Tampilkan postingan dengan label Deli. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Deli. Tampilkan semua postingan

Rabu, 25 Maret 2026

Hotel Marine di Jakarta dan Hotel Deli di Medan di abad ke-19

Hotel Deli di Sumatera Utara
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Hotel Marine di Jakarta
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: abad ke-19
Tempat: Deli (atas), Jakarta (bwah)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Woodbury & Page (foto kedua)
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Senin, 27 Juni 2022

Rumah kusta Lau Simomo di tahun 1931 dan beberapa fasilitas kesehatan lainnya pada masa Hindia-Belanda

1931: Rumah perawatan bagi penderita kusta yang didirikan Belanda di Lau Simomo (Kabanjahe, Karo)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Deli, 1931: Sebelumnya para penderita kusta diasingkan di rumah atau gubuk seperti ini
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Klinik yang didirikan Belanda di Leksula (Pulau Buru) bagi masyarakat dan juga pesakitang yang ditahan di sana
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Rumah sakit Santo Carolus di Yogyakarta
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Deli: Posyandu untuk ibu dan anak dari pekerja perkebunan tembakau asal Jawa
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: sebelum 1942 (a.l. 1931)
Tempat: Deli, Kabanjahe, Pulau Buru, Yogyakarta
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Senin, 11 April 2022

Koleksi foto dari masa kejayaan tembakau di utara Sumatera — Album XIV (5)

PENGANTAR

Seperti sudah disinggung di posting sebelum ini, dan juga sebelumnya lagi, sejarah mewariskan banyak album foto tentang wilayah utara Sumatera dari masa kejayaan perkebunan tembakau. Isinya tentunya foto-foto yang terkait dengan perkebunan tembakau, serta manusia dan tempat atau tempat di sekitarnya.

Berbeda dengan album-album sebelumnya yang berasal dari akhir abd ke-19 atau awal abad ke-20, album ke-14 ini relatif baru, yaitu dari tahun 1939; hanya 3 tahun sebelum Jepang mengusir Belanda dari wilayah yang ditampilkan di foto. Di tahun 1939 ini, dunia perkebunan sudah berkembang ke komoditi sawit dan karet, meski tembakau tampaknya tetap menjadi tumpuan utama. Pengangkutan hasil panen pun tampaknya sudah beralih ke kereta api dengan jaringan rel-nya.

Sayang tidak ada catatan keterangan atas foto-foto di album ini, baik mengenai objek foto, tempat, atau juru fotonya. Menariknya, kualitas fotonya lumayan, kemungkinan besar malah dibuat oleh seorang profesional.


Kemungkinan salah satu kantor milik Deli Maatschappij
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Stasiun pengujian mutu tembakau
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Seorang pekerja perempuan asal Jawa di antara daun tembakau
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Seorang pekerja (asal Jawa?) di perkebunan tembakau
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Kawasan kediaman warga Belanda yang bekerja di perkebunan
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Pinggir dari kawasan kediaman warga Belanda yang bekerja di perkebunan
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: 1939
Tempat: Deli
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Sabtu, 09 April 2022

Koleksi foto dari masa kejayaan tembakau di utara Sumatera — Album XIV (4)

PENGANTAR

Seperti sudah disinggung di posting sebelum ini, dan juga sebelumnya lagi, sejarah mewariskan banyak album foto tentang wilayah utara Sumatera dari masa kejayaan perkebunan tembakau. Isinya tentunya foto-foto yang terkait dengan perkebunan tembakau, serta manusia dan tempat atau tempat di sekitarnya.

Berbeda dengan album-album sebelumnya yang berasal dari akhir abd ke-19 atau awal abad ke-20, album ke-14 ini relatif baru, yaitu dari tahun 1939; hanya 3 tahun sebelum Jepang mengusir Belanda dari wilayah yang ditampilkan di foto. Di tahun 1939 ini, dunia perkebunan sudah berkembang ke komoditi sawit dan karet, meski tembakau tampaknya tetap menjadi tumpuan utama. Pengangkutan hasil panen pun tampaknya sudah beralih ke kereta api dengan jaringan rel-nya.

Sayang tidak ada catatan keterangan atas foto-foto di album ini, baik mengenai objek foto, tempat, atau juru fotonya. Menariknya, kualitas fotonya lumayan, kemungkinan besar malah dibuat oleh seorang profesional.


Dua pekerja Tionghoa menanam bibit tembakau
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Para pekerja Tionghoa merawat dan menyirami tanaman tembakau
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Kemungkinan rumah seorang asisten perkebunan
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Kediaman warga Belanda yang mengelola perkebunan
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Kemungkinan rumah administrateur perkebunan
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: 1939
Tempat: Deli
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Kamis, 07 April 2022

Koleksi foto dari masa kejayaan tembakau di utara Sumatera — Album XIV (3)

PENGANTAR

Seperti sudah disinggung di posting sebelum ini, dan juga sebelumnya lagi, sejarah mewariskan banyak album foto tentang wilayah utara Sumatera dari masa kejayaan perkebunan tembakau. Isinya tentunya foto-foto yang terkait dengan perkebunan tembakau, serta manusia dan tempat atau tempat di sekitarnya.

Berbeda dengan album-album sebelumnya yang berasal dari akhir abd ke-19 atau awal abad ke-20, album ke-14 ini relatif baru, yaitu dari tahun 1939; hanya 3 tahun sebelum Jepang mengusir Belanda dari wilayah yang ditampilkan di foto. Di tahun 1939 ini, dunia perkebunan sudah berkembang ke komoditi sawit dan karet, meski tembakau tampaknya tetap menjadi tumpuan utama. Pengangkutan hasil panen pun tampaknya sudah beralih ke kereta api dengan jaringan rel-nya.

Sayang tidak ada catatan keterangan atas foto-foto di album ini, baik mengenai objek foto, tempat, atau juru fotonya. Menariknya, kualitas fotonya lumayan, kemungkinan besar malah dibuat oleh seorang profesional.


Panen kelapa sawit
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Menyadap karet
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Seorang pekerja Tionghoa memanen daun tembakau
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Perkebunan tembakau
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Gudang pengeringan daun tembakau di area perkebunan
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: 1939
Tempat: Deli
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Selasa, 05 April 2022

Koleksi foto dari masa kejayaan tembakau di utara Sumatera — Album XIV (2)

PENGANTAR

Seperti sudah disinggung di posting sebelum ini, dan juga sebelumnya lagi, sejarah mewariskan banyak album foto tentang wilayah utara Sumatera dari masa kejayaan perkebunan tembakau. Isinya tentunya foto-foto yang terkait dengan perkebunan tembakau, serta manusia dan tempat atau tempat di sekitarnya.

Berbeda dengan album-album sebelumnya yang berasal dari akhir abd ke-19 atau awal abad ke-20, album ke-14 ini relatif baru, yaitu dari tahun 1939; hanya 3 tahun sebelum Jepang mengusir Belanda dari wilayah yang ditampilkan di foto. Di tahun 1939 ini, dunia perkebunan sudah berkembang ke komoditi sawit dan karet, meski tembakau tampaknya tetap menjadi tumpuan utama. Pengangkutan hasil panen pun tampaknya sudah beralih ke kereta api dengan jaringan rel-nya.

Sayang tidak ada catatan keterangan atas foto-foto di album ini, baik mengenai objek foto, tempat, atau juru fotonya. Menariknya, kualitas fotonya lumayan, kemungkinan besar malah dibuat oleh seorang profesional.


Kemungkinan gudang fermentasi daun tembakau
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Pekerja asal Jawa memilah daun tembakau
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Peta perkebunan di Deli Tua
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Panen kelapa sawit
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Lokomotif dan roli pengangkut sawit
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: 1939
Tempat: Deli
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Minggu, 03 April 2022

Koleksi foto dari masa kejayaan tembakau di utara Sumatera — Album XIV (1)

PENGANTAR

Seperti sudah disinggung di posting sebelum ini, dan juga sebelumnya lagi, sejarah mewariskan banyak album foto tentang wilayah utara Sumatera dari masa kejayaan perkebunan tembakau. Isinya tentunya foto-foto yang terkait dengan perkebunan tembakau, serta manusia dan tempat atau tempat di sekitarnya.

Berbeda dengan album-album sebelumnya yang berasal dari akhir abd ke-19 atau awal abad ke-20, album ke-14 ini relatif baru, yaitu dari tahun 1939; hanya 3 tahun sebelum Jepang mengusir Belanda dari wilayah yang ditampilkan di foto. Di tahun 1939 ini, dunia perkebunan sudah berkembang ke komoditi sawit dan karet, meski tembakau tampaknya tetap menjadi tumpuan utama. Pengangkutan hasil panen pun tampaknya sudah beralih ke kereta api dengan jaringan rel-nya.

Sayang tidak ada catatan keterangan atas foto-foto di album ini, baik mengenai objek foto, tempat, atau juru fotonya. Menariknya, kualitas fotonya lumayan, kemungkinan besar malah dibuat oleh seorang profesional.


Perkebunan tembakau
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Daun tembakau yang siap dipanen
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Kawasan hutan yang dibabat untuk dijadikan lahan perkebunan
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Lokomotif dan rolling stock milik Deli Maatschappij
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Jalur kereta api milik Deli Maatschappij
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Lahan yang sudah ditata dan siap ditanami
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: 1939
Tempat: Deli
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Senin, 26 April 2021

Koleksi foto dari masa kejayaan tembakau di utara Sumatera — Album IX

PENGANTAR

Seperti sudah disinggung di posting sebelum ini, dan juga sebelumnya lagi, sejarah mewariskan banyak album foto tentang wilayah utara Sumatera dari masa kejayaan perkebunan tembakau. Isinya tentunya foto-foto yang terkait dengan perkebunan tembakau, serta manusia dan tempat atau tempat di sekitarnya. Foto-foto ini umumnya jepretan C.J. Kleingrothe atau keluaran dari studio foto miliknya. Kleingrothe adalah seorang Jerman yang menetap di Medan dari penghujung abad ke-19 hingga awal abad ke-20.

Album IX ini berasal dari tahun 1881/1886, jadi termasuk album yang tertua. Tidak mengherankan apabila jumlah, ukuran, kualitas, serta motif foto dari album keluaran studio G.R. Lambert & Co. ini belum semeriah album-album berikutnya. Dari sudut pandang sejarah tentu album ini menarik karena menampilkan fase awal pengembangan bisnis perkebunan tembakau di Sumatera Utara.


1881: Kampung Besar, sekarang sebuah kelurahan di Medan Labuhan
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1881: Warga Deli di sebuah sungai (buang hajat beramai-ramai?)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1881: Tiga lelaki di sebuah perkampungan warga Batak
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1881: Gudang pengeringan daun tembakau
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1886: Area proyek pembangunan stasiun kereta Deli
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1886: Gedung stasiun kereta Deli, belum rampung
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1886: Empat pria Belanda di area proyek pembangunan stasiun kereta Deli
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1886: Tampak muka gedung stasiun kereta Deli, belum rampung
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Tahun: 1881 & 1886
Tempat: Deli
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: G.R. Lambert & Co.
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Jumat, 23 April 2021

Aneka wajah Nusantara dari album foto keluaran Kleynenberg & Co terbitan 1912-1914 (28)

PENGANTAR

Di sekitar tahun 1912-1914 penerbit Kleynenberg & Co. mengeluarkan album berisi 170 foto tentang jajahan Belanda. 150 di antaranya berasal dari Hindia-Belanda, sisanya dari Suriname. Kebanyakan foto-fotonya kemungkinan dibuat di awal abad ke-20, beberapa di antaranya berasal dari fotografer terkenal seperti Jean Demmeni (fotografer kelahiran Padang Panjang, campuran Perancis dan Madura), Christiaan Nieuwenhuis (mantan KNIL yang beralih jadi fotografer, menetap dan meninggal di Padang), Carl Kleingrothe (orang Jerman yang menjadi fotografer di Medan), atau Cassian Kephas (fotografer lokal yang autodidak), dsb.

Album ini menjadi menarik karena merupakan kompilasi keanekaragaman wajah Nusantara saat itu: dari pantai hingga ke pegunungan, dari Aceh hingga ke Papau, dari warga Dayak hingga ke warga Timor, dari perkebunan hingga ke industri tambang. Tak ketinggalan pula aneka macam bangunan mulai dari gua yang masih jadi tempat tinggal hingga ke rumah besar dan keraton. Dari candi, gereja, mesjid, hingga ke pura. Juga dari nelayan, petani, hingga ke penyepuh emas; serta dari bermain kartu, menenun kain hingga ke pacuan kuda.

Tentu tak mungkin semuanya terangkum hanya dalam beberapa foto; tetapi album ini berhasil menunjukkan satu sisi dari keanekaragaman ini.

Blog ini akan menampilkan 150 foto ini; beberapa di antaranya, terutama foto yang populer, pernah ditampilkan sebelumnya secara sendiri-sendiri. 42 foto pertama akan berasal dari yang tersedia di arsip Atlas Van Stolk, ini dipilih karena umumnya sudah menguning sehingga kental kesan kunonya; sisanya dari koleksi Universitas Leiden.


142. Pelabuhan Tanjung Priuk
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
143. Lori pengangkut kayu di Jawa
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
144. Tambang emas di Rejang Lebong, Bengkulu
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
147. Gudang perkebunan tembakau yang meliputi a.l. Beji dan Kiringan di Tulung, Klaten
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
148. Pekerja Tionghoa membabat hutan untuk pembukaan lahan bagi perkebunan tembakau di wilayah Deli
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
150. Perkebunan kina, kemungkinan di Jawa Barat
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)

Waktu: album foto terbit antara tahun 1912 dan 1914, kemungkinan foto-fotonya sudah lebih tua lagi
Tempat (d.a.k.b.): Jakarta, Jawa, Rejang Lebong, Klaten, Deli, Jawa Barat
Tokoh:
Peristiwa:
Juru foto/gambar:
Sumber / Hak cipta: Kleynenberg & Co (Haarlem) / Universiteit Leiden
Catatan: Edisi lain dari foto no. 142 pernah dimuat di posting ini, dan no. 148 di posting ini.

Kamis, 18 Maret 2021

Aneka wajah Nusantara dari album foto keluaran Kleynenberg & Co terbitan 1912-1914 (10)

PENGANTAR

Di sekitar tahun 1912-1914 penerbit Kleynenberg & Co. mengeluarkan album berisi 170 foto tentang jajahan Belanda. 150 di antaranya berasal dari Hindia-Belanda, sisanya dari Suriname. Kebanyakan foto-fotonya kemungkinan dibuat di awal abad ke-20, beberapa di antaranya berasal dari fotografer terkenal seperti Jean Demmeni (fotografer kelahiran Padang Panjang, campuran Perancis dan Madura), Christiaan Nieuwenhuis (mantan KNIL yang beralih jadi fotografer, menetap dan meninggal di Padang), Carl Kleingrothe (orang Jerman yang menjadi fotografer di Medan), atau Cassian Kephas (fotografer lokal yang autodidak), dsb.

Album ini menjadi menarik karena merupakan kompilasi keanekaragaman wajah Nusantara saat itu: dari pantai hingga ke pegunungan, dari Aceh hingga ke Papau, dari warga Dayak hingga ke warga Timor, dari perkebunan hingga ke industri tambang. Tak ketinggalan pula aneka macam bangunan mulai dari gua yang masih jadi tempat tinggal hingga ke rumah besar dan keraton. Dari candi, gereja, mesjid, hingga ke pura. Juga dari nelayan, petani, hingga ke penyepuh emas; serta dari bermain kartu, menenun kain hingga ke pacuan kuda.

Tentu tak mungkin semuanya terangkum hanya dalam beberapa foto; tetapi album ini berhasil menunjukkan satu sisi dari keanekaragaman ini.

Blog ini akan menampilkan 150 foto ini; beberapa di antaranya, terutama foto yang populer, pernah ditampilkan sebelumnya secara sendiri-sendiri. 42 foto pertama akan berasal dari yang tersedia di arsip Atlas Van Stolk, ini dipilih karena umumnya sudah menguning sehingga kental kesan kunonya; sisanya dari koleksi Universitas Leiden.


135. Perahu pengangkut garam, Jawa
(klik untuk memperbesar | © AVS)
141. Kapal dan perahu di Sungai Musi, Palembang
(klik untuk memperbesar | © AVS)
145. Tambang emas di Rejang Lebong, Bengkulu
(klik untuk memperbesar | © AVS)
146. Pabrik garam, kemungkinan di Madura
(klik untuk memperbesar | © AVS)
149. Perkebunan tembakau di Deli
(klik untuk memperbesar | © AVS)

Waktu: album foto terbit antara tahun 1912 dan 1914, kemungkinan foto-fotonya sudah lebih tua lagi
Tempat (d.a.k.b.): Jawa, Palembang, Rejang Lebong (Bengkulu), Madura, Deli
Tokoh:
Peristiwa:
Juru foto/gambar:
Sumber / Hak cipta: Kleynenberg & Co (Haarlem) / Atlas Van Stolk
Catatan: Edisi lain dari foto no. ## pernah dimuat di posting ini.