Tampilkan postingan dengan label Perang Dunia II. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Perang Dunia II. Tampilkan semua postingan

Rabu, 01 Juli 2026

Dari lembaran propaganda Jepang tentang keberhasilan mereka menduduki Nusantara, 1942 (3)

Apel bendera pasukan Jepang di sebuah pantai dengan latar belakang beberapa kapal perang
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Markas darurat sebuah kesatuan militer Jepang
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Seorang komandan militer memberikan arahan kepada pasukannya
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1942
Tempat: ?
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Senin, 29 Juni 2026

Dari lembaran propaganda Jepang tentang keberhasilan mereka menduduki Nusantara, 1942 (2)

Barak tentara Belanda yang digambarkan Jepang sebagai ditinggalkan dalam keadaan berantakan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Semarang: Pertahanan di pantai dengan meriam dan pagar penghadang yang sudah dikuasai Jepang
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Gerak maju kesatuan infantri Jepang di pagi hari
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Barak darurat dari kesatuan bersepeda Jepang
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1942
Tempat: a.l. Semarang
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Sabtu, 27 Juni 2026

Dari lembaran propaganda Jepang tentang keberhasilan mereka menduduki Nusantara, 1942 (1)

Sebuah fasilitas milik Belanda yang dihancurkan Jepang
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Semarang: Deretan tentara Belanda yang ditangkap pasukan Jepang
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Surabaya: Pasukan Jepang menangkap dan menggiring seorang perwira KNIL Laut
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1942
Tempat: Semarang, Surabaya
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Selasa, 23 Juni 2026

Pencarian jenazah korban pembantaian Jepang di Laha, Ambon, 1945 (3)

Di akhir Januari dan awal Februari 1942 Sekutu berusaha menahan gerak maju pasukan Jepang di Ambon dengan mengerahkan sekitar 2.600 personel KNIL dan 1.100 prajurit Australia. Kekuatan Jepang dengan lebih dari 5.000 tentara tetapi tidak terbendung; mereka berhasil mencerai-beraikan posisi Sekutu dalam pertempuran yang dikenang sebagai Battle of Ambon.

Lebih dari 2.000 prajurit KNIL dan Australia ditahan atau menyerahkan diri. Militer Jepang memilih acak sekitar 300 dari mereka dan membantainya dengan cara dibayonet, disiksa, atau malah dipenggal kepala; dan kemudian membuang atau menguburkan jenazahnya di sekitar pangkalan udara di Laha, yang sekarang menjadi Bandara Pattimura. Peristiwa ini dicatat pihak Australia sebagai massacre of Laha.

Di September 1945, setelah Jepang kalah perang, pihak Australia berusaha mencari jasad dan sisa-sisa dari korban pembantaian ini. Hanya 71 yang ditemukan.

Tulang belulang dan tengkorak yang mengindikasikan adanya kekejaman sebelum atau pada saat eksekusi
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Serakan tulang rusuk dari korban pembantaian
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: kemungkinan September 1945
Tempat: kemungkinan Laha (Ambon)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan: Catatan asli foto menyebut tanggal "23 November 1946", tetapi ada kemungkinan kedua foto di atas merupakan dari foto-foto yang pernah dimuat di posting ini sebelumnya.

Rabu, 06 Mei 2026

Tim sabotase KNIL siap meninggalkan Kalimantan setelah membakar Balikpapan, 1942

(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 2 Februari 1942
Tempat: Kalimantan (kemungkinan sekitar Balikpapan)
Tokoh:
Peristiwa: Di akhir Januari 1942, ketika gerak maju pasukan Jepang makin tak terbendung dan posisi KNIL makin terdesak, pihak Belanda di Balikpapan memutuskan untuk membentuk satuan yang bertugas membuat sabotase terhadap fasilitas penting, seperti kilang minyak, agar tidak bisa dimanfaatkan militer Jepang. Setelah menyebar beberapa kebakaran, satuan ini berpencar dalam beberapa grup kecil. Satuan di atas terdiri dari 3 orang: J.A. van Schaveren dan D. Schotte yang duduk, serta W.A. van der Pijl yang mengambil foto. Mereka sedang menunggu kedatangan perahu yang akan membawa mereka ke Sulawesi, kemudian ke Lombok, untuk selanjutnya pulang (ke Belanda melalui Australia?). Ketiga orang ini termasuk yang beruntung tidak tertangkap Jepang, tidak ditahan dan dibuang ke kamp tawanan, dan tidak tereksekusi Jepang.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Sabtu, 18 April 2026

Kamp tawanan Kampili di Gowa setelah hancur terbakar akibat salah dibom oleh pihak Sekutu, 1945 (4)

Kamp Kampili tampaknya merupakan kamp tahanan terbesar yang didirikan Jepang di bagian timur Indonesia untuk menawan wanita dan anak-anak dari warga Belanda atau warga Sekutu lainnya; blog ini sudah menampilkan beberapa foto dari kamp ini sebelumnya. Di tahun 1945, ketika Jepang di Perang Dunia II makin terdesak, dan Sekutu makin gencar membom posisi-posisi Jepang, kamp Kampili menjadi sasaran serangan udara Sekutu, padahal di dalamnya tinggal wanita dan anak-anak warga mereka sendiri. Kekeliruan ini membuat kamp porak poranda, dan babi peliharaan yang menjadi sumber makanan para penghuni kamp menjadi hangus terbakar. Foto-foto berikut menampilkan situasi di kamp ini setelah jatuhnya bom yang salah sasaran ini.


Seorang wanita penghuni kamp (bernama Lita Chamberlain?) mencari sisa-sisa barang yang masih bisa dimanfaatkan di antara reruntuhan yang hangus terbakar
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Seorang wanita Belanda bernama Van de Noen bersama anaknya, bernama Henny, mengumpulkan peralatan dapur yang tampak gosong
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Para biarawati bersama penghuni kamp lainnya di salah satu pojok reruntuhan yang dijadikan dapur
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Lima anak-anak Belanda berjalan di antara reruntuhan. Catatan foto menyebut nama Helga van Driest (kedua dari kanan) dan Hermmien den Hondt (tengah)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1945
Tempat: Kampili (Gowa, Sulawesi Selatan)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Kamis, 02 April 2026

Peta militer Sekutu yang memperlihatkan landasan pacu militer Jepang di sekitar Halmahera, 1944

Peta militer Sekutu yang memperlihatkan landasan pacu militer Jepang di Halmahera dan sekitarnya, yaitu 1. Galela, 2. Pulau Miti, 3. Jailolo, 4. Oba, 5. Pitu di Morotai, 6. Lolobata dan Hatetabako, 7. Kau, serta 8. Labuha di Pulau Bacan. 
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 15 Agustus 1944
Tempat: Maluku Utara
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Kamis, 07 Agustus 2025

Tarakan dalam kekuasaan Sekutu setelah Jepang kalah perang, 1945 (4)

Pemeriksaan atas sumur nomor 256 oleh perwakilan NICA bernama J. van Willigen bersama pekerja Indonesia bernama Sagute
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Rongsokan berbagai kendaraan di Pamusian yang rusak akibat pertempuran
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Kesibukan di sebuah stasiun pompa
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Foto jarak jauh memperlihatkan beberapa menara sumur minyak tampak masih berdiri tegak di antara reruntuhan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Sebuah bangunan yang tampaknya menjadi salah satu pusat perbengkelan dan rehabilitasi
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Dua tentara Australia berusaha membetulkan jaringan listrik di kawasan kilang minyak
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: Mei 1945
Tempat: Kilang minyak Pamusian (Tarakan)
Tokoh:
Peristiwa: 
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Selasa, 05 Agustus 2025

Tarakan dalam kekuasaan Sekutu setelah Jepang kalah perang, 1945 (3)

(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: Mei 1945
Tempat: Kilang minyak Pamusian (Tarakan)
Tokoh:
Peristiwa: Usaha-usaha pihak Belanda untuk memulihkan kembali operasi kilang minyak Pamusian di Tarakan yang hancur akibat pertempuran antara Sekutu dan Jepang, a.l. dengan mengerahkan pekerja-pekerja lapangan Indonesia dalam pengawasan pihak NICA.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Jumat, 01 Agustus 2025

Tarakan dalam kekuasaan Sekutu setelah Jepang kalah perang, 1945 (1)

Kilang minyak di Pamusian, Tarakan …
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
… yang porak poranda akibat pemboman Sekutu dan pertempuran antara pasukan Jepang dan Sekutu …
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
… yang bukan hanya merusak bangunan pergudangan …
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
… tetapi juga hampir segenap kawasan kilang minyak …
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
… dan menyisakan reruntuhan serta kehancuran
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: Mei 1945
Tempat: Tarakan
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Rabu, 30 Juli 2025

Timor setelah Jepang kalah perang dan Belanda bersama Sekutu kembali datang, 1945 (11)

Seorang anak memasak seadanya dengan latar belakang bangkai-bangkai kapal yang menjadi korban pertempuran laut antara Jepang dan Sekutu di sekitar Dilli
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Tiga prajuri Australia tanpa baju di reruntuhan bangunan yang rusak akibat pertempuran antara Jepang dan Sekutu di Kupang
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: sekitar September 1945
Tempat: Dilli, Kupang (Timor)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan: Lihat juga awal seri ini yang dimuat sebelumnya.

Sabtu, 26 Juli 2025

Pasukan Sekutu dan Belanda di Papua 1944/1945 (10)

Biak: Warga Papua di sebuah barak militer bersama seorang Belanda dan seorang berwajah Indonesia barat
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Armada kapal perang Sekutu, salah satunye berbendera Belanda di perairan Papua
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Markas NICA di Jayapura yang dipimpin oleh Kolonel Abdulkadir Widjojoatmodjo (membelakangi kamera)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Seorang tentara Belanda membagikan makanan kepada warga Papua
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1944
Tempat: Papua (a.l. Biak, Jayapura)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan: Lihat juga awal seri ini yang dimuat sebelumnya.

Kamis, 24 Juli 2025

Pasukan Sekutu dan Belanda di Papua 1944/1945 (9)

Pasukan Australia, NICA, dan warga Papua di Biak
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Seorang perwira Belanda bernama Letnan Krol bersama warga Papua di Biak
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Dua kelasi KNIL Laut berwajah loka di meriam sebuah kapal perang
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Para anggota KNIL Laut berwajah lokal di sebuah kapal perang Sekutu di perairan Papua
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1944
Tempat: Papua (a.l. Biak)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan: Lihat juga awal seri ini yang dimuat sebelumnya.

Jumat, 23 Mei 2025

Pesawat pengintai Auster yang digunakan AU Australia untuk menghadapi Jepang di Balikpapan, 1945

Beberapa tentara Australia di Sepinggan menyiapkan pesawat ringan Auster …
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
… yang selain digunakan untuk pengintaian, juga dimanfaatkan untuk mengangkut logistik dan persenjataan ringan dalam menghadapi pasukan Jepang di Kalimantan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
 
Waktu: 1945
Tempat: Sepinggan (Balikpapan)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Jumat, 09 Mei 2025

Kamp tawanan Kampili di Gowa setelah hancur terbakar akibat salah dibom oleh pihak Sekutu, 1945 (3)

Kamp Kampili tampaknya merupakan kamp tahanan terbesar yang didirikan Jepang di bagian timur Indonesia untuk menawan wanita dan anak-anak dari warga Belanda atau warga Sekutu lainnya; blog ini sudah menampilkan beberapa foto dari kamp ini sebelumnya. Di tahun 1945, ketika Jepang di Perang Dunia II makin terdesak, dan Sekutu makin gencar membom posisi-posisi Jepang, kamp Kampili menjadi sasaran serangan udara Sekutu, padahal di dalamnya tinggal wanita dan anak-anak warga mereka sendiri. Kekeliruan ini membuat kamp porak poranda, dan babi peliharaan yang menjadi sumber makanan para penghuni kamp menjadi hangus terbakar. Foto-foto berikut menampilkan situasi di kamp ini setelah jatuhnya bom yang salah sasaran ini.


Bangkai dari belasan, atau malah puluhan, dari babi yang hangus terbakar akibat serangan bom Sekutu, yang sebelumnya diternakan sebagai sumber makanan penghuni kamp
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Para wanita penghuni kamp mengumpulkan alat-alat dapur yang masih bisa diselamatkan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Para penghuni kamp di bangunan yang tampaknya selamat dari serangan udara Sekutu
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1945
Tempat: Kampili (Gowa, Sulawesi Selatan)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan: