Tampilkan postingan dengan label 1770. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 1770. Tampilkan semua postingan

Jumat, 22 Agustus 2025

Lukisan tentang Jakarta karya Franz Xaver Habermann dan Johann Baptist Bergmüller dari pertengahan abad ke-18 (3)

Ini merupakan tayang ulang (reload) dari beberapa posting sebelumnya dengan edisi gambar dari sumber lain. Lihat postin pertama, kedua, dan ketiga dengan bahasan yang sama.
Kanalisasi di satu sisi Kastil Batavia
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Balai kota
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Tembok pertahanan Gelderland dengan Gereja Portugis dan latar belakang pegunungan sekitar Bogor
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)
Bagian dalam Kastil Batavia
(klik untuk memperbesar | @ Indies Gallery)

Tahun terbit: 1770
Tempat terbit: Augsburg (Jerman)
Tokoh:
Deskripsi:
Juru foto/gambar: Franz Xaver Habermann
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Jumat, 15 November 2024

Peta kuno dari tahun 1770: Ketika orang Inggris bukan hanya menggambar peta tapi juga bercerita

(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)

Tahun terbit: 1770
Tempat terbit: London
Tokoh:
Deskripsi: Orang Inggris terkenal memiliki selera sendiri soal narasi, dan terutama kekhasan dalam hal humor. Peta keluaran Inggris ini juga memiliki keunikan. Ketika peta-peta lain terfokus pada nama-nama tempat, atau sungai dan gunung, atau juga ilustrasi tentang dunia fauna yang mendiami sebuah tempat, peta Inggris ini dihiasi dengan beberapa catatan. Di perbatasan Laos-Siam misalnya, peta ini memperingatkan adanya orang-orang liar yang mendiami wilayah pegunungan di sekitar itu. Begitu juga di perbatasan Kamboja-Vietnam, di sini peta ini malah menyebut nama dari orang-orang liar ini, yaitu suku Kemoy. Wilayah Nusantara dan sekitarnya pun terkena. Salah satu teluk di barat Kalimantan diberi nama Bad Luck. Sebuah titik di barat Filipina diklaim sebagai English Bank; sementara bagian selatan Sumatera diakui sebagai Eng[lish] Fact. Pulau Sulawesi di sekitar garis khatulistiwa diberi catatan bahwa "tidak ada sungai yang layak dicatat di pulau ini". Bagian utara Kalimantan diberi catatan "bagian ini tidak banyak diketahui", sementara bagian tengah ditambahkan peringatan "bagian pulau ini dihuni oleh suku liar bernama Biayos (=Dayak)".
Juru kartografi: Thomas Kitchin
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Kamis, 06 Juni 2024

Peta kuno dari tahun 1770: Ambon

(klik untuk memperbesar | © Indies Gallery)

Tahun terbit: 1770
Tempat terbit: Amsterdam
Tokoh:
Deskripsi: Peta tua ini dilengkapi "kompas" kecil yang memperlihatkan utara mengarah ke pojok kanan atas. Ambon di sini dibagi menjadi 2 wilayah: Hitoe di utara, serta Leytimor di selatan.
Juru kartografi: ? (berdasarkan deskripsi dari François Valentyn)
Sumber / Hak cipta: Indies Gallery
Catatan:

Jumat, 08 November 2019

Empat sketsa warga Jawa bagian barat zaman dulu

Demang Indramayu menurut sketsa tahun 1770, dicetak ulang di tahun 1910-1912
(klik untuk memperbesar | © zwiggelaarauctions)
Pembantu rumah tangga, kemungkinan di sebuah rumah Belanda
(klik untuk memperbesar | © zwiggelaarauctions)
Penjual air lahang bersama tentara Belanda yang membeli. kemungkinan di Jakarta
(klik untuk memperbesar | © zwiggelaarauctions)
Rombongan ronggeng, kemungkinan di sekitar Jakarta
(klik untuk memperbesar | © zwiggelaarauctions)

Waktu: 1770, akhir abad ke-19, awal abad ke-20
Tempat: Indramayu, sekitar Jakarta
Tokoh:
Peristiwa:
Fotografer:
Sumber / Hak cipta: Zwiggelaar Auctions
Catatan:

Jumat, 19 Juli 2019

Lukisan-lukisan tentang Jakarta dari tahun 1770

Balai kota
(klik untuk memperbesar)
Tembok pertahanan Gelderland dengan Gereja Portugis dan latar belakang pegunungan sekitar Bogor
(klik untuk memperbesar)
Benteng pelabuhan (Sunda Kelapa?) dan tempat kediaman Gubernur VOC
(klik untuk memperbesar)

Waktu: 1770
Tempat: Jakarta
Tokoh:
Peristiwa: Ini adalah 3 lukisan tentang Jakarta yang dikeluarkan di tahun 1770. Lukisan-lukisan ini selalu diberi judul terbalik di bagian atas, dalam bahasa Perancis, dan diberi deskripsi di bagian bawah dalam bahasa Jerman (kiri) dan Perancis (kanan).
Fotografer:
Sumber / Hak cipta:
Catatan: