Tampilkan postingan dengan label Rosihan Anwar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Rosihan Anwar. Tampilkan semua postingan

Rabu, 24 September 2025

Van Mook, Letnan Gubernur Jenderal Hindia-Belanda, dan para tamunya di tahun 1948 (1)

1 Januari 1948, resepsi awal tahun baru di Istana Gubernur Jenderal yang kelak menjadi Istana Merdeka: Istri Van Mook, Alberta Erika, menyambut kedatangan sepasang Indonesia, kemungkinan Rosihan Anwar dan istri
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
1 Januari 1948: Pasangan Van Mook menyambut kedatangan Hussein Jayadiningrat, orang Indonesia pertama yang meraih gelar doktor dan guru besar, yang datang bersama istri
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
1 Agustus 1948, resepsi perpisahan Van Mook di Istana Gubernur Jenderal: Van Mook dan istri menyambut kedatangan para tamu
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
1 Agustus 1948: Pasangan Van Mook dan istri menyambut kedatangan mantan Gubernur Jawa Timur Charles Olke van der Plas dalam resepsi perpisahan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1948
Tempat: Jakarta
Tokoh: Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Jumat, 12 Januari 2018

Konferensi Malino, 1946 (10): Rosihan Anwar dan para wartawan peliput konferensi

PENGANTAR

Konferensi Malino adalah sebuah pertemuan yang berlangsung dari tanggal 15 hingga 25 Juli 1946, diprakarsai pihak Belanda, dan dihadiri oleh 39 perwakilan dari Kalimantan dan Indonesia bagian Timur (De Groote Oost), untuk membicarakan rencana pembentukan negara-negara federal di Hindia-Belanda. Pertemuan yang dipimpin oleh Letnan Gubernur Jenderal van Mook ini tampaknya bertujuan mengukuhkan pengaruh Belanda di masa depan Indonesia, dengan membentuk wilayah-wilayah yang cenderung pro-Belanda.

Berikut beberapa foto dari peristiwa ini.


Rosihan Anwar berbicara di Konferensi Malino
(klik untuk memperbesar | © KITLV)
(klik untuk memperbesar | © KITLV)
K.F.J. Verboeket, Kepala Regeerings Voorlichtings Dienst, berbicara di acara makan malam penutup konferensi
(klik untuk memperbesar | © KITLV)

Waktu: antara 15 dan 25 Juli 1946
Tempat: Malino (Sulawesi Selatan)
Tokoh di foto kedua d.ki.k.ka.: F.J. Goedhart (Parool, Amsterdam); Sujatmoko Mangundiningrat (Het Inzicht, Jakarta); S.T. Hsieh (Central News Agency, Nanking); John de la Valette (Sydney Morning Herald); W.A. van Goudoever (Regeerings Voorlichtings Dienst / Jawatan Informasi Pemerintah, Jakarta); T. Taylor (awak kamera Regeerings Voorlichtings Dienst, Jakarta); Wim Latumeten (Het Nieuwsblad, Jakarta); Royal Arch Gunnison (N.A.N.A. & Mutual Broadcasting System, New York); A. Teunis (reporter radio Regeerings Voorlichtings Dienst, Jakarta); C.J. Hasperhoven (bagian humas (awak kamera Regeerings Voorlichtings Dienst, Jakarta)
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde
Catatan: Di foto kedua para wartawan ini sepertinya sedikit meniru lukisan karya pelukis Belanda Rembrandt, yaitu Pelajaran Anatomi Dr. Nicolaes Tulp, di mana tatapan mata para lelaki tertuju ke arah yang berbeda-beda.