Tampilkan postingan dengan label Negara Indonesia Timur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Negara Indonesia Timur. Tampilkan semua postingan

Rabu, 17 November 2021

Konferensi Denpasar yang menelurkan pembentukan Negara Indonesia Timur, 1946

Van Mook dan para petinggi Belanda memimpin konferensi
(klik untuk memperbesar | © AVS)
Para delegasi a.l. dari Lombok, Maluku Selatan, Maluku Utara, Minahasa, dan Sumba
(klik untuk memperbesar | © AVS)

Waktu: Desember 1946 (antara tanggal 18 dan 24)
Tempat: Denpasar
Tokoh: Hubertus van Mook (Letnan Gubernur Jenderal Hindia-Belanda)
Peristiwa:
Juru foto/gambar:
Sumber / Hak cipta: Atlas Van Stolk
Catatan:

Rabu, 21 Oktober 2020

Foto para politisi Indonesia dari koleksi Anefo 1946-1948: Sebagian tokoh Republik Indonesia Serikat

Tengku Dzulkarnain (petinggi Negara Sumatera Timur)
(klik untuk memperbesar | Anefo / AVS)

Jumhana Wiriaatmaja (Perdana Menteri Negara Pasundan)
(klik untuk memperbesar | Anefo / AVS)

Anak Agung Gde Agung (Perdana Menteri Negara Indonesia Timur)
(klik untuk memperbesar | Anefo / AVS)

Tengku Mansyur (Wali Negara Sumatera Timur)
(klik untuk memperbesar | Anefo / AVS)


Waktu: 1948 atau sebelumnya
Tempat: ?
Tokoh: Tengku Dzulkarnain, Jumhana Wiriaatmaja, Anak Agung Gde Agung, Tengku Mansyur
Peristiwa:
Juru foto/gambar:
Sumber / Hak cipta: Atlas Van Stolk
Catatan: (1) Anak Agung dan Jumhana kemudian menerima Negara Kesatuan Republik Indonesia dan aktif sebagai diplomat di luar negeri; (2) Foto Tengku Dzulkarnain dan Tengku Mansyur pernah dimuat di posting ini dalam ukuran yang lebih kecil.

Jumat, 19 April 2019

Soekarno-Hatta menerima kunjungan delegasi Negara Indonesia Timur ke Yogyakarta, 1948

(klik untuk memperbesar | © KITLV)

Waktu: 1948
Tempat: Yogyakarta
Tokoh: Soekarno (Presiden Republik Indonesia), Muhammad Hatta (Wakil Presiden Republik Indonesia)
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde
Catatan: Di delegasi Negara Indonesia Timur, selain beberapa tokoh lokal, tampak juga seorang Belanda dan seorang rohaniawan.

Kamis, 15 Februari 2018

Kunjungan Gilberte Vincent, istri Presiden Negara Indonesia Timur, ke Pangkajene, 1947

D.ki.k.ka.: Asisten residen Makassar, Gilberte Vincent, Ketua Adat Pangkajene, dr. Sudarsono
(klik untuk memperbesar | © KITLV)
(klik untuk memperbesar | © KITLV)
Waktu: 1947
Tempat: Pangkajene
Tokoh: Gilberte Vincent (istri dari Presiden Negara Indonesia Timur, Cokorda Gde Raka Sukawati)
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde
Catatan:

Selasa, 13 Februari 2018

Kunjungan Menteri Dalam Negeri Indonesia Timur, Anak Agung Gde Agung, ke Bima, 1947

(klik untuk memperbesar | © KITLV)

Waktu: 1947
Tempat: Bima
Tokoh: Anak Agung Gde Agung (Menteri Dalam Negeri Negara Indonesia Timur; barisan tengah, keempat dari kanan), Sultan Bima (barisan tengah, ketiga dari kanan)
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde
Catatan:

Minggu, 11 Februari 2018

Kunjungan Presiden Negara Indonesia Timur, Sukawati, ke Kupang, 1947

(klik untuk memperbesar | © KITLV)

Waktu: 22 Januari 1947
Tempat:  Kupang
Tokoh: Cokorda Gde Raka Sukawati (Presiden Negara Indonesia Timur; berdiri di depan tengah), Anak Agung Gde Agung (Menteri Dalam Negeri NIT; berdiri di belakang kanan), Raja Kupang (kiri depan), Raja Amarasi (kedua  dari kiri, depan)
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde
Catatan:

Rabu, 07 Februari 2018

Pembentukan Kabinet Negara Indonesia Timur, 1947

(klik untuk memperbesar | © KITLV)
(klik untuk memperbesar | © KITLV)
Waktu: 13 Januari 1947
Tempat: Jakarta
Tokoh: Cokorda Gde Raka Sukawati (Presiden Negara Indonesia Timur), Anak Agung Gde Agung (Menteri Dalam Negeri NIT)
Peristiwa: Cokorda Gde Raka Sukawati berbicara di depan susunan kabinet Negara Indonesia Timur, yang antara lain terdiri dari Anak Agung Gde Agung (Menteri Dalam Negeri), S.J. Warouw (Menteri Kesehatan), Tjia Kok Tjiang (Menteri Kehakiman), A.T.H. Bogaart (Sekretaris Departemen Sosial), F.W. van Diffelen (Direktur Pendidikan dan Kerohanian), Kolonel C.A. Warners (Direktur Perhubungan dan Perairan), W. Hoven (Direktur Administrasi Dalam Negeri)
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde
Catatan:

Jumat, 16 Desember 2016

Johannes Latuharhary dan Anak Agung Gde Agung di acara pengakuan Negara Indonesia Timur oleh Republik Indonesia

(klik untuk memperbesar | © spaarnestad)
Waktu: 17 Januari 1948 (?)
Tempat: Jakarta
Tokoh: Johannes Latuharhary (pejuang perintis kemerdekaan Indonesia; kiri tengah), Ida Anak Agung Gde Agung (Wali Negara Indonesia Timur; kanan tengah)
Peristiwa: Johannes Latuharhary mewakili pemerintah Republik Indonesia, memberikan pengakuan atas Negara Indonesia Timur yang diterima oleh Anak Agung Gde Agung.
Fotografer: Aneta
Sumber / Hak cipta: ANP / Spaarnestad Photo
Catatan:

Jumat, 08 Agustus 2014

Republik Indonesia Serikat (9) - Negara Indonesia Timur

Pengantar: Sejarah Indonesia tentang masa tahun 1949-1950 akan menyebut kata RIS alias Republik Indonesia Serikat. Tetapi kita tidak banyak menemukan bahasan tentang hal itu. Boleh jadi karena negeri-negeri federasi ini dianggap negara boneka buatan Belanda, dan tokoh-tokohnya dipandang sebagai kaki tangan Belanda di dalam usaha mereka mempertahankan kendali mereka atas Indonesia.

Seri posting kali ini akan menampilkan beberapa foto yang berkenaan dengan RIS ini. Mudah-mudahan ini bisa berkontribusi di dalam menggali bagian sejarah Indonesia yang tampak terlantarkan ini.


Negara Indonesia Timur - Sukawati di Bali 

Sukawati beserta isteri di salah satu pertemuan di Bali ((c) gahetna)
Sukawati beserta isteri di bertemu muka dengan masyarakat Bali ((c) gahetna)

Waktu: sekitar 1947-1949
Tempat: Bali
Tokoh: Cokorda Gde Raka Sukawati (Presiden Negara Indonesia Timur)
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal
Catatan:

Kamis, 07 Agustus 2014

Republik Indonesia Serikat (8) - Negara Indonesia Timur

Pengantar: Sejarah Indonesia tentang masa tahun 1949-1950 akan menyebut kata RIS alias Republik Indonesia Serikat. Tetapi kita tidak banyak menemukan bahasan tentang hal itu. Boleh jadi karena negeri-negeri federasi ini dianggap negara boneka buatan Belanda, dan tokoh-tokohnya dipandang sebagai kaki tangan Belanda di dalam usaha mereka mempertahankan kendali mereka atas Indonesia.

Seri posting kali ini akan menampilkan beberapa foto yang berkenaan dengan RIS ini. Mudah-mudahan ini bisa berkontribusi di dalam menggali bagian sejarah Indonesia yang tampak terlantarkan ini.



Negara Indonesia Timur - Kunjungan Sukawati ke Sulawesi Selatan

Gedung Parlemen Negara Indonesia Timur di Makassar ((c) gahetna)
Sukawati di Sulawesi Selatan, 17 Mei 1947 ((c) gahetna)
Sukawati di Sulawesi Selatan, 17 Mei 1947 ((c) gahetna)
Sukawati di Sulawesi Selatan, 30 April 1947 ((c) gahetna)
Sukawati meninjau PLTA Sadang, Pare-pare ((c) gahetna)
Sukawati bersama isteri meninjau PLTA Sadang, Pare-pare ((c) gahetna)
Sukawati dan kesatuan tentara Belanda di Makassar, 28 Januari 1948 ((c) gahetna)
Sukawati di Pare-pare ((c) gahetna)

Waktu: 1947, 1948
Tempat: Pare-pare, Makassar
Tokoh: Cokorda Gde Raka Sukawati (Presiden Negara Indonesia Timur)
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal
Catatan: Isteri Sukawati berasal dari Perancis.