Tampilkan postingan dengan label Lampung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lampung. Tampilkan semua postingan

Rabu, 17 September 2025

Tayang ulang lukisan-lukisan karya Josias Rappard tentang berbagai tempat di Nusantara (5)

Blog ini pernah menampilkan rangkaian lukisan karya Josias Rappard tentang berbagai tempat di Nusantara mulai dari posting tanggal 21 Desember 2021 hingga ke posting tanggal 28 Januari 2022  dengan total 65 lukisan. Seri kali ini merupakan tayang ulang (reload) dengan total lukisan menjadi 107; karena ada tambahan 42. Ukuran lukisan di rangkaian kali ini lebih rendah, dari lebar 2048 pixel ke sekitar 2000 pixel, tetapi kualitas hasil pindainya seharusnya lebih bagus.


De Uitkijk Post (sekarang Menara Syahbandar) yang merupakan salah satu tempat mendarat di kawasan Sunda Kelapa; di latar belakang tampak bagian atas dari yang sekarang menjadi Jembatan Kota Intan, yang memang hanya berjarak sekitar 200 meter dari tempat ini
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Hertogspark, gedung yang menjadi tempat tinggal Panglima KNIL dengan tukang kebun yang sedang berbincang dengan seorang perempuan di halamannya; sekarang bangunan ini menjadi Gedung Pancasila
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Mercusuar di Tanjung Belimbing, Lampung, yang dibangun di tahun 1879, dan bertahan kokoh ketika Gunung Krakatau meletus empat tahun kemudian
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Lukisan ini berjudul Verwoeste kampong (kampung yang hancur) tanpa keterangan lebih lanjut, dan memunculkan dugaan bahwa ini adalah sebuah pulau yang dulunya dihuni tetapi sebuah bencana alam (letusan gunung?) menghancurkan kawasan pemukiman di sana dan meninggalkan sebuah daratan yang terlantar
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Gunung Krakatau sebelum tenggelam akibat letusan hebat 1883; tampak laut relatif tenang dengan sebuah kapal uap berlayar di latar depan, dan sebuah kapal layar di latar belakang
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)

Tahun terbit: 1883
Tempat terbit: Leiden
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar: Josias Cornelis Rappard (seorang kolonel KNIL dan pelukis)
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Sabtu, 14 September 2024

Denah dan deskripsi tentang Teluk Kalumbayan di Lampung dari tahun 1818, dipersembahkan untuk Sir Stamford Raffles

Sketsa tentang Teluk Kalumbayan, dilihat dari Pulau Kelapa
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
Petunjuk arah untuk mencapai Teluk Kalumbayan
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
Peta Teluk Kalumbayan dengan sketsa dan petunjuk yang ditampilkan di dua gambar sebelumnya
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)

Tahun terbit: 1818
Tempat terbit: London
Tokoh:
Deskripsi: Peta atau denah ini berasal dari masa ketika Sir Stamford Raffles berada di Bengkulu. Saat itu Teluk Kalumbayan menjadi tempat persinggahan untuk kapal-kapal yang berlayar dari kawasan India/Sri Lanka menuju Selat Sunda untuk selanjutnya mengarah ke Maluku dan wilayah penghasil rempah-rempah lainnya. Peta ini dianggap perlu karena sebelumnya di tahun 1786 sebuah kapal Inggris bernama Horsburgh karam di sekitar wilayah ini akibat petunjuk navigasi yang kurang.
Juru kartografi: W.H. Hull, W.H. Johnstone, R.N. June
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Selasa, 21 Desember 2021

Aneka wajah Nusantara dalam lukisan Josias Rappard, 1888 (1)

Mercusuar di Tanjung Belimbing, Lampung
(klik untuk memperbesar | © AVS)
Sebuah pulau di Kepulauan Seribu (?)
(klik untuk memperbesar | © AVS)
Krakatau
(klik untuk memperbesar | © AVS)
De Uitkijk Post (sekarang Menara Syahbandar) di kawasan Sunda Kelapa
(klik untuk memperbesar | © AVS)

Waktu: 1888
Tempat: Jakarta, Kepuluaan Seribu, Selat Sunda
Tokoh:
Peristiwa:
Juru foto/gambar: Josias Rappard
Sumber / Hak cipta: Atlas Van Stolk
Catatan: Sebelumnya lukisan pertama diberi keterangan "Mercusura Noordwachter di Pulau Sebira, Kepulauan Seribu" yang ternyata keliru; sekarang sudah diperbaiki.

Sabtu, 17 April 2021

Aneka wajah Nusantara dari album foto keluaran Kleynenberg & Co terbitan 1912-1914 (25)

PENGANTAR

Di sekitar tahun 1912-1914 penerbit Kleynenberg & Co. mengeluarkan album berisi 170 foto tentang jajahan Belanda. 150 di antaranya berasal dari Hindia-Belanda, sisanya dari Suriname. Kebanyakan foto-fotonya kemungkinan dibuat di awal abad ke-20, beberapa di antaranya berasal dari fotografer terkenal seperti Jean Demmeni (fotografer kelahiran Padang Panjang, campuran Perancis dan Madura), Christiaan Nieuwenhuis (mantan KNIL yang beralih jadi fotografer, menetap dan meninggal di Padang), Carl Kleingrothe (orang Jerman yang menjadi fotografer di Medan), atau Cassian Kephas (fotografer lokal yang autodidak), dsb.

Album ini menjadi menarik karena merupakan kompilasi keanekaragaman wajah Nusantara saat itu: dari pantai hingga ke pegunungan, dari Aceh hingga ke Papau, dari warga Dayak hingga ke warga Timor, dari perkebunan hingga ke industri tambang. Tak ketinggalan pula aneka macam bangunan mulai dari gua yang masih jadi tempat tinggal hingga ke rumah besar dan keraton. Dari candi, gereja, mesjid, hingga ke pura. Juga dari nelayan, petani, hingga ke penyepuh emas; serta dari bermain kartu, menenun kain hingga ke pacuan kuda.

Tentu tak mungkin semuanya terangkum hanya dalam beberapa foto; tetapi album ini berhasil menunjukkan satu sisi dari keanekaragaman ini.

Blog ini akan menampilkan 150 foto ini; beberapa di antaranya, terutama foto yang populer, pernah ditampilkan sebelumnya secara sendiri-sendiri. 42 foto pertama akan berasal dari yang tersedia di arsip Atlas Van Stolk, ini dipilih karena umumnya sudah menguning sehingga kental kesan kunonya; sisanya dari koleksi Universitas Leiden.


115. Bongkar muat rotan di Sungai Musi, Palembang
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
116. Arena pacuan kuda di Bukittinggi
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
117. Pertunjukan wayang kulit pada saat sekaten di Yogyakarta
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
118. Penari topeng di Kesultanan Kutai
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
121. Pemain sandiwara Tionghoa di Surabaya
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
122. Pernikahan dua pasang warga Abung, Lampung
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)

Waktu: album foto terbit antara tahun 1912 dan 1914, kemungkinan foto-fotonya sudah lebih tua lagi
Tempat (d.a.k.b.): Palembang, Bukittinggi, Yogyakarta, Kutai, Jawa Timur, Lampung
Tokoh:
Peristiwa:
Juru foto/gambar:
Sumber / Hak cipta: Kleynenberg & Co (Haarlem) / Universiteit Leiden
Catatan: Edisi lain dari foto no. 118 pernah dimuat di posting ini.

Senin, 21 Oktober 2019

Tiga gambar warga bagian selatan Sumatera zaman dulu

Seorang pemuda Bengkulu, 1811
(klik untuk memperbesar | © zwiggelaarauctions)
Sketsa pengantin perempuan dan pria bersama pendampingnya di Palembang pedalaman, sekitar 1879
(klik untuk memperbesar | © zwiggelaarauctions)
Tiga wanita Lampung, 1925
(klik untuk memperbesar | © zwiggelaarauctions)

Waktu: 1811, 1879, 1925
Tempat: Sumatera bagian selatan
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Zwiggelaar Auctions
Catatan:

UPDATE 21 Agustus 2020:
Foto asli dari sketsa di gambar nomor 2 akan dimuat di posting tanggal 8 Oktober 2020. Informasi tentang sketsa ini juga sekarang diperbaiki.

Rabu, 07 Oktober 2015

Berburu harimau dan babi hutan di Lampung, 1939 (2)

(klik untuk memperbesar | © gahetna/spaarnestad)
(klik untuk memperbesar | © gahetna/spaarnestad)
(klik untuk memperbesar | © gahetna/spaarnestad)
Waktu: 1939
Tempat: Lampung
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Nationaal Archief / Spaarnestad Photo
Catatan:

Selasa, 06 Oktober 2015

Berburu harimau dan babi hutan di Lampung, 1939 (1)

(klik untuk memperbesar | © gahetna/spaarnestad)
(klik untuk memperbesar | © gahetna/spaarnestad)
(klik untuk memperbesar | © gahetna/spaarnestad)
(klik untuk memperbesar | © gahetna/spaarnestad)
Waktu: 1939
Tempat: Lampung
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Nationaal Archief / Spaarnestad Photo
Catatan:

Senin, 18 Mei 2015

Pembangunan jembatan Way Umpu yang menghubungkan Palembang dan Teluk Betung, 1927

(klik untuk memperbesar | © gahetna)

Waktu: 1927
Tempat: Sungai Way Umpu, Lampung
Tokoh:
Peristiwa: Pembangunan jembatan yang menghubungkan Palembang dan Teluk Betung.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan: