Tampilkan postingan dengan label Bondowoso. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bondowoso. Tampilkan semua postingan

Kamis, 01 Februari 2024

Pertemuan penguasa Jawa dengan petinggi Belanda

Bondowoso, 1924
(klik untuk memperbesar | © NGA)
31 Agustus 1927
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: 1924, 1927
Tempat: Jawa (a.l. Bondowoso)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Studio Promemoria Bondowoso (foto pertama)
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Minggu, 14 Januari 2024

Wajah penghuni Hindia-Belanda: Pesta dan perayaan

1926: Sebuah pesta di Bondowoso
(klik untuk memperbesar | © NGA)
28 Januari 1918: Sebuah pesta di Solo
(klik untuk memperbesar | © NGA)
1922: Sebuah perayaan 50 tahun di Solo
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Sebuah perayaan yang dihadiri a.l. oleh warga Belanda, Jawa, dan Tionghoa
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: a.l. 1918, 1922, 1926
Tempat: Jawa (a.l. Bondowoso, Solo)
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Studio Promemoria, Bondowoso (foto pertama); Studio L. Keng Meng (foto nomor 2 dan 3)
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan: Studio "L. Keng Meng" juga disebut "L. King Ming" atau "L. King Meng"

Jumat, 09 Juni 2023

Dari sebuah pameran pertanian di Jawa Timur, kemungkinan di awal abad ke-20

Hasil bumi dari Bondowoso
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Ajungan Besuki (Situbondo)
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Hasil bumi yang dipamerkan di ajungan Besuki
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: ?
Tempat: Surabaya?
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan:

Sabtu, 28 Agustus 2021

Dari album foto "Herinneringen aan Java 1913-1919": Kawasan Bromo dan Ijen

PENGANTAR

National Gallery of Australia membeli banyak koleksi foto dari Leo Haks. Salah satunya adalah sebuah album foto berjudul Herinneringen aan Java 1913-1919 (Kenang-kenangan tentang Jawa 1913-1919) yang memuat 39 foto yang tampaknya keluaran studio foto Onnes Kurkdjian, Surabaya. Album ini banyak berisi foto dari kawasan Jawa Timur serta tentang hasil bumi, yang mengindikasikan bahwa pemiliknya kemungkinan adalah seorang Belanda yang aktif di bidang perkebunan/kehutanan di Jawa Timur dari tahun 1913 hingga 1919. Album ini juga berisi beberapa foto dari kawasan Priangan, Borobudur, Jogjakarta dan malah Sulawesi, yang kemungkinan menunjukkan wilayah lain di Nusantara yang pernah dikunjungi si pemilik album ini.

(klik untuk memperbesar | © NGA)

Gunung Batok di kawasan Bromo
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Kawasan Bromo-Tengger-Semeru dilihat dari Gunung Pananjakan
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Kawah Bromo
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Desa Jampit di kawasan Ijen, Bondowoso
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Dataran tinggi Ijen
(klik untuk memperbesar | © NGA)
Kawah Ijen, Banyuwangi
(klik untuk memperbesar | © NGA)

Waktu: antara 1913 dan 1919
Tempat: Banyuwangi, Bondowoso
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Studio Onnes Kurkdjian
Sumber / Hak cipta: National Gallery of Australia
Catatan: Foto no. 2 dan 3 pernah muncul di album lain.

Selasa, 15 Mei 2018

Para pejuang TNI memasuki Bondowoso, 1949

PENGANTAR
Di tahun 1949, terutama menjelang akhir tahun di mana Belanda mengakui kedaulatan Indonesia, di berbagai pelosok terjadi peristiwa yang sama: Militer Belanda menarik diri dari wilayah yang didudukinya, dan para pejuang kemerdekaan "turun gunung" mengambil alih daerah yang selama ini dikuasai Belanda. Beberapa foto dari berbagai daerah akan diperlihatkan di seri berikut ini.

(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Waktu: 3 April 1949
Tempat: Bondowoso
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: G.J. Aaldriks
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan:

Senin, 19 Desember 2016

Letnan Kolonel Abdul Rivai, perwira TNI yang membelot ke pihak Belanda di Jawa Timur

Letnan Kolonel Abdul Rivai adalah komandan Brigade III/Damar Wulan di Jawa Timur. Di dalam sebuah pertempuran di Banyuwangi pihak Belanda menangkap Abdul Rivai. Perwira ini kemudian ditahan di Ambulu, Jember. Di dalam tahanan, militer Belanda berhasil mempengaruhi Abdul Rivai untuk memihak Belanda. Dikabarkan bahwa Belanda menjanjikan jabatan komandan Barisan Pengawal Negara Indonesia Timur dengan pangkat komisaris besar polisi sebagai balasan atas pembelotan ini.

Foto-foto di bawah memperlihatkan Abdul Rivai di dalam kendaraan militer Belanda, berbicara kepada masyarakat Bondowoso. Abdul Rivai antara lain mengumumkan bahwa para pejuang TNI di wilayah Jawa Timur harus menghentikan pertempuran dan melapor paling lambat tanggal 15 Juli 1949; yang tidak melapor selepas itu akan dianggap sebagai gerombolan liar di wilayah Negara Jawa Timur.

Abdul Rivai di kendaraan militer Belanda
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Masyarakat yang mendengarkan seruan Abdul Rivai
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Sebagian masyarakat yang hadir
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Waktu: 30 Juni 1949
Tempat: Bondowoso
Tokoh: Abdul Rivai (letnan kolonel TNI yang membelot ke pihak Belanda di Jawa Timur)
Peristiwa: l.d.a.
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan:

Kamis, 10 Maret 2016

Mural mendukung kemerdekaan Indonesia (7)

Djangan djoeal apa2 kepada moesoeh! Dia oentoeng, kita boentoeng.
Tangerang, 28 Mei 1946
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Bersatoelah
Ambarawa, 28 Juli 1947
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Merdeka, pasti menang.
Bondowoso, 13 Maret 1949
(klik untuk memperbesar | © gahetna)
Waktu: l.d.a.
Tempat: l.d.a.
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer: Th. van de Burgt (foto bawah)
Sumber / Hak cipta: Het Nationaal Archief
Catatan: