Tampilkan postingan dengan label Tempel (Sleman). Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tempel (Sleman). Tampilkan semua postingan

Kamis, 14 September 2017

Tujuh sketsa Mayor de Stuers mengenai Perang Jawa, 1833

Alfoeres, auxiliaires des Mollucques
[Warga Alifuru dari Maluku yang menjadi prajurit bantuan Belanda]
(klik untuk memperbesar | © KITLV)
Pont suspendu en bambou, sur des courans rapides á l'usage des colonnes mobiles
[Jembatan gantung dari bambu di atas arus deras untuk pasukan gerak cepat]
(klik untuk memperbesar | © KITLV)
Le prince Diepo Negoro, ventrant dans les habitations préparées pour lui et ses troupes aprés sa soumissions au Magellang, le 8 Mars 1830
[Pangeran Diponegoro memasuki perumahan yang dipersiapkan untuknya dan pasukannya setelah dikirim ke Magelang 8 Maret 1830]
(klik untuk memperbesar | © KITLV)
Coup d'oeil sur le Terrain de Java
[Pemandangan ke medan Jawa]
(klik untuk memperbesar | © KITLV)
Une des quatre colonnes mobiles, traversant des rizières et détachant quelques hommes contre une petite bande de rebelles
[Satu dari empat kesatuan mobil, melintasi pesawahan, mengerahkan beberapa orang dalam menghadapi gerombolan kecil para pemberontak]
(klik untuk memperbesar | © KITLV)
Redoute et camp retranché à Tempel, sur la route de Magellang à Djocjocarta
[Benteng dan barak di Tempel, di jalur Magelang-Jogjakarta]
(klik untuk memperbesar | © KITLV)
Vue de Magellang, sur la riviére Proge et la montagne Soembing, servant en méme temps de coup d'oeil sur une autre partie du terrain de Java
[Pemandangan ke Magelang dengan kali Progo dan gunung Sumbing, sekaligus bagian lain dari medan Jawa]
(klik untuk memperbesar | © KITLV)
Waktu: 1833
Tempat: Jawa
Tokoh:
Peristiwa: Tujuh lukisan dari tulisan Mayor F.V.A. de Stuers Mémoires sur la guerre de l'ile de Java, de 1825-1830 (Kenangan perang di pulau Jawa 1825-1830) yang dikeluarkan tahun 1833.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde
Catatan:

Minggu, 02 Oktober 2016

Perjalanan Slamet Riyadi dari Bawen (Semarang) ke Yogyakarta, 1949

Slamet Riyadi berbincang dengan Kapten Kroon dari Brigade V yang bermarkas di Solo
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Kendaraan yang membawa Slamet Riyadi dari Bawen ke Salam
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Slamet Riyadi (menghadap kamera) menyalami angota TNI yang sedang bertemu pihak Belanda di Salam
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Slamet Riyadi berbicara dengan pasukan TNI yang sedang bertemu pihak Belanda di Salam
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Slamet Riyadi (paling depan) berjalan kaki menuju jembatan Krasak; di latar belakang terlihat barikade yang dipasang TNI.
klik untuk memperbesar | © gahetna)
Slamet Riyadi bersama ajudannya melintasi jembatan Kali Krasak
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Waktu: 2 September 1949
Tempat: Salam (Magelang), Bawen (Semarang), Tempel (Sleman)
Tokoh: Letnan Kolonel Ignatius Slamet Riyadi (komandan TNI di beberapa wilayah di Jawa Tengah)
Peristiwa: Slamet Riyadi bertemu dengan pihak militer Belanda di Bawen (Semarang) dalam perundingan mengenai gencatan senjata antara TNI dan pasukan Belanda. Untuk menyampaikan hasil perundingan ke pihak Republik di Yogyakarta, Slamet Riyadi dikawal pasukan Belanda melintasi Salam (Magelang). Kemudian Slamet Riyadi dan para ajudannya berjalan kaki melintasi jembatan Krasak di wilayah Tempel (Sleman) yang merupakan batas antara wilayah yang dipertahankan pasukan Republik dan area yang dikuasai Belanda.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan: