Tampilkan postingan dengan label Batang Hari. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Batang Hari. Tampilkan semua postingan

Selasa, 08 April 2025

Dari Papua sampai ke Aceh: Nusantara dalam sketsa keluaran tahun 1883 (14)

Muara Sungai Padang di sekitar Gunung Monyet (sekarang Gunung Padang)
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
Sebuah kelenteng di Padang
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
Sungai Batanghari di kawasan Minangkabau
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
Air terjun Lembah Anai
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)

Tahun terbit: 1883
Tempat terbit: Amsterdam
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar:
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan: Lihat juga posting 1, 2, dan 3 sebelum ini.

Jumat, 18 September 2020

Dari ekspedisi di Sumatera Tengah 1877-1879: Muara Kumpeh, Muara Sabak, dan Sungai Asam di Jambi

PENGANTAR

Pada tahun 1873 Belanda mendirikan Koninklijk Nederlandsch Aardrijkskundig Genootschap (Masyarakat Ilmu Bumi Kerajaan Belanda), mengikuti langkah serupa yang sebelumnya dilakukan oleh Perancis, Inggris, Jerman, dan Rusia. Ekspedisi besar pertama organisasi ini berlangsung empat tahun kemudian, yaitu penjelajahan di Midden-Sumatra ("Sumatera Tengah"), yang berlangsung dari tahun 1877 hingga 1879. Ekspedisi ini dilaksanakan oleh sebuah tim yang terdiri dari Arend Ludolf van Hasselt, Daniël David Veth, Johannes François Snelleman, serta Johannes Schouw Santvoort, dengan ditemani pendamping lokal.

Peta ekspedisi, dengan tambahan info tentang lokasi fotonya akan ditampilkan di blog ini (ikon biru), dan lokasi lain sebagai patokan (ikon merah)
(klik untuk memperbesar)

Peta di atas ini, dalam garis-garis merah, menunjukkan rute penjelajahan yang dilakukan oleh tim ini, yang mencakup wilayah Sumatera Barat, Jambi, dan Sumatera Selatan. Tim ini selain mengamati aspek geografi dan geologi dari tempat-tempat yang dijelajahi, juga mendokumentasikan aspek lain seperti flora dan fauna, hingga etnografi dan adat istiadat. Situs archive.org mengarsipkan publikasi-publikasi hasil penjelajahan ini, dalam bahasa Belanda.

Selain itu, ada juga album foto yang memuat 145 foto, yang sayangnya tidak ada di situs archive.org tsb. Untungnya, National Gallery of Australia, memiliki salah satu eksemplar dari album ini, meskipun beberapa halaman di antaranya hilang. Blog ini akan menampilkan foto-foto dari album ini, sejauh mungkin dalam format lembar aslinya, dengan warna yang sudah menguning.

(klik untuk memperbesar | © NGA)

Beruntung pula, Universiteit Leiden memiliki pula koleksi foto-foto ini, meskipun tampaknya dalam bentuk satuan, tidak dalam bentuk album. Bahkan, Universiteit Leiden tampaknya memiliki akses ke foto-foto lain dari ekspedisi ini yang tidak masuk ke dalam album. Blog ini pun akan menampilkannya, kali ini dalam format skala-abu. Lokasi-lokasi yang fotonya ditampilkan akan ditandai dengan ikon biru di peta di atas.


Foto dari album Daniel Veth:
Muara Sabak, Jambi
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Foto dari arsip Universiteit Leiden:
Batang Hari di Muara Sabak, Jambi
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Muara Sabak, Jambi
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Muara Sabak, Jambi
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Muara Kumpeh, Jambi
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Batang Hari di Muara Kumpeh, Jambi
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Sungai Asam, Jambi
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)

Waktu: antara 1877 dan 1879
Tempat: Jambi
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia / Universiteit Leiden
Catatan:

Senin, 14 September 2020

Dari ekspedisi di Sumatera Tengah 1877-1879: Sekitar tepian Batang Hari di Jambi

PENGANTAR

Pada tahun 1873 Belanda mendirikan Koninklijk Nederlandsch Aardrijkskundig Genootschap (Masyarakat Ilmu Bumi Kerajaan Belanda), mengikuti langkah serupa yang sebelumnya dilakukan oleh Perancis, Inggris, Jerman, dan Rusia. Ekspedisi besar pertama organisasi ini berlangsung empat tahun kemudian, yaitu penjelajahan di Midden-Sumatra ("Sumatera Tengah"), yang berlangsung dari tahun 1877 hingga 1879. Ekspedisi ini dilaksanakan oleh sebuah tim yang terdiri dari Arend Ludolf van Hasselt, Daniël David Veth, Johannes François Snelleman, serta Johannes Schouw Santvoort, dengan ditemani pendamping lokal.

Peta ekspedisi, dengan tambahan info tentang lokasi fotonya akan ditampilkan di blog ini (ikon biru), dan lokasi lain sebagai patokan (ikon merah)
(klik untuk memperbesar)

Peta di atas ini, dalam garis-garis merah, menunjukkan rute penjelajahan yang dilakukan oleh tim ini, yang mencakup wilayah Sumatera Barat, Jambi, dan Sumatera Selatan. Tim ini selain mengamati aspek geografi dan geologi dari tempat-tempat yang dijelajahi, juga mendokumentasikan aspek lain seperti flora dan fauna, hingga etnografi dan adat istiadat. Situs archive.org mengarsipkan publikasi-publikasi hasil penjelajahan ini, dalam bahasa Belanda.

Selain itu, ada juga album foto yang memuat 145 foto, yang sayangnya tidak ada di situs archive.org tsb. Untungnya, National Gallery of Australia, memiliki salah satu eksemplar dari album ini, meskipun beberapa halaman di antaranya hilang. Blog ini akan menampilkan foto-foto dari album ini, sejauh mungkin dalam format lembar aslinya, dengan warna yang sudah menguning.

(klik untuk memperbesar | © NGA)

Beruntung pula, Universiteit Leiden memiliki pula koleksi foto-foto ini, meskipun tampaknya dalam bentuk satuan, tidak dalam bentuk album. Bahkan, Universiteit Leiden tampaknya memiliki akses ke foto-foto lain dari ekspedisi ini yang tidak masuk ke dalam album. Blog ini pun akan menampilkannya, kali ini dalam format skala-abu. Lokasi-lokasi yang fotonya ditampilkan akan ditandai dengan ikon biru di peta di atas.


Foto dari album Daniel Veth:
Pemimpin ekspedisi, Letnan Johannes Schouw Santvoort meninggal dalam penjelajahan di Jambi pada tanggal 23 November 1877
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Batang Hari di Jambi
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Rumah-rumah terapung di tepian Batang Hari di Jambi
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Sebuah kapal uap melintasi Batang Hari di Jambi
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Foto dari arsip Universiteit Leiden:
Empang di Jambi
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Sebuah kapal uap melintasi Batang Hari di Jambi
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Rumah kontroleur di Jambi
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Pemimpin ekspedisi, Letnan Johannes Schouw Santvoort meninggal dalam penjelajahan di Jambi pada tanggal 23 November 1877
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Batang Hari di Jambi
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Tepian Batang Hari di Jambi
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Rumah-rumah terapung di tepian Batang Hari di Jambi
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)

Waktu: antara 1877 dan 1879 (foto pertama dipastikan dari tahun 1877)
Tempat: Jambi
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia / Universiteit Leiden
Catatan:

Sabtu, 12 September 2020

Dari ekspedisi di Sumatera Tengah 1877-1879: Muara Tembesi, Olak, Sultan Jambi di Dusun Tengah

PENGANTAR

Pada tahun 1873 Belanda mendirikan Koninklijk Nederlandsch Aardrijkskundig Genootschap (Masyarakat Ilmu Bumi Kerajaan Belanda), mengikuti langkah serupa yang sebelumnya dilakukan oleh Perancis, Inggris, Jerman, dan Rusia. Ekspedisi besar pertama organisasi ini berlangsung empat tahun kemudian, yaitu penjelajahan di Midden-Sumatra ("Sumatera Tengah"), yang berlangsung dari tahun 1877 hingga 1879. Ekspedisi ini dilaksanakan oleh sebuah tim yang terdiri dari Arend Ludolf van Hasselt, Daniël David Veth, Johannes François Snelleman, serta Johannes Schouw Santvoort, dengan ditemani pendamping lokal.

Peta ekspedisi, dengan tambahan info tentang lokasi fotonya akan ditampilkan di blog ini (ikon biru), dan lokasi lain sebagai patokan (ikon merah)
(klik untuk memperbesar)

Peta di atas ini, dalam garis-garis merah, menunjukkan rute penjelajahan yang dilakukan oleh tim ini, yang mencakup wilayah Sumatera Barat, Jambi, dan Sumatera Selatan. Tim ini selain mengamati aspek geografi dan geologi dari tempat-tempat yang dijelajahi, juga mendokumentasikan aspek lain seperti flora dan fauna, hingga etnografi dan adat istiadat. Situs archive.org mengarsipkan publikasi-publikasi hasil penjelajahan ini, dalam bahasa Belanda.

Selain itu, ada juga album foto yang memuat 145 foto, yang sayangnya tidak ada di situs archive.org tsb. Untungnya, National Gallery of Australia, memiliki salah satu eksemplar dari album ini, meskipun beberapa halaman di antaranya hilang. Blog ini akan menampilkan foto-foto dari album ini, sejauh mungkin dalam format lembar aslinya, dengan warna yang sudah menguning.

(klik untuk memperbesar | © NGA)

Beruntung pula, Universiteit Leiden memiliki pula koleksi foto-foto ini, meskipun tampaknya dalam bentuk satuan, tidak dalam bentuk album. Bahkan, Universiteit Leiden tampaknya memiliki akses ke foto-foto lain dari ekspedisi ini yang tidak masuk ke dalam album. Blog ini pun akan menampilkannya, kali ini dalam format skala-abu. Lokasi-lokasi yang fotonya ditampilkan akan ditandai dengan ikon biru di peta di atas.


Foto dari album Daniel Veth:
Sultan Jambi, Ahmad Nazaruddin, bertemu dengan tim ekspedisi di Dusun Tengah
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Sultan Jambi, Ahmad Nazaruddin, di depan (salah satu) rumahnya di Dusun Tengah yang tampak menggunakan genting sebagai atap
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Foto dari arsip Universiteit Leiden:
Tempat bergabungnya Muara Tembesi ke Batang Hari
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Tim ekspedisi berpas-pasan dengan perahu lain di pertemuan Muara Tembesi ke Batang Hari
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Perahu lain di sekitar tempat bergabungnya Muara Tembesi ke Batang Hari
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Sungai Batang Hari di Olak
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Tepian Batang Hari di Olak
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Pertemuan tim ekspedisi dengan perahu lain di Olak
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Perahu lain di Olak yang berpas-pasan dengan tim ekspedisi
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Tepian sungai Batang Hari di Dusun Tengah
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Sultan Jambi, Ahmad Nazaruddin, bertemu dengan tim ekspedisi di Dusun Tengah
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Sultan Jambi, Ahmad Nazaruddin, di depan (salah satu) rumahnya di Dusun Tengah yang tampak menggunakan genting sebagai atap
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)

Versi sketsa:
Tim ekspedisi berpas-pasan dengan perahu lain di pertemuan Muara Tembesi ke Batang Hari
(klik untuk memperbesar)

Tepian sungai Batang Hari di Dusun Tengah;
sketsa ini tampaknya menggabungkan foto no. 5 dan 10
(klik untuk memperbesar)

Waktu: antara 1877 dan 1879
Tempat: Jambi
Tokoh:  Ahmad Nazaruddin (Sultan Jambi)
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia / Universiteit Leiden
Catatan:

Kamis, 10 September 2020

Dari ekspedisi di Sumatera Tengah 1877-1879: Abai, Batang Sipotar, Bidar Alam, dan Muara Makmun

PENGANTAR

Pada tahun 1873 Belanda mendirikan Koninklijk Nederlandsch Aardrijkskundig Genootschap (Masyarakat Ilmu Bumi Kerajaan Belanda), mengikuti langkah serupa yang sebelumnya dilakukan oleh Perancis, Inggris, Jerman, dan Rusia. Ekspedisi besar pertama organisasi ini berlangsung empat tahun kemudian, yaitu penjelajahan di Midden-Sumatra ("Sumatera Tengah"), yang berlangsung dari tahun 1877 hingga 1879. Ekspedisi ini dilaksanakan oleh sebuah tim yang terdiri dari Arend Ludolf van Hasselt, Daniël David Veth, Johannes François Snelleman, serta Johannes Schouw Santvoort, dengan ditemani pendamping lokal.

Peta ekspedisi, dengan tambahan info tentang lokasi fotonya akan ditampilkan di blog ini (ikon biru), dan lokasi lain sebagai patokan (ikon merah)
(klik untuk memperbesar)

Peta di atas ini, dalam garis-garis merah, menunjukkan rute penjelajahan yang dilakukan oleh tim ini, yang mencakup wilayah Sumatera Barat, Jambi, dan Sumatera Selatan. Tim ini selain mengamati aspek geografi dan geologi dari tempat-tempat yang dijelajahi, juga mendokumentasikan aspek lain seperti flora dan fauna, hingga etnografi dan adat istiadat. Situs archive.org mengarsipkan publikasi-publikasi hasil penjelajahan ini, dalam bahasa Belanda.

Selain itu, ada juga album foto yang memuat 145 foto, yang sayangnya tidak ada di situs archive.org tsb. Untungnya, National Gallery of Australia, memiliki salah satu eksemplar dari album ini, meskipun beberapa halaman di antaranya hilang. Blog ini akan menampilkan foto-foto dari album ini, sejauh mungkin dalam format lembar aslinya, dengan warna yang sudah menguning.

(klik untuk memperbesar | © NGA)

Beruntung pula, Universiteit Leiden memiliki pula koleksi foto-foto ini, meskipun tampaknya dalam bentuk satuan, tidak dalam bentuk album. Bahkan, Universiteit Leiden tampaknya memiliki akses ke foto-foto lain dari ekspedisi ini yang tidak masuk ke dalam album. Blog ini pun akan menampilkannya, kali ini dalam format skala-abu. Lokasi-lokasi yang fotonya ditampilkan akan ditandai dengan ikon biru di peta di atas.


Foto dari album Daniel Veth:
Rumah besar dari bambu di Bidar Alam
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Rumah panggung di Abai
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Foto dari arsip Universiteit Leiden:
Aliran Batang Sangir di Abai
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Sungai Batang Sangir di Abai
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Penggabungan aliran Batang Sipotar ke Batang Hari
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Penggabungan aliran Batang Sipotar ke Batang Hari
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Rumah besar dari bambu di Bidar Alam
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Sungai Batang Hari di Muara Makmun
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)

Versi sketsa:
Sungai Batang Hari di Muara Makmun
(klik untuk memperbesar)

Sungai Batang Sangir di Abai
(klik untuk memperbesar)

Tambahan sketsa:
Sungai Batang Sangir di Bidar Alam
(klik untuk memperbesar)

Waktu: antara 1877 dan 1879
Tempat: Minangkabau
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia / Universiteit Leiden
Catatan: