Tampilkan postingan dengan label Minangkabau. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Minangkabau. Tampilkan semua postingan

Selasa, 09 September 2025

Tayang ulang lukisan-lukisan karya Josias Rappard tentang berbagai tempat di Nusantara (1)

Blog ini pernah menampilkan rangkaian lukisan karya Josias Rappard tentang berbagai tempat di Nusantara mulai dari posting tanggal 21 Desember 2021 hingga ke posting tanggal 28 Januari 2022  dengan total 65 lukisan. Seri kali ini merupakan tayang ulang (reload) dengan total lukisan menjadi 107; karena ada tambahan 42. Ukuran lukisan di rangkaian kali ini lebih rendah, dari lebar 2048 pixel ke sekitar 2000 pixel, tetapi kualitas hasil pindainya seharusnya lebih bagus.


Reruntuhan Candi Borobudur mendapat kunjungan dari tiga orang
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Kesibukan pelayaran di Kepulauan Banda, dengan Gunung Api di sebelah kiri, serta Pulau Banda Neira dengan Benteng Belgica-nya di sebelah kanan
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Sebuah kapal bersandar di pelabuhan Makassar sementara beberapa sosok orang tampak beraktivitas di kawasan pelabuhan
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Tiga warga Minang, di antaranya menggiring pedati, terlukis dengan latar belakang Gunung Marapi
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Benteng Rotterdam di Makassar dengan beberapa pohon rimbun di latar depan, serta sebuah kuburan Belanda di lapangan depan benteng
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)

Tahun terbit: 1883
Tempat terbit: Leiden
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar: Josias Cornelis Rappard (seorang kolonel KNIL dan pelukis)
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Rabu, 25 Desember 2024

Kompilasi berwarna dari berbagai gambar dan foto yang digabungkan (3)

Di penghujung abad ke-19 ada usaha dari pihak-pihak Belanda dan pihak lain untuk memperkenalkan wajah Hindia-Belanda dengan cara yang diharapkan menarik minat banyak khalayak: Dari sekian banyak foto hitam putih, yang sebagiannya sudah pernah dimunculkan di blog ini, pihak-pihak ini mengumpulkannya, menggambar ulang dengan tangan, mewarnainya, dan menggabungkannya dengan bahan dari foto lain. Hasilnya adalah semacam kompilasi yang akan dimunculkan di seri ini.
Pengadilan desa di Jawa, pewarnaan dari foto yang pernah dimuat di posting ini
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
Wajah-wajah kaum pria di Nusantara: 1. pemuka warga Sumatera bagian utara, 2. pria Aceh, 3. warga Padang, 4. warga Minangkabau, 5. tetua warga Pasemah, 6. pria Nias dalam pakaian perang, 7. kuli angkut di kalangan warga Dayak, 8. pemuka warga Timor, 9. pria Arafura dalam pakaian perang, 10. lelaki Bali, 11. pria Papua
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
Wajah-wajah kaum wanita di Nusantara: 1. pengantin Jawa, 2. perempuan Jawa, 3. wanita Pasundan, 4. perempuan Madura, 5. warga Payakumbuh, 6. warga Minangkabau dari kawasan Gunung Merapi, 7. perempuan Payakumbuh, 8. wanita Singgalang, 9. pemuka warga Nias, 10. budak dari Batak, 11. anak perempuan dari seorang raja Batak, 12. wanita Bali, 13. perempuan Dayak
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)

Tahun terbit: akhir abad ke-19
Tempat terbit: Belanda
Tokoh:
Deskripsi:
Juru gambar:
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Kamis, 30 Mei 2024

Warga Belanda kembali ke Minangkabau setelah Jepang kalah perang, 1945/1946

Tiga warga Belanda berpose
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Jalur kereta Lembah Anai
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Dua wanita Belanda di belakang sebuah mobil
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1945/1946
Tempat: Minangkabau
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Jumat, 21 Juli 2023

Aneka foto dari zaman Belanda karya para juru foto yang belum teridentifikasi (20)

1914: Pertunjukan silat Minangkabau
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1889: Perempuan Jawa dalam pakaian tradisional dan kostum poenari di Exposition Universelle (pameran dunia) di Paris
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Pertunjukan tari dengan para penari pria dan seorang lelaki berkostum wanita, dengan penonton warga kulit putih, kemungkinan di sebuah hotel
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Seorang penari Jawa berselendang
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Sebuah relief di Candi Prambanan (?)
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: a.l. 1889, 1914
Tempat: a.l. Minangkabau, Paris, Yogyakarta
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Sabtu, 06 Mei 2023

Minangkabau di akhir abad ke-19 dalam jepretan Christiaan Benjamin Nieuwenhuis (6)

Christiaan Benjamin Nieuwenhuis adalah seorang prajurit KNIL menjelang akhir abad ke-19 yang kemudian beralih profesi menjadi juru foto. Awalnya di Batavia, Nieuwenhuis kemudian menekuni dunia fotografi ini di Padang hingga akhir hayatnya. Foto-foto berikut berasal dari sebuah koleksi atau seri yang khusus menampilkan hasil jepretan dari Minangkabau. Beberapa di antaranya sudah pernah ditampilkan di blog ini, beberapa lainnya baru kali ini. Selamat menikmati!
Air terjun di Lembah Anai
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Seorang wanita Belanda berkebaya dan payung ditemani dua warga lokal di Air Putih
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Warga Koto Gadang di bawah pohon beringin
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Mesjid di Bukittinggi
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: akhir abad ke-19 (atau sekitar 1900)
Tempat: Minangkabau
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Christiaan Benjamin Nieuwenhuis
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan: Edisi lain dari foto nomor 1 pernah dimuat di posting ini; nomor 2 di posting ini; nomor 3 di posting ini; nomor 4 di posting ini.

Kamis, 04 Mei 2023

Minangkabau di akhir abad ke-19 dalam jepretan Christiaan Benjamin Nieuwenhuis (5)

Christiaan Benjamin Nieuwenhuis adalah seorang prajurit KNIL menjelang akhir abad ke-19 yang kemudian beralih profesi menjadi juru foto. Awalnya di Batavia, Nieuwenhuis kemudian menekuni dunia fotografi ini di Padang hingga akhir hayatnya. Foto-foto berikut berasal dari sebuah koleksi atau seri yang khusus menampilkan hasil jepretan dari Minangkabau. Beberapa di antaranya sudah pernah ditampilkan di blog ini, beberapa lainnya baru kali ini. Selamat menikmati!
Salah satu sudut kota Padang
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Lembah Harau
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Lembah Anai
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Lembah Anai
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: akhir abad ke-19 (atau sekitar 1900)
Tempat: Minangkabau
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Christiaan Benjamin Nieuwenhuis
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan: Foto nomor 2 pernah dimuat di posting ini dan ini; nomor 4 di posting ini.

Selasa, 02 Mei 2023

Minangkabau di akhir abad ke-19 dalam jepretan Christiaan Benjamin Nieuwenhuis (4)

Christiaan Benjamin Nieuwenhuis adalah seorang prajurit KNIL menjelang akhir abad ke-19 yang kemudian beralih profesi menjadi juru foto. Awalnya di Batavia, Nieuwenhuis kemudian menekuni dunia fotografi ini di Padang hingga akhir hayatnya. Foto-foto berikut berasal dari sebuah koleksi atau seri yang khusus menampilkan hasil jepretan dari Minangkabau. Beberapa di antaranya sudah pernah ditampilkan di blog ini, beberapa lainnya baru kali ini. Selamat menikmati!
Masjid Jami Taluk, Bukittinggi
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Air terjun di Lembah Anai
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Salah satu pesisir di Padang
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Kemungkinan Teluk Bayur, Padang
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Danau Singkarak
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: akhir abad ke-19 (atau sekitar 1900)
Tempat: Minangkabau
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Christiaan Benjamin Nieuwenhuis
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:  Edisi lain dari foto nomor 1 pernah dimuat di posting ini.

Minggu, 30 April 2023

Minangkabau di akhir abad ke-19 dalam jepretan Christiaan Benjamin Nieuwenhuis (3)

Christiaan Benjamin Nieuwenhuis adalah seorang prajurit KNIL menjelang akhir abad ke-19 yang kemudian beralih profesi menjadi juru foto. Awalnya di Batavia, Nieuwenhuis kemudian menekuni dunia fotografi ini di Padang hingga akhir hayatnya. Foto-foto berikut berasal dari sebuah koleksi atau seri yang khusus menampilkan hasil jepretan dari Minangkabau. Beberapa di antaranya sudah pernah ditampilkan di blog ini, beberapa lainnya baru kali ini. Selamat menikmati!
Monumen Michiels di Padang yang didirikan di tahun 1855 dan kemudian dihancurkan Jepang semasa Perang Dunia II
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Sebuah delman di dekat terowongan Lembah Anai
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Jembatan besi di atas Batang Ombilin
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Salah satu sudut Ngarai Sianok
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Anak-anak dan perempuan Minang di Kinari, Solok
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: akhir abad ke-19 (atau sekitar 1900)
Tempat: Minangkabau
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Christiaan Benjamin Nieuwenhuis
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan: 

Jumat, 28 April 2023

Minangkabau di akhir abad ke-19 dalam jepretan Christiaan Benjamin Nieuwenhuis (2)

Christiaan Benjamin Nieuwenhuis adalah seorang prajurit KNIL menjelang akhir abad ke-19 yang kemudian beralih profesi menjadi juru foto. Awalnya di Batavia, Nieuwenhuis kemudian menekuni dunia fotografi ini di Padang hingga akhir hayatnya. Foto-foto berikut berasal dari sebuah koleksi atau seri yang khusus menampilkan hasil jepretan dari Minangkabau. Beberapa di antaranya sudah pernah ditampilkan di blog ini, beberapa lainnya baru kali ini. Selamat menikmati!
Delman dengan latar belakang Ngarai Sianok
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Warga Minang di Ngarai Sianok
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Danau Maninjau
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Warga Minang di Danau Maninjau
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Batang Ombilin
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: akhir abad ke-19 (atau sekitar 1900)
Tempat: Minangkabau
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Christiaan Benjamin Nieuwenhuis
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan: Edisi lain dari foto nomor 1 pernah dimuat di posting ini dan ini; nomor 2 dan 5 di posting ini.

Rabu, 26 April 2023

Minangkabau di akhir abad ke-19 dalam jepretan Christiaan Benjamin Nieuwenhuis (1)

Christiaan Benjamin Nieuwenhuis adalah seorang prajurit KNIL menjelang akhir abad ke-19 yang kemudian beralih profesi menjadi juru foto. Awalnya di Batavia, Nieuwenhuis kemudian menekuni dunia fotografi ini di Padang hingga akhir hayatnya. Foto-foto berikut berasal dari sebuah koleksi atau seri yang khusus menampilkan hasil jepretan dari Minangkabau. Beberapa di antaranya sudah pernah ditampilkan di blog ini, beberapa lainnya baru kali ini. Selamat menikmati!
Padang
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Sebuah jembatan kereta, lokomotif dengan gerbong, kemungkinan di Lembah Anai
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Teluk Bayur
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Rumah gadang dengan rangkiang di Kampugn Kapau, Bukittinggi
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Ngarai Sianok
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: akhir abad ke-19 (atau sekitar 1900)
Tempat: Minangkabau (Bukittinggi, Lembah Anai, Padang)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Christiaan Benjamin Nieuwenhuis
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Kamis, 23 Maret 2023

Kumpulan foto hasil jepretan Christiaan Benjamin Nieuwenhuis (4)

Christiaan Benjamin Nieuwenhuis adalah seorang prajurit KNIL menjelang akhir abad ke-19 yang kemudian beralih profesi menjadi juru foto. Awalnya di Batavia, Nieuwenhuis kemudian menekuni dunia fotografi ini di Padang hingga akhir hayatnya. Tidak mengherankan apabila banyak karya fotonya memiliki tema Minangkabau. Karena kedekatan geografis dari Padang, Nieuwenhuis juga menjadi fotografer yang banyak mewariskan foto tentang Aceh. Meski demikian, Nieuwenhuis membuat juga banyak foto tentang Jawa, terutama Bogor. Karya-karya dia beberapa di antaranya sudah pernah dimuat di blog ini. Kali ini kita akan mencoba mengumpulkan beberapa foto dia lainnya yang bertebaran.


Pria Minang mengunyah sirih
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Pasukan Belanda di Aceh
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Padang
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Yogyakarta
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Wanita Minang menenun
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Garut
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: akhir abad ke-19
Tempat: Aceh, Garut, Minangkabau (a.l. Padang), Yogyakarta
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Christiaan Benjamin Nieuwenhuis
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan: Foto nomor 1 pernah dimuat di posting ini; nomor 3 di posting ini.