Tampilkan postingan dengan label Baturaja (Ogan Komering Ulu). Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Baturaja (Ogan Komering Ulu). Tampilkan semua postingan

Sabtu, 13 Juli 2019

Kemiskinan semasa perang kemerdekaan (7): Baturaja dan Bogor

PENGANTAR

Kemiskinan di negeri kita ada di sebelum kemerdekaan, di saat perang kemerdekaan, setelah perang kemerdekaan, di masa pemerintahan Soekarno, Soeharto, dan boleh jadi hingga sekarang ini.
Situasi rakyat miskin semasa perang tetapi lebih memilukan karena orang lain memiliki prioritas lain daripada memperhatikan mereka. Dan foto-foto rakyat miskin di masa perang menjadi lebih memiliki nilai propaganda karena publik luar dengan mudah mengasosiasikannya dengan perang, dan bisa menganggapnya sebagai dampak dari peperangan, yang bisa jadi benar.

Foto-foto berikut akan memperlihatkan rakyat miskin kita semasa perang kemerdekaan.

Baturaja, Juli 1947
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Bogor, 17 Desember 1948
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Waktu: 1947 & 1948
Tempat: Baturaja (Ogan Komering Ulu), Bogor
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan:

Minggu, 07 Juli 2019

Kegiatan tentara Belanda ketika tidak sedang menggempur pejuang Indonesia (18): berburu celeng di Baturaja dan lain-lain

Berburu babi hutan
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Masak 1
(klik untuk memperbesar | © Bosman / gahetna)
Masak 2
(klik untuk memperbesar | © Bosman / gahetna)
Makan kaleng
(klik untuk memperbesar | © Bosman / gahetna)

Waktu: 17 November 1947
Tempat: Baturaja (Ogan Komering Ulu)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Bosman
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan:

Jumat, 05 Juli 2019

Kegiatan tentara Belanda ketika tidak sedang menggempur pejuang Indonesia (17): cuci-cuci di Baturaja

Juli 1947:
Cuci sepatu.
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
17 November 1947:
Prajurit Schoonbeek dan Schriemer sedang cuci sepatu.
(klik untuk memperbesar | © Bosman / gahetna)
17 November 1947:
Cuci meriam.
(klik untuk memperbesar | © Bosman / gahetna)
17 November 1947:
Cuci truk dibantu anak-anak.
(klik untuk memperbesar | © Staal / gahetna)

Waktu: Juli & November 1947
Tempat: Sepancar, Baturaja (Ogan Komering Ulu)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Bosman / Staal
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan:

Jumat, 11 Mei 2018

Para gadis pelinting rokok kretek di Sepancar, Baturaja, 1947

(klik untuk memperbesar | © gahetna)

Waktu: 17 November 1947
Tempat: Sepancar (Baturaja, Ogan Komering Ulu)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Bosman
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan:

Sabtu, 10 Maret 2018

Aksi Polisionil 1 di Baturaja (4): Beberapa foto dari Juli-November 1947

Juli 1947: Sebuah pesawat militer Belanda
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Dua tentara Belanda di sekitar kuburan Tionghoa
(klik untuk memperbesar | © Bosman / gahetna)
23 Juli 1947: Tentara Belanda menanyai warga
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
17 November 1947: Anak-anak Sepancar
(klik untuk memperbesar | © Bosman / gahetna)
17 November 1947: Anak-anak Sepancar
(klik untuk memperbesar | © Bosman / gahetna)
Waktu: Juli/November 1947
Tempat: Baturaja (Ogan Komering Ulu)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan:

Kamis, 08 Maret 2018

Aksi Polisionil 1 di Baturaja (3): Warga yang bertahan di kota

Pengatur lalu lintas dengan pedang samurai di perempatan kota
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Seorang tentara Belanda di perempatan kota
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Warga menonton kedatangan pasukan Belanda, di depan rumah dengan bendera merah putih dan palang merah
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Seorang warga memberi air minum kepada tentara Belanda
(klik untuk memperbesar | © gahetna)

Waktu: 23 Juli 1947
Tempat: Baturaja (Ogan Komering Ulu)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan:

Selasa, 06 Maret 2018

Aksi Polisionil 1 di Baturaja (2): Tentara Belanda memasuki kota

(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Waktu: 17 November 1947
Tempat: Baturaja (Ogan Komering Ulu)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan:

Rabu, 14 Februari 2018

Serangan pejuang kemerdekaan atas jalur kereta api: Baturaja, 17 November 1947

(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Waktu: 17 November 1947
Tempat: Sepancar (Baturaja, Ogan Komering Ulu)
Tokoh:
Peristiwa: Pada tanggal 17 November 1947 sebuah rangkaian kereta tergelincir keluar jalur di sekitar Sepancar, Baturaa, Ogan Komering Ulu. Pihak Belanda memperkirakan bahwa ini merupakan akibat dari sabotase para pejuang kemerdekaan Indonesia.
Fotografer: Staal
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan:

UPDATE 25 Februari 2018
Ada empat foto lain dengan tanggal dan lokasi yang sama, hanya beda fotografer. Kemungkinannya foto-foto ini menunjukkan rangkaian gerbong sebelum dan sesudah salah satunya tergeleincir; atau kedatangan rangkaian baru yang berisi pasukan Belanda yang akan memeriksa lokasi kejadian.

Foto sebelum kejadian?
(klik untuk memperbesar | © Bosman / gahetna)
Di latar belakang kelihatan kerumunan orang sedang berusaha memperbaiki sesuatu, sementara dua tentara Belanda berjaga-jaga di latar depan
(klik untuk memperbesar | © Bosman / gahetna)
Kerumunan tentara Belanda setelah gerbong yang tergelincir dikembalikan ke rel?
(klik untuk memperbesar | © Bosman / gahetna)
(klik untuk memperbesar | © Bosman / gahetna)

Selasa, 15 November 2016

Aksi Polisionil 1 di Baturaja (1): persenjataan TNI yang direbut Belanda, 1947

(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Waktu: Juli 1947
Tempat: Baturaja (Ogan Komering Ulu)
Tokoh: 
Peristiwa: 
Fotografer: Th. van de Burgt
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan: