Tampilkan postingan dengan label India. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label India. Tampilkan semua postingan

Minggu, 21 Juli 2024

Aksi pasukan Inggris di Jakarta, 1945 (3)

Pasukan Seaforth Highlanders dalam kostum tradisional mereka
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Oktober 1945: Dua tentara Inggris asal India di belakang seorang juru kamera Indonesia
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Oktober 1945: Konvoi tank di bawah pimpinan Mayor B.P. Boyd di sebelah trem jurusan"Jembatan Merah - Kramat - Tanah Abang" yang bertuliskan seruan kemerdekaan We Need Just Now Independence!
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
November 1945: Seorang tentara Gurkha menyalami seorang bocah Belanda
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
20 November 1945: Tank Inggris di sebuah kawasan pecinan setelah patroli mereka mendapat serangan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1945
Tempat: Jakarta
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Jumat, 19 Juli 2024

Aksi pasukan Inggris di Jakarta, 1945 (2)

29 Oktober 1945: Konvol tank pimpinan Mayor B.P. Boyd di Salemba
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Awak tank dengan nomor urut 2 berdiri di atas kendaraan lapis baja mereka, salah satunya seorang Sikh asal India
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Konvoi tank Inggris di Jatinegara …
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
… melintasi kawasan pecinan …
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
… disaksikan warga Tionghoa yang bermukim di sana
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 29 Oktober 1945
Tempat: Jakarta
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Selasa, 08 Januari 2019

Penerbangan pertama dari Belanda ke Indonesia 2: Perjalanan di Asia, 1924

PENGANTAR

Penerbangan dari Indonesia ke Eropa saat ini "hanya" menyita waktu belasan jam. Di zaman Belanda dulu, pelayaran dengan kapal uap bisa menempuh waktu sekitar dua bulan penuh.

Usaha mempersingkat waktu tempuh ini pertama kali dilakukan oleh KLM dengan menggunakan pesawat Fokker VII dengan kode H-NACC. Pesawat bermesin tunggal ini memiliki daya jelajah di sekitar 1.000 km. Jadi, jarak dari Belanda ke Indonesia yang sekitar 16.000 km paling tidak harus ditempuh dengan belasan kali pemberhentian.

Sejatinya, pesawat ini harus melakukan 21 kali pemberhentian. Dia lepas landas dari Amsterdam pada tanggal 1 Oktober 1924, dan mendarat di Jakarta pada tanggal 24 November 1924. Sebuah perjalanan yang lumayan lama, sekitar 55 hari.

Penyebab utama keterlambatan adalah ketika mesin pesawat rusak di Bulgaria. Awak pesawat harus menunggu sekitar satu bulan hingga mesin pengganti datang, lewat jalur darat. Itupun dikabarkan bahwa pembelian mesin baru merupakan usaha patungan dari warga Belanda.

Pada akhirnya, pesawat dengan tiga awak ini memang mencatat sejarah, dan meyakinkan masyarakat, baik di negeri Belanda maupun di Hindia-Belanda, bahwa perjalanan udara antar dua wilayah ini dimungkinkan dan tinggal masalah waktu saja.

Pemberhentian di Aleppo, Suriah
(klik untuk memperbesar | © spaarnestad)
Pengisian bahan bakar yang diantar oleh sapi di Allahabad, India
(klik untuk memperbesar | © spaarnestad)
Pemberhentian di Kalkuta, India
(klik untuk memperbesar | © spaarnestad)
Pemberhentian di Rangoon, sekarang Yangon, Myanmar
(klik untuk memperbesar | © spaarnestad)
Perawatan pesawat di Singgora atau Songkhla, Thailand; pemberhentian terkakhir sebelum memasuki wilayah udara Hindia-Belanda
(klik untuk memperbesar | © spaarnestad)

Waktu: November 1924
Tempat: Aleppo (Suriah), Allahabad (India), Kalkuta (India), Rangoon (Myanmar), Singgora (Thailand)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: 
Sumber / Hak cipta: Spaarnestad Photo
Catatan:

Rabu, 10 Februari 2016

Unjuk rasa anti India, dan membela Kashmir, di tahun 1965

(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Waktu: 1965
Tempat: Jakarta (?)
Tokoh:
Peristiwa: Perang India-Pakistan mengenai Kashmir pecah di bulan April 1965; foto-foto di atas memperlihatkan dukungan atas posisi Pakistan dan mengecam India.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan:

Kamis, 24 September 2015

Soekarno dan Fatmawati di India, 1950 (2)

(klik untuk memperbesar | © fotoleren)
(klik untuk memperbesar | © fotoleren)
(klik untuk memperbesar | © fotoleren)
(klik untuk memperbesar | © fotoleren)
(klik untuk memperbesar | © fotoleren)
Waktu: Januari 1950
Tempat: India
Tokoh: Soekarno (Presiden RI), Fatmawati (isteri ketiga Soekarno)
Peristiwa: Ketika salah satu mobil rombongan yang membawanya harus ganti ban, di tempat yang tampaknya sepi (lihat posting sebelum ini dan juga foto nomer 4 di atas), Soekarno menunjukkan kepiawaiannya mengisi waktu yang kosong dengan mengendarai sepeda dan membonceng isterinya.
Fotografer: Charles Breijer
Sumber / Hak cipta: Fotoleren
Catatan:

Rabu, 23 September 2015

Soekarno dan Fatmawati di India, 1950 (1)

Soekarno berpose bersama Nehru
(klik untuk memperbesar | © fotoleren)
Soekarno berpose bersama Nehru, dengan Fatmawati di belakang mereka
(klik untuk memperbesar | © fotoleren)
Soekarno menyaksikan bagaimana mobil yang membawanya harus ganti ban
(klik untuk memperbesar | © fotoleren)
Waktu: Januari 1950
Tempat: India
Tokoh: Soekarno (Presiden RI), Fatmawati (isteri ketiga Soekarno), Jawaharlal Nehru (Perdana Menteri India)
Peristiwa:
Fotografer: Charles Breijer
Sumber / Hak cipta: Fotoleren
Catatan: