Tampilkan postingan dengan label hotel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hotel. Tampilkan semua postingan

Rabu, 25 Maret 2026

Hotel Marine di Jakarta dan Hotel Deli di Medan di abad ke-19

Hotel Deli di Sumatera Utara
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Hotel Marine di Jakarta
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: abad ke-19
Tempat: Deli (atas), Jakarta (bwah)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Woodbury & Page (foto kedua)
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Sabtu, 07 Maret 2026

Hotel Oranje di Padang di tahun 1930an

Hotel Oranje, yang di masa kejayaannya merupakan hotel terbesar di Sumatera Barat. Di lahan hotel ini sekarang berdiri Hotel Truntum.
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1930an
Tempat: Padang
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Jumat, 19 September 2025

Tayang ulang lukisan-lukisan karya Josias Rappard tentang berbagai tempat di Nusantara (6)

Blog ini pernah menampilkan rangkaian lukisan karya Josias Rappard tentang berbagai tempat di Nusantara mulai dari posting tanggal 21 Desember 2021 hingga ke posting tanggal 28 Januari 2022  dengan total 65 lukisan. Seri kali ini merupakan tayang ulang (reload) dengan total lukisan menjadi 107; karena ada tambahan 42. Ukuran lukisan di rangkaian kali ini lebih rendah, dari lebar 2048 pixel ke sekitar 2000 pixel, tetapi kualitas hasil pindainya seharusnya lebih bagus.


Dua kuli memikul barang melewati sebuah jembatan dengan latar belakang pemukiman khas pecinan; kemungkinan ini menunjukkan wilayah Pintu Kecil, Jakarta
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Hotel Marine di Molenvliet (sekarang Jalan Gajahmada) yang ada sejak tahun 1830-an; hotel ini berhenti beroperasi 5 tahun setelah lukisan ini diterbitkan, dan berbagai bangunan telah menggantikannya hingga sekarang
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Monumen Michiels di Waterlooplein (sekarang Lapangan Banteng) yang didirikan di tahun 1855 untuk mengenang Jenderal KNIL Andreas Victor Michiels dan para serdadu KNIL yang gugur di Hindia-Belanda; Michiels adalah komandan KNIL yang menyerang a.l. Jambi, Bonjol, Kuta, serta Singkil, dan ditewaskan di tahun 1849 oleh pasukan pimpinan Ratu Klungkung, Dewa Agung Istri Kanya
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Suasana di gardu malam di Jakarta, dengan dua ronda yang tertidur, sementara yang berada di luar memegang lembing tampak hanya setengah terjaga; kentongan dan dua alat penangkap pencuri terlihat di sekitar gardu
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Keramaian di sebuah kawasan pecinan di Jakarta dengan delman, pedagang keliling, dan pedagang jongkok menghiasa pemandangan jalan, sementara di depan satu rumah tampak sebuah transaksi sedang berlangsung
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)

Tahun terbit: 1883
Tempat terbit: Leiden
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar: Josias Cornelis Rappard (seorang kolonel KNIL dan pelukis)
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Minggu, 08 Juni 2025

Persiapan Belanda di Australia untuk merebut kembali Indonesia: Defile pasukan KNIL gabungan kulit putih dan coklat (2)

Di penghujung 1944 dan awal 1945, ketika Jerman makin terdesak di Eropa, dan Jepang makin terpukul di kawasan Asia-Pasifik, Belanda makin menggiatkan usaha-usaha untuk merebut kembali Hindia-Belanda. Usaha-usaha ini terpusat di Australia, yang secara geografis dekat dengan Indonesia, dan secara politis dan militer berada bersama Belanda di pihak yang melawan negara-negara Poros. Seri berikut akan mencoba menampilkan dokumentasi foto tentang aktivitas Belanda di wilayah Australia ini.


Barisan KNIL ditonton warga Australia dari balik pagar
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Barisan KNIL melewati tribun utama dengan gaya berbaris yang pernah diwariskan ke TNI
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Kesatuan yang tampaknya sepenuhnya kulit putih
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Pasukan KNIL kulit coklat di jalan utama Melbourne
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Barisan KNIL dengan bayonet panjang terhunus
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1945
Tempat: Australia
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Minggu, 22 Oktober 2023

Hindia-Belanda dalam foto stereoskopi (11)

PENGANTAR
Di akhir abad ke-19 foto stereoskop cukup populer untuk melihat foto dengan kesan tiga dimensi. Teknik yang digunakan saat itu adalah dengan membuat dua foto dengan sudut pengambilan yang sedikit berbeda. Kemudian kedua foto ini disandingkan, dan dilihat dengan menggunakan alat bersekat yang memisahkan pandangan mata kiri dan kanan. Gambar di kiri memperlihatkan contoh alat ini.

Wilayah Hindia-Belanda pun tak luput dari mode fotografi ini. Seri berikut akan menampilkan beberapa motif foto dari Hindia-Belanda yang ada di koleksi penggemar stereoskopi.

Warga Kisam di Pulau Beringin, Ogan Komering Ulu Selatan
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Kemungkinan sebuah pasar
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Kampung nelayan Sungsang, Banyuasin
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Pujun, Kapuas Tengah
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Hotel Joling atau Hotel Schwartz di Palembang (sekarang kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia)
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: tidak ada keterangan
Tempat: Sumatera Selatan (a.l. Banyuasin, Ogan Komering Ulu Selatan, Palembang), Kalimantan Tengah
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Kamis, 10 Agustus 2023

Aneka foto dari zaman Belanda karya para juru foto yang belum teridentifikasi (30)

Sebuah pasar di Jawa
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Sebuah rumah panggung di sebuah kompleks yang terawat rapi
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Hotel Der Nederlanden (sekarang sudah tidak ada, lokasi di seberang Istana Negara)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Hotel Bellevue di Bogor
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Hotel Malang
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: ?
Tempat: Jawa (a.l. Bogor, Jakarta, Malang)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Selasa, 16 Mei 2023

Dari sebuah seri foto tentang tujuan wisata di Jawa-Bali pada awal abad ke-20 (2)

Empat belas foto berikut ini berasal dari sebuah seri yang menampilkan tujuan-tujuan wisata di Jawa dan Bali. Tampaknya yang mengumpulkan foto-foto ini bertujuan menyimpan kenang-kenangan dari tempat-tempat yang sempat dia kunjungi. Foto-foto ini berasal dari para juru foto yang namanya sudah banyak bermunculan di blog ini. Salah satu foto kemungkinan malah menampilkan sosok Thilly Weissenborn, fotografer profesional perempuan pertama di Hindia-Belanda.


~1920: Beberapa pura desa dengan latar belakang Gunung Batur
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1916: Hotel Sindanglaya di Cipanas, Cianjur
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Satu keluarga Belanda berfoto di Tosari
(klik untuk memperbesar | © Studio Onnes Kurkdjian / NGA)
~1930: Cibodas, Bogor
(klik untuk memperbesar | © Thilly Weissenborn / NGA)
~1920: Cadas Pangeran, Sumedang?
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: a.l. 1916, 1920, 1930
Tempat: Bali, Cibodas (Bogor), Sindanglaya (Cipanas, Cianjur), Sumedang (?), Tosari
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: a.l. Studio Onnes Kurkdjian, Thilly Weissenborn
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Senin, 24 April 2023

Dari serakan foto hasil jepretan studio "Hwa San & Co" dan "Wijnand Kerkhoff"

Hwa San, >1905: Gedung pabrik spiritus dan alkohol di Pabuaran, Cirebon
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Hwa San, >1905: Lori dengan tangki, serta cerobong asap dari pabrik spiritus dan alkohol di Pabuaran, Cirebon
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Wijnand Kerkhoff: Hotel Dieng (di Wonosobo?)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Wijnand Kerkhoff: Pemain gamelan Sunda (?)
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: pertengahan pertama abad ke-20
Tempat: Jawa Barat (a.l. Cirebon), Wonosobo
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Hwa San | Wijnand Kerkhoff
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Sabtu, 25 Maret 2023

Kumpulan foto hasil jepretan Carl Julius Herman Salzwedel dari penghujung abad ke-19 (1)

1880: Jalan masuk menuju Hotel Malang
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1890: Kediaman Residen Surabaya
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1895: Seorang pengantin Jawa
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: 1880, 1890, 1895
Tempat: Jawa (a.l. Malang, Surabaya)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Carl Julius Herman Salzwedel
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Jumat, 09 Desember 2022

Dari sebuah album foto tentang Jawa dan Bali di sekitar tahun 1920 (13)

Foto-foto berikut berasal dari sebuah album tanpa tahun dan tanpa deskripsi, yang berisi gambar-gambar dari Bali, Jawa Timur, dan Jawa Barat. Berdasarkan foto-foto ini kemungkinan si pemilik foto adalah seorang tokoh Belanda di pabrik gula Purwoasri, Kediri. Dia mengumpulkan foto juga dari perjalanannya ke Bali, Bromo, dan Parahyangan. Berbeda dengan foto-foto pribadi yang kemungkinan diambil sendiri, foto-foto hasil wisata kemungkinan berasal dari fotografer profesional seperti misalnya Thilly Weisenborn.
Kecuali lima halaman terakhir, tiap halaman dari album ini berisi dua foto atau lebih. Blog ini akan memuat tampilan per halaman, dan kemudian masing-masing foto di tiap halaman.

Halaman 20: Pesawahan di Garut dengan latar belakang Gunung Guntur (?)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Halaman 21: Kemungkinan ruang makan di Hotel "La Villa Dolce" atau Hotel Ngamplang, Garut
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Halaman 22: Sebuah sungai berbatu (juga di Garut?)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Halaman 23: Delapan lelaki Belanda di tepi sebuah sungai
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: sekitar 1920
Tempat: Garut
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: kemungkinan Thilly Weisenborn
Sumber / Hak cipta:National Gallery of Australia
Catatan:

Sabtu, 03 Desember 2022

Dari sebuah album foto tentang Jawa dan Bali di sekitar tahun 1920 (10)

Foto-foto berikut berasal dari sebuah album tanpa tahun dan tanpa deskripsi, yang berisi gambar-gambar dari Bali, Jawa Timur, dan Jawa Barat. Berdasarkan foto-foto ini kemungkinan si pemilik foto adalah seorang tokoh Belanda di pabrik gula Purwoasri, Kediri. Dia mengumpulkan foto juga dari perjalanannya ke Bali, Bromo, dan Parahyangan. Berbeda dengan foto-foto pribadi yang kemungkinan diambil sendiri, foto-foto hasil wisata kemungkinan berasal dari fotografer profesional seperti misalnya Thilly Weisenborn.
Kecuali lima halaman terakhir, tiap halaman dari album ini berisi dua foto atau lebih. Blog ini akan memuat tampilan per halaman, dan kemudian masing-masing foto di tiap halaman.

Halaman 14
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Halaman 14: Sanatorium dan Hotel Tosari
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Halaman 14: Kawasan sanatorium Tosari termasuk villa Bella Vista di sebelah kanan
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Halaman 15:
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Halaman 15: Sebuah bangunan yang belum teridentifikasi di Garut (?) …
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Halaman 15: … di seberang bangunan lain dengan tulisan kantoor dan telefoon
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: sekitar 1920
Tempat: Garut (?), Tosari
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: kemungkinan Thilly Weisenborn
Sumber / Hak cipta:National Gallery of Australia
Catatan:

Kamis, 10 November 2022

Persiapan Hindia-Belanda menghadapi Perang Dunia II: Luchtbeschermingsdienst (2) - Barisan para sukarelawan

LBD (Luchtbeschermingsdienst) merupakan organisasi sipil yang berisi para sukarelawan yang akan membantu masyarakat sipil lainnya pada saat ada serangan udara. LBD di Hindia-Belanda tampaknya diisi oleh kaum pemuda atau malah remaja. Foto-foto berikut akan memperlihatkan wajah-wajah anggota LBD, yang tampaknya lintas etnis dan warna kulit, pelatihan mereka, serta kegiatan simulasi pemadaman kebakaran setelah ada serangan udara.

(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: sekitar 1941
Tempat: Tiga foto pertama kemungkinan besar diambil di Jakarta; dua foto terakhir di Hotel Kalioerang, Yogyakarta
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan: