Tampilkan postingan dengan label telepon. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label telepon. Tampilkan semua postingan

Senin, 11 Januari 2021

Poster komunikasi radio/telepon antara Belanda dan Nusantara, 1932/1934

Antara tahun 1929 dan 1932
(klik untuk memperbesar | © Han Harloff / AVS)

Pembangunan stasiun radio Malabar merupakan kebanggaan teknologi bagi Belanda. Dengan sarana tercanggih di bagian selatan dunia saat ini ini, komunikasi langsung tanpa kabel bisa terjalin antara dua tenpat dengan jarak sekitar 15000 km. Catatan di poster di atas menyebutkan bahwa tarif bicara dari Belanda ke Nusantara saat itu adalah 30 gulden untuk 3 menit pertama; ini lebih tinggi daripada penghasilan seorang pekerja rata-rata di Belanda dalam satu minggu.

Antara tahun 1930 dan 1934
(klik untuk memperbesar | © AVS)

Poster ini lebih baru daripada yang di atas, dan tampaknya ditujukan ke warga Belanda di Nusantara. Judulnya "Bicaralah dengan tanah air", dengan penggambaran keluarga muda di Hindia-Belanda dengan orang tua di Belanda. Pesawat teleponnya pun sudah digambarkan dengan model rumah tangga.

Waktu: 1932, 1934
Tempat: Belanda & Indonesia
Tokoh:
Peristiwa:
Juru foto/gambar: Han Harloff (atas)
Sumber / Hak cipta: Atlas Van Stolk
Catatan:

Rabu, 12 Juni 2019

Bung Tomo bersama para pemuda pejuang di markasnya, 1945

(klik untuk memperbesar | © BeeldbankWO2 / NIOD)

Waktu: kemungkinan 1945
Tempat: Surabaya
Tokoh: Bung Tomo (pejuang kemerdekaan)
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Minggu, 06 Januari 2013

Promosi produk Ericsson di tahun 1955

(klik untuk memperbesar)
Waktu: September 1955
Tempat: Jakarta
Tokoh: -
Peristiwa: Para gadis remaja mencoba pesawat telepon terbaru keluaran Ericsson, yang bisa menghubungkan Jakarta dengan Bandung lewat sambungan jarak jauh
Fotografer: Howard Sochurek
Hak cipta: Time Life