudut Candi Borobudur, Magelang
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1884: Istana air Taman Sari, Yogyakarta
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1884: Gerbang istana air Taman Sari
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Kumpulan patung dan relief di kediaman Residen Yogyakarta
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Edisi lain dari foto nomor 2
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)

Waktu: akhir abad ke-19 (a.l. 1884)
Tempat: Magelang, Yogyakarta
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Kassian Céphas
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia / Universiteit Leiden
Catatan:

Minggu, 23 Mei 2021

Aneka wajah Nusantara dari album foto keluaran Toeristenbond voor Nederland terbitan 1911: 25-30

PENGANTAR

Di rangkaian posting sebelumnya blog ini menampilkan foto-foto dari album keluaran penerbit Kleynenberg & Co. dari tahun 1912-1914. Album yang berisi 150 foto ini menyajikan wajah-wajah Nusantara dari berbagai pelosok. Sebelumnya, di tahun 1911, Toeristenbond voor Nederland juga mengeluarkan album yang mirip. Album keluaran jawatan pariwisata Belanda ini berisi 100 foto yang juga menampilkan berbagai wajah Nusantara.

Isi album ini didominasi oleh foto karya Jean Demmeni, seorang fotografer campuran Perancis-Madura yang lahir di Padang Panjang dan banyak aktif di wilayah Minangkabau. Tidak mengherankan apabila hampir setengah dari album ini berisi foto dari wilayah Sumatera Barat.

Berbeda dengan album foto Kleynenberg yang mencakup banyak wilayah, album Toeristenbond ini masih membatasi tambahan liputan ke Jawa dan sedikit Sumatera Utara, di samping Sumatera Barat. Meski demikian, album ini tetap menarik karena mengindikasikan aspek warga Nusantara yang, paling tidak menurut khalayak Belanda saat itu, menarik untuk dicermati dari sudut pandang pariwisata.

Blog ini akan menampilkan ke-100 foto ini berurut sesuai nomornya. Foto-foto yang pernah dimuat sebelumnya, dalam konteks lain, akan diberi catatan.


25. Air terjun Curug Cibeureum, Sukabumi
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
26. Candi Pawon, Magelang
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
27. Taman Sari, Yogyakarta
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
28. Masjid Gedhe Kauman, Yogyakarta
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
29. Bagian dalam Keraton Yogyakarta
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
30. Bocah-bocah Garut bermain angklung
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)

Waktu: album foto terbit tahun 1911, foto-fotonya tentunya dibuat sebelum itu
Tempat (d.a.k.b.): Sukabumi, Magelang, Yogyakarta (3x), Garut
Tokoh:
Peristiwa:
Juru foto/gambar: Jean Demmeni
Sumber / Hak cipta: Universiteit Leiden
Catatan: Edisi lain dari foto no. 28 pernah dimuat sebelumnya di posting ini.

Rabu, 02 Oktober 2019

Dari album foto Mayor H.A.L. Wichers: Yogyakarta di sekitar Kali Code 1895/1896

PENGANTAR

H.A.L. Wichers adalah seorang perwira KNIL di penghujung abad ke-19 yang sempat terlibat Perang Aceh dengan pangkat mayor. Dia meninggalkan album foto yang menampilkan tempat, manusia, dan suasana di beberapa tempat di tanah air saat itu. Berikut beberapa foto di antaranya.

1895: Taman Sari
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
1896: Alun-alun Utara Yogyakarta
(klik untuk memperbesar | © Kassian Céphas / Universiteit Leiden)
1896: Kali Code di antara Stasiun Lempuyangan dan Stasiun Yogyakarta
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
1896: Warga Yogyakarta di Kali Code
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
1896: Bantaran Kali Code
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
1896: Bocah-bocah Jogja di bawah jembatan rel kereta api di atas Kali Code
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Waktu: 1895/1896
Tempat: Yogyakarta
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Kassian Céphas (foto kedua)
Sumber / Hak cipta: Universiteit Leiden
Catatan:

Selasa, 04 Juli 2017

Jepretan K.T. Satake: Taman Sari Yogyakarta di sekitar 1930

(klik untuk memperbesar | © KITLV)
(klik untuk memperbesar | © KITLV)

Waktu: sekitar 1930
Tempat: Yogyakarta
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: K.T. Satake
Sumber / Hak cipta: Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde
Catatan: K.T. Satake adalah fotografer Jepang yang berkeliling di Hindia-Belanda di tahun 1930-an dan mempublikasikan foto-fotonya di album berjudul Sumatra Java Bali yang dikeluarkan di tahun 1935.