Tampilkan postingan dengan label si Jagur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label si Jagur. Tampilkan semua postingan

Minggu, 01 November 2020

Jakarta tempo doeloe: Beberapa tempat dan hal yang kelak menjadi ikon

Sekitar 1880: Patung Gajah di depan Museum van het Bataviaasch Genootschap voor Kunsten en Wetenschappen, kelak Museum Nasional
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Sekitar 1889: Meriam Si Jagur, sebelum pindah ke museum
(klik untuk memperbesar | © NGA)

19 Februari 1889: Koningsplein, atau Lapangan Gambir, kelak menjadi Lapangan Monas
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Sekitar 1889: Areal Kebun Binatang Cikini (dierentuin) sebelum dipindahkan ke Ragunan
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Hotel des Indes
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Gedung Harmonie (kiri) dan lapak penjahit masyhur milik orang Perancis, Oger Frères (kanan)
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Cikal bakal Lapangan Banteng
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: 1880 (foto nomor 1), 1889 (foto nomor 2, 3, 4)
Tempat: Jakarta
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Selasa, 13 November 2018

Jumat, 02 Mei 2014

Meriam si Jagur di tahun 1909

(klik untuk memperbesar)
Waktu: 1909
Tempat: Jakarta
Tokoh:
Peristiwa: Meriam kuno yang kemudian dijuluki "si Jagur" tampak tergelatak tak terurus di sebuah taman. Kemungkinan besar pemujaan si Jagur dan takhayul atas benda ini baru muncul kemudian.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief

Selasa, 19 Februari 2013

Meriam si Jagur di tahun 1946

(klik untuk memperbesar)
Waktu: 1946 (?)
Tempat: Jakarta
Tokoh:
Peristiwa: Seorang lelaki tampak mengelus bagian ujung meriam si Jagur, dengan beberapa sesajen di sekelilingnya.
Fotografer: John Florea
Sumber / Hak cipta: Time Life
Catatan: