Tampilkan postingan dengan label Tosari. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tosari. Tampilkan semua postingan

Rabu, 16 Agustus 2023

Foto-foto pemandangan di Jawa hasil jepretan George Lewis (2)

1910: Dua wanita Lumajang di Ranu Klakah dengan latar belakang Gunung Lamongan
(klik untuk memperbesar | © NGA)
~1890: Dua pria berpose di sebuah air terjun
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Kawasan Bromo dengan latar belakang Gunung Semeru
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Tiga warga Tosari dengan kuda pengangkut beban
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: a.l. 1890, 1910
Tempat: Jawa Timur (a.l. kawasan Bromo, Lumajang, Tosari)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: George Lewis (1875-1939)
Sumber / Hak cipta: 

Sabtu, 29 Juli 2023

Aneka foto dari zaman Belanda karya para juru foto yang belum teridentifikasi (24)

Sepasang warga Jawa (Timur?)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Pemukiman warga Tosari
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Kemungkinan kawasan Bromo
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Sebuah danau yang belum teridentifikasi
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Pemandangan dengan gunung dan sungai yang belum teridentifikasi
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: ?
Tempat: Jawa (a.l. kawasan Bromo, Tosari)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Kamis, 18 Mei 2023

Dari sebuah seri foto tentang tujuan wisata di Jawa-Bali pada awal abad ke-20 (3)

Empat belas foto berikut ini berasal dari sebuah seri yang menampilkan tujuan-tujuan wisata di Jawa dan Bali. Tampaknya yang mengumpulkan foto-foto ini bertujuan menyimpan kenang-kenangan dari tempat-tempat yang sempat dia kunjungi. Foto-foto ini berasal dari para juru foto yang namanya sudah banyak bermunculan di blog ini. Salah satu foto kemungkinan malah menampilkan sosok Thilly Weissenborn, fotografer profesional perempuan pertama di Hindia-Belanda.


~1920: Situ Bagendit, Garut
(klik untuk memperbesar | © Thilly Weissenborn / NGA)
~1920: Situ Bagendit, Garut
(klik untuk memperbesar | © Thilly Weissenborn / NGA)
~1920: Sebuah danau di wilayah sekitar Tosari (?)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Perumahan warga Tosari
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: a.l. 1920
Tempat: Garut, Tosari
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: a.l. Thilly Weissenborn
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Selasa, 16 Mei 2023

Dari sebuah seri foto tentang tujuan wisata di Jawa-Bali pada awal abad ke-20 (2)

Empat belas foto berikut ini berasal dari sebuah seri yang menampilkan tujuan-tujuan wisata di Jawa dan Bali. Tampaknya yang mengumpulkan foto-foto ini bertujuan menyimpan kenang-kenangan dari tempat-tempat yang sempat dia kunjungi. Foto-foto ini berasal dari para juru foto yang namanya sudah banyak bermunculan di blog ini. Salah satu foto kemungkinan malah menampilkan sosok Thilly Weissenborn, fotografer profesional perempuan pertama di Hindia-Belanda.


~1920: Beberapa pura desa dengan latar belakang Gunung Batur
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1916: Hotel Sindanglaya di Cipanas, Cianjur
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Satu keluarga Belanda berfoto di Tosari
(klik untuk memperbesar | © Studio Onnes Kurkdjian / NGA)
~1930: Cibodas, Bogor
(klik untuk memperbesar | © Thilly Weissenborn / NGA)
~1920: Cadas Pangeran, Sumedang?
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: a.l. 1916, 1920, 1930
Tempat: Bali, Cibodas (Bogor), Sindanglaya (Cipanas, Cianjur), Sumedang (?), Tosari
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: a.l. Studio Onnes Kurkdjian, Thilly Weissenborn
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Rabu, 15 Maret 2023

Kumpulan foto hasil jepretan K.T. Satake dari sekitar tahun 1930 (8)

K.T. Satake adalah juru foto dari Jepang yang berkeliling di Hindia-Belanda pada sekitar tahun 1930 dan mempublikasikan foto-fotonya di album berjudul Sumatra Java Bali yang dikeluarkan pada tahun 1933. Blog ini pernah menampilkan beberapa foto karya Satake ini sejak tanggal 30 Juni 2017 hingga 7 Agustus 2017.

Halaman pengantar album K.T. Satake edisi bahasa Inggris
(klik untuk memperbesar)

Kali ini beberapa foto tambahan akan menambah rangkaian ini. Ada pula pemuatan beberapa ulang foto, kali ini dalam ukuran yang lebih besar, serta dengan level kontras-terang yang sudah di-adjust dengan bantuan komputer.


Kawasan Bromo-Tengger-Semeru dilihat dari Gunung Pananjakan
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Jalanan berkabut di Tosari
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Hutan cemara di kawasan Tengger
(klik untuk memperbesar | © NGA)
~1925: Dua warga Tosari
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Kabut awan di Tosari
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Lautan awan dilihat dari Gunung Pananjakan, 5 menit sebelum matahari terbit
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: 1925
Tempat: kawasan Bromo, kawasan Tengger, Tosari
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: K.T. Satake
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan: Foto nomor 2 pernah dimuat di posting ini; nomor 3 di posting ini.

Senin, 13 Maret 2023

Kumpulan foto hasil jepretan K.T. Satake dari sekitar tahun 1930 (7)

K.T. Satake adalah juru foto dari Jepang yang berkeliling di Hindia-Belanda pada sekitar tahun 1930 dan mempublikasikan foto-fotonya di album berjudul Sumatra Java Bali yang dikeluarkan pada tahun 1933. Blog ini pernah menampilkan beberapa foto karya Satake ini sejak tanggal 30 Juni 2017 hingga 7 Agustus 2017.

Halaman pengantar album K.T. Satake edisi bahasa Inggris
(klik untuk memperbesar)

Kali ini beberapa foto tambahan akan menambah rangkaian ini. Ada pula pemuatan beberapa ulang foto, kali ini dalam ukuran yang lebih besar, serta dengan level kontras-terang yang sudah di-adjust dengan bantuan komputer.


Sebuah pura di Bali
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Ranu Kumbolo di kawasan Bromo
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Sanatorium di Tosari
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Air terjun di kawasan Tosari
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Desa Ngadiwono di Tosari
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: sekitar tahun 1930
Tempat: Bali, kawasan Bromo, Tosari (Pasuruan)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: K.T. Satake
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan: Foto nomor 3 pernah dimuat di posting ini; nomor 4 di posting ini.

Minggu, 25 Desember 2022

Dari album foto seorang anggota Keraton Kanoman Cirebon (3)

PENGANTAR

Di antara album foto yang dibeli National Gallery of Australia dari koleksi Leo Haks, ada sebuah buku foto yang oleh NGA diberikan keterangan singkat "Samsoedin Indonesian family album 1930 - 1933". Sepintas isi album ini memang foto-foto keluarga Indonesia, yang berisi gambar dari anak kecil hingga dewasa, ketika di rumah atau sedang bepergian. Si keluarga tampaknya lumayan berada. Mereka memiliki mobil dengan plat nomor D, memiliki anjing ras, dan Samsoedin ini memiliki kamera yang tampaknya dia gunakan untuk mengambil banyak foto yang ada di album ini. Kemudian keluarga ini banyak berpergian, keliling Jawa, ke Bali, ke Palembang, bahkan sampai ke Singapura.

Si penyusun foto memberikan beberapa catatan, sehingga kita masih bisa mengetahui tentang apa foto-foto ini. Di salah satu foto ada keterangan De Koninklijke familie Kanoman, atau "Keluarga Kerajaan Kanoman". Ini menimbulkan dugaan bahwa keluarga yang ditampilkan di album ini adalah keluarga Keraton Kanoman, Cirebon. Dugaan ini diperkuat dengan catatan Samsoedin di foto dia bersama kerabat lelakinya yang diberi catatan 't Kanoman-trio and little brothers. Akhirnya catatan dia di awal album yang menyebutkan namanya, dan nama tempat "Soerabaja", "Bandoeng", "Java", dan "Kanoman" makin mengukuhkan dugaan ini.

Album ini menjadi menarik karena menampilkan golongan berada Indonesia di tahun 1930-an: pakaiannya, pendidikannya, bahasa yang digunakan, kegiatannya, serta pertemanannya. Album ini juga ikut memperlihatkan tempat mana saja yang menjadi tujuan perjalanan atau wisata saat itu. Dari album ini kita juga melihat bahwa Samsoedin ini sangat senang memfoto anak kecil terutama keponakannya, dan dalam beberapa foto juga kaum perempuan termasuk ibu dan saudara-saudara wanitanya. Ada juga foto yang memperlihatkan kunjungan Dr. Khalid Sheldrake ke Bandung. Khalid, yang nama aslinya Bertram William, adalah filantrop Inggris yang masuk Islam dan sempat dinobatkan menjadi Raja Islamestan di wilayah Xinjiang, RRT, sekarang.


Wisata keluarga a.l. ke Madura, Jubileumspark Bandung, dan kebun binatang Darmo, Surabaya
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Ayah dan ibu Samsoedin, para keponakannya, dan Mochtar bersama anaknya (?)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Piknik dan kunjungan a.l. ke Lamongan dan Tuban, pernikahan adik (?) Samsoedin yang bernama Maemunah
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Berbagai kunjungan a.l. ke Tosari dan Gunung Papandayan
(klik untuk memperbesar | © NGA)
"Trio Kanoman", kunjungan ke Tanjung Priuk, Samsoedin bersama Mochtar dan saudara-saudara perempuannya, serta wisata anggota Persatuan Islam Bandung ke Pelabuhan Ratu
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Perjalanan wisata a.l. ke Malang, Pasuruan, dan Waduk Prijetan di Lamongan
(klik untuk memperbesar | © NGA)
 
Waktu: di sekitar tahun 1930
Tempat: Bandung, Jakarta, Garut, Lamongan, Madura, Surabaya, Tosari, Tuban
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: a.l. Samsudin
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Sabtu, 03 Desember 2022

Dari sebuah album foto tentang Jawa dan Bali di sekitar tahun 1920 (10)

Foto-foto berikut berasal dari sebuah album tanpa tahun dan tanpa deskripsi, yang berisi gambar-gambar dari Bali, Jawa Timur, dan Jawa Barat. Berdasarkan foto-foto ini kemungkinan si pemilik foto adalah seorang tokoh Belanda di pabrik gula Purwoasri, Kediri. Dia mengumpulkan foto juga dari perjalanannya ke Bali, Bromo, dan Parahyangan. Berbeda dengan foto-foto pribadi yang kemungkinan diambil sendiri, foto-foto hasil wisata kemungkinan berasal dari fotografer profesional seperti misalnya Thilly Weisenborn.
Kecuali lima halaman terakhir, tiap halaman dari album ini berisi dua foto atau lebih. Blog ini akan memuat tampilan per halaman, dan kemudian masing-masing foto di tiap halaman.

Halaman 14
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Halaman 14: Sanatorium dan Hotel Tosari
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Halaman 14: Kawasan sanatorium Tosari termasuk villa Bella Vista di sebelah kanan
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Halaman 15:
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Halaman 15: Sebuah bangunan yang belum teridentifikasi di Garut (?) …
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Halaman 15: … di seberang bangunan lain dengan tulisan kantoor dan telefoon
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: sekitar 1920
Tempat: Garut (?), Tosari
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: kemungkinan Thilly Weisenborn
Sumber / Hak cipta:National Gallery of Australia
Catatan:

Jumat, 14 Oktober 2022

Dari sebuah album yang berisi foto-foto tentang Jawa (dan Minahasa) di sekitar tahun 1880 karya Herman Salzwedel (3)

1875: Air terjun Tonsea Lama, Minahasa
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1875: Belukar bambu
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1875: Pembukaan lahan dengan pembabatan hutan bambu
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1880: Tosari
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1879: Perumahan warga Tosari
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Waktu: 1875, 1879, 1880
Tempat: Jawa (a.l. Tosari) dan Minahasa
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Carl Julius Herman Salzwedel
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan: Bandingkan gambar nomor 4 dengan foto lain yang dimuat di posting ini.

Senin, 10 Oktober 2022

Dari sebuah album yang berisi foto-foto tentang Jawa di sekitar tahun 1880 karya Herman Salzwedel (1)

1880: Rumpun bambu
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1879: Air terjun di Tosari
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1875: Kawasan kuburan yang dipenuhi pohon kamboja
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1875: Jembatan kereta api di Lawang (Malang)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1875: Pemandian Diana di Prigen (Pasuruan)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Waktu: sekitar 1875 dan 1880
Tempat: Jawa (a.l. Lawang, Prigen, Tosari)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Carl Julius Herman Salzwedel
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan: Foto nomor 5 pernah dimuat di posting ini.