![]() |
| (klik untuk memperbesar | @ Wellcome Collection) |
Tahun terbit: 1875
Tempat terbit: London (?)
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar:
Sumber / Hak cipta: Wellcome Collection
Catatan:
Sebuah usaha untuk mengumpulkan foto/gambar tentang Indonesia zaman dulu yang tersebar di dunia maya. Setelah 13 tahun (hampir) tiap hari mengudara blog ini mohon izin untuk mulai mengurangi frekwensi siarannya. Anda tetap diminta untuk menambahkan/membetulkan informasi di setiap foto/gambar ini. Urun rembug Anda akan membantu pemirsa yang lain.
![]() |
| (klik untuk memperbesar | @ Wellcome Collection) |
![]() |
| Berbagai jenis perahu dan kapal serta peralatan yang digunakan nelayan untuk menangkap ikan [P.A. van der Lith, 1875, Amsterdam] (klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery) |
![]() |
| Edisi lain dari gambar di atas (klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery) |
![]() |
| Berbagai bangunan tradisional: 1. rumah gadang, 2. rumah Dayak, 3. rumah bangsawan Makassar, 4. rumah di Timor, 5. rumah di Nias, 6. rumah di Gorontalo (klik untuk memperbesar | © Indies Gallery) |
![]() |
| Edisi lain dari gambar pertama (klik untuk memperbesar | © Indies Gallery) |
![]() |
| Edisi lain dari gambar kedua (klik untuk memperbesar | © Indies Gallery) |
![]() |
| Edisi lain dari gambar pertama (klik untuk memperbesar | © Indies Gallery) |
![]() |
| Edisi lain dari gambar kedua (klik untuk memperbesar | © Indies Gallery) |
![]() |
| Topeng, wayang golek dan wayang kulit, serta pertunjukan wayang kulit (klik untuk memperbesar | © Indies Gallery) |
![]() |
| Edisi lain dari gambar pertama (klik untuk memperbesar | © Indies Gallery) |
![]() |
| Dari atas ke bawah: kemungkinan sebuah surau (bedehuis) di Jawa, sebuah kampung di Jawa Barat, sebuah rumah tradisional Jawa (klik untuk memperbesar | © Indies Gallery) |
![]() |
| Edisi lain dari gambar pertama (klik untuk memperbesar | © Indies Gallery) |
![]() |
| Edisi lain dari gambar pertama (klik untuk memperbesar | © Indies Gallery) |
![]() |
| ~1880: Seorang pria Belanda (klik untuk memperbesar | © NGA) |
![]() |
| ~1875: Seorang pejabat pemerintahan Hindia-Belanda (klik untuk memperbesar | © NGA) |
![]() |
| 1931: Raja Karangasem, I Gusti Agung Bagus Jelantik, kermungkinan bersama istri (klik untuk memperbesar | © NGA) |
![]() |
| 1930: Raja Kasunanan Surakarta, Pakubuwono X, bersama Ratu Hemas (?) dan salah satu putri (klik untuk memperbesar | © NGA) |
![]() |
| ~1875: Sebuah pengerjaan penguatan (tanggul sungai?) di Batang-Serangan, Langkat (klik untuk memperbesar | © NGA) |
![]() |
| 3 Agustus 1934: Para pangeran Keraton Yogyakarta (klik untuk memperbesar | © NGA) |
![]() |
| 1920: Lima gadis Bali (klik untuk memperbesar | © NGA) |
Walter Bentley Woodbury dan James Page adalah dua orang Inggris yang menjadi salah dua perintis dunia fotografi profesional di Hindia-Belanda. Studio foto yang mereka dirikan di Batavia menjadi teladan bagi fotografer lain untuk mendirikan hal yang sama di Padang, Semarang, Surabaya, dan kota-kota lain di Nusantara. Blog ini sudah menampilkan banyak karya keluaran dari studio ini. Kali ini kita akan mencoba mengumpulkan foto-foto karya Woodbury dan Page yang berserakan.
![]() |
| 1858: Empat penari serimpi dari Batutulis, Bogor (klik untuk memperbesar | © NGA) |
![]() |
| 1860: Patung penjaga Candi Singasari (Arca Dwarpala) (klik untuk memperbesar | © NGA) |
![]() |
| 1865: Kebun Raya Bogor, a.l. dengan pohon-pohon beringinnya (klik untuk memperbesar | © NGA) |
![]() |
| 1870: Keris dan aneka tumbak dan senjata tajam yang dipajang di (sekarang) Museum Gajah, Jakarta (klik untuk memperbesar | © NGA) |
![]() |
| 1875: Kerami, gerabah, dan barang-barang antik lainnya di Jawa (klik untuk memperbesar | © NGA) |
![]() |
| 1880: Dua pria Jawa di Prigen (Pasuruan) (klik untuk memperbesar | © NGA) |
![]() |
| 1875: Probolinggo (klik untuk memperbesar | © NGA) |
![]() |
| 1875: Bendungan Besuki (klik untuk memperbesar | © NGA) |
![]() |
| 1880: Saluran air untuk perkebunan kopi (klik untuk memperbesar | © NGA) |
![]() |
| 1875: Patung Gaprang, Blitar (klik untuk memperbesar | © NGA) |
![]() |
| 1880: Beberapa patung dari Candi Singosari (klik untuk memperbesar | © NGA) |
![]() |
| 1875: Pintu air Mlirip (Mojokerto) yang mengatur aliran Kali Brantas ke arah Surabaya (klik untuk memperbesar | © NGA) |
![]() |
| 1875: Sebuah stasiun kereta api di Mojokerto (klik untuk memperbesar | © NGA) |
![]() |
| 1875: Taman Simpang (Surabaya), sekarang Taman Apsari (klik untuk memperbesar | © NGA) |
![]() |
| 1875: Salah satu sudut Candi Borobudur (klik untuk memperbesar | © NGA) |
![]() |
| 1875: Seorang warga Eropa di lorong Borobudur (klik untuk memperbesar | © NGA) |
![]() |
| 1875: Patung Ganesha dari Candi Singosari (klik untuk memperbesar | © NGA) |
![]() |
| 1875: Patung kerbau Nandi dari Candi Singosari (klik untuk memperbesar | © NGA) |
![]() |
| 1875: Patung raksasa penjaga Candi Singosari (klik untuk memperbesar | © NGA) |
![]() |
| 1875: Air terjun Tonsea Lama, Minahasa (klik untuk memperbesar | © NGA) |
![]() |
| 1875: Belukar bambu (klik untuk memperbesar | © NGA) |
![]() |
| 1875: Pembukaan lahan dengan pembabatan hutan bambu (klik untuk memperbesar | © NGA) |
![]() |
| 1880: Tosari (klik untuk memperbesar | © NGA) |
![]() |
| 1879: Perumahan warga Tosari (klik untuk memperbesar | © NGA) |