Tampilkan postingan dengan label sepakbola. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sepakbola. Tampilkan semua postingan

Senin, 06 April 2026

Dari koleksi foto seorang warga Sekolah Guru B di Sambas di tahun 1956 (2)

Rangkaian foto berikut hanya memiliki sedikit catatan. Tetapi foto bisa teridentifikasi bahwa pemilik kumpulan foto ini merupakan warga dari Sekolah Guru B di Sambas di tahun 1956, kemungkinan salah satu tenaga pengajar.


Ruang pameran sekolah yang selain berisi karya siswa dan poster, juga bola dunia dan model kerangka manusia
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Kolam pemandian Puting/Poteng di Singkawang
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Kesebelasan SGB Sambas
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Pengurus PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia) cabang Sambas
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1956
Tempat: Sambas
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Jumat, 07 Juli 2023

Aneka foto dari zaman Belanda karya para juru foto yang belum teridentifikasi (13)

Kuburan seorang Belanda bernama Antonius Johannes ten Velden di Surabaya
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Sebuah toko pakaian lelaki dan peralatan olahraga bernama Java Stores
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Bandung, 1918: Batavia's Elftal, cikal bakal Persija, menjadi juara sepakbola se-Jawa
(klik untuk memperbesar | © NGA)
~1890: Seorang Belanda bersama warga Minangkabau; tulisan di foto menyebutkan nama "Datuk Bandara" yang disebut sebagai tetua di "Padang Tarok" (Agam)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Reruntuhan sebuah candi di Jawa yang belum teridentifikasi
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: a.l. 1890, 1918
Tempat: a.l. Bandung, Padang Tarok (Agam), Surabaya
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Senin, 02 Januari 2023

Dari album foto seorang anggota Keraton Kanoman Cirebon (7)

PENGANTAR

Di antara album foto yang dibeli National Gallery of Australia dari koleksi Leo Haks, ada sebuah buku foto yang oleh NGA diberikan keterangan singkat "Samsoedin Indonesian family album 1930 - 1933". Sepintas isi album ini memang foto-foto keluarga Indonesia, yang berisi gambar dari anak kecil hingga dewasa, ketika di rumah atau sedang bepergian. Si keluarga tampaknya lumayan berada. Mereka memiliki mobil dengan plat nomor D, memiliki anjing ras, dan Samsoedin ini memiliki kamera yang tampaknya dia gunakan untuk mengambil banyak foto yang ada di album ini. Kemudian keluarga ini banyak berpergian, keliling Jawa, ke Bali, ke Palembang, bahkan sampai ke Singapura.

Si penyusun foto memberikan beberapa catatan, sehingga kita masih bisa mengetahui tentang apa foto-foto ini. Di salah satu foto ada keterangan De Koninklijke familie Kanoman, atau "Keluarga Kerajaan Kanoman". Ini menimbulkan dugaan bahwa keluarga yang ditampilkan di album ini adalah keluarga Keraton Kanoman, Cirebon. Dugaan ini diperkuat dengan catatan Samsoedin di foto dia bersama kerabat lelakinya yang diberi catatan 't Kanoman-trio and little brothers. Akhirnya catatan dia di awal album yang menyebutkan namanya, dan nama tempat "Soerabaja", "Bandoeng", "Java", dan "Kanoman" makin mengukuhkan dugaan ini.

Album ini menjadi menarik karena menampilkan golongan berada Indonesia di tahun 1930-an: pakaiannya, pendidikannya, bahasa yang digunakan, kegiatannya, serta pertemanannya. Album ini juga ikut memperlihatkan tempat mana saja yang menjadi tujuan perjalanan atau wisata saat itu. Dari album ini kita juga melihat bahwa Samsoedin ini sangat senang memfoto anak kecil terutama keponakannya, dan dalam beberapa foto juga kaum perempuan termasuk ibu dan saudara-saudara wanitanya. Ada juga foto yang memperlihatkan kunjungan Dr. Khalid Sheldrake ke Bandung. Khalid, yang nama aslinya Bertram William, adalah filantrop Inggris yang masuk Islam dan sempat dinobatkan menjadi Raja Islamestan di wilayah Xinjiang, RRT, sekarang.


Halaman yang banyak menunjukkan foto saudara perempuan dan keponakan Samsoedin, serta suasana Ramadhan di tahun 1932
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Samsoedin sebegai pemain bola, dia menyebut posisinya center voor (depan tengah)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Halaman yang banyak menunjukkan tim sepakbola serta kunjungan wisata ke tempat yang tidak disebutkan
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Wisata ke Borobudur, teman-teman sekolah, dan tambahan foto keluarga dari saudara dan keponakan
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Halaman yang dipenuhi para keponakan; Samsoedin malah muncul memangku dua di antaranya, sementara di foto lain dia menyebutkan nama-namanya: Atikah, Elly, Farida, dan tentu saja Ontje
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Halaman yang sekali lagi menampilkan ayah dan ibu Samosoedin, para saudaranya, teman-teman sekolahnya, dan kunjungan a.l. ke Sangkanhurip (Kuningan), serta Sumedang
(klik untuk memperbesar | © NGA)
 
Waktu: di sekitar tahun 1930
Tempat: a.l. Kuningan, Sumedang
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: a.l. Samsudin
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Minggu, 05 Desember 2021

Batavia's Elftal, cikal bakal Persija, menjuarai turnamen sepakbola se-Hindia Belanda, 1918

(klik untuk memperbesar | © NGA)
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: 1918
Tempat: Bandung
Tokoh:
Peristiwa: Batavia's Elftal menjuarai turnamen sepakbola se-Hindia Belanda yang diselenggarakan di Bandung.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan: 1) Saat itu peserta turnamen hanya berasal dari Pulau Jawa, seperti halnya PON pertama di Solo tahun 1948. 2) Tepat 100 tahun kemudian, Persija memenangkan Piala Presiden.

Kamis, 17 Januari 2019

Beberapa foto dari tahun 1950-an

Ini adalah beberapa foto tanpa catatan yang mengundang pembaca untuk memberikan kontribusi tentang peristiwa apa, di mana, dan kapan.
Keterangan di bawah hanya perkiraan yang perlu diverifikasi lebih lanjut.

Ujuk rasa ke Istana Merdeka 17 Oktober 1952?
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Ujuk rasa ke Istana Merdeka 17 Oktober 1952?
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Ujuk rasa ke Istana Merdeka 17 Oktober 1952?
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Pemberontakan PRRI/Permesta?
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
17 Desember 1957: Kesebelasan Belanda meninggalkan lapangan hijau dalam suasana panas ketika Soekarno menyerukan nasionalisasi aset-aset Belanda di Indonesia
(klik untuk memperbesar | © gahetna)

Waktu: 1950-an
Tempat: ?
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan:

Rabu, 18 Juli 2018

Kolonel Sungkono di penghujung tahun 1949

Kediri, September 1949: Kol. Sungkono, didampingi Letkol. Sukanda Bratamanggala mengunjungi masyarakat dan pasukan TNI di Kediri
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Madiun, 17 Desember 1949: Kol. Sungkono memberikan piala kepada tim Belanda yang menang 2-1 atas tim Indonesia
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Madiun, 17 Desember 1949: Tim sepakbola Indonesia dan Belanda yang bertanding
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Waktu: 1949
Tempat: Kediri, Madiun
Tokoh: Kolonel Sungkono (Gubernur Militer Jawa Timur), Letkol. Sukanda Bratamanggala (perwira Siliwangi)
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan:

UPDATE 18 Agustus 2018
Tambahan foto dari acara kunjungan Kol. Sungkono dan Letkol. Sukanda ke Kediri:
Kol. Sungkono (kanan) berdampingan dengan Letkol. Sukanda di acara kunjungan ke Kediri
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Kesatuan pemuda pejuang yang menyambut Sungkono dan Sukana di Kediri
(klik untuk memperbesar | © gahetna)

Rabu, 27 Juni 2018

Penampilan tim sepakbola Hindia-Belanda di Piala Dunia 1938

Reims, 5 Juni 1938, pertandingan babak awal Piala Dunia di Perancis: Tim berkaos terang adalah Hungaria, yang beberapa hari kemudian masuk final dan menjadi runner-up. Tim berkaos gelap-terang berasal dari … Indonesia, atau Hindia-Belanda ketika itu. Ini adalah kesebelasan pertama dari Asia di ajang Piala Dunia.
(klik untuk memperbesar | © spaarnestad)
Setelah perjalanan berminggu-minggu dengan kapal laut, dan asupan makanan yang beda di lidah, tim kulit sawo-matang ini kalah 0-6 dari Hungaria. Lumayan mencolok, tapi saat itu Kuba kalah lebih telak: 0-8 lawan Swedia. Swedia sendiri kemudian dikalahkan … Hungaria. Sistem gugur membuat tim Hindia-Belanda hanya berkesempatan main satu kali.
(klik untuk memperbesar | © spaarnestad)
Ini dia wajah sebelas orang Asia pertama di Piala Dunia (atau mungkin sepuluh tanpa pemain paling kiri?). Pria berkacamata di tengah adalah kapten tim, Achmad Nawir, seorang terpelajar bergelar doktor. Foto diambil di Amsterdam, tanggal 27 Juni 1938, tepat 80 tahun lalu, saat tim ini berhadapan dengan kesebelasan Belanda dalam sebuah pertandingan persahabatan.
(klik untuk memperbesar | © spaarnestad)
Waktu: 5 dan 27 Juni 1938
Tempat: Reims (Perancis), Amsterdam
Tokoh: Achmad Nawir (tokoh sepakbola Indonesia)
Peristiwa: 
Fotografer: 
Sumber / Hak cipta: Spaarnestad Photo
Catatan:

Kamis, 02 Juni 2016

Kegiatan tentara Belanda ketika tidak sedang menggempur pejuang Indonesia (5): main bola

Banyumas, 7 Februari 1948
(klik untuk memperbesar | © J.C. Taillie / gahetna)
April 1948
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Tanjung Priuk, 13 Maret 1948
(klik untuk memperbesar | © R.G. Jonkman / gahetna)
Semarang, 12 April 1948
(klik untuk memperbesar | © Th. van de Burgt /  gahetna)
Waktu: 1948
Tempat: Banyumas, Semarang, Tanjung Priuk
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: J.C. Taillie / R.G. Jonkman / Th. van de Burgt
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan:

Rabu, 08 April 2015

Pertandingan sepakbola antara Hindia-Belanda melawan Belanda di Amsterdam, 1938

Tim sepakbola Hindia-Belanda berfoto bersama di Amsterdam, setelah mengikuti Piala Dunia 1938 di Perancis.
(klik untuk memperbesar | © KVNB via gahetna)
Achmad Nawir (kapten kesebelasan Hindia-Belanda) di sebelah Puck van Heel (kapten kesebelasan Belanda) menuju lapangan.
(klik untuk memperbesar | © KVNB via gahetna)
Gol untuk Belanda.
(klik untuk memperbesar | © KVNB via gahetna)
Gol lagi untuk Belanda.
(klik untuk memperbesar | © KVNB via gahetna)
Gol lagi untuk Belanda. KVNB tampaknya hanya mengarsip foto yang menunjukkan gawang Hindia-Belanda kebobolan.
(klik untuk memperbesar | © KVNB via gahetna)
Waktu: 26 Juni 1938
Tempat: Amsterdam
Tokoh:
Peristiwa: Pertandingan persahabatan antara Hindia-Belanda melawan Belanda di Stadion Olimpiade, Amsterdam. Adu laga ini berakhir 9-2 untuk Belanda.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan: Foto Achmad Nawir sudah muncul di blog ini sebelumnya. Kali ini ukurannya lebih besar.

Senin, 23 September 2013

Ketika sepakbola Indonesia masih dihormati dunia

(klik untuk memperbesar)
(klik untuk memperbesar)
Waktu: 26 Juni 1938 (atas); 5 Juni 1938
Tempat: Amsterdam, Belanda (atas); Reims, Perancis
Tokoh: Achmad Nawir (kapten kesebelasan Hindia-Belanda, atas, membawa bola); Puck van Heel (kapten kesebelasan Belanda, atas, membawa bola)
Peristiwa: Kesebelasan Hindia-Belanda dalam pertandingan persahabatan melawan Belanda (atas); dua pemain Hindia-Belanda di Piala Dunia sepakbola 1938
Fotografer:
Sumber: Java Post & Java Post
Catatan:
1. Foto di atas dimuat dengan tautan langsung dari blog Java Post.
2. Achmad Nawir adalah satu-satunya pemain di turnamen 1938 ini yang memakai kacamata; dia memang memiliki gelar doktor.
3. Update atas foto Achmad Nawir bisa dilihat di posting tanggal 8 April 2015.

Jumat, 01 Februari 2013

Kedatangan tim sepakbola Uni Sovyet 1958

(klik untuk memperbesar)
Waktu: Maret 1958
Tempat: Sumatera
Tokoh:
Peristiwa: Tim sepakbola Uni Sovyet mendarat di Sumatera menggunakan pesawat Garuda
Fotografer: James Burke
Sumber / Hak cipta: Time Life
Catatan: