Tampilkan postingan dengan label 1598. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 1598. Tampilkan semua postingan

Kamis, 07 November 2024

Peta kuno dari tahun 1598: Ketika Maluku merupakan pusat perhatian di kawasan Asia Timur dan Tenggara

(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)


Tahun terbit: 1598
Tempat terbit: London
Tokoh:
Deskripsi: Ketika peta ini dibuat, yurisdiksi Portugis menerapkan hukuman mati bagi yang menyebarkan informasi mengenai peta pelayaran seperti yang termuat di peta di atas ini, karena dianggap membocorkan rahasia yang bisa merusak dominasi, kejayaan, dan kekayaan yang dikuasai Portugis di perdagangan rempah-rempah saat itu. Peta yang dibuat orang Belanda Petrus Plancius, dan diterbitkan di London ini, memang banyak mengambil informasi dari dokumen Portugis, seperti yang terlihat di penamaan tempat di wilayah Barat, serta sumber Spanyol, seperti yang terlihat di penamaan tempat di timur laut. Dikabarkan bahwa pihak Belanda banyak mendapat "bocoran" ini dari Huygen van Linschoten, seorang Belanda yang menjadi juru tulis untuk Uskup Agung Portugis di Goa, India.
Peta ini sendiri dimulai dengan kata Insulae Moluccae (kepulauan Maluku) dalam huruf tebal dan besar, dan menempatkan wilayah Maluku di tengah-tengah, yang memang menunjukkan fokus utama dari dokumen ini. Akurasi dari peta ini tentunya mencerminkan pengetahuan bangsa-bangsa Eropa tentang wilayah Nusantara di akhir abad ke-16, sebagaimana didiskusikan di pembahasan beberapa peta sebelum ini.
Juru kartografi: Petrus Plancius
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Sabtu, 12 Oktober 2024

Peta kuno dari tahun 1598 yang menunjukkan rute pelayaran Cornelis de Houtman dari Amsterdam ke Nusantara

(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)

Tahun terbit: 1598
Tempat terbit: Amsterdam
Tokoh:
Deskripsi: Cornelis de Houtman baru berusia 30 tahun ketika dia memimpin rombongan kapal-kapal layar dari Amsterdam menuju wilayah Nusantara. Sebuah perjalanan yang penuh tantangan dan ketidakpastian karena tidak ada rombongan Belanda yang pernah melakukan ini sebelumnya, dan saat itu rute pelayaran dikuasai oleh bangsa Spanyol dan Portugis yang tentunya tidak akan rela melihat ada saingan baru yang akan mengganggu perdagangan rempah-rempah mereka. Peta di atas dibuat 2 tahun setelah De Houtman sukses kembali ke Belanda setelah berhasil mengadakan perjalanan pulang pergi dari Belanda ke Nusantara, meskipun dengan beberapa musibah.
Rute pergi ditunjukkan dengan lingkaran-lingkaran kecil dari Amsterdam menyusuri perairan Spanyol dan Portugal, kemudian kawasan laut di sebelah barat Afrika, melintasi Tanjung Harapan menuju Madagaskar, untuk kemudian menyeberangi Samudra Hindia. De Houtman memilih melintasi Selat Sunda, tidak menuju Selat Malaka, yang saat itu merupakan rute utama, untuk menghindari penghadangan pihak Portugis.
Rute pulang ditunjukkan dengan lingkaran-lingkaran kecil yang menyusuri pesisir selatan Jawa, menyeberangi Samudra Hindia lagi, kali ini langsung ke arah Tanjung Harapan tanpa mampir di Madagaskar, dan mengambil rute yang menjauhi wilayah yang dikuasai Spanyol-Portugis hingga akhirnya kembali di Amsterdam. Sebuah perjalanan yang mencetuskan pendirian VOC 5 tahun kemudian, dan turut menentukan jalan sejarah yang dialami nenek moyang kita dari Aceh hingga ke Papua.
Juru kartografi: Theodore De Bry
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Sabtu, 20 Juli 2024

Peta kuno dari tahun 1598: Nusantara bagian barat (versi tak berwarna)

(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)

Tahun terbit: 1598
Tempat terbit: Frankfurt
Tokoh:
Deskripsi: Peta yang disusun 3 tahun sebelum VOC berdiri ini dikabarkan menjadi salah satu dokumen yang digunakan organisasi dagang ini di dalam menjelajahi wilayah Nusantara, yang berujung pada penjajahan ratusan tahun wilayah Nusantara di bawah kekuasaan bangsa Belanda. Peta ini terutama memperlihatkan Samatra (Sumatera), Iauva (Jawa), serta Borneo (Kalimantan). Menarik untuk dicatat bahwa wilayah selatan Jawa saat itu belum terjelajahi, kemudian bahwa di Kalimantan hanya dikenal satu sungai besar yang bermuara di tiga tempat di selatan, juga bahwa Sumbawa dianggap sangat besar sementara Bali lumayan kecil, dan bahwa Makassar merupakan sebuah pulau di Laut Jawa.
Juru kartografi:
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan: Ini merupakan versi "tak berwarna" dari peta yang dimuat di posting ini sebelumnya.

Senin, 27 Mei 2024

Peta kuno dari tahun 1598: Nusantara bagian barat

(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)

Tahun terbit: 1598
Tempat terbit: Frankfurt
Tokoh:
Deskripsi: Sebuah peta yang memperlihatkan Jawa, Kalimantan, Sumatera, dan pulau-pulau di sekitarnya. Kita lihat antara lain Bintan, Banca (Bangka), Cherimata (Karimata), Carcata (Krakatau), Madura, Bali, Cambaua (Sumbawa) yang digambarkan sangat besar, dan yang cukup menarik: Macasser (Makasar) yang digambarkan sebagai sebuah pulau tersendiri.
Juru kartografi: Theodore de Bry
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:


UPDATE 24 November 2024: Versi lain dari peta yang sama dengan pewarnaan yang berbeda. Ini memperlihatkan bagaimana peta dibuat dalam beberapa salinan dan kemudian diwarnai secara manual.
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)