Tampilkan postingan dengan label 1700. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 1700. Tampilkan semua postingan

Minggu, 07 September 2025

Peta kuno tentang Jakarta dari sekitar tahun 1700 keluaran Venezia

(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)

Tahun terbit: sekitar 1700
Tempat terbit: Venezia
Tokoh:
Deskripsi: Pembuat peta ini, Vincenzo Coronelli, adalah seorang biarawan dari Ordo Fransiskan yang memang seorang pakar dalam hal kartografi. Blog ini sebelumnya sudah menampilkan peta Sumatera karya Coronelli yang terbit di tahun 1687, serta peta Nusantara karya Coronelli pula yang terbit di tahun 1690. Peta kali ini menampilkan wilayah yang lebih sempit, yaitu kota Jakarta di penghujung abad ke-18. Sayangnya di peta ini tidak ada keterangan yang langsung ditampilkan dalam bentuk legenda. Tetapi kita bisa tahu bahwa di sini utara menghadap ke kiri, dengan pelabuhan Sunda Kelapa di kiri tengah. Bangunan dengan empat sudut seperti anak panah adalah Kastil Batavia. Sementara itu, di tengah peta mengalir Kali Besar, dengan bagian kota Jakarta berada di kedua tepinya, yang terdiri dari wilayah pemukiman umumnya warga Eropa, balai kota, rumah sakit, pasar, serta rumah ibadah.
Juru kartografi: Vincenzo Maria Coronelli
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Kamis, 12 September 2024

Peta kuno dari tahun 1700: Ketika bagian barat Nusantara masih disebut Kepulauan Sunda

(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)

Tahun terbit: ~1700
Tempat terbit: Amsterdam
Tokoh:
Deskripsi: Nicolas Sanson, pembuat peta berbahasa Perancis ini, adalah bapak kartografi Perancis yang wafat di tahun 1667. Peta ini dikeluarkan di Amsterdam di sekitar tahun 1700, dengan judul dalam bahasa Belanda De eilanden van Sunda, yang mengesankan bahwa judul aslinya "diedit" setelah Sanson meninggal. Terlepas dari hal itu, peta ini mencerminkan pemahaman para pakar geografi dan kartografi waktu itu bahwa tiga pulau besar di bagian barat Nusantara dikelmpokkan ke nama "Kepulauan Sunda", suatu istilah yang sekarang jarang dipakai, digeser oleh istilah "Sundaland" untuk menyebut wilayah Asia Tenggara zaman dulu ketika masih menyatu sebagai daratan dengan benua Asia.
Hal lain yang bisa dicatat dari peta ini adalah pemakaian kata "Borneo" untuk Brunei, yang tampaknya berujung pada nama Borneo di dunia internasional untuk pulau yang kita sebut Kalimantan.
Juru kartografi: berdasarkan karya Nicolas Sanson
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Minggu, 04 Agustus 2019

Empat sketsa perairan Maluku dari abad ke-18

Sketsa benteng Victoria di Ambon, aslinya dari sekitar tahun 1700
(klik untuk memperbesar | © zwiggelaarauctions)
Sketsa Seram, aslinya dari tahun 1775
(klik untuk memperbesar | © zwiggelaarauctions)
Sketsa Ternate, aslinya dari tahun 1775
(klik untuk memperbesar | © zwiggelaarauctions)
Lukisan Ternate
(klik untuk memperbesar | © zwiggelaarauctions)
Waktu: 1700, 1775
Tempat: Ambon, Seram, Ternate
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Zwiggelaar Auctions
Catatan:

Kamis, 29 Agustus 2013

Peta Sulawesi, Maluku, dan sekitarnya dari tahun 1700


Waktu: 1700
Tempat:
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Luca Tettoni
Sumber / Hak cipta: Corbis
Catatan: Peta ini dikeluarkan oleh Pieter Vander Aa; gambar dengan ukuran 1243x900 bisa diunduh dari laman Barry Lawrence Ruderman Antique Maps Inc.