Tampilkan postingan dengan label pencak silat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pencak silat. Tampilkan semua postingan

Minggu, 22 Juni 2025

Persiapan Belanda di Australia untuk merebut kembali Indonesia: Aksi pencak silat para tentara Suriname keturunan Jawa

Di penghujung 1944 dan awal 1945, ketika Jerman makin terdesak di Eropa, dan Jepang makin terpukul di kawasan Asia-Pasifik, Belanda makin menggiatkan usaha-usaha untuk merebut kembali Hindia-Belanda. Usaha-usaha ini terpusat di Australia, yang secara geografis dekat dengan Indonesia, dan secara politis dan militer berada bersama Belanda di pihak yang melawan negara-negara Poros. Seri berikut akan mencoba menampilkan dokumentasi foto tentang aktivitas Belanda di wilayah Australia ini.


(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1945
Tempat: Kamp Columbia (dekat Brisbane, Australia)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Jumat, 21 Juli 2023

Aneka foto dari zaman Belanda karya para juru foto yang belum teridentifikasi (20)

1914: Pertunjukan silat Minangkabau
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1889: Perempuan Jawa dalam pakaian tradisional dan kostum poenari di Exposition Universelle (pameran dunia) di Paris
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Pertunjukan tari dengan para penari pria dan seorang lelaki berkostum wanita, dengan penonton warga kulit putih, kemungkinan di sebuah hotel
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Seorang penari Jawa berselendang
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Sebuah relief di Candi Prambanan (?)
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: a.l. 1889, 1914
Tempat: a.l. Minangkabau, Paris, Yogyakarta
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Jumat, 04 Juni 2021

Aneka wajah Nusantara dari album foto keluaran Toeristenbond voor Nederland terbitan 1911: 61-66

PENGANTAR

Di rangkaian posting sebelumnya blog ini menampilkan foto-foto dari album keluaran penerbit Kleynenberg & Co. dari tahun 1912-1914. Album yang berisi 150 foto ini menyajikan wajah-wajah Nusantara dari berbagai pelosok. Sebelumnya, di tahun 1911, Toeristenbond voor Nederland juga mengeluarkan album yang mirip. Album keluaran jawatan pariwisata Belanda ini berisi 100 foto yang juga menampilkan berbagai wajah Nusantara.

Isi album ini didominasi oleh foto karya Jean Demmeni, seorang fotografer campuran Perancis-Madura yang lahir di Padang Panjang dan banyak aktif di wilayah Minangkabau. Tidak mengherankan apabila hampir setengah dari album ini berisi foto dari wilayah Sumatera Barat.

Berbeda dengan album foto Kleynenberg yang mencakup banyak wilayah, album Toeristenbond ini masih membatasi tambahan liputan ke Jawa dan sedikit Sumatera Utara, di samping Sumatera Barat. Meski demikian, album ini tetap menarik karena mengindikasikan aspek warga Nusantara yang, paling tidak menurut khalayak Belanda saat itu, menarik untuk dicermati dari sudut pandang pariwisata.

Blog ini akan menampilkan ke-100 foto ini berurut sesuai nomornya. Foto-foto yang pernah dimuat sebelumnya, dalam konteks lain, akan diberi catatan.


61. Gunung Singgalang
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
62. Keluarga Minang di depan rumah gadang di Koto Gadang
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
63. Pesilat Minangkabau bersenjata kerambit
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
64. Sepasang pengantin Minangkabau bersama pendamping di Tilatang, Agam
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
65. Pertemuan para penghulu Minang
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
66. Sekolah warga Minang di Tilatang, Agam
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)

Waktu: album foto terbit tahun 1911, foto-fotonya tentunya dibuat sebelum itu
Tempat: Sumatera Barat
Tokoh:
Peristiwa:
Juru foto/gambar: Jean Demmeni
Sumber / Hak cipta: Universiteit Leiden
Catatan: Edisi lain dari foto no. 63 pernah dimuat sebelumnya di posting ini; no. 64 di posting ini.

Selasa, 06 Oktober 2020

Dari ekspedisi di Sumatera Tengah 1877-1879: Lesung Batu dan warganya

PENGANTAR

Pada tahun 1873 Belanda mendirikan Koninklijk Nederlandsch Aardrijkskundig Genootschap (Masyarakat Ilmu Bumi Kerajaan Belanda), mengikuti langkah serupa yang sebelumnya dilakukan oleh Perancis, Inggris, Jerman, dan Rusia. Ekspedisi besar pertama organisasi ini berlangsung empat tahun kemudian, yaitu penjelajahan di Midden-Sumatra ("Sumatera Tengah"), yang berlangsung dari tahun 1877 hingga 1879. Ekspedisi ini dilaksanakan oleh sebuah tim yang terdiri dari Arend Ludolf van Hasselt, Daniël David Veth, Johannes François Snelleman, serta Johannes Schouw Santvoort, dengan ditemani pendamping lokal.

Peta ekspedisi, dengan tambahan info tentang lokasi fotonya akan ditampilkan di blog ini (ikon biru), dan lokasi lain sebagai patokan (ikon merah)
(klik untuk memperbesar)

Peta di atas ini, dalam garis-garis merah, menunjukkan rute penjelajahan yang dilakukan oleh tim ini, yang mencakup wilayah Sumatera Barat, Jambi, dan Sumatera Selatan. Tim ini selain mengamati aspek geografi dan geologi dari tempat-tempat yang dijelajahi, juga mendokumentasikan aspek lain seperti flora dan fauna, hingga etnografi dan adat istiadat. Situs archive.org mengarsipkan publikasi-publikasi hasil penjelajahan ini, dalam bahasa Belanda.

Selain itu, ada juga album foto yang memuat 145 foto, yang sayangnya tidak ada di situs archive.org tsb. Untungnya, National Gallery of Australia, memiliki salah satu eksemplar dari album ini, meskipun beberapa halaman di antaranya hilang. Blog ini akan menampilkan foto-foto dari album ini, sejauh mungkin dalam format lembar aslinya, dengan warna yang sudah menguning.

(klik untuk memperbesar | © NGA)

Beruntung pula, Universiteit Leiden memiliki pula koleksi foto-foto ini, meskipun tampaknya dalam bentuk satuan, tidak dalam bentuk album. Bahkan, Universiteit Leiden tampaknya memiliki akses ke foto-foto lain dari ekspedisi ini yang tidak masuk ke dalam album. Blog ini pun akan menampilkannya, kali ini dalam format skala-abu. Lokasi-lokasi yang fotonya ditampilkan akan ditandai dengan ikon biru di peta di atas.


Foto dari album Daniel Veth:
Gadis Lesung Batu dalam pakaian tradisional
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Pemuda Lesung Batu dalam pakaian tradisional
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Gadis Lesung Batu dalam pakaian tradisional
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Para pemuda Lesung Batu
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Pemain rebab
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Para gadis Lesung Batu (dengan seorang pendamping)
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Foto dari arsip Universiteit Leiden:
Pemain rebab
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Para pemuda Lesung Batu
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Pertunjukan pencak silat
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Para gadis Lesung Batu (dengan seorang pendamping)
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Sungai Batang Rawas di Lesung Batu
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Pemuda Lesung Batu dalam pakaian tradisional
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Gadis Lesung Batu dalam pakaian tradisional
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Tepian Batang Rawas di Lesung Batu
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)

Versi sketsa:
Tepian Batang Rawas di Lesung Batu
(klik untuk memperbesar)

Waktu: antara 1877 dan 1879
Tempat: Lesung Batu (Rawas Ulu, Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan )
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia / Universiteit Leiden
Catatan:

Minggu, 09 Februari 2020

Jepretan Charles Breijer 1947-1953: Wajah para pendekar pencak silat di Sumatera Utara

(klik untuk memperbesar | © Het Geheugen / Nederlands Fotomuseum)
(klik untuk memperbesar | © Het Geheugen / Nederlands Fotomuseum)
(klik untuk memperbesar | © Het Geheugen / Nederlands Fotomuseum)
(klik untuk memperbesar | © Het Geheugen / Nederlands Fotomuseum)
(klik untuk memperbesar | © Het Geheugen / Nederlands Fotomuseum)
(klik untuk memperbesar | © Het Geheugen / Nederlands Fotomuseum)
(klik untuk memperbesar | © Het Geheugen / Nederlands Fotomuseum)
(klik untuk memperbesar | © Het Geheugen / Nederlands Fotomuseum)
(klik untuk memperbesar | © Het Geheugen / Nederlands Fotomuseum)

Waktu: antara 1947 dan 1953
Tempat: kemungkinan di Sumatera Utara (berdasarkan kuda lumping di foto pertama)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Charles Breijer
Sumber / Hak cipta: Het Geheugen van Nederland / Nederlands Fotomuseum
Catatan:

Jumat, 10 Januari 2020

Jepretan Charles Breijer 1947-1953: Pekan Olahraga Nasional I, Solo 1948 - Pencak silat dan senam massal

PENGANTAR

Foto-foto tentang Pekan Olahraga Nasional I hampir tidak ada. Dokumentasi tentang PON I yang beredar di dunia maya paling menampilkan foto-foto dari PON sesudahnya, atau kegiatan lain yang diusahakan dikait-kaitkan dengan PON I. Boleh jadi saat itu memang orang belum ngeh tentang bakal pentingnya peristiwa ini. Mungkin juga pada saat itu orang belum yakin bahwa acara ini akan berlanjut secara berkala; perlu diingat bahwa penomoran "I" baru datang belakangan. Pada saat itu Republik Indonesia, yang wilayahnya secara de facto menyusut setelah Aksi Polisionil I, ingin menunjukkan bahwa negara ini mampu mengadakan pekan olahraga dengan peserta dari berbagai pelosok wilayah.

Ketika blog ini mengamati kumpulan foto yang dibuat fotografer Belanda, Charles Breijer, antara tahun 1947 dan 1953, ada beberapa foto yang diberi catatan sportmanifestatie in het stadion van Solo, Indonesië (1948). Kumpulan foto ini tidak banyak memperlihatkan kegiatan olahraganya, tetapi banyak menampilkan kegiatan lain yang cocok dengan deskripsi tentang pembukaan PON I: adanya parade pandu, senam massal, pencak silat, dan hadirnya Wikana yang menjabat Menteri Pemuda sejak kabinet Syahrir II hingga ke kabinet Amir Syarifudin II dan juga merupakan Gubernur Militer wilayah Surakarta sebelum diganti oleh Gatot Subroto.

Apabila jepretan Charles Breijer ini memang berasal dari acara PON I, maka syukurlah masih ada dokumentasi foto dari peristiwa ini.

(klik untuk memperbesar | © Het Geheugen / Nederlands Fotomuseum)
(klik untuk memperbesar | © Het Geheugen / Nederlands Fotomuseum)
(klik untuk memperbesar | © Het Geheugen / Nederlands Fotomuseum)

Waktu: kemungkinan besar 9 September 1948
Tempat: Solo
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Charles Breijer
Sumber / Hak cipta: Het Geheugen van Nederland / Nederlands Fotomuseum
Catatan:

Sabtu, 29 September 2018

Silat Minangkabau dan kerambit di awal abad ke-20

(klik untuk memperbesar | © spaarnestad)
(klik untuk memperbesar | © spaarnestad)

Waktu: awal abad ke-20 (atau akhir abad ke-19)
Tempat: Sumatera Barat
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Jean Demmeni
Sumber / Hak cipta: Spaarnestad Photo
Catatan: Foto pertama pernah dimuat di posting ini; kali ini ditayang ulang dengan ukuran yang lebih besar.

Selasa, 24 September 2013

Pemilu 1955: Ali Sastroamidjojo, Adnan Kapau Gani, dan kampanye PNI

(klik untuk memperbesar)
(klik untuk memperbesar)
(klik untuk memperbesar)
Waktu: September 1955
Tempat: Jakarta (foto atas dan tengah)
Tokoh: Ali Sastroamidjojo, Adnan Kapau Gani
Peristiwa: Ali Sastroamidjojo, dan Adnan Kapau Gani berkampanye untuk PNI di Pemilu 1955
Fotografer: Howard Sochurek
Sumber / Hak cipta: LIFE