Tampilkan postingan dengan label Ganesha. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ganesha. Tampilkan semua postingan

Minggu, 16 Oktober 2022

Dari sebuah album yang berisi foto-foto tentang Jawa di sekitar tahun 1880 karya Herman Salzwedel (4)

1875: Salah satu sudut Candi Borobudur
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1875: Seorang warga Eropa di lorong Borobudur
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1875: Patung Ganesha dari Candi Singosari
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1875: Patung kerbau Nandi dari Candi Singosari
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1875: Patung raksasa penjaga Candi Singosari
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Waktu: sekitar 1875
Tempat: Magelang, Singosari (Malang)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Carl Julius Herman Salzwedel
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan: Foto nomor 3, 4, dan 5 pernah dimuat di posting ini.

Rabu, 20 Juli 2022

Dari buku foto "Tjandi Parambanan op Midden-Java" karya Isaäc Groneman dan Kassian Céphas, 1893 (1)

PENGANTAR

Sejarawan Belanda, Isaäc Groneman, serta warga lokal perintis fotografi profesional, Kassian Céphas, bekerja sama mempublikasikan satu aspek budaya Jawa dalam buku foto In den Kedáton te Jogjåkártå yang terbit tahun 1888; arsip buku ini sudah dimuat di blog ini sebelumnya. Kolaborasi kedua tokoh ini berlanjut di tahun 1893, ketika penerbit Belanda, Brill, meluncurkan buku Tjandi Parambanan op Midden-Java yang memperlihatkan reruntuhan Candi Prambanan menjelang akhir abad ke-19. Buku ini menjadi penting karena memperlihatkan suasana di kawasan candi ini sebelum (?) dipugar, ketika posisi bongkahan batu, patung, serta relief candi, masih belum diubah, dipindahkan ke museum, dijarah atau dijadikan bahan bangunan (?). Perlu dicatat, sosok Isaäc Groneman dan Kassian Céphas juga ikut muncul di beberapa foto.

Blog ini akan memperlihatkan foto-foto dari buku ini dalam dua versi. Pertama, tampilan halaman sebagaimana yang diarsipkan oleh National Gallery of Australia; kedua, versi fokus ke objek foto sebagaimana diarsipkan oleh Universiteit Leiden.


Dari arsip National Gallery of Australia

Sisi barat Candi Siwa; Isaäc Groneman berpose duduk di tangga dikelilingi asisten dan beberapa warga setempat
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Sisi timur Candi Siwa
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Sisi barat Candi Siwa; yang berdiri di tangga kemungkinan Kassian Céphas
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Sisi barat-laut Candi Siwa
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Sisi utara Candi Siwa
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Dari arsip Universiteit Leiden

(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)

Waktu: 1893 atau sebelumnya
Tempat: Prambanan (Yogyakarta)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Kassian Céphas (kemungkinan juga dengan bantuan anak-anaknya)
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia / Universiteit Leiden
Catatan:

Sabtu, 19 Februari 2022

Sebelas lukisan geologi tentang Jawa karya Franz Wilhelm Junghuhn (3)

PENGANTAR

Friedrich Franz Wilhelm Junghuhn adalah seorang Belanda-Jerman yang masyhur sebagai pakar botani dan geologi yang mewariskan beberapa tulisan dan catatan ilmiah tentang Jawa dan Sumatera. Di tahun 1850 terbit salah satu bukunya dalam bahasa Belanda dengan judul Java, deszelfs gedaante, bekleeding en inwendige struktuur yang berisi 11 gambar berwarna tentang beberapa tempat di Jawa. Edisi bahasa Jermannya terbit dengan judul Java, seine Gestalt, Pflanzendecke, und sein innerer Bau mulai tahun 1953. Terdapat beberapa variasi kecil di gambar edisi Belanda dan Jerman, yang tampaknya menunjukkan bahwa sketsa atau gambar awal berasal dari Junghuhn sendiri, yang kemudian diedit sebelum dicetak.

Blog ini akan menampilkan kesebelas lukisan ini. Masing-masing gambar akan diawali dengan edisi Belanda tahun 1850, kemudian terbitan Jerman tahun 1853, dan ditutup dengan cetakan Jerman 1857.


Gunung Sumbing, Jawa Tengah

(klik untuk memperbesar)
(klik untuk memperbesar)
(klik untuk memperbesar)

Kawah Gunung Patuha, Bandung

(klik untuk memperbesar)
(klik untuk memperbesar)
(klik untuk memperbesar)

Waktu: gambar dibuat sekitar 1830-an, dan diterbitkan di tahun 1850-an
Tempat: Jawa Tengah, Bandung
Tokoh:
Peristiwa:
Juru gambar: Franz Junghuhn
Sumber: Internet Archive
Catatan:

Jumat, 15 Oktober 2021

Museum Gajah ketika masih bernama Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen, 1928 (1)

Tampak depan museum
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Salah satu ruangan di dalam museum
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Koleksi  patung kayu
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Wayang kulit dan topeng dari Jawa Tengah
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Ganesha di antara arca-arca lain
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Ganesha, kepala Buddha, dan arca-arca lain
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Koleksi patung-patung batu
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: sekitar 1928
Tempat: Jakarta
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Kamis, 13 Agustus 2020

Peninggalan Candi Singhasari dalam jepretan Carl Julius Herman Salzwedel, 1875

Candi Singhasari yang sudah dikerumuni tetumbuhan
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Beberapa patung Hindu
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Patung Ganesha
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Patung Nandi
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Patung raksasa penjaga candi (Arca Dwarpala)
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu:  1875
Tempat:  Malang
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Carl Julius Herman Salzwedel
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:  Foto-foto di atas, kecuali nomor 2, pernah dimuat di posting ini dan sebelumnya dalam kualitas dan/atau ukuran yang lebih kecil.

Minggu, 19 Januari 2020

Candi Singhasari di penghujung abad ke-19, awal abad ke-20

1860: Patung Ganesha dari Candi Singhasari
(klik untuk memperbesar | © Woodbury & Page / Universiteit Leiden)
1860: Patung raksasa penjaga candi (Arca Dwarpala)
(klik untuk memperbesar | © Woodbury & Page / Universiteit Leiden)
Sebelum 1880: Patung raksasa penjaga candi (Arca Dwarpala)
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Sebelum 1880: Reruntuhan candi dengan dua patung Ganesha di depannya
(klik untuk memperbesar | © H. Salzwedel / Universiteit Leiden)
Sebelum 1880: Patung-patung di Candi Singhasari
(klik untuk memperbesar | © H. Salzwedel / Universiteit Leiden)
1901/1902: Reruntuhan candi dengan dua patung Ganesha di depannya
(klik untuk memperbesar | © A.E.F. Muntz / Universiteit Leiden)
1901/1902: Keluarga Belanda berpose di patung raksasa penjaga candi (Arca Dwarpala)
(klik untuk memperbesar | © A.E.F. Muntz / Universiteit Leiden)

Waktu: 1860, 1880, 1901/1902
Tempat: Malang
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: A.E.F. Muntz / H. Salzwedel / Woodbury & Page (Batavia)
Sumber / Hak cipta: Universiteit Leiden
Catatan: Foto nomor 4 dimuat di posting ini sebelumnya dalam ukuran yang lebih kecil dan dari sumber lain.


UPDATE 3 Juli 2020: Gambar nomor 3 dan 4 akan dimuat ulang pada tanggal 13 Agustus 2020 dalam foto yang berasal dari sumber lain.

Senin, 06 Januari 2020

Peninggalan purbakala lain dari wilayah Jawa Barat

PENGANTAR

Pada tahun 1863-1864 Isidore van Kinsbergen menerbitkan sebuah album berjudul Oudheden van Java, op last der Ned. Indische regering, onder toezigt van het Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen yang berisi foto-foto peninggalan purbakala di Jawa, dari wilayah Banten hingga ke Jawa Timur.


Candi, arca, dan situs purbakala dari bagian tengah dan timur pulau Jawa umumnya sudah sangat terkena, banyak dibahas, dan menjadi objek wisata hingga sekarang. Berbeda dengan peninggalan purbakala di bagian barat, yang tampaknya tidak mendapat perhatian sebesar di bagian tengah dan timur.

Seri foto berikut akan mencoba untuk memperlihatkan apa yang sudah didokumentasikan oleh van Kinsbergen lebih dari 100 tahun lalu, dengan harapan mudah-mudahan tidak membuat kita lupa akan peninggalan nenek moyang ini.


Peninggalan purbakala berikut ini tidak begitu jelas deskripsinya. Catatan yang diberikan van Kinsbergen (di antara tanda kutip) harus diperiksa lebih lanjut. Perlu dicatat bahwa informasi "Cirebon" bisa juga termasuk Ciamis, sementara "Bandung" bisa termasuk Sukabumi

Ganesha dari "Landehan di Bandung"?
(klik untuk memperbesar | © Tropenmuseum)
Yoni dan beberapa patung dari "Cikaka di Bandung"?
(klik untuk memperbesar | © Tropenmuseum)
Dua patung dari "Lenggo di Cirebon"?
(klik untuk memperbesar | © Tropenmuseum)
Batu purbakala dari "Lenggo di Cirebon"?
(klik untuk memperbesar | © Tropenmuseum)

Waktu: 1864
Tempat: Jawa Barat
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Tropenmuseum
Catatan:

Sabtu, 04 Januari 2020

Peninggalan purbakala dari Bandung, Cianjur, dan Sajira (Banten)

PENGANTAR

Pada tahun 1863-1864 Isidore van Kinsbergen menerbitkan sebuah album berjudul Oudheden van Java, op last der Ned. Indische regering, onder toezigt van het Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen yang berisi foto-foto peninggalan purbakala di Jawa, dari wilayah Banten hingga ke Jawa Timur.


Candi, arca, dan situs purbakala dari bagian tengah dan timur pulau Jawa umumnya sudah sangat terkena, banyak dibahas, dan menjadi objek wisata hingga sekarang. Berbeda dengan peninggalan purbakala di bagian barat, yang tampaknya tidak mendapat perhatian sebesar di bagian tengah dan timur.

Seri foto berikut akan mencoba untuk memperlihatkan apa yang sudah didokumentasikan oleh van Kinsbergen lebih dari 100 tahun lalu, dengan harapan mudah-mudahan tidak membuat kita lupa akan peninggalan nenek moyang ini.


Sebuah arca dari kawasan Cianjur
(klik untuk memperbesar | © Tropenmuseum)
Ganesha dari sekitar Bandung
(klik untuk memperbesar | © Tropenmuseum)
Bagian belakang dari Ganesha dari Bandung
(klik untuk memperbesar | © Tropenmuseum)
Patung Dewi Durga dari sekitar Bandung
(klik untuk memperbesar | © Tropenmuseum)
Patung pra-Hindu/Buddha dari Sajira, Banten
(klik untuk memperbesar | © Tropenmuseum)

Waktu: 1864
Tempat: Bandung, Cianjur, Sajira (Banten)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Tropenmuseum
Catatan: