Tampilkan postingan dengan label 1940-an. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 1940-an. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 Mei 2025

Beberapa pesawat militer KNIL Udara di sekitar masa perang kemerdekaan: Pesawat tempur Fairey Firefly Mk.I

Dua awak udara Belanda memuat rangkaian peluru ke badan pesawat Fairey Firefly Mk.I
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Sebuah Fairey Firefly Mk.I difoto dari pesawat pendampingya di atas Surabaya
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Pilot tempur Letnan De Jong (kiri) menyaksikan pesawatnya diperiksa oleh montir Sersan Zwart (kanan)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1940-an
Tempat: Jawa (a.l. Surabaya)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Sabtu, 17 Mei 2025

Beberapa pesawat militer KNIL Udara di sekitar masa perang kemerdekaan: Pesawat pengintai Auster

Sebuah pesawat pengintai jenis Auster yang digunakan untuk mengumpulkan informasi medan bagi kesatuan artileri
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Tiga pesawat pengintai Auster di sebuah landasan pacu
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1940-an
Tempat: Jawa (?)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Kamis, 03 April 2025

Pakubuwono XII di pertengahan kedua tahun 1940-an

Pakubuwono XII berbincang dengan …
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
… seorang diplomat asing yang belum teridentifikasi
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Pakubuwono XII bersama keluarga
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: pertengahan kedua tahun 1940-an
Tempat: Keraton Surakarta
Tokoh: Pakubuwono XII (Raja Kasunanan Surakarta)
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Jumat, 31 Januari 2025

Gubernur Jenderal Hindia-Belanda terakhir, Tjarda van Starkenborgh Stachouwer (tanpa istri): Dalam beberapa foto (2)

Kemungkinan 1936: Tjarda dalam pakaian kebesaran gubernur jenderal
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Sebelum 1942: Para pembesar Hindia Belanda dalam acara pembukaan sidang Volksraad Batavia. D.ki.k.ka.: L.G.C.A. van der Hoek (Gubernur Jawa Barat), J.H.B. Kuneman (Ketua Raad van IndiĆ«),  A.W.L. Tjarda van Starkenborgh Stachouwer (Gubernur Jenderal Hindia Belanda), Ir. E.A. Voorneman (Walikota Batavia), Mr. P.A. Blaauw (Ketua Volksraad).
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Sebelum 1942: Tjarda dalam pakaian sipil
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Agustus 1945: Tjarda bersama petinggi militer KNIL setelah dibebaskan dari kamp tawanan Jepang. Kondidi kurus tampak tak tertutupi di badan beberapa orang di foto ini.
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Antara 1946 dan 1948: Setelah dibebaskan dari kamp tahanan Jepang di Manchuria, Tjarda kembali ke Belanda dan di 1946 ditunjuk menjadi Duta Besar Belanda di Perancis. Gambar di atas menunjukkan Pak Dubes Tjarda, kedua dari kiri, berkunjung ke Hollywood.
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1936, 1940-an, 1945
Tempat: a.l. Jakarta, Los Angeles (California)
Tokoh: Jonkheer Alidius Warmoldus Lambertus Tjarda van Starkenborgh Stachouwer (Gubernur Jenderal Hindia-Belanda 1936-1942)
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Jumat, 06 Desember 2024

Foto-foto pengintaian udara yang diambil Sekutu semasa Perang Dunia 2: Ngawi, Pomalaa, dan Yogyakarta

Benteng Vreedeburg di Yogyakarta yang menjadi kamp tawanan bagi warga sipil Eropa selain Jerman
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
1942: Benteng Van den Bosch di Ngawi yang menjadi kamp tawanan bagi warga Eropa yang dianggap musuh Jepang
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Pomalaa dengan informasi intelijen mengenai a.l. posisi jalur rel, tempat pembuangan sisa mesiu, barak pekerja, instalasi tambang berikut jalur transportasi menuju dermaga, dsb.
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: antara 1942 dan 1945
Tempat: Ngawi, Pomalaa (Kolaka), Yogyakarta
Tokoh:
Peristiwa: Menjelang akhir Perang Dunia 2, ketika Jepang makin defensif, pihak Sekutu memanfaatkan keunggulan udara mereka untuk melakukan pengintaian atas-atas posisi penting atau strategis, termasuk berbagai tempat di wilayah Nusantara seperti yang ditampilkan di foto-foto di atas.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Rabu, 04 Desember 2024

Foto-foto pengintaian udara yang diambil Sekutu semasa Perang Dunia 2: Kupang, Medan, dan Pekanbaru

Landasan pacu di Pekanbaru
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Landasan pacu di Medan dengan tulisan "BELAWAN DELI"
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Landasan pacu di Kupang
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: antara 1942 dan 1945
Tempat: Kupang, Medan, Pekanbaru
Tokoh:
Peristiwa: Menjelang akhir Perang Dunia 2, ketika Jepang makin defensif, pihak Sekutu memanfaatkan keunggulan udara mereka untuk melakukan pengintaian atas-atas posisi penting atau strategis, termasuk berbagai tempat di wilayah Nusantara seperti yang ditampilkan di foto-foto di atas.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Senin, 02 Desember 2024

Foto-foto pengintaian udara yang diambil Sekutu semasa Perang Dunia 2: Jambi dan Pulau Buru

Landasan pacu di Pulau Buru …
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
… yang kelak menjadi Bandara Namlea
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Landasan pacu di Jambi
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: antara 1942 dan 1945
Tempat: Jambi, Pulau Buru
Tokoh:
Peristiwa: Menjelang akhir Perang Dunia 2, ketika Jepang makin defensif, pihak Sekutu memanfaatkan keunggulan udara mereka untuk melakukan pengintaian atas-atas posisi penting atau strategis, termasuk berbagai tempat di wilayah Nusantara seperti yang ditampilkan di foto-foto di atas.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Sabtu, 30 November 2024

Foto-foto pengintaian udara yang diambil Sekutu semasa Perang Dunia 2: Ambon, Kepulauan Kai, Larantuka

Landasan pacu di Ambon, cikal bakal Bandara Pattimura
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Salah satu posisi di Kepulauan Kei dengan petunjuk khusus ke arah "R.C. Church" (gereja Katolik Roma)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Larantuka di timur Flores, di kaki Gunung Ile Mandiri, dengan pandangan ke arah Pulau Adonara. Petunjuk khusus juga diarahkan ke sebuah gereja di kawasan Tengah.
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: antara 1942 dan 1945
Tempat: Ambon, Flores, Kepulauan Kei
Tokoh:
Peristiwa: Menjelang akhir Perang Dunia 2, ketika Jepang makin defensif, pihak Sekutu memanfaatkan keunggulan udara mereka untuk melakukan pengintaian atas-atas posisi penting atau strategis, termasuk berbagai tempat di wilayah Nusantara seperti yang ditampilkan di foto-foto di atas.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Sabtu, 29 Juni 2024

Aksi kesehatan dan pangan Belanda untuk kaum lemah yang menjadi ajang propoganda

Foto ini diberi catatan "Vermagerd, uitgeput dankt zij den hemel dat zij thans vrij is van de 'Bescherming' in de kampen ('extremistenkampen')" [Kurus, lelah, dia bersyukur kepada Tuhan karena sekarang terbebas dari "perlindungan" di kamp ("kamp kaum ekstremis")]
.(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Foto ini diberi judul "Nog een slachtoffer uit de kampen" [Korban lain (yang dikeluarkan) dari kamp]
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Bantuan pangan (?) ini diberi label Nederland zal herrijzen, uit vrij Nederl.-Indiƫ een groet houdt moed! [Belanda akan bangkit lagi; dari Hindia-Belanda yang terbebaskan; sebuah salam membawa semangat!]
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: semasa perang kemerdekaan
Tempat: Jawa (?)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Kamis, 27 Juni 2024

Perawatan kesehatan dari warga Belanda untuk warga lokal semasa perang kemerdekaan

Seorang suster Belanda dan perawat lokal menangani beberapa warga dengan model rambut yang sama
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Kemungkinan pembersihan kaki yang terkena infeksi
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Seorang ibu menggendong bocah yang tampak penuh luka
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Edisi lain dari foto pertama
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Edisi lain dari foto kedua
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Edisi lain dari foto ketiga
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: semasa perang kemerdekaan
Tempat: Jawa (?)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Senin, 09 Mei 2022

Foto udara dari kawah dan pegunungan hasil jepretan KNIL Udara, 1940-an (2)

Segara Anak di kawasan Rinjani, Lombok
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Anak Krakatau di Selat Sunda
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Kawasan Bromo, Jawa Timur
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: 1940-an
Tempat: Lombok, Banten, Jawa Timur
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Sabtu, 07 Mei 2022

Foto udara dari kawah dan pegunungan hasil jepretan KNIL Udara, 1940-an (1)

Gunung Slamet, Jawa Tengah
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Kawasan Pengalengan, Bandung
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Danau Tiga Warna di kawasan Kelimutu, Flores
(klik untuk memperbesar | © NGA)

 Waktu: 1940-an
Tempat: Jawa Tengah, Bandung, Flores
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Jumat, 14 Agustus 2020

Monumen Doktor de Groot di stasiun radio Malabar

(klik untuk memperbesar | © AVS)

Waktu: antara 1923 dan 1942
Tempat: Bandung
Tokoh:
Peristiwa: Stasiun radio Malabar pada zamannya merupakan sarana komunikasi tercanggih tanpa tanding di belahan bumi bagian selatan. Salah satu ilmuwan yang berperan penting dalam pendiriannya adalah Dr. Ir. Cornelius de Groot, yang dikenang oleh monumen ini. Disain monumen ini cukup menarik karena menampilkan dua orang di belahan dunia yang berbeda yang mencoba untuk berkomunikasi teriak-dengar tanpa melihat satu sama lain.
Juru foto/gambar:
Sumber / Hak cipta: Atlas Van Stolk
Catatan:

Selasa, 26 Mei 2020

Peringatan untuk tentara Belanda akan kemungkinan penyadapan surat dan telepon

Semasa perang kemerdekaan, pihak Belanda khawatir bahwa komunikasi telepon atau surat yang dibuat tentara Belanda bisa disadap pihak Indonesia. Poster-poster ini mengingatkan mereka untuk berhati-hati.

Awas! Informasi bisa merengut nyawa. Hancurkan catatanmu. Jangan menulis tentang aktifitas militer di suratmu.
(klik untuk memperbesar | © AVS)
Hati-hati memilih kata. Informasi bisa merengut nyawa.
(klik untuk memperbesar | © AVS)

Waktu: semasa perang kemerdekaan
Tempat:
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Atlas Van Stolk
Catatan:

Minggu, 24 Mei 2020

Pasukan marinir Belanda memeriksa bubaran pekerja pelabuhan Surabaya

(klik untuk memperbesar | © AVS)
(klik untuk memperbesar | © AVS)
Waktu: semasa perang kemerdekaan
Tempat: Surabaya
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: F. Rademaker
Sumber / Hak cipta: Atlas Van Stolk
Catatan:

Jumat, 22 Mei 2020

Kejutan budaya untuk tentara Belanda di Indonesia (2)

PENGANTAR

Ketika Belanda mengirim bala tentaranya ke Indonesia di tahun 1945-1949, tidak sedikit di antara mereka yang baru pertama kali datang ke Indonesia. Kejutan budaya pun tak terhindarkan, seperti yang direkam oleh beberapa gambar di bawah ini. Gambar-gambar ini menangkap sudut pandang Belanda atas sisi kocak dari perang di Indonesia.

(klik untuk memperbesar | © AVS)
Tidak ada es krim di Indonesia? Bukan masalah, ada es lilin. Kalau si tukang lewat, siap dikerumuni, diborong, dan diteriaki disuruh tunggu oleh yang telat datang.

(klik untuk memperbesar | © AVS)
Ini masalah klasik buat orang Eropa di rumah makan Tionghoa. Mencoba makan mie pakai cara orang bule. Jadi bahan tertawaan.

(klik untuk memperbesar | © AVS)
Buat orang Eropa yang terbiasa dengan harga pas, ini menjadi keterampilan yang baru: menawar.

(klik untuk memperbesar | © AVS)
Dari wajah-wajah tentara Belanda ini terlihat banget bahwa sate kambing itu enak.

(klik untuk memperbesar | © AVS)
Kalau soal ular dan pawang, tidak salah lagi: wajah-wajah tentara ini memang bego.

(klik untuk memperbesar | © AVS)
Ucapan selamat Natal tidak diisi oleh gambar Sinterklas naik kereta terbang, tapi kusir mengendalikan delman.

(klik untuk memperbesar | © AVS)
Adanya radio bisa mengobati sedikit rindu keluarga di saat Natal.

Waktu: semasa perang kemerdekaan
Tempat: Bandung dan sekitarnya
Tokoh:
Peristiwa:
Penggambar: S. van Basel (kecuali yang terakhir)
Sumber / Hak cipta: Atlas Van Stolk
Catatan: