Tampilkan postingan dengan label Samarinda. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Samarinda. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 15 September 2018

Soekarno dan Nikita Khrushchev di Bali, 1960 (4)

(klik untuk memperbesar | © Time Life )
(klik untuk memperbesar | © Time Life)
Waktu: Februari 1960
Tempat: Bali
Tokoh: Soekarno (Presiden Indonesia), Nikita Khrushchev (Sekretaris Jenderal Partai Komunis Uni Sovyet)
Peristiwa: Soekarno menyambut kedatangan Nikita Khruschev, pemimpin tertinggi Uni Sovyet, yang melawat ke Bali.
Fotografer: John Dominis (?)
Sumber / Hak cipta: Time Life Pictures



Catatan: Menarik untuk dicatat bahwa foto kedua di atas memiliki kemiripan dengan foto di bawah ini yang pernah dimuat di blog ini sebelumnya. Kemiripan pertama adalah adanya dua petinggi yang disambut oleh kesatuan militer dengan mengangkat tegak senjata senapan mereka. Kemiripan kedua adalah bahwa van Mook dan Soekarno mengenakan pakaian hingga tutup kepala yang mirip.

Kemiripan kedua ini bisa jadi mencuatkan pertanyaan tentang apa yang kita sebut "Soekarno look", yang selama ini terkadang suka dianggap sebagai kreasi atau ide Bung Karno.
Van Mook didampingi Jenderal F. Mollinger datang ke Samarinda pada tanggal 25 Agustus 1947
(klik untuk memperbesar | © Hugo Wilmar / spaarnestad)

Jumat, 02 Juni 2017

Van Mook bersama Federale Raad van Oost-Borneo, 26 Agustus 1947

Van Mook berpidato di kalangan Federale Raad van Oost-Borneo (Dewan Federal Kalimantan Timur)
(klik untuk memperbesar | © spaarnestad)
Sultan Kutai (kiri) dan Sultan Sambaliung (kanan) bersama anggota Federale Raad van Oost-Borneo lain di depan foto Ratu Wilhelmina pada saat kunjungan van Mook
(klik untuk memperbesar | © spaarnestad)
Waktu: 26 Agustus 1947
Tempat: Samarinda
Tokoh: Hubertus Johannes van Mook (Letnan Gubernur Jenderal Hindia-Belanda)
Peristiwa: Van Mook bersama kalangan Federale Raad van Oost-Borneo (Dewan Federal Kalimantan Timur) sebuah badan pro-Belanda.
Fotografer: Hugo Wilmar
Sumber / Hak cipta: Spaarnestad Photo
Catatan:

Rabu, 31 Mei 2017

Van Mook datang ke Samarinda untuk menggalang dukungan atas Belanda, 25 Agustus 1947

Van Mook tiba di Samarinda disambut pasukan KNIL;
mengiringi di belakangnya kemungkinan besar adalah Jendral F. Mollinger
(klik untuk memperbesar | © spaarnestad)
Warga lokal menyambut kedatangan van Mook
(klik untuk memperbesar | © spaarnestad)
Pasukan Kesultanan Kutai menyambut kedatangan van Mook
(klik untuk memperbesar | © spaarnestad)
Van Mook berbincang dengan warga yang menjadi korban kekejaman pasukan Jepang semasa pendudukan Jepang
(klik untuk memperbesar | © spaarnestad)
Waktu: 25 Agustus 1947
Tempat: Samarinda
Tokoh: Hubertus Johannes van Mook (Letnan Gubernur Jenderal Hindia-Belanda)
Peristiwa:
Fotografer: Hugo Wilmar
Sumber / Hak cipta: Spaarnestad Photo
Catatan:


UPDATE 2 Januari 2020
Foto yang sama dalam ukuran yang lebih besar:

(klik untuk memperbesar | © Het Geheugen / Spaanerstad)
(klik untuk memperbesar | © Het Geheugen / Spaanerstad)
(klik untuk memperbesar | © Het Geheugen / Spaanerstad)

Jumat, 25 Maret 2016

Warga lokal yang tidak bersahabat dengan para pejuang kemerdekaan 10: Kesatuan KNIL di Samarinda

Tidak semua rakyat Hindia Belanda menginginkan kemerdekaan. Dengan berbagai alasan beberapa pihak malah lebih senang hidup di bawah kekuasaan Belanda atau malah memusuhi para pejuang kemerdekaan. Generalisasi tentu tidak bisa disimpulkan terhadap kelompok atau suku tertentu. Tapi foto-foto berikut mudah-mudahan bisa menambah bahan masukan untuk diskusi tentang hal ini.

10. Foto-foto di bawah ini memperlihatkan kesatuan infantri KNIL yang ditempatkan Belanda di Samarinda. Para prajurit KNIL ini warga lokal, instrukturnya warga Belanda.

(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Waktu: 12 Juli 1949
Tempat: Samarinda
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan: