Tampilkan postingan dengan label Bonifacius Cornelis de Jonge. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bonifacius Cornelis de Jonge. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 20 Mei 2023

Serakan foto dari berbagai fotografer (1)

Surabaya, 1895: Seorang pria Eropa berpose di depan rumah dan kendaraan kebanggaannya
(klik untuk memperbesar | ©  H. G. Rimestad / NGA)
Bandung, ~1920: Curug Dago
(klik untuk memperbesar | © G. Bley / NGA)
Magelang, ~1920: Gubernur Jenderal Bonifacius Cornelis de Jonge bersama istri dan pengiring berpose di tangga Candi Mendut
(klik untuk memperbesar | © Studio Hisgen / NGA)
Bogor, ~1920: Petani panen padi
(klik untuk memperbesar | © Tan Tjie Lan / NGA)
Tasikmalaya (?): Prosesi anak-anak sekolah bersama para gurunya (?)
(klik untuk memperbesar | © Studio King Sun & Co / NGA)

Waktu: a.l. 1895, 1920
Tempat: Surabaya, Bandung, Magelang, Bogor, Tasikmalaya (?)
Tokoh: Bonifacius Cornelis de Jonge (Gubernur Jenderal Hindia-Belanda 1931-1936)
Peristiwa:
Fotografer: H. G. Rimestad | G. Bley | Studio Hisgen | Tan Tjie Lan | Studio King Sun & Co
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Sabtu, 10 Desember 2022

Gubernur Jenderal Hindia-Belanda terakhir, Tjarda van Starkenborgh Stachouwer (dan istri): Dalam beberapa foto (1)

Tjarda dalam sebuah foto tanpa tahun
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Jakarta, 25 September 1936: Tjarda (kiri) ketika menerima jabatan gubernur jenderal dari pendahulunya, Bonifacius Cornelis de Jonge (kanan)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Surakarta, kemungkinan akhir 1930-an: Ny. Tjarda bersama Mangkunegoro VII
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Sekitar 1941: Tjarda dan istri dalam sebuah kunjungan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Sekitar 1941: Ny. Tjarda bersama dua tokoh perempuan yang belum teridentifikasi
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)


Waktu: a.l. 1936, 1941
Tempat: a.l. Istana Merdeka (Jakarta), Surakarta
Tokoh: Bonifacius Cornelis de Jonge (Gubernur Jenderal Hindia-Belanda 1931-1936); Jonkheer Alidius Warmoldus Lambertus Tjarda van Starkenborgh Stachouwer (Gubernur Jenderal Hindia-Belanda 1936-1942); Mangkunegoro VII (Pangeran Praja Mangkunegaraan)
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan: Untuk foto kedua, lihat juga posting ini.

Kamis, 07 Januari 2021

Karikatur Belanda tentang fasisme Belanda-Nazi di Hindia-Belanda serta dalangnya, 1935/1945

Hitler dengan ideologi fasismenya memiliki banyak penggemar di Eropa, termasuk di Belanda. Tokoh fasis utama Belanda adalah Anton Mussert dengan organisasinya yang bernama NSB (Nationaal-Socialistische Beweging), yang juga memiliki pengikut di Hindia-Belanda. Ketika Jerman menguasai Belanda, Mussert menjadi salah satu pucuk pimpinan Belanda pendudukan, yang ikut bertanggung jawab atas penindasan atas rakyatnya sendiri.

Menarik untuk dicatat bahwa para karikaturis Belanda terkadang mengaitkan Mussert dengan Hindia-Belanda, dan malah menggambarkan bahwa Mussert hanyalah boneka dari seseorang yang berada di kepulauan Nusantara. Sang dalang ini digambarkan berperawakan agak gemuk dan mengenakan topi tropis kolonial.

De Notenkraker 15 Juni 1935
(klik untuk memperbesar | © Albert Hahn jr. / AVS)

Karikatur ini berasal dari masa sebelum Perang Dunia II pecah, dan Adolf Hitler baru saja menjadi Führer dan Reichskanzler. Mussert tampak datang ke Hindia-Belanda, digambarkan dengan daun kelapa dan sinar matahari, serta berlutut di depan Gubernur Jenderal Bonifacius de Jonge. Permohonan Mussert ke De Jonge tapi agak aneh: Dia meminta kedatangannya ditolak.

De Notenkraker 9 November 1935
(klik untuk memperbesar | © Peter van Reen / AVS)

Di tahun 1935 tampaknya Mussert datang ke Hindia-Belanda, dan berkampanye untuk memperbesar barisan pengikutnya. Karikatur di atas menggambarkan bagaimana warga Belanda di Nusantara, dengan mengantongi koran Batavia Nieuwsblad dan De Indische Courant, dengan latar depan daun kelapa, menyambut Mussert dengan lemparan buah khas negera tropis: pisang

De Vlam 1 Desember 1945
(klik untuk memperbesar | © Wim van Wieringen / AVS)

Setelah Jerman Nazi kalah perang, Anton Mussert ditangkap dan diadili. Di pengadilan, Mussert digambarkan sebagai boneka dari seorang dalang yang berada di Hindia-Belanda (digambarkan dengan pohon kelapa dan rakyat Nusantara yang ditindas).

De Groene Amsterdammer 8 Desember 1945
(klik untuk memperbesar | © Leo Jordaan / AVS)

Karikatur ini memiliki judul "Siapa di belakang Mussert?". Anton Mussert digambarkan berdiri tegak memberi salam Nazi, sementara di latar belakang, seorang tokoh mengawasinya di latar belakang. Tokoh ini berada di Hindia-Belanda, dengan gunung, pohon kelapa, dan rumah panggung.

Waktu: 1935, 1945
Tempat: karikatur di atas terbit di Belanda dengan mengacu ke hal terkait fasisme Belanda dan hubungannya dengan Hindia-Belanda
Tokoh:
Peristiwa:
Juru foto/gambar: Albert Hahn jr. | Leo Jordaan | Peter van Reen | Wim van Wieringen
Sumber / Hak cipta: Atlas Van Stolk
Catatan:

Sabtu, 15 Agustus 2020

Peninggalan purbakala di Jawa dalam jepretan pelbagai juru foto

Kemungkinan besar Candi Jedong, Mojokerto
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Salah satu patung Buddha dari Borobudur
(klik untuk memperbesar | © NGA)

1860: Patung raksasa penjaga Candi Singhasari (Arca Dwarpala)
(klik untuk memperbesar | © Walter Woodbury / NGA)

1873: Patung singa di Borobudur
(klik untuk memperbesar | © Isidore van Kinsbergen / NGA)

1875: Patung Gaprang, Blitar
(klik untuk memperbesar | © Herman Salzwedel / NGA)

Antara 1900 dan 1913: Patung/relief dari Prambanan
(klik untuk memperbesar | © NGA)

1930an: Gubernur Jenderal Bonifacius Cornelis de Jonge beserta istri di Mendut
(klik untuk memperbesar | © Hisgen / NGA)

Sekitar 1930: Candi Penataran, Blitar
(klik untuk memperbesar | © K. Satake / NGA)

Waktu: 1860, 1873, 1875, 1913, 1930, 1930an
Tempat: Blitar, Magelang, Malang, Mojokerto, Yogyakarta
Tokoh: Bonifacius Cornelis de Jonge (Gubernur Jenderal Hindia-Belanda 1931-1936)
Peristiwa:
Fotografer: Herman Salzwedel, Hisgen, Isidore van Kinsbergen, K. Satake, Walter Woodbury
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Minggu, 26 Juli 2020

Beberapa foto lama dari Jawa Tengah

Tegal Arum (Tegal), sekitar 1890: Makam Amangkurat I
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Pasar di Slawi (Tegal), sekitar 1890
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Kassian Cephas di Kawah Candradimuka, Banjarnegara, sekitar tahun 1895
(klik untuk memperbesar | © Kassian Cephas / NGA)

Semarang, 1930: Pertemuan Gubernur Jenderal Andries Cornelis Dirk de Graeff (duduk kelima dari kiri) dengan para bupati sekawasan Jawa Tengah
(klik untuk memperbesar | © NGA)

11 September 1932: Kunjungan Gubernur Jenderal Bonifacius Cornelis de Jonge ke Magelang
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Limpung (Batang), 27 Oktober 1932: Foto bersama di sebuah pameran agraria
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu:  1890, 1895, 1930, 1932
Tempat:  Banjarnegara, Batang, Magelang, Semarang, Tegal
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Rabu, 24 Agustus 2016

Hamengkubuwono VII, Pakubuwono X, dan Gubernur Jenderal Bonifacius Cornelis de Jonge, 1932

(klik untuk memperbesar | © spaarnestad)
Waktu: 1932
Tempat: Semarang
Tokoh: Bonifacius Cornelis de Jonge (Gubernur Jenderal Hindia Belanda; duduk di depan tengah didampingi isterinya), Pakubuwono X (Sultan Surakarta; di sebelah de Jonge), Hamengkubuwono VII (Sultan Yogyakartal di sebelah isteri de Jonge)
Peristiwa: Pakubuwono X dan Hamengkubuwono VII di dalam sebuah konferensi dengan Bonifacius Cornelis de Jonge yang saat itu baru memulai jabatan sebagai Gubernur Jenderal Hindia Belanda.
Fotografer: A.R. Wagschal
Sumber / Hak cipta: Spaarnestad Photo
Catatan: Deskripsi foto memuat juga nama-nama pria berikut yang berdiri di belakang:
P.J. Gerke, Helsdingen, Mayor Jenderal J. Beumer, Kapten Infantri Cramwinkel, Gubernur Yogyakarta Gesseler Verschuur, Gubernur Jawa Tengah Neys

Rabu, 27 Januari 2016

Jumat, 17 Juli 2015

Serah terima terakhir jabatan Gubernur Jenderal Hindia-Belanda, 1936 (2)

(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Waktu: 25 September 1936
Tempat: Tanjung Priuk dan Istana Merdeka, Jakarta
Tokoh: Bonifacius Cornelis de Jonge (yang lebih tua; Gubernur Jenderal Hindia-Belanda 1931-1936) Jonkheer Alidius Warmoldus Lambertus Tjarda van Starkenborgh Stachouwer (Gubernur Jenderal Hindia-Belanda 1936-1942)
Peristiwa: Tjarda van Starkenborgh Stachower, beserta isteri dan dua anak perempuannya tiba di Tanjung Priuk; dilanjutkan dengan perjalanan ke Istana Gubernur-Jenderal (sekarang Istana Merdeka), di mana mereka disambut oleh Cornelis de Jonge.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan: Ketika Hindia-Belanda menyerah kepada Jepang di tahun 1942, Tjarda serta isteri dan kedua puterinya dimasukkan ke kamp tahanan perang terpisah.

Rabu, 15 Juli 2015

Serah terima terakhir jabatan Gubernur Jenderal Hindia-Belanda, 1936 (1)

(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)

Waktu: 25 September 1936
Tempat: Jakarta
Tokoh: Bonifacius Cornelis de Jonge (yang lebih tua; Gubernur Jenderal Hindia-Belanda 1931-1936) Jonkheer Alidius Warmoldus Lambertus Tjarda van Starkenborgh Stachouwer (Gubernur Jenderal Hindia-Belanda 1936-1942)
Peristiwa: Cornelis de Jonge menyambut kedatangan penggantinya sebagai gubernur jenderal, Tjarda van Starkenborgh Stachower di Istana Gubernur-Jenderal (sekarang Istana Merdeka).
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan:

Kamis, 25 Juni 2015

Bonifacius Cornelis de Jonge, Gubernur Jenderal Hindia-Belanda 1931-1936

(klik untuk memperbesar | © gahetna)

Waktu: Augustus 1936
Tempat:
Tokoh: Bonifacius Cornelis de Jonge (Gubernur Jenderal Hindia-Belanda 1931-1936)
Peristiwa: B.C. de Jonge beserta isterinya
Fotografer: Kolff & Co. G
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan:

UPDATE 5 Juli 2019
Tambahan potret Pak Gubernur Jenderal, dilukis tahun 1941:
(klik untuk memperbesar | © KITLV)