Tampilkan postingan dengan label Jawa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jawa. Tampilkan semua postingan

Kamis, 06 Agustus 2026

Berbagai foto semasa Perang Kemerdekaan dari koleksi tentara Belanda bernama Bob van Dijk (18)

PENGANTAR

Bob van Dijk adalah seorang tentara Belanda dari kesatuan zeni yang diterjunkan ke Nusantara, terutama di wilayah Jawa Timur, semasa Perang Kemerdekaan. Bob tampaknya menggemari fotografi, dan kamera fotonya banyak mengabadikan suasana sejak di berangkat dari Belanda melalui berbagai tempat dan pelabuhan sebelum akhirnya tiba di Hindia-Belanda. Blog ini akan mencoba untuk memperlihatkan karya-karya Bob ini yang a.l. banyak didominasi oleh suasana sehari-hari seorang tentara Belanda ketika bertugas di Indonesia.

Bob juga banyak membuat jepretan ketika dia bertugas di lapangan. Koleksi dia juga berisi beberapa foto dari medan pertempuran yang tampaknya merupakan karya jurnalis perang profesional seperti Hugo Wilmar. Secara keseluruhan, koleksi ini lumayan menarik karena memperlihatkan suasana sehari-hari semasa Perang Kemerdekaan dari sudut pandang seorang tentara Belanda.


Sebuah kesatuan Belanda memeriksa jalanan dari kemungkinan ranjau yang dipasang para pejuang
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Seorang tentara Belanda menggunakan alat komunikasi radio dengan penjagaan seorang sejawatnya
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Kesatuan tank Belanda dengan gelondongan peluru meriam berkaliber besar
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Edisi lain dari foto di atas
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Kedatangan sebuah kapal yang tampaknya berisi para prajurit Belanda
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: semasa perang kemerdekaan
Tempat: Jawa Timur (?)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: dari koleksi Bob J. van Dijk tetapi ada kemungkinan foto-foto ini, misalnya nomor 1 dan 2, adalah karya juru foto lain seperti Hugo Wilmar
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Senin, 20 Juli 2026

Dari khazanah Bartele Gallery: Lukisan kuno tentang pemandangan pesawahan di Jawa

(klik untuk memperbesar | @ Bartele Gallery)

Tahun terbit: ~1922
Tahun peristiwa: tahun 1920-an
Tempat terbit: Belanda (?)
Tokoh:
Deskripsi: Lukisan di atas merupakan pemandangan yang sangat khas di Jawa: langit cerah, pegunungan di latar belakang, sawah yang menghampar dengan tanggul dan pematang, pohon asam di perbatasan antara sawah dan jalanan, serta orang-orang yang berteduh di bawah rimbunnya pohon. 
Juru foto/gambar: Jan Christiaan Poortenaar
Sumber / Hak cipta: Bartele Gallery
Catatan: Bartele Gallery adalah sebuah gerai di Hotel Indonesia Kempinksy yang menyediakan barang-barang antik terkait buku, barang cetakan, peta kuno, dsb. Gambar di atas diambil dari laman resmi galeri ini.

Minggu, 28 Juni 2026

Dari khazanah Bartele Gallery: Lukisan kuno tentang pembakaran mayat raja di Jawa dan istana terapung

(klik untuk memperbesar | @ Bartele Gallery)

Tahun terbit: 1725
Tahun peristiwa: abad ke-16/17
Tempat terbit: Belanda
Tokoh:
Deskripsi: Lukisan di atas bisa menimbulkan beberapa diskusi tentang sejarah Jawa. Bagian sebelah kiri diberi judul pemakaman raja, dan menunjukkan jasad yang siap dibakar di bara api yang berada di latar belakang. Gambar ini menambahkan kata cruelles yang bermakna "kejam". Bagian kanan memperlihatkan sebuah istana terapung, chateau flottant sur l'eau. Bagian kiri boleh jadi menjadi salah satu indikasi bahwa dulu ketika pengaruh Hindu masih kuat, para raja dan mungkin juga kalangan aristokrat, masih dibakar setelah meninggal. Ini mengingatkan kita pada tradisi ngaben yang masih ada di Bali. Baru setelah Islam menyebar ke berbagai pelosok di Jawa, tradisi mengubur di dalam tanah menjadi standar pemakaman. Gambar di bagian kanan perlu penelitian lebih lanjut. Jika benar bahwa dulu pernah ada istana terapung di Jawa, maka ini merupakan sebuah prestasi budaya yang layak dicatat dalam sejarah. 
Juru foto/gambar: Pieter van der Aa
Sumber / Hak cipta: Bartele Gallery
Catatan: Bartele Gallery adalah sebuah gerai di Hotel Indonesia Kempinksy yang menyediakan barang-barang antik terkait buku, barang cetakan, peta kuno, dsb. Gambar di atas diambil dari laman resmi galeri ini.

Rabu, 03 Juni 2026

Tentara Belanda membaca koran "Kompas", 1947 (18 tahun sebelum surat kabar Kompas terbit)

Seorang tentara Belanda tanpa baju membaca koran "Kompas" dengan kepala berita "This is America!", di sebelah sebuah rumah berdinding anyaman bambu 
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 8 Februari 1947
Tempat: kemungkinan Jawa
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:  Bentuk huruf koran ini mirip dengan harian berbahasa Indonesia yang mulai terbit 18 tahun kemudian, berbeda di posisi kemiringan saja. Di kalangan Katolik Belanda, atau dalam pengaruh Belanda, tampaknya nama "kompas" dan/atau bentuk huruf ini relatif disukai. Lihat misalnya tampilan koran ini, atau berita tentang media ini.

Jumat, 15 Mei 2026

Dari khazanah Bartele Gallery: Lukisan kuno tentang bocah-bocah Jawa

(klik untuk memperbesar | @ Bartele Gallery)

Tahun terbit: ~1858
Tahun peristiwa: abad ke-19
Tempat terbit: Den Haag
Tokoh:
Deskripsi: Enam anak-anak Jawa dengan aneka jenis pakaian dan model rambut. Perlu dicatat bahwa yang berdiri di atas dipan adalah anak laki-laki. Pada masa itu sebagian anak laki mengenakan kain penutup dada.
Juru foto/gambar: Auguste van Pers
Sumber / Hak cipta: Bartele Gallery
Catatan: Bartele Gallery adalah sebuah gerai di Hotel Indonesia Kempinksy yang menyediakan barang-barang antik terkait buku, barang cetakan, peta kuno, dsb. Gambar di atas diambil dari laman resmi galeri ini.

Jumat, 01 Mei 2026

Dari khazanah Bartele Gallery: Lukisan kuno tentang hulubalang dan petani di Jawa

(klik untuk memperbesar | @ Bartele Gallery)

Tahun terbit: ~1836
Tahun peristiwa: abad ke-19
Tempat terbit: Jerman
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar: K.J. Brodtmann (salinan dari karya L.A. de Sainson)
Sumber / Hak cipta: Bartele Gallery
Catatan: Bartele Gallery adalah sebuah gerai di Hotel Indonesia Kempinksy yang menyediakan barang-barang antik terkait buku, barang cetakan, peta kuno, dsb. Gambar di atas diambil dari laman resmi galeri ini.

Selasa, 21 April 2026

Dari khazanah Bartele Gallery: Ketika kata Jawa/Melayu "amuk" masuk ke pebendaharaan bahasa-bahasa Eropa

Lukisan berjudul Indien de Java courant un Muck, yang bisa diterjemahkan bebas "Lelaki Hindia di Jawa mengamuk", menunjukkan seorang Jawa menghunus sebilah keris yang diarahkan ke seorang lelaki lain yang berusaha kabur, sementara seorang perempuan kemungkinan mencoba melerai.
(klik untuk memperbesar | @ Bartele Gallery)

Tahun terbit: ~1840
Tahun peristiwa: abad ke-19
Tempat terbit: Perancis
Tokoh:
Deskripsi: Kata Jawa→Melayu "amuk" diserap orang Portugis sebagai "amouco", yang kemudian menyebar ke bahasa Belanda "amok", Inggris "(run) amok", Jerman "Amok (laufen)", hingga Perancis seperti yang dilukiskan di atas "(courant un) muk". Menarik juga bahwa bangsa Yahudi mengambil kata ini melalui bahasa Jerman sebagai "אָמוֹק (ámok)".
Juru foto/gambar:
Sumber / Hak cipta: Bartele Gallery
Catatan: Bartele Gallery adalah sebuah gerai di Hotel Indonesia Kempinksy yang menyediakan barang-barang antik terkait buku, barang cetakan, peta kuno, dsb. Gambar di atas diambil dari laman resmi galeri ini.

Minggu, 05 April 2026

Dari khazanah Bartele Gallery: Lukisan kuno tentang seorang pedagang di Jawa

(klik untuk memperbesar | @ Bartele Gallery)

Tahun terbit: 1744
Tahun peristiwa: abad ke-17
Tempat terbit: Inggris
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar: Johan Nieuhof 
Sumber / Hak cipta: Bartele Gallery
Catatan: Bartele Gallery adalah sebuah gerai di Hotel Indonesia Kempinksy yang menyediakan barang-barang antik terkait buku, barang cetakan, peta kuno, dsb. Gambar di atas diambil dari laman resmi galeri ini.

Jumat, 03 April 2026

Dari khazanah Bartele Gallery: Lukisan kuno tentang sepasang orang Jawa

Seorang wanita Jawa berbincang dengan seorang pria Jawa; di latar belakang tampak seorang pria lain membawa galah panjang dan menggiring seekor anjing. Menarik untuk dicatat bahwa si wanita ditampilkan bersanggul dan mengenakan pakaian yang relatif tertutup.
(klik untuk memperbesar | @ Bartele Gallery)

Tahun terbit: 1744
Tahun peristiwa: abad ke-17
Tempat terbit: Inggris
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar: Johan Nieuhof 
Sumber / Hak cipta: Bartele Gallery
Catatan: Bartele Gallery adalah sebuah gerai di Hotel Indonesia Kempinksy yang menyediakan barang-barang antik terkait buku, barang cetakan, peta kuno, dsb. Gambar di atas diambil dari laman resmi galeri ini.

Sabtu, 21 Maret 2026

Lima rangkaian wajah-wajah penduduk Nusantara di sekitar tahun 1941

Senyum pemetik teh di Jawa Barat
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Warga Tionghoa pengolah timah di Belitung
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Dua petani membajak sawah di Jawa Barat
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Seorang Dayak di selatan Kalimantan menggunakan sipet ketika berburu 
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Seorang perempuan Jawa menggunakan canting dalam membatik
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: sekitar 1941
Tempat: Belitung, Jawa, Kalimantan
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Minggu, 15 Februari 2026

Sebuah kesatuan tentara Belanda menyusun barak militer di Jawa, 1947

Sebuah kesatuan militer Belanda membongkar pasokan logistik yang tampaknya amunisi dan persenjataan. Di latar belakang tampak beberapa truk tentara di dekat sebuah bangunan bertingkat. Di pojok kanan bawah tampak dua bocah menatap ke kamera.
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1947
Tempat: Jawa
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Jumat, 13 Februari 2026

Patroli jalan kaki sebuah kesatuan militer Belanda di Jawa, 1947

(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Edisi lain dari foto di atas
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1947
Tempat: Jawa
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Senin, 26 Januari 2026

Bom udara Jepang yang digunakan para pejuang untuk meranjau sebuah jembatan tetapi gagal meledak, 1947

(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: kemungkinan besar 1947 semasa Aksi Polisionil 1
Tempat: Jawa (?)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Sabtu, 24 Januari 2026

Selasa, 06 Januari 2026

Anak-anak semasa Perang Kemerdekaan, 1947

Sebuah poliklinik beralas rumput yang dikelola Belanda dengan para pasien yang terdiri dari anak-anak lelaki tanpa baju dengan balutan dan perban di kaki
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Sebuah sekolah yang tampaknya untuk anak-anak perempuan, dengan ibu guru berkain dan tanpa alas kaki, serta pengawasan seorang suster (?) Belanda
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1947
Tempat: Jawa
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Senin, 29 Desember 2025

Propaganda semasa Perang Kemerdekaan yang menjelekkan Republik Indonesia dan memperindah Belanda (27)

Orang bilang, ketika dua kubu berkonflik maka pihak pertama yang menjadi korban adalah sang kebenaran. Kedua kubu akan berusaha mencari dukungan, baik dari dalam maupun dari luar, agar posisi dia semakin kuat dalam perseteruan. Usaha ini tidak jarang dilakukan dengan peluncuran propaganda yang tentunya membagus-baguskan diri sendiri, dan memburuk-burukkan pihak lain. Tidak jarang pula bahan propaganda ini tidak selaras dengan fakta dan kebenaran. Dan ini terjadi dari dulu hingga sekarang.

Rangkaian foto berikut akan menampilkan hal seperti ini. Semasa Perang Kemerdekaan dulu rupanya ada kalangan yang memunculkan foto-foto sebagai pembuktian bahwa Republik Indonesia itu menyengsarakan dan/atau masyarakat di Nusantara suka dengan pemerintahan Kerajaan Belanda. Kita akan coba untuk meneliti apa yang sebenarnya ditampilkan oleh foto-foto ini.


(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
  • Teks asli penyerta foto:Bespreking met Indonesische hoofden over bestuurszaken na bezetting door Nederlandse leger op Java na de eerste politionele actie. "Samenwerking...Waarom niet met al onze vrienden? Direct na de bevrijding werd met de dorpshoofden over de opbouw overlegd. Soms, als het gebied aan nog niet bevrijd gebied grensde, dorst het dorpshoofd niet, bang voor wraak van de "Heilsbrengers" der T.R.I. Waarom werd slechts aan enkelen in Indië gegund weer te leven bij Recht en Veiligheid?"
  • Terjemahan:Pembicaraan dengan para pemuka masyarakat Indonesia tentang masalah administrasi setelah pendudukan Jawa oleh tentara Belanda setelah Aksi Polisionil I. "Kerja sama... Mengapa tidak dengan semua teman kita? Segera setelah pembebasan [oleh militer Belanda], para pemuka desa membahas pembangunan kembali. Terkadang, jika daerah itu berbatasan dengan wilayah yang belum dibebaskan [dari kekuasan Republik], para pemimpin desa tidak berani, karena takut akan pembalasan dari "pembawa keselamatan" T.R.I. Mengapa hanya sedikit orang di Hindia-Belanda yang diberi hak untuk hidup kembali di bawah keadilan dan keamanan?"
  • Bahasan:Teks ini mengikuti pola yang biasa dipakai, yaitu 1) tentara Belanda membawa pembebasan, keadilan, serta keamanan; 2) masyarakat luas sebenarnya merasa lebih nyaman dengan kekuasaan Belanda; dan 3) TNI/TRI adalah kelompok yang menyebut diri pembawa keselamatan tetapi sebenarnya menyebar ketakutan.
  • Catatan:
Waktu: 1947
Tempat: Jawa
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Minggu, 28 Desember 2025

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang orang utan, ular kobra, dan monyet Jawa

(klik untuk memperbesar | @ Wellcome Collection)

Tahun terbit: 1744 
Tempat terbit: London 
Tokoh:
Deskripsi: Gambar ini menunjukkan bayangan warga Inggris di abad ke-18 tentang wujud orang utan (yang lebih mendekati paras manusia daripada sejatinya), ular sinduk (yang digambarkan seperti memakai hoody), serta monyet Jawa (yang berjalan tegak dan seperti sedang berkaraoke).
Juru foto/gambar:
Sumber / Hak cipta: Wellcome Collection
Catatan:

Rabu, 24 Desember 2025

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno karya Theodor de Bry tentang tarian Jawa

(klik untuk memperbesar | @ Wellcome Collection)

Tahun terbit: abad ke-16 
Tempat terbit: kemungkinan Frankfurt am Main 
Tokoh:
Deskripsi: Theodor de Bry terkenal sebagai ilustrator abad ke-16 yang banyak memperkenalkan kepada warga Eropa suasana di luar Eropa seperti Amerika dan Asia Timur termasuk Nusantara. Karena de Bry menumpahkan imaginasinya berdasarkan naskah-naskah dan narasi yang dia baca atau dapat, dan bukan menyaksikan sendiri, maka tidak jarang hasil karyanya harus dipandang dengan cermat. Seperti halnya gambar tentang tarian Jawa di atas ini. Kemungkinan de Bry mendapatkan info bahwa tarian ini dilakukan berpasangan antara lelaki dan perempuan. Dan bahwa barisan perempuan mengenakan penutup dada (kemben), kain semata kaki, dan seledang. Pakaian barisan lelaki sulit ditebak jika mengikuti karya de Bry, tetapi kemungkinan penutup kepala yang digambar adalah blangkon tetapi dalam imaginasi de Bry. Pemain gamelan digambarkan dengan jongkok, yang seharusnya duduk, dengan bilah-bilah gamelan yang dilukiskan berdiri padahal seharusnya terlentang. Dan tentu saja, pemain gamelan tidak seorang diri.
Juru foto/gambar: Theodor de Bry
Sumber / Hak cipta: Wellcome Collection
Catatan:

Senin, 22 Desember 2025

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang warga dan hewan di Jawa

(klik untuk memperbesar | @ Wellcome Collection)

Tahun terbit: kemungkinan abad ke-19 
Tempat terbit: London 
Tokoh:
Deskripsi: Gambar di atas memperlihatkan satwa dan juga wajah-wajah orang Jawa. D.ki.k.ka. dan d.a.k.b.: elang dan burung hantu, kuntul, kijang, harimau menyerang seorang lelaki yang menunggang kerbau, harimau, wanita dari kalangan biasa dan pengantin ningrat, pekerja pria dan prajurit
Juru foto/gambar: Archibald Fullarton
Sumber / Hak cipta: Wellcome Collection
Catatan:

Sabtu, 20 Desember 2025

Dari kumpulan dokumen lama di Wellcome Collection: Gambar kuno tentang tandu sebagai alat transportasi zaman dulu di Jawa

(klik untuk memperbesar | @ Wellcome Collection)

Tahun terbit: ?
Tempat terbit: London (?)
Tokoh:
Deskripsi: Bentuk tandu di Jawa yang dipikul dua orang. Penumpang duduk, atau kemungkinan lebih tepatnya setengah berbaring di ruangan yang memiliki "atap" miring, dengan dinding yang memiliki tuas di satu sisi sebagai tempat keluar masuk, atau untuk sekedar melihat ke luar. Kemungkinan ini model tandu untuk perempuan yang selama perjalanan menghindar untuk terlihat. Model tandu seperti ini sangat mirip dengan yang ditampilkan di posting ini, ini, dan ini.
Juru foto/gambar: ?
Sumber / Hak cipta: Wellcome Collection
Catatan: