Tampilkan postingan dengan label RS Mater Dolorosa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label RS Mater Dolorosa. Tampilkan semua postingan

Selasa, 23 Juli 2024

Aksi pasukan Inggris di Jakarta, 1945 (4)

Oktober 1945: Pasukan Inggris asal India bersama suster Jongsma dan Letnan A Hengeveld dari AL Belanda (berpakaian serba putih) di RS Mater Dolorosa tempat para lansia Belanda diinternir oleh pasukan Jepang
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
November 1945: Seorang tentara Inggris, dengan senjata di tangan, bercukur di bawah pohon rindang
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Sebuah mobil palang merah militer melintasi sebuah gedung yang penuh dengan coretan seruan kemerdekaan:
Freedom the Glory of Any Nation!
The Birthright of a Nation
The Right of Self-determination

(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
November 1945: Pasukan Inggris menduduki Java Bank yang saat itu dicoba dikuasai oleh para pendukung kemerdekaan (berpakaian putih)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
November 1945: Pasukan Inggris menginterogasi pegawai Java Bank
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: 1945
Tempat: Jakarta
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan: Bandingkan juga foto nomor 3 dengan posting ini.

Selasa, 14 Mei 2024

Lansia Belanda yang diinternir Jepang di RS Mater Dolorosa, 1945 (3)

Tempat darurat untuk mengurus pasien/lansia yang meninggal
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Perawat bernama Jongsma di dekat dua penghuni rumah sakit yang juga menjadi kamp tawanan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Pojok tempat para perawat
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Suster Jongsma berbincang dengan seorang lansia
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: sekitar Oktober 1945
Tempat: RS Mater Dolorosa, Jakarta (sekarang Yayasan Gembala Baik, Santa Maria Fatima, Jatinegara)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: H. Ripassa (?)
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan: Lihat posting sebelumnya di sini yang juga memperlihatkan foto nomor 2 tetapi terbalik-cermin.

Minggu, 12 Mei 2024

Lansia Belanda yang diinternir Jepang di RS Mater Dolorosa, 1945 (2)

(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Kemungkinan peti mayat darurat yang dibuat dari batang dan anyaman bambu
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: sekitar Oktober 1945
Tempat: RS Mater Dolorosa, Jakarta (sekarang Yayasan Gembala Baik, Santa Maria Fatima, Jatinegara)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: H. Ripassa (?)
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan: Lihat posting sebelumnya di sini.

Selasa, 17 September 2019

Jakarta, Oktober 1945: Bantuan kemanusiaan untuk warga Belanda (2)

PENGANTAR

Jakarta di sekitar bulan September dan Oktober 1945 berada di situasi yang tidak menentu. Jepang sudah kalah perang, tetapi bala tentaranya masih berada di mana-mana lengkap dengan persenjataannya. Indonesia sudah menyatakan diri merdeka, tetapi aparat negara dan pemerintahan masih dalam tahap pembentukan.

Belanda berusaha kembali ke Indonesia, tetapi di tanah airnya masih terkendala proses pemulihan setelah pendudukan Jerman, dan di Hindia-Belanda terkendala kenyataan bahwa para lelaki dewasa mereka dibuang Jepang ke Manchuria. Sisa-sisa lelaki Belanda berada di penjara militer Jepang, atau jompo dan sakit di penampungan darurat.

Sementara itu Inggris, atas nama pihak Sekutu, mendatangkan kesatuan tentara Indianya dengan tugas resmi mengurus sisa-sisa militer Jepang, tetapi bentrok dengan para pemuda Indonesia yang mencurigai Inggris mempermudah masuknya kembali Belanda ke Indonesia.

Di situasi ini, seorang fotografer bernama H. Ripassa berhasil membuat beberapa foto dari berbagai sudut Jakarta. Kemungkinan besar Ripassa ini seorang campuran Eropa-Asia sehingga dia memiliki berbagai kemudahan untuk bergerak dan mengambil foto. Seri ini akan menampilkan beberapa jepretan dia.

Lelaki Belanda yang masuk kategori jompo di tempat penampungan Mater Dolorosa
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Wanita Belanda antri untuk mendapatkan bantuan dari Palang Merah
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Kemungkinan proses pemindahan lelaki Belanda dari tahanan Jepang
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Anak-anak dan wanita Belanda mantan penghuni kamp tahanan
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: kemungkinan September/Oktober 1945
Tempat: Jakarta
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: H. Ripassa
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Minggu, 15 September 2019

Jakarta, Oktober 1945: Bantuan kemanusiaan untuk warga Belanda (1)

PENGANTAR

Jakarta di sekitar bulan September dan Oktober 1945 berada di situasi yang tidak menentu. Jepang sudah kalah perang, tetapi bala tentaranya masih berada di mana-mana lengkap dengan persenjataannya. Indonesia sudah menyatakan diri merdeka, tetapi aparat negara dan pemerintahan masih dalam tahap pembentukan.

Belanda berusaha kembali ke Indonesia, tetapi di tanah airnya masih terkendala proses pemulihan setelah pendudukan Jerman, dan di Hindia-Belanda terkendala kenyataan bahwa para lelaki dewasa mereka dibuang Jepang ke Manchuria. Sisa-sisa lelaki Belanda berada di penjara militer Jepang, atau jompo dan sakit di penampungan darurat.

Sementara itu Inggris, atas nama pihak Sekutu, mendatangkan kesatuan tentara Indianya dengan tugas resmi mengurus sisa-sisa militer Jepang, tetapi bentrok dengan para pemuda Indonesia yang mencurigai Inggris mempermudah masuknya kembali Belanda ke Indonesia.

Di situasi ini, seorang fotografer bernama H. Ripassa berhasil membuat beberapa foto dari berbagai sudut Jakarta. Kemungkinan besar Ripassa ini seorang campuran Eropa-Asia sehingga dia memiliki berbagai kemudahan untuk bergerak dan mengambil foto. Seri ini akan menampilkan beberapa jepretan dia.

Kapal pembawa bantuan kemanusiaan berlabuh di Tanjung Priok
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Tim perawat Belanda
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Para perawat Belanda di penampungan Mater Dolorosa
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)
Seorang wanita Belanda, kemungkinan mantan penghuni kamp tawanan, ditandu
(klik untuk memperbesar | © Beeldbank WO2 / NIOD)

Waktu: kemungkinan September/Oktober 1945
Tempat: Jakarta
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: H. Ripassa
Sumber / Hak cipta: Beeldbank WO2 (Tweede Wereldoorlog) / NIOD (Nederlands Instituut voor Oorlogsdocumentatie)
Catatan:

Kamis, 01 Juni 2017

Lansia Belanda yang diinternir Jepang di RS Mater Dolorosa, 1945 (1)

(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Waktu: Oktober 1945
Tempat: Jakarta
Tokoh:
Peristiwa: Seorang perawat Belanda bernama Jongsma memeriksa seorang lansia yang hidup seadanya di rumah sakit Mater Dolorosa (sekarang Yayasan Gembala Baik, Santa Maria Fatima, Jatinegara).
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan: