Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 07 Agustus 2026

Dari khazanah Bartele Gallery: Lukisan kuno tentang balaikota, pasar, rumah piatu, dan rumah sakit di Ambon

(klik untuk memperbesar | @ Bartele Gallery)

Tahun terbit: ~1730
Tahun peristiwa: abad ke-18
Tempat terbit: Belanda
Tokoh:
Deskripsi: Beberapa bangunan "modern" yang didirikan Belanda di Ambon, seperti pasar (kiri atas), balaikota dengan lapangan tempat hukuman gantung (kanan atas), rumah sakit (kiri bawah), dan rumah piatu (kanan bawah).
Juru foto/gambar: François Valentijn
Sumber / Hak cipta: Bartele Gallery
Catatan: 1) Bartele Gallery adalah sebuah gerai di Hotel Indonesia Kempinksy yang menyediakan barang-barang antik terkait buku, barang cetakan, peta kuno, dsb. Gambar di atas diambil dari laman resmi galeri ini. 2) Lukisan ini tampaknya satu rangkai dengan lukisan lain di posting ini.

Selasa, 21 Juli 2026

Berbagai foto semasa Perang Kemerdekaan dari koleksi tentara Belanda bernama Bob van Dijk (10)

PENGANTAR

Bob van Dijk adalah seorang tentara Belanda dari kesatuan zeni yang diterjunkan ke Nusantara, terutama di wilayah Jawa Timur, semasa Perang Kemerdekaan. Bob tampaknya menggemari fotografi, dan kamera fotonya banyak mengabadikan suasana sejak di berangkat dari Belanda melalui berbagai tempat dan pelabuhan sebelum akhirnya tiba di Hindia-Belanda. Blog ini akan mencoba untuk memperlihatkan karya-karya Bob ini yang a.l. banyak didominasi oleh suasana sehari-hari seorang tentara Belanda ketika bertugas di Indonesia.

Bob juga banyak membuat jepretan ketika dia bertugas di lapangan. Koleksi dia juga berisi beberapa foto dari medan pertempuran yang tampaknya merupakan karya jurnalis perang profesional seperti Hugo Wilmar. Secara keseluruhan, koleksi ini lumayan menarik karena memperlihatkan suasana sehari-hari semasa Perang Kemerdekaan dari sudut pandang seorang tentara Belanda.


Desember 1946 (?): Sinterklaas ditemani Zwarte Piet berkunjung ke rumah sakit angkatan laut, …
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
… berpose bersama para suster, dua di antaranya beratribut militer, satu di antaranya (?) menjadi Zwarte Pietin, …
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
… menyalami anak-anak, …
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
… menghibur tentara (?) yang dirawat, …
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
… dan membawa tradisi natalan Belanda ke para penghuni rumah sakit
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1946
Tempat: Surabaya
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Bob J. van Dijk
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Sabtu, 11 Juli 2026

Berbagai foto semasa Perang Kemerdekaan dari koleksi tentara Belanda bernama Bob van Dijk (5)

PENGANTAR

Bob van Dijk adalah seorang tentara Belanda dari kesatuan zeni yang diterjunkan ke Nusantara, terutama di wilayah Jawa Timur, semasa Perang Kemerdekaan. Bob tampaknya menggemari fotografi, dan kamera fotonya banyak mengabadikan suasana sejak di berangkat dari Belanda melalui berbagai tempat dan pelabuhan sebelum akhirnya tiba di Hindia-Belanda. Blog ini akan mencoba untuk memperlihatkan karya-karya Bob ini yang a.l. banyak didominasi oleh suasana sehari-hari seorang tentara Belanda ketika bertugas di Indonesia.

Bob juga banyak membuat jepretan ketika dia bertugas di lapangan. Koleksi dia juga berisi beberapa foto dari medan pertempuran yang tampaknya merupakan karya jurnalis perang profesional seperti Hugo Wilmar. Secara keseluruhan, koleksi ini lumayan menarik karena memperlihatkan suasana sehari-hari semasa Perang Kemerdekaan dari sudut pandang seorang tentara Belanda.


Catatan foto menyebutkan bahwa gambar di atas dibuat ketika Bob, kemungkinan bersama kesatuannya, dikirim ke Kalimantan, dan berpose di sebuah rumah sakit tentara
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Kembali ke Surabaya: Sebuah parade di jalanan dalam ranga promosi para perwira, dengan disaksikan kerabat para tentara (?) di barisan belakang
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Bagian dari acara promosi perwira; menarik untuk dicatat adanya pos pengintai di atap barak dengan konstruksi tangga yang mengikuti alur genting
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Dua perwira angkatan laut yang tampaknya mendapat kenaikan pangkat
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Upacara kenaikan pangkat di kesatuan zeni, dengan latar belakang kendaraan dan alat berat yang menjadi bagian dari perlengkapan militer mereka
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: semasa perang kemerdekaan
Tempat: Kalimantan, Surabaya
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Bob J. van Dijk
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Minggu, 07 Juni 2026

Operasi pasukan Belanda di Bali, 1946 (1)

Pulukan (Jembrana): Pasukan Belanda menyita senjata dan amunisi yang digunakan para pejuang Bali, yang a.l. berupa mitraliur peninggalan Jepang serta granat dan mortir peninggalan Inggris
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Sebuah kesatuan Belanda mendarat di pesisir Bali setelah dikapalkan dari Jawa
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Sebuah kesatuan Belanda mendirikan pos pengawasan di pinggiran sebuah kawasan perairan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Perawatan kesehatan untuk pasukan Blanda di sebuah klinik militer
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Pempatan (Karangasem): Belanda mencoba menarik simpati warga Bali dengan mendirikan sebuah poliklinik
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: (Oktober) 1946
Tempat: Bali (a.l. Jembrana, Karangasem)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Senin, 01 Juni 2026

Pasukan Sekutu dan Belanda di Papua 1944/1945 (13)

Biak, Juli 1945: Letnan KNIL bernama Abdul Rivai menyambut kedatangan tim medis Amerika di sebuah kamp yang dijadikan "Rumah Sakit NICA"
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Juli 1945: Latihan penggunaan senapan yang diberikan kepada para prajurit yang tampaknya didatangkan Belanda dari Hindia-Barat
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Antrean makan para prajurit
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
15 Maret 1947: Seorang tentara Belanda dengan latar belakang Danau Sentani
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1945, 1947
Tempat: Papua (a.l. Biak)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Rabu, 27 Mei 2026

Dari khazanah Bartele Gallery: Lukisan kuno tentang rumah sakit (pertama?) di Jakarta

(klik untuk memperbesar | @ Bartele Gallery)

Tahun terbit: 1682
Tahun peristiwa: abad ke-17
Tempat terbit: Belanda
Tokoh:
Deskripsi: Secara harfiah gast huys berarti "penginapan"; tetapi ratusan tahun lalu kata ini diberikan kepada bangunan yang bukan hanya memberikan fasilitas menginap kepada kaum miskin, musafir, dan orang sakit, tetapi juga menyediakan makanan serta pengobatan. Beberapa rumah sakit tua di Belanda dan Falnders masih menyebut diri gasthuis sampai sekarang.
Juru foto/gambar: Johan Nieuhof
Sumber / Hak cipta: Bartele Gallery
Catatan: Bartele Gallery adalah sebuah gerai di Hotel Indonesia Kempinksy yang menyediakan barang-barang antik terkait buku, barang cetakan, peta kuno, dsb. Gambar di atas diambil dari laman resmi galeri ini.

Selasa, 06 Januari 2026

Anak-anak semasa Perang Kemerdekaan, 1947

Sebuah poliklinik beralas rumput yang dikelola Belanda dengan para pasien yang terdiri dari anak-anak lelaki tanpa baju dengan balutan dan perban di kaki
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Sebuah sekolah yang tampaknya untuk anak-anak perempuan, dengan ibu guru berkain dan tanpa alas kaki, serta pengawasan seorang suster (?) Belanda
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1947
Tempat: Jawa
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Senin, 01 Desember 2025

Propaganda semasa Perang Kemerdekaan yang menjelekkan Republik Indonesia dan memperindah Belanda (13)

Orang bilang, ketika dua kubu berkonflik maka pihak pertama yang menjadi korban adalah sang kebenaran. Kedua kubu akan berusaha mencari dukungan, baik dari dalam maupun dari luar, agar posisi dia semakin kuat dalam perseteruan. Usaha ini tidak jarang dilakukan dengan peluncuran propaganda yang tentunya membagus-baguskan diri sendiri, dan memburuk-burukkan pihak lain. Tidak jarang pula bahan propaganda ini tidak selaras dengan fakta dan kebenaran. Dan ini terjadi dari dulu hingga sekarang.

Rangkaian foto berikut akan menampilkan hal seperti ini. Semasa Perang Kemerdekaan dulu rupanya ada kalangan yang memunculkan foto-foto sebagai pembuktian bahwa Republik Indonesia itu menyengsarakan dan/atau masyarakat di Nusantara suka dengan pemerintahan Kerajaan Belanda. Kita akan coba untuk meneliti apa yang sebenarnya ditampilkan oleh foto-foto ini.


(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
  • Bahasan di awal: Kemiskinan ada dari dulu hingga sekarang, termasuk di masa penjajahan Belanda, dan kemudian dikabarkan meningkat tajam di masa pendudukan Jepang. Proklamasi kemerdekaan juga tidak menyulap kemiskinan menjadi sirna; perang kemerdekaan malah makin mempersulit pelaksanaan pengentasan kemiskinan karena prioritas para pihak berada di memenangkan konflik. Banyak foto yang menunjukkan kemiskinan semasa perang kemerdekaan: orang yang berpakaian compang-camping, berbadan kurus kering, luntang-lantung, dan warga yang senang mendapatkan makanan atau layanan kesehatan yang dibagikan pihak Belanda. Ini dimanfaatkan oleh beberapa pihak untuk menunjukkan bahwa masyarakat yang berada di bawah kekuasaan Republik Indonesia sangat menderita; dan bahwa Belanda datang untuk mengubah suasana ini ke yang jauh lebih baik.
  • Teks asli penyerta foto:Deze man heeft met levensgevaar de demarcatielijn weten te behalen. Een nederlandse arts onderzoekt de ongelukkige. Medisch onderzoek te velde (KNIL). 
  • Terjemahan:Lelaki ini mempertaruhkan nyawa untuk mencapai garis demarkasi [=melintas dari wilayah yang dikuasai Republik ke area yang dikontrol Belanda]. Seorang dokter Belanda memeriksa korban yang malang ini. Pemeriksaan medis di lapangan (KNIL).
  • Catatan: Lihat juga kumpulan foto yang menampilkan kemiskinan di masa lalu.
Waktu: 1947
Tempat: Jawa Barat
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Sabtu, 09 Agustus 2025

Kawasan sekitar Balikpapan setelah Jepang kalah perang dan Belanda kembali datang, 1945

Seorang anggota NICA memberi instruksi dalam pemindahan gelondongan kayu yang sebelumnya terendam minyak setelah pertempuran Sekutu melawan Jepang
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Seorang dokter NICA (kemungkinan Letnan Satu dr. Tan Eng Dhon) menangani luka serempet peluru yang diderita seorang pekerja asal Jawa
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Letnan Satu dr. Tan Eng Dhon (kedua dari kanan) dan Letnan Dua R.Weyhenke mengawasi para pekerja yang dikerahkan dalam proses rehabilitasi berbagai sarana setelah perang
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Proses pemindahan gelondongan kayu yang sebelumnya terendam minyak
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Pendirian kembali beberapa sarana bangunan setelah kehancuran yang ditinggalkan oleh pertempuran Sekutu melawan Jepang
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Pendirian sebuah bangunan dengan konstruksi batang pohon dan lembaran kayu
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: Agustus/September 1945
Tempat: kemungkinan sekitar Balikpapan
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan: Teks di foto cukup membingungkan karena menyebut lokasinya sebagai "Labuan Island" tetapi di wilayah Balikpapan dan dikuasai NICA. Kemungkinan ada informasi salah yang membawa ke penyebutan pulau milik Malaysia ini.

Rabu, 18 Juni 2025

Persiapan Belanda di Australia untuk merebut kembali Indonesia: Suasana sehari-hari di kamp penggemblengan (2)

Di penghujung 1944 dan awal 1945, ketika Jerman makin terdesak di Eropa, dan Jepang makin terpukul di kawasan Asia-Pasifik, Belanda makin menggiatkan usaha-usaha untuk merebut kembali Hindia-Belanda. Usaha-usaha ini terpusat di Australia, yang secara geografis dekat dengan Indonesia, dan secara politis dan militer berada bersama Belanda di pihak yang melawan negara-negara Poros. Seri berikut akan mencoba menampilkan dokumentasi foto tentang aktivitas Belanda di wilayah Australia ini.


Dua prajurit asal Suriname keturunan Jawa mempelajari sebuah peta
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Seorang penghuni kamp mengamati sebuah samurai yang tampaknya direbut dari pasukan Jepang
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Kamp Casino: Seorang prajurit asal Suriname keturunan Jawa bertugas di dapur kamp
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Kamp Casino: Pemeriksaan pakaian
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Maret 1945: Seorang perawat asal Indonesia mengobati luka di lengan seorang pilot
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Kamp St. Ives: Ramain-ramai membaca koran
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1945
Tempat: Australia
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Minggu, 22 Desember 2024

Ambon setelah Jepang kalah perang dan Belanda kembali datang, 1945 (7)

Warga Ambon berkumpul di depan gedung yang digunakan untuk mengadili pihak militer Jepang yang didakwa dengan tuduhan kejahatan perang
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Pegawai laboratorium rumah sakit, kemungkinan mentes darah atas penyakit malaria
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Dipan-dipan yang ditempatkan di luar ruangan rumah sakit
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Pelayanan kesehatan massal di rumah sakit NICA
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Sebuah dapur umum yang dikelola NICA untuk menyediakan makanan bagi masyarakat …
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
… yang menunggu di luar dapur umum untuk mendapatkan makanan yang dibagikan melalui lubang di tembok
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: November 1945
Tempat: Ambon
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Jumat, 20 Desember 2024

Ambon setelah Jepang kalah perang dan Belanda kembali datang, 1945 (6)

Empat anak kecil di rumah sakit yang dikelola NICA di Ambon
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Anak-anak lain yang mendapat perawatan kesehatan di ruangan luar
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Warga Ambon yang mendatangi rumah sakit NICA
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Tim dokter dan perawat di rumah sakit NICA (?)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Masyarakat yang memenuhi teras rumah sakit
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Masyarakat Hitulama bersama seorang aparat NICA
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: November 1945
Tempat: Ambon
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Rabu, 18 Desember 2024

Ambon setelah Jepang kalah perang dan Belanda kembali datang, 1945 (5)

Sebuah keluarga menjemur kacang (?)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Rumah di Ambon dengan dinding dari daun nipah (?)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Seorang ibu membawa 4 rantang dengan makanan yang kemungkinan dibagikan pihak NICA
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Sebuah sekolah untuk anak-anak yang dibuka oleh pihak NICA
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Ruang kelas di sekolah dengan tempat duduk seadanya
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Seorang anak kecil di rumah sakit yang dikelola NICA di Ambon
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: November 1945
Tempat: Ambon
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan: