Tampilkan postingan dengan label wayang golek. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label wayang golek. Tampilkan semua postingan

Rabu, 08 Januari 2025

Gambar kumpulan berbagai benda yang dilihat Belanda di Nusantara (2)

Sebelum ini kita sudah melihat usaha Belanda dalam mendokumentasikan aspek sosial-budaya Nusantara dalam berbagai bentuk: ada foto berseri, foto yang diwarnai dengan tangan, foto yang dilukis ulang, foto-foto yang dikumpulkan dan digambar ulang dalam satu lukisan, serta juga kumpulan gambar-gambar yang digabungkan di dalam sebuah halaman kertas. Seri kali ini akan menampilkan contoh berikutnya dari upaya yang disebut terakhir ini.
Topeng, wayang golek dan wayang kulit, serta pertunjukan wayang kulit
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
Edisi lain dari gambar pertama
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
Dari atas ke bawah: kemungkinan sebuah surau (bedehuis) di Jawa, sebuah kampung di Jawa Barat, sebuah rumah tradisional Jawa
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)
Edisi lain dari gambar pertama
(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)

Tahun terbit: 1875
Tempat terbit: Belanda
Tokoh:
Deskripsi:
Juru gambar:
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Rabu, 19 Juli 2023

Aneka foto dari zaman Belanda karya para juru foto yang belum teridentifikasi (19)

Sekelompok penari Jawa
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Penari topeng di Jawa
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Pemain gamelan bersama enam sinden
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Dua penari di Jawa (Barat?) dengan dukungan gamelan
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Panggung pertunjukan wayang golek
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: sekitar 1914
Tempat: Jawa Barat
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Senin, 17 Mei 2021

Aneka wajah Nusantara dari album foto keluaran Toeristenbond voor Nederland terbitan 1911: 7-12

PENGANTAR

Di rangkaian posting sebelumnya blog ini menampilkan foto-foto dari album keluaran penerbit Kleynenberg & Co. dari tahun 1912-1914. Album yang berisi 150 foto ini menyajikan wajah-wajah Nusantara dari berbagai pelosok. Sebelumnya, di tahun 1911, Toeristenbond voor Nederland juga mengeluarkan album yang mirip. Album keluaran jawatan pariwisata Belanda ini berisi 100 foto yang juga menampilkan berbagai wajah Nusantara.

Isi album ini didominasi oleh foto karya Jean Demmeni, seorang fotografer campuran Perancis-Madura yang lahir di Padang Panjang dan banyak aktif di wilayah Minangkabau. Tidak mengherankan apabila hampir setengah dari album ini berisi foto dari wilayah Sumatera Barat.

Berbeda dengan album foto Kleynenberg yang mencakup banyak wilayah, album Toeristenbond ini masih membatasi tambahan liputan ke Jawa dan sedikit Sumatera Utara, di samping Sumatera Barat. Meski demikian, album ini tetap menarik karena mengindikasikan aspek warga Nusantara yang, paling tidak menurut khalayak Belanda saat itu, menarik untuk dicermati dari sudut pandang pariwisata.

Blog ini akan menampilkan ke-100 foto ini berurut sesuai nomornya. Foto-foto yang pernah dimuat sebelumnya, dalam konteks lain, akan diberi catatan.


7. Foto bersama guru dan murid di Bogor
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
8. Sungai Cimandiri dengan jembatannya di wilayah Baros, Sukabumi
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
9. Pembuat wayang golek di Sukabumi
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
10. Mojang Sunda menenun kain di Baros, Sukabumi
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
11. Para perempuan pekerja perkebunan teh Perbawati, Sukabumi
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
12. Taman Cibodas, kelak Kebun Raya Cibodas, Bogor
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)

Waktu: album foto terbit tahun 1911, foto-fotonya tentunya dibuat sebelum itu
Tempat: Bogor, Sukabumi
Tokoh:
Peristiwa:
Juru foto/gambar: Jean Demmeni
Sumber / Hak cipta: Universiteit Leiden
Catatan: Foto no. 9 dan 10 pernah dimuat sebelumnya di posting ini.

Sabtu, 21 Juli 2018

Seni Sunda zaman dulu dari berbagai masa

Bandung, antara 1863-1865: Empat mojang penari serimpi
(klik untuk memperbesar | © van Kinsbergen / Universiteit Leiden)
Wayang golek di sekitar tahun 1900; kemungkinan besar dalam pose dan posisi yang diatur si fotografer
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Sekitar 1905: Kuda lumping dengan iringan angklung
(klik untuk memperbesar | © Sigrist / Universiteit Leiden)
Garut, 1910: sekelompok mojang penari wayang orang
(klik untuk memperbesar | © Knackstedt & Co./ Universiteit Leiden)
Waktu: 1863, 1900-an, 1905, 1910
Tempat: Bandung, Garut, Jawa Barat
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Universiteit Leiden
Catatan:

Selasa, 05 Juni 2018

Perajin Sunda dalam jepretan Jean Demmeni, 1911

Pemahat wayang batu
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Pembuat wayang golek
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)
Penenun kain, Baros (Sukabumi)
(klik untuk memperbesar | © Universiteit Leiden)

Waktu: 1911
Tempat: Baros (Sukabumi), Jawa Barat
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Jean Demmeni
Sumber / Hak cipta: Universiteit Leiden
Catatan:

Kamis, 21 Juli 2016

Para pencari rezeki pinggir jalan di Bandung, kemungkinan di tahun 1940-an

Sinden dan gamelan wayang golek
(klik untuk memperbesar | © Alphons Louis Marie Antoine Hubert Hustinx / fotomuseum)
Sinden dan gamelan wayang golek
(klik untuk memperbesar | © Alphons Louis Marie Antoine Hubert Hustinx / fotomuseum)
Penjual stroberi (?)
(klik untuk memperbesar | © fotomuseum)
Penjual karangan bunga
(klik untuk memperbesar | © fotomuseum)
Tukang cukur
(klik untuk memperbesar | © fotomuseum)
Waktu: kemungkinan 1940-an
Tempat: Bandung
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Alphons Louis Marie Antoine Hubert Hustinx (untuk foto pertama dan kedua?)
Sumber / Hak cipta: Nederlands Fotomuseum
Catatan:

Senin, 09 November 2015

Pernikahan warga Pasundan di tahun 1937, jepretan Wijnand Kerkhoff

Pengantin pria (memakai kain, blangkon, tapi juga jas dan dasi kupu-kupu) menunggu pencatatan oleh lebe (penghulu)
(klik untuk memperbesar | © gahetna/spaarnestad)
Pengantin pria siap menginjak telur di depan mempelai wanita
(klik untuk memperbesar | © gahetna/spaarnestad)

Waktu: 1937
Tempat: Pasundan
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Wijnand Kerkhoff
Sumber / Hak cipta: Nationaal Archief / Spaarnestad Photo
Catatan:

Rabu, 22 April 2015

Selamatan di Bogor dengan wayang golek, kepala kerbau, dan makan bareng di tahun 1930

(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Waktu: 1930
Tempat: Bogor
Tokoh:
Peristiwa: Peringatan 25 tahun berdirinya Lembaga Pertanian di Bogor, diperingati dengan makan bareng, pertunjukan wayang golek, dan penanaman kepala kerbau.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan: