Tampilkan postingan dengan label 1875. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 1875. Tampilkan semua postingan

Rabu, 06 Agustus 2025

Kumpulan beberapa ilustrasi zaman dulu tentang Nusantara (3)

Berbagai jenis perahu dan kapal serta peralatan yang digunakan nelayan untuk menangkap ikan
[P.A. van der Lith, 1875, Amsterdam]
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Edisi lain dari gambar di atas
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
D.ki.k.ka. serta d.at.k.ba.
Kampung di Manila (!)
Warga Arafuru
Desa warga Melayu
Pengantin, bangsawan, dan prajurit di Jawa
Reruntuhan Borobudur
Warga Dayak di sebuah pesisir
Warga Timor
Sebuah kampung di Timor
Kuburan di Ambon
Sebuah desa di Jawa
[1850, Jerman]
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)

Tahun terbit: 1850, 1875
Tempat terbit: Amsterdam, Jerman
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar: a.l. P.A. van der Lith
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Minggu, 12 Januari 2025

Gambar kumpulan berbagai benda yang dilihat Belanda di Nusantara (4)

Sebelum ini kita sudah melihat usaha Belanda dalam mendokumentasikan aspek sosial-budaya Nusantara dalam berbagai bentuk: ada foto berseri, foto yang diwarnai dengan tangan, foto yang dilukis ulang, foto-foto yang dikumpulkan dan digambar ulang dalam satu lukisan, serta juga kumpulan gambar-gambar yang digabungkan di dalam sebuah halaman kertas. Seri kali ini akan menampilkan contoh berikutnya dari upaya yang disebut terakhir ini.
Berbagai bangunan tradisional: 1. rumah gadang, 2. rumah Dayak, 3. rumah bangsawan Makassar, 4. rumah di Timor, 5. rumah di Nias, 6. rumah di Gorontalo
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
Berbagai peralatan pertanian: 1. pedati (Jawa), 2. kincir air (Sumatera), 3. bajak (Jawa), 4. brujul (Jawa), 5. bajak Cina (Jawa), 6. kapak (Kalimantan), 7. parang dengan sarungnya, 8. pemotong (Timor), 9. pembuat lubang di tanah, 10. alu dan lesung, 11. cangkul, 12. ani-ani, 13. arit, 14. garu, 15. kujang, 16. kudi, 17. rakitan, 18. kayal, 18. wangkil
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
Edisi lain dari gambar pertama
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
Edisi lain dari gambar kedua
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)

Tahun terbit: 1875
Tempat terbit: Belanda
Tokoh:
Deskripsi:
Juru gambar:
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Jumat, 10 Januari 2025

Gambar kumpulan berbagai benda yang dilihat Belanda di Nusantara (3)

Sebelum ini kita sudah melihat usaha Belanda dalam mendokumentasikan aspek sosial-budaya Nusantara dalam berbagai bentuk: ada foto berseri, foto yang diwarnai dengan tangan, foto yang dilukis ulang, foto-foto yang dikumpulkan dan digambar ulang dalam satu lukisan, serta juga kumpulan gambar-gambar yang digabungkan di dalam sebuah halaman kertas. Seri kali ini akan menampilkan contoh berikutnya dari upaya yang disebut terakhir ini.
Perabotan rumah tangga: 1. pipa candu, 2. alat penuai cengkeh, 3. alat pemanen sagu, 4. peralatan membatik, 5. alat tenun sarung, 6. gendut (Batak?), 7. pikulan (Jawa), 8. peralatan pengolah sagu, 9. meisn pintal (Jawa), 10. sendok kayu (Dayak), 11. tampayan (Dayak), 12. kantong sirih (Timor), 13. penyimpan sirih (Timor),  14. gelas minum (Timor), 15. rumah kuburan (Dayak), 16. keranjang beranyam (Dayak), 17. alat merajut jaring (Dayak), 18. alat pentattoo
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
Perabotan rumah tangga: 1. alu dan lesung 2. penutup makanan (Sangi), 3. keranjang barang jualan (Jawa), 4. bale-bale, 5. lampu minyak, 6. tabung bambu tempat menyimpan bekal nasi, 7. keranjang bertutup, 8. penanak nasi, 9. kukusan, 10. bakul, 11. pisau sunat, 12. tali api, 13. saringan dan pengaduk sagu, 14. anyaman penyejuk nasi, 15. sendok nasi, 16. batu untuk merapikan tempat tidur, 17. pikulan pedagang makanan keliling
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
Edisi lain dari gambar pertama
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
Edisi lain dari gambar kedua
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)

Tahun terbit: 1875
Tempat terbit: Belanda
Tokoh:
Deskripsi:
Juru gambar:
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Rabu, 08 Januari 2025

Gambar kumpulan berbagai benda yang dilihat Belanda di Nusantara (2)

Sebelum ini kita sudah melihat usaha Belanda dalam mendokumentasikan aspek sosial-budaya Nusantara dalam berbagai bentuk: ada foto berseri, foto yang diwarnai dengan tangan, foto yang dilukis ulang, foto-foto yang dikumpulkan dan digambar ulang dalam satu lukisan, serta juga kumpulan gambar-gambar yang digabungkan di dalam sebuah halaman kertas. Seri kali ini akan menampilkan contoh berikutnya dari upaya yang disebut terakhir ini.
Topeng, wayang golek dan wayang kulit, serta pertunjukan wayang kulit
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
Edisi lain dari gambar pertama
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
Dari atas ke bawah: kemungkinan sebuah surau (bedehuis) di Jawa, sebuah kampung di Jawa Barat, sebuah rumah tradisional Jawa
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
Edisi lain dari gambar pertama
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)

Tahun terbit: 1875
Tempat terbit: Belanda
Tokoh:
Deskripsi:
Juru gambar:
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Senin, 06 Januari 2025

Gambar kumpulan berbagai benda yang dilihat Belanda di Nusantara (1)

Sebelum ini kita sudah melihat usaha Belanda dalam mendokumentasikan aspek sosial-budaya Nusantara dalam berbagai bentuk: ada foto berseri, foto yang diwarnai dengan tangan, foto yang dilukis ulang, foto-foto yang dikumpulkan dan digambar ulang dalam satu lukisan, serta juga kumpulan gambar-gambar yang digabungkan di dalam sebuah halaman kertas. Seri kali ini akan menampilkan contoh berikutnya dari upaya yang disebut terakhir ini.
Gamelan: 1. bonang kromo, 2. gong, 3. kendang, 4. rebab, 5. kenong, 6. kempul, 7. kencer, 8. suling, 9. calempung, 10. saron, 11. gedemong, 12. selantam, 13. gambang kayu, 14. gambang gangsa, 15. gender
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
Berbagai jenis senjata dari kalangan warga Dayak, Jawa, Minahasa, Papua, Sangi, dan Solor a.l. golok (2), pedang (3), penangkap maling (4), tombak (6), berbagai keris (7), pedang Sangi (8), ranjau (11), sipet (13), anak panah (14), mandau (15), pedang Solor (16), gada (17), belati (18)
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
Edisi lain dari gambar pertama
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)

Tahun terbit: 1875 (gambar lainnya)
Tempat terbit: Belanda
Tokoh:
Deskripsi:
Juru gambar:
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Minggu, 17 Desember 2023

Wajah penghuni Hindia-Belanda dalam foto studio: Studio Woodbury & Page, Jakarta (2)

~1880: Seorang pria Belanda
(klik untuk memperbesar | © NGA)
~1875: Seorang pejabat pemerintahan Hindia-Belanda
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: 1875, 1880
Tempat: Jakarta
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Studio Woodbury & Page
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Selasa, 13 Juni 2023

Aneka foto dari zaman Belanda karya para juru foto yang belum teridentifikasi (1)

1931: Raja Karangasem, I Gusti Agung Bagus Jelantik, kermungkinan bersama istri
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1930: Raja Kasunanan Surakarta, Pakubuwono X, bersama Ratu Hemas (?) dan salah satu putri
(klik untuk memperbesar | © NGA)
~1875: Sebuah pengerjaan penguatan (tanggul sungai?) di Batang-Serangan, Langkat
(klik untuk memperbesar | © NGA)
3 Agustus 1934: Para pangeran Keraton Yogyakarta
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1920: Lima gadis Bali
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: 1875, 1920, 1930, 1931, 1934
Tempat: Bali (a.l. Karangasem), Batang-Serangan (Langkat), Surakarta, Yogyakarta
Tokoh: I Gusti Agung Bagus Jelantik (Raja Karangasem), Pakubuwono X (Raja Kasunanan Surakarta)
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan: Edisi lain dari foto no. 1 pernah dimuat di posting ini.

Selasa, 04 April 2023

Dari serakan foto-foto karya Woodbury & Page (1)

Walter Bentley Woodbury dan James Page adalah dua orang Inggris yang menjadi salah dua perintis dunia fotografi profesional di Hindia-Belanda. Studio foto yang mereka dirikan di Batavia menjadi teladan bagi fotografer lain untuk mendirikan hal yang sama di Padang, Semarang, Surabaya, dan kota-kota lain di Nusantara. Blog ini sudah menampilkan banyak karya keluaran dari studio ini. Kali ini kita akan mencoba mengumpulkan foto-foto karya Woodbury dan Page yang berserakan.


1858: Empat penari serimpi dari Batutulis, Bogor
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1860: Patung penjaga Candi Singasari (Arca Dwarpala)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1865: Kebun Raya Bogor, a.l. dengan pohon-pohon beringinnya
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1870: Keris dan aneka tumbak dan senjata tajam yang dipajang di (sekarang) Museum Gajah, Jakarta
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1875: Kerami, gerabah, dan barang-barang antik lainnya di Jawa
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: 1858, 1860, 1865, 1870, 1875
Tempat: Bogor, Jakarta, Malang
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Woodbury & Page
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan: Edisi lain dari foto nomor 2 pernah dimuat di posting ini.

Kamis, 20 Oktober 2022

Dari sebuah album yang berisi foto-foto tentang Jawa di sekitar tahun 1880 karya Herman Salzwedel (6)

1880: Dua pria Jawa di Prigen (Pasuruan)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1875: Probolinggo
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1875: Bendungan Besuki
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1880: Saluran air untuk perkebunan kopi
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Waktu: sekitar 1875 dan 1880
Tempat: Jawa (a.l. Prigen, Probolinggo)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Carl Julius Herman Salzwedel
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Selasa, 18 Oktober 2022

Dari sebuah album yang berisi foto-foto tentang Jawa di sekitar tahun 1880 karya Herman Salzwedel (5)

1875: Patung Gaprang, Blitar
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1880: Beberapa patung dari Candi Singosari
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1875: Pintu air Mlirip (Mojokerto) yang mengatur aliran Kali Brantas ke arah Surabaya
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1875: Sebuah stasiun kereta api di Mojokerto
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1875: Taman Simpang (Surabaya), sekarang Taman Apsari
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Waktu: sekitar 1875
Tempat: Blitar, Mojokerto, Singosari, Surabaya
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Carl Julius Herman Salzwedel
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan: Foto nomor 1 pernah dimuat di posting ini; nomor 2 di posting ini.

Minggu, 16 Oktober 2022

Dari sebuah album yang berisi foto-foto tentang Jawa di sekitar tahun 1880 karya Herman Salzwedel (4)

1875: Salah satu sudut Candi Borobudur
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1875: Seorang warga Eropa di lorong Borobudur
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1875: Patung Ganesha dari Candi Singosari
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1875: Patung kerbau Nandi dari Candi Singosari
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1875: Patung raksasa penjaga Candi Singosari
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Waktu: sekitar 1875
Tempat: Magelang, Singosari (Malang)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Carl Julius Herman Salzwedel
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan: Foto nomor 3, 4, dan 5 pernah dimuat di posting ini.

Jumat, 14 Oktober 2022

Dari sebuah album yang berisi foto-foto tentang Jawa (dan Minahasa) di sekitar tahun 1880 karya Herman Salzwedel (3)

1875: Air terjun Tonsea Lama, Minahasa
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1875: Belukar bambu
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1875: Pembukaan lahan dengan pembabatan hutan bambu
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1880: Tosari
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1879: Perumahan warga Tosari
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Waktu: 1875, 1879, 1880
Tempat: Jawa (a.l. Tosari) dan Minahasa
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Carl Julius Herman Salzwedel
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan: Bandingkan gambar nomor 4 dengan foto lain yang dimuat di posting ini.