Tampilkan postingan dengan label Purworejo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Purworejo. Tampilkan semua postingan

Jumat, 15 November 2019

Konstruksi jembatan bambu zaman dulu: Tipe sederhana dengan anyaman

PENGANTAR

Sebelum warga Nusantara belum mengenal konstruksi beton atau baja, bambu adalah bahan yang digunakan untuk membuat jembatan. Bambu relatif mudah didapat, tersedia dalam berbagai ukuran panjang, mudah dipotong sesuai kebutuhan, dan cukup elastis dalam menahan beban.

Kelemahan bambu tetapi adalah daya topangnya yang terbatas. Di sini, warga Nusantara mencoba menyiasatinya dengan berbagai kreasi struktur, yang akan kita lihat di beberapa foto berikut ini.

Ketika beban yang harus diseberangkan makin besar dan rumit, serta rentang jembatan makin panjang, akhirnya bambu menemui limit kemampuannya, dan harus menyerahkan fungsi jembatan kepada beton dan baja hingga sekarang ini.

Salah satu kelemahan jembatan sangat sederhana yang hanya terdiri dari gelondongan bambu adalah masalah stabilitas untuk pelintas. Ini akan akut apabila bambunya basah sehingga jembatan menjadi licin dan bisa sangat berbahaya untuk dipakai. Solusi yang ditempuh leluhur kita adalah dengan menggunakan anyaman bambu alih-alih batangnya. Konstruksi ini tentunya lebih makan waktu dalam penyelesaiannya, tetapi bisa memberikan perasaan aman yang lebih.

Purworejo 1928
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Jawa 1915
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Jawa 1939
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)

Waktu: 1915, 1928, 1939
Tempat: Jawa, Purworejo
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Universiteit Leiden
Catatan:

Minggu, 24 Juni 2018

Para pejuang TNI memasuki Purworejo, 1949

PENGANTAR

Di tahun 1949, terutama menjelang akhir tahun di mana Belanda mengakui kedaulatan Indonesia, di berbagai pelosok terjadi peristiwa yang sama: Militer Belanda menarik diri dari wilayah yang didudukinya, dan para pejuang kemerdekaan "turun gunung" mengambil alih daerah yang selama ini dikuasai Belanda. Beberapa foto dari berbagai daerah akan diperlihatkan di seri berikut ini.

(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Waktu: Oktober 1949
Tempat: Purworejo
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: van den Brink
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan:

Minggu, 29 April 2018

Pertemuan antara TNI dan militer Belanda di Purworejo, 1949

PENGANTAR

Menjelang pengakuan kedaulatan oleh pihak Belanda, yang menandai berakhirnya perang kemerdekaan, banyak terjadi pertemuan antara militer Belanda dengan TNI, yang umumnya diperantarai oleh KTN (Komisi Tiga Negara). Pertemuan bisa merundingkan gencatan senjata atau, jika di penghujung 1949, proses serah terima kekuasaan dari militer Belanda ke pihak TNI dan Republik. Rangkaian foto berikut akan menunjukkan peristiwa ini di berbagai tempat.

(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Waktu: 21 Oktober 1949
Tempat: Purworejo
Tokoh: Ahmad Yani (? Komandan Wehrkreis II?)
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan: