Tampilkan postingan dengan label Mentawai. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mentawai. Tampilkan semua postingan

Senin, 28 Februari 2022

Wajah flora dan manusia Nusantara di publikasi Koloniaal Museum Haarlem, 1895-1901 (1)

PENGANTAR

Foto-foto berikut berasal dari publikasi yang dikeluarkan oleh Koloniaal Museum Haarlem, Belanda, dari tahun 1895 hingga 1901. Rangkaian publikasi ini umumnya menampilkan budaya manusia sehari-hari, dunia flora, serta budi daya manusia atas dunia botanika ini.

(klik untuk memperbesar)

Beberapa foto muncul di lebih dari satu publikasi; blog ini tetap akan menampilkan dublet seperti ini.


Warga Mentawai
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Jawa (?): Penjual minuman keliling dan pelanggannya
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Jawa (?): Sekelompok pesakitan
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Jawa (?): Tukang cukur pinggir pohon
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Jakarta (?): Penyiram jalan
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Jawa: Sekelompok wanita menumbuk gabah
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: sekitar 1896
Tempat: Mentawai, Jawa
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Christiaan Nieuwenhuis (foto pertama) | H. Kleinmann & Co. (foto lainnya)
Sumber / Hak cipta: Koloniaal Museum Haarlem / National Gallery of Australia
Catatan:

Rabu, 21 April 2021

Aneka wajah Nusantara dari album foto keluaran Kleynenberg & Co terbitan 1912-1914 (27)

PENGANTAR

Di sekitar tahun 1912-1914 penerbit Kleynenberg & Co. mengeluarkan album berisi 170 foto tentang jajahan Belanda. 150 di antaranya berasal dari Hindia-Belanda, sisanya dari Suriname. Kebanyakan foto-fotonya kemungkinan dibuat di awal abad ke-20, beberapa di antaranya berasal dari fotografer terkenal seperti Jean Demmeni (fotografer kelahiran Padang Panjang, campuran Perancis dan Madura), Christiaan Nieuwenhuis (mantan KNIL yang beralih jadi fotografer, menetap dan meninggal di Padang), Carl Kleingrothe (orang Jerman yang menjadi fotografer di Medan), atau Cassian Kephas (fotografer lokal yang autodidak), dsb.

Album ini menjadi menarik karena merupakan kompilasi keanekaragaman wajah Nusantara saat itu: dari pantai hingga ke pegunungan, dari Aceh hingga ke Papau, dari warga Dayak hingga ke warga Timor, dari perkebunan hingga ke industri tambang. Tak ketinggalan pula aneka macam bangunan mulai dari gua yang masih jadi tempat tinggal hingga ke rumah besar dan keraton. Dari candi, gereja, mesjid, hingga ke pura. Juga dari nelayan, petani, hingga ke penyepuh emas; serta dari bermain kartu, menenun kain hingga ke pacuan kuda.

Tentu tak mungkin semuanya terangkum hanya dalam beberapa foto; tetapi album ini berhasil menunjukkan satu sisi dari keanekaragaman ini.

Blog ini akan menampilkan 150 foto ini; beberapa di antaranya, terutama foto yang populer, pernah ditampilkan sebelumnya secara sendiri-sendiri. 42 foto pertama akan berasal dari yang tersedia di arsip Atlas Van Stolk, ini dipilih karena umumnya sudah menguning sehingga kental kesan kunonya; sisanya dari koleksi Universitas Leiden.


134. Sekolah misi Kristen di Mojowarno, Jawa Timur
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
136. Transportasi tembakau dengan menggunakan pedati dan perahu, Sumatera Utara
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
137. Konvoi logistik bahan makanan dari Indrapuri semasa Perang Aceh
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
138. Pedati kerbau di Jawa
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
139. Dua pria Belanda menaiki perahu bersama warga Pulau Siberut
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
140. Perahu-perahu nelayan bertambat di sekitar pelabuhan Tanjung Mas, Semarang
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)

Waktu: album foto terbit antara tahun 1912 dan 1914, kemungkinan foto-fotonya sudah lebih tua lagi
Tempat (d.a.k.b.): Mojowarno (Jombang), Sumatera Utara, Indrapuri (NAD), Jawa, Pulau Siberut (Mentawai), Semarang
Tokoh:
Peristiwa:
Juru foto/gambar:
Sumber / Hak cipta: Kleynenberg & Co (Haarlem) / Universiteit Leiden
Catatan: Edisi lain dari foto no. 136 pernah dimuat di posting ini, serta no. 137 di posting ini dan ini.

Selasa, 15 September 2020

Kartu pos kuno tentang beberapa tempat misi Kristen

Gereja Wolo, Grobogan
(klik untuk memperbesar | © AVS)

Gereja di Larantuka, Flores
(klik untuk memperbesar | © AVS)

Gereja dan klinik sederhana di Mentawai
(klik untuk memperbesar | © AVS)

Waktu: belum ada informasi
Tempat: Wolo (Grobogan, Jawa Tengah); Larantuka, Flores; Mentawai
Tokoh:
Peristiwa:
Juru gambar/foto:
Sumber / Hak cipta: Atlas Van Stolk
Catatan:


UPDATE 16 November 2020: Tambahan dua foto dengan tema yang sama

Antara 1915 dan 1924: Seorang misionaris di pedalaman Kalimantan
(klik untuk memperbesar | © AVS)

Antara 1925 dan 1934: Sebuah gereja di Jayapura
(klik untuk memperbesar | © AVS)

Kamis, 31 Oktober 2019

Lima sketsa berwarna lelaki Nusantara dengan perlengkapan perang atau berburu

Lelaki Amarasi, Timor
(klik untuk memperbesar | © zwiggelaarauctions)
Lelaki Dayak
(klik untuk memperbesar | © zwiggelaarauctions)
Lelaki Pulau Solor
(klik untuk memperbesar | © zwiggelaarauctions)
Lelaki Papua dari wilayah sekitar Selat Marianne
(klik untuk memperbesar | © zwiggelaarauctions)
Lelaki Mentawai (?)
(klik untuk memperbesar | © zwiggelaarauctions)
Waktu: antara 1839-1844
Tempat: Amarasi (Timor), Kalimantan, Mentawai, Papua, Pulau Solor (Nusa Tenggara Timur),
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Zwiggelaar Auctions
Catatan:

Gambar alternatif untuk dua sketsa pertama:
Lelaki Amarasi, Timor
(klik untuk memperbesar | © zwiggelaarauctions)
Lelaki Dayak
(klik untuk memperbesar | © zwiggelaarauctions)