Tampilkan postingan dengan label Linggarjati. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Linggarjati. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 13 November 2021

Penandatangan hasil perundingan Linggarjati, 1946 (tambahan foto 2)

Amir Syarifudin, Mohammad Roem, F. de Boer (?), Sutan Sjahrir, Willem Schermerhorn, Van Mook, Max van Poll
(klik untuk memperbesar | © AVS)
Adnan Kapau Gani dan Susanto
(klik untuk memperbesar | © AVS)

Waktu: 15 November 1946
Tempat: Linggarjati (Kuningan)
Tokoh:
  • Adnan Kapau Gani (kelak Wakil Perdana Menteri)
  • Hubertus Johannes van Mook (Letnan Gubernur Jenderal Hindia-Belanda)
  • Mohammad Roem (Menteri Dalam Negeri)
  • Amir Syarifuddin Harahap (Menteri Pertahanan)
  • Willem Schermerhorn (politisi mantan Perdana Menteri Belanda)
  • Maximus Josephus Maria van Poll (politisi)
  • Sutan Sjahrir (Perdana Menteri RI)
  • F. de Boer (politisi liberal Belanda)
  • Susanto
Peristiwa: penandatangan hasil perundingan Linggarjati
Juru foto/gambar:
Sumber / Hak cipta: Atlas Van Stolk
Catatan:

Kamis, 11 November 2021

Penandatangan hasil perundingan Linggarjati, 1946 (tambahan foto 1)

Mohammad Roem dan Willem Schermerhorn
(klik untuk memperbesar | © AVS)
Sutan Sjahriri dan Willem Schermerhorn
(klik untuk memperbesar | © AVS)

Waktu: 15 November 1946
Tempat: Linggarjati (Kuningan)
Tokoh: Mohammad Roem (Menteri Dalam Negeri); Sutan Sjahrir (Perdana Menteri); Willem Schermerhorn (politikus mantan Perdana Menteri Belanda)
Peristiwa: penandatangan hasil perundingan Linggarjati
Juru foto/gambar:
Sumber / Hak cipta: Atlas Van Stolk
Catatan:

Selasa, 09 November 2021

Para politisi Indonesia dan Belanda di perundingan Linggarjati, 1946

(klik untuk memperbesar | © AVS)

Dari kiri ke kanan:
  • Johannes Leimena (kelak Menteri Kesehatan)
  • Adnan Kapau Gani (kelak Wakil Perdana Menteri)
  • Hubertus Johannes van Mook (Letnan Gubernur Jenderal Hindia-Belanda)
  • Mohammad Roem (Menteri Dalam Negeri)
  • Amir Syarifuddin Harahap (Menteri Pertahanan)
  • Willem Schermerhorn (politisi mantan Perdana Menteri Belanda)
  • Maximus Josephus Maria van Poll (politisi)
  • Sutan Sjahrir (Perdana Menteri RI)
  • F. de Boer (politisi liberal Belanda)
  • Sudarsono (Menteri Sosial)
  • Ali Budiarjo (sekretaris delegasi Indonesia)
Waktu: 11/12 November 1946
Tempat: Linggarjati (Kuningan)
Tokoh: l.d.a.
Peristiwa:
Juru foto/gambar:
Sumber / Hak cipta: Atlas Van Stolk
Catatan:

Jumat, 17 September 2021

Dari sebuah album foto tentang Cirebon dan sekitarnya (3)

PENGANTAR

Foto-foto tentang Cirebon berikut ini berasal dari sebuah album yang berada di khazanah National Gallery of Australia yang diperoleh dari koleksi Leo Haks. Tidak ada keterangan tentang tahun pembuatannya. Tetapi jika melihat dua hal, pertama sudah berdirinya Pabrik Gula Sindanglaut, dan kedua model pakaian warga Belanda yang bekerja di kantor karesidenan, bisa diperkirakan bahwa album foto ini berasal dari awal abad ke-20.

(klik untuk memperbesar | © NGA)

Kediaman residen di Tangkil
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Jalan menuju laut di Tangkil
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Tempat peristirahatan Linggarjati, Kuningan
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Telaga di Linggarjati
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Gedung Sociƫteit Phoenix di Tjangkolweg (sekarang Jalan Yos Sudarso)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Kawasan Cangkol tempat Sociƫteit Phoenix berada
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: kemungkinan awal abad ke-20
Tempat: Cirebon, Linggarjati (Kuningan)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Jumat, 19 Januari 2018

Pasukan Belanda menangkap, mengintoregasi, dan menahan warga Indonesia di Linggarjati, September 1947

(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Waktu: September 1947
Tempat: Linggarjati
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: H. Wakker
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan:

Selasa, 31 Oktober 2017

Aksi Polisionil 1: Propaganda Belanda di berbagai daerah, 1947

Karawang, 23 Juli 1947
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Padang
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Linggarjati, September 1947: Militer Belanda (yang kiri tanpa baju) berbicara kepada para pejuang yang tertangkap
(klik untuk memperbesar | © H. Wakker / gahetna)
Bandung, Juli 1947
(klik untuk memperbesar | © Hugo WIlmar / spaarnestad)

Waktu: 1947
Tempat: Bandung, Karawang, Linggarjati, Padang
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: H. Wakker (foto ketiga), Hugo Wilmar (foto keempat)
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan:

Selasa, 11 Juli 2017

Tindakan bumi hangus pejuang kemerdekaan (10): pabrik tekstil di Linggarjati

(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)

Waktu: Juli 1947
Tempat: Linggarjati
Tokoh:
Peristiwa: Reruntuhan dan puing-puing hasil aksi bumi hangus yang dilakukan pejuang kemerdekaan ketika Belanda menjalankan Aksi Polisionil 1 agar aset penting tidak jatuh ke tangan Belanda.
Fotografer: van Kalken
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan:

Selasa, 09 September 2014

Hatta, Lord Killearn, dan Prof. Schemerhorn di Linggarjati, 1946

© gahetna
Waktu: 15 November 1946
Tempat: Linggarjati
Tokoh: Muhammad Hatta (Wakil Presiden RI), Lord Killearn (Miles Wedderburn Lampson, diplomat Inggris; di sebelah kanan Hatta), Willem Schermerhorn (anggota parlemen Belanda; di sebelah kanan Lord Killearn)
Peristiwa: Hatta, Lord Killeran, dan Prof. Schemerhorn dalam acara makan di sela-sela perundingan Linggarjati.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan:

Rabu, 11 Juni 2014

Perusakan harta benda warga Tionghoa semasa perang kemerdekaan 4 - Jawa Barat

Pengantar: Pemberian nama "John Lie" kepada salah satu kapal perang TNI Angkatan Laut, mengingatkan kembali akan sumbangsih warga Tionghoa semasa perang kemerdekaan. Mudah-mudahan langkah ini bisa memulai diskusi terbuka dan tanpa prasangka tentang situasi yang dihadapi warga Tionghoa semasa perang kemerdekaan.

Harus diakui tema ini cenderung tidak dibicarakan orang, barangkali karena masalahnya dianggap sensitif. Tetapi menutup-nutupi bukanlah solusi yang bijak, paling tidak untuk jangka panjang, karena a.l. hanya akan menyuburkan gosip, praduga, generalisasi, kabar burung, dan kecurigaan. Hanya dengan keterbukaan kita bisa melihat sejarah dengan jernih dan mengambil pelajaran berharga darinya.

Sejak era reformasi sudah terlihat banyak kemajuan di dalam hal yang menyangkut warga Tionghoa. Barangkali ini saatnya untuk menggali kembali apa yang dialami bangsa ini ketika republiknya baru berusia sangat muda.

Gambar-gambar berikut memperlihatkan kerusakan yang dialami warga Tionghoa di berbagai tempat akibat tindakan para pejuang kemerdekaan. Kita serahkan kepada para pakar sejarah untuk melihat duduk permasalahannya. Mudah-mudahan gambar-gambar ini bisa berkontribusi di dalamnya.

Linggarjati (© gahetna)
Bandung, April 1946 (© gahetna)
Sumedang, 25 Juli 1947 (© gahetna)
Cikampek, Juli 1947 (© gahetna)
Cirebon, November 1947 (© gahetna)
Waktu: di antara 1946-1949
Tempat: l.d.a.
Tokoh:
Peristiwa: Perusakan pemukiman warga Tionghoa di beberapa tempat di Jawa Barat oleh para pejuang kemerdekaan semasa perang kemerdekaan melawan Belanda.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan: klik foto untuk memperbesar.


Sabtu, 03 Mei 2014

Bung Hatta memeriksa pasukan kehormatan RI di Linggarjati, 1946

(klik untuk memperbesar)
Waktu: 17 November 1946
Tempat: Linggarjati, Kuningan
Tokoh: Muhammad Hatta (Wakil Presiden RI)
Peristiwa: Bung Hatta memeriksa pasukan kehormatan dari republik yang masih muda.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Nationaal Archief