Tampilkan postingan dengan label Gunung Krakatau. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gunung Krakatau. Tampilkan semua postingan

Minggu, 14 Desember 2025

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Lukisan kuno tentang Pulau Krakatau seabad sebelum letusan dahsyat menenggelamkannya (2)

(klik untuk memperbesar | @ Wellcome Collection)

Tahun terbit: 1788
Tempat terbit: London
Tokoh:
Deskripsi: Di Februari 1780, kapal HMS Resolution dan HMS Discovery singgah di Pulau Krakatau dalam perjalanan pulang ke Inggris setelah menjelajah dunia di bawah pimpinan James Cook, yang tewas di Hawaii setahun sebelumnya. Di pulau yang mereka sebut "Cocoterra/Cracatoa" ini mereka bisa mendapatkan air tawar untuk perjalanan, dan bahkan sumber air panas. John Webber, salah satu anggota penjelajahan, membuat lukisan tentang penampakan di dalam pulau ini, sesuatu yang jarang, dan kemudian malah tidak mungkin karena letusan besar Gunung Krakatau di 1883 menghancurkan sekitar 2/3 dari pulau ini dan membuatnya tidak bisa dihuni lagi.
Gambar di atas memperlihatkan seorang pria Krakatau di dekat sebuah rumah yang dikelilingi berbagai pepohonan. 
Juru foto/gambar: John Webber
Sumber / Hak cipta: Wellcome Collection
Catatan:

Jumat, 12 Desember 2025

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Lukisan kuno tentang Pulau Krakatau seabad sebelum letusan dahsyat menenggelamkannya (1)

(klik untuk memperbesar | @ Wellcome Collection)

Tahun terbit: 1788
Tempat terbit: London
Tokoh:
Deskripsi: Di Februari 1780, kapal HMS Resolution dan HMS Discovery singgah di Pulau Krakatau dalam perjalanan pulang ke Inggris setelah menjelajah dunia di bawah pimpinan James Cook, yang tewas di Hawaii setahun sebelumnya. Di pulau yang mereka sebut "Cocoterra/Cracatoa" ini mereka bisa mendapatkan air tawar untuk perjalanan, dan bahkan sumber air panas. John Webber, salah satu anggota penjelajahan, membuat lukisan tentang penampakan di dalam pulau ini, sesuatu yang jarang, dan kemudian malah tidak mungkin karena letusan besar Gunung Krakatau di 1883 menghancurkan sekitar 2/3 dari pulau ini dan membuatnya tidak bisa dihuni lagi.
Gambar di atas memperlihatkan seorang warga Krakatau (kemungkinan perempuan) duduk di antara pepohonan. 
Juru foto/gambar: John Webber
Sumber / Hak cipta: Wellcome Collection
Catatan:

Rabu, 17 September 2025

Tayang ulang lukisan-lukisan karya Josias Rappard tentang berbagai tempat di Nusantara (5)

Blog ini pernah menampilkan rangkaian lukisan karya Josias Rappard tentang berbagai tempat di Nusantara mulai dari posting tanggal 21 Desember 2021 hingga ke posting tanggal 28 Januari 2022  dengan total 65 lukisan. Seri kali ini merupakan tayang ulang (reload) dengan total lukisan menjadi 107; karena ada tambahan 42. Ukuran lukisan di rangkaian kali ini lebih rendah, dari lebar 2048 pixel ke sekitar 2000 pixel, tetapi kualitas hasil pindainya seharusnya lebih bagus.


De Uitkijk Post (sekarang Menara Syahbandar) yang merupakan salah satu tempat mendarat di kawasan Sunda Kelapa; di latar belakang tampak bagian atas dari yang sekarang menjadi Jembatan Kota Intan, yang memang hanya berjarak sekitar 200 meter dari tempat ini
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Hertogspark, gedung yang menjadi tempat tinggal Panglima KNIL dengan tukang kebun yang sedang berbincang dengan seorang perempuan di halamannya; sekarang bangunan ini menjadi Gedung Pancasila
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Mercusuar di Tanjung Belimbing, Lampung, yang dibangun di tahun 1879, dan bertahan kokoh ketika Gunung Krakatau meletus empat tahun kemudian
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Lukisan ini berjudul Verwoeste kampong (kampung yang hancur) tanpa keterangan lebih lanjut, dan memunculkan dugaan bahwa ini adalah sebuah pulau yang dulunya dihuni tetapi sebuah bencana alam (letusan gunung?) menghancurkan kawasan pemukiman di sana dan meninggalkan sebuah daratan yang terlantar
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Gunung Krakatau sebelum tenggelam akibat letusan hebat 1883; tampak laut relatif tenang dengan sebuah kapal uap berlayar di latar depan, dan sebuah kapal layar di latar belakang
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)

Tahun terbit: 1883
Tempat terbit: Leiden
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar: Josias Cornelis Rappard (seorang kolonel KNIL dan pelukis)
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Selasa, 21 Desember 2021

Aneka wajah Nusantara dalam lukisan Josias Rappard, 1888 (1)

Mercusuar di Tanjung Belimbing, Lampung
(klik untuk memperbesar | © AVS)
Sebuah pulau di Kepulauan Seribu (?)
(klik untuk memperbesar | © AVS)
Krakatau
(klik untuk memperbesar | © AVS)
De Uitkijk Post (sekarang Menara Syahbandar) di kawasan Sunda Kelapa
(klik untuk memperbesar | © AVS)

Waktu: 1888
Tempat: Jakarta, Kepuluaan Seribu, Selat Sunda
Tokoh:
Peristiwa:
Juru foto/gambar: Josias Rappard
Sumber / Hak cipta: Atlas Van Stolk
Catatan: Sebelumnya lukisan pertama diberi keterangan "Mercusura Noordwachter di Pulau Sebira, Kepulauan Seribu" yang ternyata keliru; sekarang sudah diperbaiki.

Sabtu, 25 September 2021

Foto-foto dari "Album van Java" tentang Jawa-Maluku-Sulawesi menjelang akhir abad ke-19 (3)

PENGANTAR

Walter Bentley Woodbury dan James Page adalah dua orang Inggris yang menjadi salah dua perintis dunia fotografi profesional di Hindia-Belanda. Studio foto yang mereka dirikan di Batavia menjadi teladan bagi fotografer lain untuk mendirikan hal yang sama di Padang, Semarang, Surabaya, dan kota-kota lain di Nusantara. Blog ini sudah menampilkan banyak karya keluaran dari studio ini.

(klik untuk memperbesar | © NGA)

Di sekitar tahun 1890 studio ini mengeluarkan album dengan judul Album van Java, yang sejatinya juga berisi foto-foto dari Maluku dan Sulawesi juga. Ada kemungkinan pemesan album ini memang aktif atau pernah berkunjung ke wilayah-wilayah ini. Album ini berisi 42 foto, yang 40 di antaranya akan ditampilkan di sini sesuai nomor urut; 2 lainnya tidak tersedia di koleksi yang dipublikasikan oleh National Gallery of Australia ini. Tiap foto memiliki catatan tulisan tangan sehingga memudahkan kita untuk mengidentifikasi objek foto.


12. Kawasan pelabuhan di Surabaya (1868)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
13. Sebuah mesjid di Lambaro, Aceh, yang diduduki Belanda semasa Perang Aceh
(klik untuk memperbesar | © NGA)
14. Salah satu pojok Semarang (1868)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
15. Jalur perahu ke arah muara laut di Semarang (1868)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
16. Gunung Krakatau, 3 tahun setelah letusan besar (1886)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
17. Sebuah pemandangan di Maluku (sekitar 1890)
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: 1868, 1886, 1890
Tempat (d.a.k.b.): Surabaya (2x), Semarang (2x), Selat Sunda, Maluku
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan: Foto nomor 13 awalnya disebut sebagai "Sebuah bangunan di Surabaya dengan gaya Hindu Jawa Kuno (1868)", sekarang dikoreksi berdasarkan info dari sumber foto lain.