Tampilkan postingan dengan label stereoskopi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label stereoskopi. Tampilkan semua postingan

Senin, 30 Oktober 2023

Hindia-Belanda dalam foto stereoskopi (15)

PENGANTAR
Di akhir abad ke-19 foto stereoskop cukup populer untuk melihat foto dengan kesan tiga dimensi. Teknik yang digunakan saat itu adalah dengan membuat dua foto dengan sudut pengambilan yang sedikit berbeda. Kemudian kedua foto ini disandingkan, dan dilihat dengan menggunakan alat bersekat yang memisahkan pandangan mata kiri dan kanan. Gambar di kiri memperlihatkan contoh alat ini.

Wilayah Hindia-Belanda pun tak luput dari mode fotografi ini. Seri berikut akan menampilkan beberapa motif foto dari Hindia-Belanda yang ada di koleksi penggemar stereoskopi.

Warga Sangir di Tagulandang
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Gerbang Amsterdam di Jakarta
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Bocah-bocah Papua mandi di laut
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Warga Sangir menangkap ikan hiu
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Desa Buli di Maba, Halmahera Timur
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Pasar di Jawa Tengah
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: tidak ada keterangan
Tempat: Halmahera, Jakarta, Jawa Tengah, Papua, Sulawesi Utara
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Sabtu, 28 Oktober 2023

Hindia-Belanda dalam foto stereoskopi (14)

PENGANTAR
Di akhir abad ke-19 foto stereoskop cukup populer untuk melihat foto dengan kesan tiga dimensi. Teknik yang digunakan saat itu adalah dengan membuat dua foto dengan sudut pengambilan yang sedikit berbeda. Kemudian kedua foto ini disandingkan, dan dilihat dengan menggunakan alat bersekat yang memisahkan pandangan mata kiri dan kanan. Gambar di kiri memperlihatkan contoh alat ini.

Wilayah Hindia-Belanda pun tak luput dari mode fotografi ini. Seri berikut akan menampilkan beberapa motif foto dari Hindia-Belanda yang ada di koleksi penggemar stereoskopi.

Perumahan warga Papua
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Warga Kristiani di Papua
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Gunung Api Banda, Maluku
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Pulau Wakde, Papua
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Pelabuhan Balikpapan
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Kapal uap di Sungai Barito
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: tidak ada keterangan
Tempat: Banda, Kalimantan (Balikpapan, Sungai Barito), Papua (a.l. Pulau Wakde)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Kamis, 26 Oktober 2023

Hindia-Belanda dalam foto stereoskopi (13)

PENGANTAR
Di akhir abad ke-19 foto stereoskop cukup populer untuk melihat foto dengan kesan tiga dimensi. Teknik yang digunakan saat itu adalah dengan membuat dua foto dengan sudut pengambilan yang sedikit berbeda. Kemudian kedua foto ini disandingkan, dan dilihat dengan menggunakan alat bersekat yang memisahkan pandangan mata kiri dan kanan. Gambar di kiri memperlihatkan contoh alat ini.

Wilayah Hindia-Belanda pun tak luput dari mode fotografi ini. Seri berikut akan menampilkan beberapa motif foto dari Hindia-Belanda yang ada di koleksi penggemar stereoskopi.

Dua pria Belanda di Kayeli, Pulau Buru
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Sebuah gua pinggir laut di Pulau Damar, Maluku
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Istana air Taman Sari, Yogyakarta
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Teluk Tomini dilihat dari Poso, Sulawesi Tengah
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Teluk Tomini dilihat dari Pagimana, Sulawesi Tengah
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Seorang pria duduk di tepi laut
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: tidak ada keterangan
Tempat: Maluku (Pulau Buru, Pulau Damar), Sulawesi Tengah (Pagimana, Poso), Yogyakarta
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Selasa, 24 Oktober 2023

Hindia-Belanda dalam foto stereoskopi (12)

PENGANTAR
Di akhir abad ke-19 foto stereoskop cukup populer untuk melihat foto dengan kesan tiga dimensi. Teknik yang digunakan saat itu adalah dengan membuat dua foto dengan sudut pengambilan yang sedikit berbeda. Kemudian kedua foto ini disandingkan, dan dilihat dengan menggunakan alat bersekat yang memisahkan pandangan mata kiri dan kanan. Gambar di kiri memperlihatkan contoh alat ini.

Wilayah Hindia-Belanda pun tak luput dari mode fotografi ini. Seri berikut akan menampilkan beberapa motif foto dari Hindia-Belanda yang ada di koleksi penggemar stereoskopi.

Para pegawai dapur Hotel Joling atau Hotel Schwartz di Palembang (sekarang kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Para pelayan Hotel Joling atau Hotel Schwartz di Palembang
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Membajak lahan di Pujun, Kapuas Tengah
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1923: Para pekerja yang dipaksa membangun jembatan di Rambang Idup (?)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Perkampungan di Pulau Pinang (Lahat atau Tapin?)
(klik untuk memperbesar | © W. van Wessem / NGA)

Waktu: a.l. 1923
Tempat: a.l. Kapuas Tengah, Palembang
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: a.l. W. van Wessem
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Minggu, 22 Oktober 2023

Hindia-Belanda dalam foto stereoskopi (11)

PENGANTAR
Di akhir abad ke-19 foto stereoskop cukup populer untuk melihat foto dengan kesan tiga dimensi. Teknik yang digunakan saat itu adalah dengan membuat dua foto dengan sudut pengambilan yang sedikit berbeda. Kemudian kedua foto ini disandingkan, dan dilihat dengan menggunakan alat bersekat yang memisahkan pandangan mata kiri dan kanan. Gambar di kiri memperlihatkan contoh alat ini.

Wilayah Hindia-Belanda pun tak luput dari mode fotografi ini. Seri berikut akan menampilkan beberapa motif foto dari Hindia-Belanda yang ada di koleksi penggemar stereoskopi.

Warga Kisam di Pulau Beringin, Ogan Komering Ulu Selatan
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Kemungkinan sebuah pasar
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Kampung nelayan Sungsang, Banyuasin
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Pujun, Kapuas Tengah
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Hotel Joling atau Hotel Schwartz di Palembang (sekarang kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia)
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: tidak ada keterangan
Tempat: Sumatera Selatan (a.l. Banyuasin, Ogan Komering Ulu Selatan, Palembang), Kalimantan Tengah
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Jumat, 20 Oktober 2023

Hindia-Belanda dalam foto stereoskopi (10)

PENGANTAR
Di akhir abad ke-19 foto stereoskop cukup populer untuk melihat foto dengan kesan tiga dimensi. Teknik yang digunakan saat itu adalah dengan membuat dua foto dengan sudut pengambilan yang sedikit berbeda. Kemudian kedua foto ini disandingkan, dan dilihat dengan menggunakan alat bersekat yang memisahkan pandangan mata kiri dan kanan. Gambar di kiri memperlihatkan contoh alat ini.

Wilayah Hindia-Belanda pun tak luput dari mode fotografi ini. Seri berikut akan menampilkan beberapa motif foto dari Hindia-Belanda yang ada di koleksi penggemar stereoskopi.

Seorang pria Belanda bersama anjingnya di perkebunan kopi (?)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Dua perempuan menyadap getah karet
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Kawanan kerbau di tegalan
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Pemandangan di sebuah kampung
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Sekelompok pria berkumpul di dekat dangau
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: tidak ada keterangan
Tempat: kemungkinan Jawa
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Rabu, 18 Oktober 2023

Hindia-Belanda dalam foto stereoskopi (9)

PENGANTAR
Di akhir abad ke-19 foto stereoskop cukup populer untuk melihat foto dengan kesan tiga dimensi. Teknik yang digunakan saat itu adalah dengan membuat dua foto dengan sudut pengambilan yang sedikit berbeda. Kemudian kedua foto ini disandingkan, dan dilihat dengan menggunakan alat bersekat yang memisahkan pandangan mata kiri dan kanan. Gambar di kiri memperlihatkan contoh alat ini.

Wilayah Hindia-Belanda pun tak luput dari mode fotografi ini. Seri berikut akan menampilkan beberapa motif foto dari Hindia-Belanda yang ada di koleksi penggemar stereoskopi.

1896 atau sebelumnya: Kaum pria berperahu di pesisir selatan Kalimantan
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1902 atau sebelumnya: Sekaten di Yogyakarta
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1902 atau sebelumnya: Pesawahan di Leles, Garut, dengan latar belakang Gunung Haruman (?)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1902 atau sebelumnya: Sekawanan sapi di Jawa
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1902 atau sebelumnya: Kebun Raya Bogor
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: 1896, 1902
Tempat: Jawa (a.l. Bogor, Garut, Yogyakarta), Kalimantan
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Sabtu, 02 Mei 2020

Hindia-Belanda dalam foto stereoskopi (8): Jakarta-Bogor-Bandung

PENGANTAR
Di akhir abad ke-19 foto stereoskop cukup populer untuk melihat foto dengan kesan tiga dimensi. Teknik yang digunakan saat itu adalah dengan membuat dua foto dengan sudut pengambilan yang sedikit berbeda. Kemudian kedua foto ini disandingkan, dan dilihat dengan menggunakan alat bersekat yang memisahkan pandangan mata kiri dan kanan. Gambar di kiri memperlihatkan contoh alat ini.

Wilayah Hindia-Belanda pun tak luput dari mode fotografi ini. Seri berikut akan menampilkan beberapa motif foto dari Hindia-Belanda yang ada di koleksi penggemar stereoskopi.

Pasar Ikan, Jakarta
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Pintu Kecil, Jakarta
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Sukasari, Bogor
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Jalan Aceh, Bandung
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Jalan Aceh, Bandung
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: sekitar awal abad ke-20
Tempat: Bandung, Bogor, Jakarta
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: W. van Wessem
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan: